Mantan Terindah

Mantan Terindah
86. Gemetar & Bingung


__ADS_3

"Val kita nggak bareng aja nih berangkatnya?" Roy bajunya yang sedikit tidak rapi dan membenarkan jam tangan yang melingkar di sebelah kiri berwarna cokelat.


"Gue duluan ya kak soalnya gue pengen jemput Franda dia kan agak lama dandannya jadi mungkin kita ketemuan aja nanti di sana ya gue kasih alamatnya deh."


"Ya udah deh kalau gitu." Angguknya.


"Oh ya kak entar lo jemput Cerry, soalnya kasihan dia naik taksi online mending ikut sama lo kan elu nggak ada tumpangan juga."


"Gue jemput Cerry?" Kejutnya yang sebenarnya tak ada rencana di awal.


"Iya jemput dia pokoknya kalian bareng gitu ke tempat yang gue kasih tahu itu."


"Sebenarnya ada apaan sih kok tiba-tiba kayak double date. Lo jangan macam-macam ya!" Tunjuknya kepada Rival.


"Tenang aja gue nggak ngapa-ngapain kok ini cuma pertemuan biasa aja ya itung-itung reunian lah sama anak SMA."


"Ya udah ya gue pamit dulu sampai ketemu nanti."


"Hm."


----


Tiba-tiba terdengar suara klakson dari luar rumah Cerry. Ia membuka gorden mengintip sedikit siapa orang yang di luar. "Kayaknya kenal deh itu kak Roy bukan sih?" Dengan cepat ia pun membuka pintu dan ternyata ketika helm itu dibuka benar dugaannya Roy.


"Hai kak kok jemput aku di sini aku pikir ketemuan langsung di sana."


"Kata Rival harus jemput lo soalnya kalau naik taksi online kan? Kasihan juga gue kalau misalkan mau naik taksi online malam-malam. Yaudah gue tungguin deh disini udahan dulu dalam yang cantik ya." Candanya yang sebenarnya sederhana namun dimata Cerry itu sudah sungguh berlebihan karena mungkin terlalu bucin kali ya.


"Ya udah deh kak aku dandan dulu ya sebentar kakak mau masuk dulu?"

__ADS_1


"Enggak kok gue di sini aja lagi menikmati dinginnya malam ada angin juga kan di sini jadi enak." Cerry ia cepat masuk ke dalam dan cepat-cepat untuk dandan sesimpel mungkin agar tidak terlalu lama menunggu.


***


Ternyata Rival dan Franda lebih dulu datang mereka menyambut kedatangan mereka berdua. "Lama banget sih kalian ke mana dulu sebelum ke sini?"


"Maafin kita ya soalnya tadi kita enggak terlalu kenceng juga bawa motornya gue."


"Ya udah deh nggak papa silakan duduk."


Cerry dihadapkan langsung dengan Roy yang ada dihadapannya. "Kak Roy, Cerry pengen ngomong sesuatu nih sama kakak." Rival membuka obrolan terlebih dahulu kepada Roy yang sedang memainkan handphonenya.


"Soal apa? Cerry bisa dipastikan kalau ia sedang panas dingin dan gemetar sekali melihat ekspresi Roy yang seakan begitu serius menatap Rival adiknya. Kaki Cerry di senggol oleh Franda seakan-akan ia harus bersikap lebih tenang dan lebih santai agar tidak kelihatan grogi dan gemetar.


"Aduh kayaknya aku lupa deh ketemu sama temen aku yang di depan temenin aku dong ke depan!" Rival sudah memberikan kode kepada Franda agar mereka meninggalkan Cerry dan Roy di sini berdua.


"Ya udah kalau gitu pamit dulu kalian di sini aja ya ngobrol-ngobrol apapun."


"Belakangan ini mereka kenapa sih? Kok kayak aneh banget lu ngerasain nggak sifat mereka yang kayak gitu waktu di kampus?"


"Aku juga nggak tahu kak kenapa mereka jadi kayak gitu." Cerry sengaja berpura-pura agar Roy tak curiga padahal ia sama sekali takut untuk berbohong.


Ternyata sebelum Franda dan Rival pergi meninggalkan mereka berdua ternyata makanan dan minuman sudah dipesan terlebih dahulu oleh Franda dan Rival. Seketika hening tak ada obrolan sama sekali padahal pertemuan mereka tidak hanya sekali mereka sudah pernah bertemu bahkan sudah mengenal ketika mereka masih duduk di bangku SMA seolah-olah mereka baru saja bertemu dan canggung itu masih terlihat sekali terutama dari pihak perempuan yaitu Cerry. Dia mengeluarkan buku yang ada di dalam tasnya. "Oh ya kak aku ada sesuatu nih buat kakak. Semoga suka ya kak."


"Buku apa ini? Padahal sama sekali belum ulang tahun loh?"


"Ya nggak apa-apa pengen kasih aja. Kan selama ini yang aku tahu kakak tuh suka banget yang namanya baca nah kebetulan aku kemarin beli buku ini di toko buku ya udah deh aku beliin kakak kali aja kakak suka gitu." Ungkapnya yang sekali lagi berbohong apabila sekali berbohong maka akan terus-terusan berbohong itu yang paling dihindari olehnya.


"Bagus sih temanya tentang percintaan gitu ya. Menarik juga! Yaudah nanti gue baca ya makasih banyak lo udah nyampe-nyampetin kasih gue buku ini." Senyum Roy kepada Cerry.

__ADS_1


"Kak suka enggak sama bukunya? Maaf ya kak kalo misalkan hadiahnya eh maksudnya buku yang aku kasih ini nggak bermanfaat."


Roy tertawa renyah. "Yang bilang buku ini bermanfaat siapa? Emang buku yang bermanfaat cuma buku pelajaran doang buku ini itu bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan jadi kalau menurut gue sih buku semua itu pasti ada manfaatnya cuman beda sudut pandangnya doang aja untuk menerapkannya ada yang versi kehidupan dan ada versi dalam belajar."


Cerry paham sekali dengan mantan ketua OSIS yang ada di sekolahnya, dari dulu selalu saja merasa bodoh ketika berhadapan langsung dengan orang pintar seperti Roy dan rasa minder itu masih berkecambuk hingga sekarang. "Ya ampun mereka lama banget sih datangnya bener-bener yang ngerjain gue banget deh. Kan gue jadi grogi kalau misalkan berduaan sama kak Roy walaupun gue udah lama kenal sama dia." Batinnya dalam hati yang merasa panas dingin ketika berhadapan langsung dengan orang yang diam-diam ia suka.


***


Selama duduk di motor dia hanya bisa diam karena apa yang harus dibicarakan seakan tak mungkin untuk dijawab dan sesuai dengan ekspektasi nya. Ia tahu banget kalau misalkan kalau suka dengan sosok sahabatnya yaitu Franda. "Udaranya dingin banget ya malam kayak gini tumben adem."


"Iya kak benar adem mungkin karena kakak agak cepat kali bawa motornya makanya anginnya kayak cepat gitu."


"Gue cepat bawa motor karena takut kelamaan lo balik lo mau berduaan sama gue di motor lama banget?"


"Ya mau banget lah siapa sih yang nggak mau!" Namun ucapan itu hanya ia beranikan dalam hati tak bisa ia ungkapkan secara langsung dan didengar oleh Roy.


"Iya juga sih kak jawaban yang sangat singkat padat dan jelas."


Cerry turun dari motor dan ia melepas helm yang ia pakai dan memberikannya kepada Roy.


"Makasih banyak ya kak udah anterin aku sampai rumah maaf kalau misalkan ngerepotin. Kak Roy mau masuk dulu sebentar?"


"Kayaknya gue langsung pulang aja deh ntar kemalaman juga kalau bertamu ke rumah lu mungkin lain kali, kali ya!" Angguknya seperti itu dan Cerry pun juga mengangguk.


Sebuah motor melaju Cerry tak menyangka bisa naik motor Roy untuk pertama kalinya setelah penantian panjang waktu di SMA yang ia idam-idamkan selama ini. "Akhirnya gue bareng sama orang yang paling gue suka selama ini dan diantarin balik sama dia.Ya ampun gue mimpi apa sih!" Saking senangnya Cerry lupa untuk masuk ke dalam.


"Ngapain masih di situ?" Ucap mama yang berdiri di belakang Cerry tanpa ia sadari ternyata.


"Oh iya mah maaf."

__ADS_1


"Ya udah masuk udah malam." Cerry mengangguk.


__ADS_2