Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - DIOR & GRACIA PART 7


__ADS_3

Selang beberapa hari, Gracia keluar dari rumah sakit. Kakinya sudah membaik walau masih terasa sakit jika berjalan. Namun, Gracia sudah sangat tidak betah di kamar perawatan ini. Dia terus merajuk pada Dior agar bisa keluar dari rumah sakit ini. Karna Dior tidak sanggup dengan rengekan kekasihnya itu, akhirnya Gracia pulang secara paksa. Dior berjanji pada dokter agar Gracia tetap dalam perawatan ketika di rumah.


"Terimakasih kak, kau sudah bisa mengeluarkanku!" Ucap Gracia ketika mereka menyusuri koridor rumah sakit.


"Tapi kau harus menghabiskan obatmu dan jangan dulu menari, kalau perlu kau tidak perlu kuliah dulu, sampai benar benar kakimu tidak sakit lagi. Kau mengerti?" Kata Dior memastikan.


"Tenang saja kak!" Saut Gracia melingkarkan tangannya pada tangan Dior. Dior hanya tersenyum menyaksikan kebahagiaan yang kini sudah Gracia rasakan.


Semua restu sudah mereka dapatkan. Secepatnya Dior akan mengadakan pertunangan dengan Gracia. Dan, sepertinya, setelah acara pertunangan, Dior tidak ingin langsung menikah. Dia ingin merasakan berhubungan seperti kekasih terlebih dahulu dan dia merasa Gracia pasti tidak akan keberatan.


Gracia dibawa ke rumah Dior terlebih dahulu dan di sana juga ada Revo yang menantikan anaknya. Gracia sangat senang karna akhirnya dia bersama Dior bisa berhubungan dengan hati lega seperti ini. Dior membukakan pintu mobil Gracia ketika sampai di rumah. Dia lalu meraih pinggang kekasihnya itu untuk masuk ke dalam pelukannya terlebih dahulu. Gracia sungguh terkejut dengan perlakuan tiba tiba kekasihnya yang membuatnya tersipu malu.


"Kakak, mengapa kau tiba tiba memelukku?" Tanya Gracia mengelus lengan Dior. Dior tersenyum dan mendekatkan wajahnya lalu mencuri satu kecupan pada bibir Gracia.


"Cup! Gracia, ada yang ingin kubicarakan padamu." Ujar Dior.


"Ada apa kak?"


"Apa kau setuju kalau aku akan menikahimu dua tahun lagi. Selama dua tahun ini mari kita berpecaran. Kau mau kan jadi pacarku?" Tanya Dion memastikan jawaban yang sebenarnya dia saudah tahu jawabannya.


"Kakak, kau membuatku malu!" Gumam Gracia menundukan kepalanya tersenyum.


"Aku serius! Aku ingin memberimu cinta yang banyak terlebih dahulu, setelah itu aku akan melamarmu. Jadi seakan akan kita sedang memainkan sebuah naskah drama, bagaimana?" Tanya Dior lagi mendongakan kepala Gracia dengan memegang dagunya.


"Aaahh kakak, kalau begitu ini tidak serius?" Dengus Gracia.


"Bukan, maksudku kita seperti yang lainnya. Aku meminta mu menjadi kekasih, namun kita akan tetap bertunangan karna kau harus tetap menjadi milikku dan aku milikmu. Setelah dua tahun kemudian, baru kita akan menikah, kau setuju kan?" Tanya Dior lagi memastikan.


"Heemm, sepertinya mengasikan, baiklah kak! Tapi benar ya, kau tidak boleh menyukai siapapun dan tidak boleh memutuskan ku, apapun yang terjadi!" Gracia mencolek ujung hidung Dior.


"Tentu sayang, kau sudah harga mati bagiku!" Kata Dior kembali memegang bibir Gracia. Dia tersenyum lalu kembali mencium bibir Gracia dan wanita nya itu mengimbangi kecupan kekasihnya itu.


Dior lalu menggiring Gracia masuk ke dalam rumahnya. Ketika Dior membuka pintu rumahnya, betapa Gracia sangat terkejut. Di sana ada Viena, Dion, Lexa, Leon, Zhavia, Zefanya, Amy, Revo, Marcel, Pammy dan Morgan menyambutnya.


"Selamat datang kembali!!" Teriak Zhavia dan Zefanya menyambut kepulangan Gracia. Gracia terharu kalau ternyata semua keluarganya, orang orang yang ia cintai berkumpul untuk menyambutnya.


Pammy yang lebih dulu meraih tangannya. Dia memeluk keponakannya itu.


"Sayang, terimakasih kau telah memaafkan pamanmu, sehingga pertikaian ini tidak berlarut lama." Tutur Pammy mengelusin punggung keponakannya.


"Sama sama bibi. Aku memang mau kita semua berkumpul seperti ini, bukan?" Balas Gracia menarik diri dari pelukan bibi nya.


"Benar sayang. Em, ada sesuatu lagi yang ingin pamanmu katakan sayang. Ku harap kau menerimanya karna ini juga sudah merupakan keputusan kami semua juga kekasihmu Dior." Kata Pammy lagi hendak memberitahukan sesuatu.


"Ada apa bibi?" Selidik Gracia.


"Sayang, peluklah pamanmu ini!" Pinta Marcel kemudian. Dia sudah membuka tangannya menyambut Gracia yang hendak memeluknya. Gracia tersenyum dan memeluknya.


"Ada apa paman?" Tanya Gracia menarik diri dari pelukan pamannya.


"Minggu besok, rayakanlah pertunangan mu dengan Dior dan aku mohon, kembalilah tinggal di rumahku bersama ayahmu. Karna kami bertiga sangat kesepian jika tidak ada dirimu dan ayahmu. Kau mau kan?" Pinta Marcel memegang wajah keponakannya.


"Tentu saja paman!! Tapi, apa kah daddy juga mau?" jawab Gracia bersemangat.


"Ya, ayahmu mau jika kau mau." Saut Marcel tersenyum.


"Ya, aku mau, lagipula aku tidak langsung menikah dengan kak Dior. Kami ingin berpacaran dulu, begitu yang kak Dior katakan." Saut Gracia menampilkan wajah manjanya pada Dior. Dior pun tersenyum senang karna Gracia mengerti apa yang dimaksudkannya.


"Heng, kau dengar Zhavia? Kakakmu kekanak kanakan sekali!" Decak Zefanya mencibir kakaknya pada saudara kembarnya.


"Ya, dia ingin sepertimu, berpacaran, haha!" Tambah Zhavia yang sejal kecil pun selalu menggoda kakaknya dan temannya itu.


Dan mereka yang mendengar celetukan saudara kembar itu tertawa sementara Dior menundukan kepalanya tersipu. Sebenarnya, dia hanya ingin menumbuhkan cinta dalam hati Gracia lebih besar lagi. Dia juga ingin memberikan masa muda Gracia yang seharusnya ia rasakan terlebih dahulu sebelum ke jenjang pernikahan. Dior juga ingin memberikan kebebasan kepada Gracia terlebih dulu. Menjadi anak remaja yang penuh dengan keceriaan, kegembiraan, pertemanan dan dengan cinta tentunya.


...


Acara pertunangan diselenggarakan di sebuah taman outdoor di Hotel Prime. Gracia dan Dior tidak mau mengadakan acara pertunangan yang meriah dan mewah. Dia hanya mengundang kerabat terdekat dan saudara inti saja. Seperti paman tersayangnya dan satu satunya, Egnor dan Claudia istrinya. Juga Wilson bersama teman wanitanya. Sementara Willy, kembaran Wilson sedang berlibur di kepulauan Ohana, jadi dia hanya mengucapkan melalui video call. Tapi, Xelino anak Lexa dan Leon menyempatkan diri terbang dari Springfield untuk datang. Xelino tidak sendiri, dia datang bersama Allerga, sepupunya, anak dari Jerry dan Angel, adik Leon.


"Selamat atas pertunangan kalian Kak Dior dan Nona Gracia yang manis." Xelino mengucapkan selamat pada Dior dengan penuh kemeriahan. Xelino pun memeluk saudara laki laki nya itu, begitu juga dengan Dior. Gracia tersenyum melihat keakraban mereka.


"Terimakasih juga kau mau datang Xelino dan kau Allerga. Kau semakin besar saja. Dulu kau selalu menangis jika si Xelino tengik ini selalu meninggalkanmu di sungai. Haha. Terimakasih kau juga menyempatkan diri untuk datang. Mengapa mom and dadmu tidak hadir?" Kata Dior yang juga cukup akrab dengan Allerga.


"Selamat Kak Dior, Gracia, aku senang akhirnya kalian bisa bersama. Iya, mom dan Jessie sedang ada pesanan rangkaian bunga dan mom juga sedang kurang enak badan kak. Sedangkan dad, ya dia tidak mau kalau mom tidak ikut. Mereka semua titip salam pada kalian saja." Tutur Allerga dengan wajah baby face yang terpancar menggemaskan.

__ADS_1


Allerga seorang gadis berkulit putih kemerahan dengan perawakan yang sedikit pendek dan mungil. Rambutnya bergelombang dan dahinya di hiasi poni poni halus.


"Tidak apa apa Allerga, sampaikan juga salam kami pada mom dad dan kakakmu ya?" Saut Gracia yang sudah diberitahu oleh Zhavia siapa itu Allerga ketika mereka hendak memberikan undangan.


"Oke Gracia, kapan kapan kalian harus ke sana!" Balas Allerga menawarkan dengan penuh bersahabat.


"Tentu Allerga, aku belum pernah ke sana. Kak Dior, kau harus mengajakku!" Pinta Gracia pada kekasihnya dan Dior tersenyum hangat.


"Tenang saja!"


Dan ketika mereka sedang bercakap cakap, nampaknya Morgan baru saja tiba. Untung saja acara pertunangannya belum dimulai karna Dior mendatangkan seorang pendeta untuk meresmikan pertunangan mereka. Morgan berjalan sangat cepat karna dia pikir, dia sudah terlambat. Dan dia menyenggol lengan Allerga sehingga Allerga menjatuhkan gelas minuman yang ia pegang.


"Kak Morgan! Kami di sini, kau mau kemana?!" Decak Gracia yang agak terkejut dengan Morgan yang terlalu tergesa gesa.


Morgan sudah menghentikan langkahnya. Morgan yang merasa bersalah karna menyenggol Allerga masih melihat gadis yang sedang membungkuk mengambil gelasnya. Dia tidak mendengar perkataan Gracia.


"Maaf, maafkan aku, aku benar benar tidak sengaja." Kata Morgan membantu Allerga untuk kembali menegakan tubuhnya. Morgan memegang lengan Allerga namun wanita kecil ini menghempaskannya.


"Kau pria yang sangat ceroboh!" Umpat Allerga dan menatap tajam Morgan.


"Hey sir! Mengapa kau terburu buru?! Untung saja hanya gelasnya yang terjatuh, bagaimana kalau adikku yang terjatuh? Aahh, kau kakaknya Nona Gracia yang sok galak itu kan?!" Decak Xelino merangkul Allerga yang tampak geram.


"Ehh, kenapa kalian jadi menyerangku? Aku kan sudah minta maaf! Hey nona, aku sudah minta maaf padamu, mengapa kau jadi mengataiku?" Balas Morgan menunjuk Allerga.


"Kau jangan menunjuk nunjukku! Pria tidak tahu sopan santun!" Allerga kembali menepuk tangan Morgan agar tidak menunjuk nunjuknya seperti ini.


"Apa kau bilang?!" Morgan menolak pinggangnya dan satu tangannya memegang dahinya frustasi. Dia ingin menyerangnya namun dia tidak mungkin menyakiti wanita apalagi wanita kecil seperti Allerga.


Dior dan Gracia segera melerai mereka.


"Sudah sudah, Allerga mohon maaf ini kakakku, sepertinya dia terburu buru. Sebaiknya kalian berkenalan." Kata Gracia berusaha mendinginkan suasana.


"Maaf Gracia, aku tidak mau berkenalan dengan pria yang sangat ceroboh sepertinya. Yasudah aku kembali ke bangku ku, pria ini sungguh membuat seleraku rusak! Ayo kak Xelino!" Decak Allerga menolak perkenalan dan dia menarik tangan kakak sepupunya itu menuju meja khusus keluarganya.


"Dia itu saudaramu Dior?" Tanya Morgan menaikan alisnya sedikit tidak percaya. Karna setau Morgan semua keluarga Prima rata rata berwatak diam dan tidak seenaknya.


"Anaknya Momxa dan Paman Leon, dan gadis itu sepupunya. Sudahlah Morgan, usianya satu tahun di bawah Gracia. Maklumkanlah. Kau ini lagipula kenapa terburu buru?" Jawab Dior kembali memastikan keadaan Morgan.


"Ah iya, aku kira aku sudah terlambat! Aku sedang mengurus model iklan yang akan ku buat nanti dengan perusahaan iklan ibumu Dior." Jawab Morgan yang kini membenarkan jasnya.


"Ya ya aku akan melupakannya. Tidak penting Dior!" Saut Morgan melambaikan tangannya.


"Tapi entah mengapa, kau seperti memiliki chemistry dengan nya kak!" Gumam Gracia memijat mijat dagunya.


"Siapa?" Selidik Morgan mendelikan alisnya.


"Allerga?" Jawab Gracia menggoda.


Dior terkikik ikut menggoda Morgan. Dior tidak bisa membayangkan bagaimana hubungan mereka jika benar benar Morgan berpacaran dengan Allerga. Dior sangat tahu tabiat Allerga dan juga calon kakak iparnya. Bagaikan hitam dan putih. Entah apa yang ada di pikiran kekasihnya sehingga dapat menjodoh jodohkan kakak sepupunya, Morgan dengan saudaranya, Allerga.


"Kau sudah gila ya Gracie?! Kau mau menjodohkanku dengan singa betina begitu?! memang ayah ibunya seperti itu Dior?" Dengus Morgan tak percaya dengan gurauan Gracia yang bahkan tak masuk akal, pikirnya.


"Hem, seperti ibunya. Ibunya memang agak banyak omong seperti paman Leon, kakaknya. Kalau ayahnya agak kalem, sangat baik dan low profile." Jawab Dior yang beberapa kali bertemu dengan Angel dan Jerry jika kebetulan tidak sibuk.


"Wuow, tapi ayah ibunua memang pasangan yang saling melengkapi sepertinya. Ah mengapa jadi membahasanya. Nah Dior, sepertinya pendetamu sudah datang. Cepatlah kalian ke meja makan kalian, aku akan bergabung dengan mom and dad ku." Kata Morgan akhirnya memisahkan diri dari Dior dan Gracia.


"Iya kak."


Dior dan Gracia pun menuju ke meja makan utama. Mereka bersama Viena, Dion dan sang pendeta sebelum nanti sang MC memulai acara. Sang MC sudah menaiki panggung kecil dan memanggil Dior juga Gracia. Tak berapa lama sang pendeta pun juga menaiki panggung itu.


"Selamat siang para hadirin semua. Pada kesempatan kali ini kita akan menjadi saksi pertunangan dari Vincent Edior Prime dan Remonia Gracia Andez. Berikan tepuk tangan bagi mereka berdua." Kata sang MC membuka acara. Suara tepuk tangan riuh terdengar ikut bahagia dengan pertunangan ini.


Gracia sudah melingkarkan tangannya di lengan Dior. Mereka tampak serasi. Dior dengan kemeja putih dan jas abu muda dengan celana panjang senada. Sedangkan Gracia mengenakan Tube dress berbahan tule di bagian bawah dressnya berwarna sama dengan Dior.


"Dan kini, saya persilahkan yang membawa cincin pertunangan mereka, silahkan menaiki panggung karna kita akan melanjutkan untuk pemasangan cincin pertunangan dan mendapat berkat dari pendeta." Kata sang MC lagi.


Zefanya yang ditugaskan Viena membawakan cincin ke atas panggung. Dia berdiri di antara Dior dan Gracia untuk memudahkan saudaranya itu meraih cincin mereka.


"Baik, sekarang Tuan Muda Prime, silahkan kenakan cincin pertunangan ini ke jari manis Nona Andez." Kata sang MC dan Dion meraih cincin yang harus dikenakan pada Gracia.


Gracia memandang Dior yang tersenyum padanya. Dior memasangkan cincin tersebut dengan sangat lembut memegang tangan kekasihnya itu. Dengan lagu berjudul Stick with You oleh The Pussycat Dolls yang dinyanyikan oleh Zhavia dan Patrick yang mengiringinya menambah syahdu kemesraan yang tercipta antara Dior dan Gracia. Gracia tak kuasa meneteskan air matanya. Satu tangannya lagi memegang dadanya. Dia agak tak percaya dengan semua ini.


Setelah tampak manis di jari kekasihnya, Dior meraih dan mengecup punggung tangan Gracia.

__ADS_1


"Sekarang, giliran Nona Andez yang memasangkan cincin pada jari Tuan Prime." Kata sang MC kemudian.


Gracia dengan tangan agak bergetar meraih cincin yang akan ia kenakan pada Dior.


"Santai saja Gracia, ini hanya cincin!" Gumam Zefanya tersenyum tipis. Gracia mengangguk dan mulai memasangkan pada kekasihnya.


"Thank you my grace .." bisik Dior sedikit menunduk menatap Gracia yang sudah tersipu.


"Baiklah sekarang mohon pendeta memberi berkat pada Gracia dan Dior dengan memegang kedua tangan mereka yang telah mengenakan cincin." Pekik sang MC lagi melanjutkan acara yang telah ditunggu tunggu pengunjung. Pemberkatan pertunangan sehingga mereka sah menjadi sepasang kekasih yang telah bertunangan.


"Terimakasih semuanya. Marilah kita bersama sama memuji kebaikan Tuhan sehingga bisa mengumpulkan kita semua disini, menjadi saksi perjalanan cinta antara dua insan yang saling mencintai. Syukur kepada Tuhan di tempat yang paling tinggi. Tuhan yang Maha Pengasih, mengucap syukur karna Engkau boleh mempersatukan Tuan Muda Dior Prime dengan Nona Gracia Andez. Berkatilah mereka berdua dengan cahaya kemurahanmu, agar dengan ikatan pertunangan ini, mereka semakin mengimani hubungan yang dilandaskan dengan cinta kasih dan karunia Mu. Sehingga kelak, hanya berkat serta kasih setiaMu yang besar yang bisa turun atas mereka. Semoga mereka semakin saling mencintai dan mengasihi di dalam nama Mu. Engkau yang terkasih dan termulia, kini dan sepanjang masa. Amin." Kata sang pendeta menyatukan kedua tangan mereka.


"Selamat atas pertunangan kalian, Tuhan memberkati!" Tambah sang pendeta dan melebarkan senyumnya untuk Dior dan Gracia. Seluruh tepuk tangan riuh menyambut pertunangan mereka. Dior pun sudah memeluk Gracia dan mengecup keningnya.


"Aku sudah menjadi tunanganmu kak! Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Kupikir hanya angan angan aku bisa bersanding denganmu." Pekik Gracia menatap lirih pria yang kini sudah menjadi tunangannya dan bukan sekedar kekasih.


"Bukan angan angan melainkan kenyataan yang harus dinanti dan sekarang kita bertemu. Ini semua takdir Gracia." Gumam Dior mengelus lembut wajah Gracia.


"Terimakasih kak!.."


"Sama sama sayang."


Rasanya belum lengkap kalau Dior tidak mengecup bibir Gracia. Dior dan Gracia pu resmi bertunangan.


...


Gracia memasuki kamar Dior keesokannya. Kata Viena, Dior belum kunjung bangun sementara dia sudah berjanji akan pergi bersama Gracia. Dior berjanji akan mengajaknya ke taman bermain.


Setelah ia menutup pintu kamar Dior, dia juga menguncinya. Dia terkekeh perlahan membayangkan apa yang akan Dior lakukan jika Dior tahu, apa yang dilakukan wanitanya i


Gracia mengendap endap dengan langkahnya pelan dan memperhatikan wajah Dior yang sangat manis ketika tertidur. Tanpa banyak basa basi lagi, dia menaiki tempat tidur Dior dan menaiki tubuh kekar Dior yang masih terbungkus selimut putih besar itu.


"Selamaaattt pagiiiii kakakku sayaangg!!!!" Sapa Gracia yang sontak membuat Dior langsung terbangun.


"Gracie? Kau? Mengapa ada di atas ku?" Dior terkesiap melihat Gracia sudah menduduki tubuhnya yang masih terbungkus selimut.


"Aunty Viena yang menyuruhku untuk membangunkanmu!" Jawab Gracia tersipu malu memperhatikan wajah tampan Dior yang tercengang melihat keberaniannya menduduki tubuh pria nya.


"Tapi, mengapa di atas tubuhku hah?" Dior masih terheran


"Aku hanya ingin melihat apakan kau mengenakan pakaianmu ketika tidur?" Tanya Gracia tersipu dan membuka selimut Dior sedikit.


"Tidak! Aku tidak mengenakan pakaian, nah lihatlah dengan puas!" Dior membuka selimutnya agak cepat dan dia beranjak dari tidurnya untuk duduk.


Namun, karna Gracia berada di atasnya, Gracia hendak terjatuh ke bawah. Dior dengan sigap menahan dan menarik tangannya sehingga Gracia masuk dalam pelukannya. Dior lalu merubah posisinya menjadi dirinya yang di atas.


"Gracie, tampaknya kau tidak bisa kemana mana lagi karna kau sudah membangunkan seekor srigala yang belum sarapan!" Decak Dior menutupi mereka dengan selimut putih tebalnya dan mereka bergulat dalam ciuman bibir mereka.


...


...


...


...


...


Satu part keromantisan dan kemesraan yang tercipta antara Dior dan Gracia ..


.


Next part 8


Terlihat betapa bahagia pasangan ini, namun jika terjadi sedikit konflik di dalamnya, apa yang akan terjadi?


Apa yang terjadi sebelum pernikahan mereka? Dua tahun memang waktu yang cepat namun tetap akan kisah di dalam nya 😇


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2