Mantan Terindah

Mantan Terindah
93. Jutek


__ADS_3

Cerry menarik nafasnya sejenak melihat Roy yang ada di depannya. Roy pun mendekat dan menyapa dirinya. Ia tersenyum tipis biasa seolah-olah baru kenal satu sama lain dengan Roy. Rupanya ia ingin menghindari Roy sakit hati dan merasa cemburu banget dengan kedekatan atau kabar berita Roy dan Tiffany. "Franda mana kok enggak kelihatan sih?"


"Aku juga nggak tahu kak kalau bisa masuk ke dulu ke dalam ya!" Jawabnya yang memberikan gestur masuk ke dalam kelas. Dari pada menahan rasa cemburu yang begitu besar dan mungkin bisa bisa meneteskan air mata dan ia tidak mau menangis di depan orang yang dia suka dan sangat gengsi banget menunjukkan hal itu kepada Roy.


"Aneh banget deh tuh orang kok tiba-tiba dia jutek banget sih lo emang gue salah apa?" Roy pun heran dengan sikap Cerry yang seperti itu biasanya dia sangat ramah sekali dan ceria.


Cerry melihat Roy yang meninggalkan pergi. Ia hanya mengelus dada. "Untungnya kak Roy udah pergi gue males banget sih ketemu sama dia!" Kesalnya dalam hati, ia sama sekali tak mau lagi bertemu dengan Roy. Karna menurutnya Roy sudah membuat perasaannya kecewa yang padahal sama sekali bukan hak Cerry juga untuk marah.


***


Di rumah.


"Gue boleh nanya nggak sih sama lo?"


"Soal apa kak?" Ucap Rival yang menatap tajam kepada pakainya yang tiba-tiba saja menanyakan hal yang begitu serius ketika di obrolan yang pertama.


"Ini soal Cerry!" Rupanya rasa penasaran itu terlontar juga dari mulut Roy yang menanyakan langsung kepada Rival dikarenakan pacarnya berteman baik dengan Cerry mungkin dia bisa memberikan jawaban yang ada dibenaknya.

__ADS_1


Mendengar hal itu Reva langsung saja bersemangat entah kenapa. Tapi dia seolah-olah tak ada feeling sama sekali. "Emang ada apa sih sebenarnya? Kakak adakah nomor dia di hp kakak?"


"Apaan sih lo gue nggak pengen dari nomor hp-nya dia dari lo gue juga punya nomor dia. Tapi kenapa ya beberapa hari ini tuh dia tuh kayak cuek banget sama gue dan beberapa hari ini juga dia nggak ramah banget kayak biasanya. Kira-kira kok tau nggak sih penyebab dia kayak gitu apa? Atau gue ada salah sama dia?"


"Kok lu malah nanya ke gue sih yang mana gue tahu isi perasaan orang lain mending lo tanya langsung aja ke dia tanyain ke dia ada apa-apa dan kalau misalkan lo ngerasa salah Ya udah minta maaf aja sama dia."


"Oh gitu ya? Ya udah deh ntar gue minta maaf sama dia kalau misalkan gue ada salah tapi perasaan selama ini gue nggak bikin salah sama siapapun deh." Pikir Roy seperti itu.


"Ya kali, ya kan cemburu sama lo karena lo deket sama Tiffany sekarang gua aja nggak tahu dan nggak peka!" Batin Rival yang mengatakan hal ini kepada Roy.


"Gue malah cerita malah ditanggapinya kayak gitu gimana sih!"


Rival menghubungi Franda memberikan informasi kalau misalnya ia sedang panik banget. Tapi sayangnya telepon Rival sama sekali tak ditanggapi oleh Franda karena mungkin anda sedang tidur dan hp-nya di silent di atas meja biasanya seperti itu kejadian.


"Kemana sih kok sama sekali nggak ditangkap kan emang dia di mana sih? Atau jangan-jangan dia jalan atau dia selingkuh Tapi mana mungkin malam-malam begini dia jalan dia kan anaknya perumahan banget gak bisa jalan-jalan ke luar dia kan gak di bolehin kecuali dia hubungin gue?" Susah banget buat ngedeketin antara kakaknya dan Cerry itu waktu dan perjuangan karena pengen banget untuk menyatukan mereka berdua karena kakaknya sudah lama banget jomblo ditambah masalah baru setelah Tiffany datang dan memintanya untuk menjadi pacar dan salah paham lah terjadi.


***

__ADS_1


Cerry melihat ke langit-langit kamarnya suasana begitu sendu sekali dan hanya terdengar suara jangkrik keluar dari kamar. Entah berapa lama perasaannya tak ada perubahan sama sekali, Kenapa sulit sekali untuk melupakan Roy di dalam hatinya sejak SMA dulu. Kenapa perasaan ini terus tumbuh dan kenapa perasaan ini ini kan ingin memilikinya walaupun dia tahu bukan siapa-siapa dan kenapa ketika mereka sudah mendekatkan diri satu sama lain datang seorang perempuan di masa lalunya dan dikenali oleh Cerry. "Kenapa percintaan gue kayak gini banget sih dan kenapa apa ketika udah mulai menerima kak Roy dengan ketidakpercayaan diri gue selama ini kenapa gue malah galau dan sedih kayak gini padahal dia bukan siapa-siapa gue. Kenapa malah kayak gini? Ini sama sekali bukan salah kak Roy ini salah gue yang terlalu berlebihan berharap. Gue sama sekali enggak bisa apa gue blok aja ya nomornya?" Cerry mengambil ponsel melihat nama kontak yang masih tersimpan dan itu adalah nama Roy di sana. Ia sedikit tampak ragu untuk memblokirnya yang otomatis keduanya sama sekali tidak bisa berkomunikasi lagi terkecuali blokiran itu dibuka oleh dia sendiri.


"Duh tega banget sih kalau misalkan gue blokir nomornya kak Roy padahal dia sama sekali nggak salah apa-apa ke gue? Gimana sih?" Ia menaruh ponselnya Kembali ke tempat tidur ia pun berjalan ke arah cermin yang memperlihatkan seluruh badannya sangat begitu jelas memantul.


"Gue nggak kalah cantik kok sama kak Tiffany, gue juga menarik tapi kenapa kak Roy sama sekali enggak ngelirik gue dari dulu malah kak Roy suka sama Franda?"


"Kenapa sih Franda begitu beruntung dapatin orang-orang yang suka sama dia sedangkan gue sama sekali nggak ada bahkan Rival yang tergila-gila banget sama Franda cowok yang populer dan cowok yang bad boy bisa suka dan naksir sama Franda sedangkan gue siapa?" Air matanya tiba-tiba jatuh begitu saja dari pelipis kanan dan kiri. Ia segera mungkin untuk menghapus dia tidak mau terlihat lemah dan ia tidak mau terlihat sedih dengan keadaannya seharusnya ia jadi manusia yang bersyukur.


Tiba-tiba saja ada suara dering terdengar dari ponsel Cerry.


"Franda?" Batinnya dalam hati ia pun tersenyum biar langsung saja mengangkatnya.


"Iya hallo kenapa fran gue lagi di kamar nih?"


"Jangan bahas kak Roy lagi deh gue lagi pengen nyantai dulu nih di kamar jangan buat mood gue jadi nggak enak ya udah ya gue matiin dulu." Ternyata Franda membahas Roy.


"Pokoknya gue nggak mau bikin perasaan gue terus-terusan kayak gini gue pengen juga bahagia sama seperti yang lain masa gue sedih terus sih apa gue harus lupain kak Roy ya dan foto-foto yang gue screenshot di HP gue hapus aja biar gue bisa ngelupain dia dan gue bisa bebas move on suka sama cowok yang baru lagi?"

__ADS_1


__ADS_2