Mantan Terindah

Mantan Terindah
Kecolongan


__ADS_3

Bima dan Vita tidak mau serakah, jika ceritanya demikian, mereka merasa harus meluruskan ini. Suami istri itu sama sekali tidak ingin memakan apa yang tidak menjadi hak mereka. Terlebih Bima juga berkeyakinan, tanpa harta peninggalan dari Luis, dia masih bisa memberi nafkah untuk sang istri.


"Dek, sebaiknya kita temui Victor. Dia berhak atas sesuatu yang keluarganya amanah kan pada kita. Malah sebetulnya dia lebih berhak dari pada kita," ucap Bima.


"Kamu bener, Mas. Sebaiknya kita memang harus nemuin dia. Kita harus diskusikan masalah ini padanya. Terserah nanti gimana ngitungnya, yang jelas, aku pun nggak mau terlalu menanggung apa yang sebenarnya memang bukan hak kita," jawab Vita.


Laskar dan Juan mengangguk-anggukkan kepala. Mereka senang, karena dalam lingkup ini tak ada satupun di antara mereka yang serakah.


"Nanti, Om, akan minta pengacara Om dan juga beberapa ajudan untuk kawal kalian ketika menemui Victor. Om tahu dia sudah tidak berdaya. Om hanya ingin berjaga-jaga. Kita tidak boleh percaya begitu saja dengan musuh. Terlebih apa yang terjadi pada Bima, harus kita jadikan pelajaran," jawab Laskar.


"Om benar, ngomong-ngomong, kami sangat berterima kasih atas bantuan yang serta perhatian yang Om berikan pada keluarga kami. Kami tidak bisa membalasnya sekarang, Om. Namun kami selalu berdoa, supaya ikatan dalam keluarga ini tetap terjalin dengan baik!" Bima tersenyum.

__ADS_1


"Sama-sama kalian nggak usah sungkan. Kalian sudah Om anggap sebagai anak sendiri. Om juga suka bergaul dengan kalian. Om merasa lebih muda," ucap Laskar sembari tertawa lirih.


Bima dan Vita sudah memutuskan, bahwa mereka akan mengembalikan apa yang menjadi hak Victor. Bahkan mereka berdua juga akan merasa lebih baik jika Victor mau meneruskan bisnis keluarganya. Karena menurut mereka, Victor adalah seseorang yang pantas untuk mengelola bisnis itu.


Namun, sebelum itu, Vita dan Bima ingin membuktikan terlebih dahulu, apakah yang Laskar infokan adalah kenyataan ataukah Laskar sedang dimanipulasi oleh mereka.


***


Pihak musuh ingin Victor lenyap. Setidaknya tidak bisa ikut campur dengan urusan mereka lagi.


"Sial!" ucap seseorang yang saat ini sedang berada di jeruji besi. Namun, berada di tempat seperti itu sama sekali tidak membuat pria itu jera.

__ADS_1


justru ia sangat bersemangat menghancurkan Victor dan orang-orang yang saat ini sedang dia bela.


"Kumpulkan seluruh anak buah untuk melenyapkan anak dari pria penghianat itu. Aku ingin dia tahu bagaimana sakitnya kehilangan orang yang sangat kita cintai," ucap pria itu lagi.


"Baik, Bos. Tapi anak itu saat ini ada dalam pelindungan orang yang berhasil membuktikan bahwa bisa bersalah dan mengirim bos ke dalam jeruji besi seperti ini," ucap anak buah pria itu.


"Aku nggak peduli, aku mau anak itu dan ibunya lenyap. Aku mau tahu bagaimana reaksi pria bodoh idiot itu!" pinta orang itu lagi.


Tak punya pilihan lain, selepas menjenguk bos mereka di jeruji besi, beberapa orang itupun berpamitan. Mencoba menjalankan apa yang orang itu perintahkan.


Seperti telah tersulut api yang sulit dipadam kan, mereka nulai mencari tahu keberadaan anak kecil itu, yang mereka yakini sebagai kelemahan Victor.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2