Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - DIOR & GRACIA PART 30


__ADS_3

Jatuh cinta yang sesungguhnya adalah jatuh cinta yang hanya melihat hati dan jiwa. Raga urusan nomor dua atau yang kesekian. Sejak bertemu Gracia, apapun bentuknya, entah mengapa Dior merasa sangat nyaman. Rasanya gadis seperti Gracia yang akan menerimanya apa adanya. Tak peduli dirinya kaya atau miskin, Gracia pasti mau bersamanya jadi Dior tidak pernah mempermasalahkan bentuk tubuh Gracia kala itu. Mungkin ini yang dikataka: kalau jodoh tak akan lari kemana. Jika Tuhan sudah menetapkan terjadi, selama apapun waktu memisahkan dan sejauh apapun jarah memisahkan, mereka akan bersatu dalam iklatan cinta kasih. Lalu, bagaimana acara pernikahan Dior dan Gracia? Apakah berjalan dengan lancar?


...


Dior sudah menggandeng tangan Gracia keluar dari toko perhiasan berlian itu. Wajah Gracia masih memerah bak boneka. Dior pun masih memperhatikannya. Dior mengerti kalau Gracia tampak sangat bahagia. Segala permasalahannya telah selesai.


"Em, sayang?" Panggil Dior pelan. Gracia menoleh masih tersipu malu namun berusaha untuk tersenyum .


"Jadi, kau sudah memutuskan sesuatu?" Gumam Dior bertanya dan Gracia sangat mengerti apa yang di maksud oleh tunangannya itu.


"Aku akan mengatakan pada Daddy, Paman Marcel, Bibi Pammy dan Kak Morgan bahwa kau telah mengajakku menikah dan aku akan menolak beasiswa tersebut." Jawab Gracia tersenyum.


"Apa ajakanku hendak menikahimu secepatnya agak membuatmu keberatan atau agak salah?" Selidik Dior menyusuri pusat perbelanjaan mewah itu.


"Tidak kak, aku senang! Aku percaya kau akan mendukung setiap karir dan keahlianku asalkan aku bersamamu kan?" Gracia tersenyum sumringah pada kekasihnya itu.


"Jangan salahkan aku semakin mencintaimu sayang!" Gumam Dior menyunggingkan senyum nya juga.


"Tidak apa aku maafkan, aku juga semakin mencintaimu, sangat dan mendalam!" Saut Gracia yang makin mendekatkan dirinya ke lengan Dior.


"Em, sayang, Zhavia juga memiliki impian membuka sekolah vocal, apa tidak keberatan juga jika kalian bergabung?" Tanya Dior agar nanti tidak terjadi kesalah pahaman. Dior memang juga berjanji pada Zhavia akan membuatkannya sekolah vocal dan musik ketika lulus nanti.


"Wuah!! Ide yang sangat cemerlang kak! Dengan begitu sekolah kita akan dikenal oleh banyak orang. Aku sudah membayangkan sekolah kita akan mengikuti beberapa turnamen atau kompetisi atau kontes. Wah sangat menarik kak! Aku jadi tidak sabar!" Gracia begitu antusias dan semakin erat menggenggam tangan calon suaminya.


"Oleh sebab itu, kau harus dekat denganku, menurut denganku dan belajar di Legacy dengan baik. Aku akan selalu ada untukmu!" Gumam Dior berhenti melangkah sesaat menatap Gracia dan mencubit kecil hidung tunangannya itu. Gracia mengangguk tersenyum.


Gracia serasa mimpinya semalam menjadi kenyataan. Dia bermimpi dia berjalan menyusuri pantai dengan Dior sambil bergandengan tangan dalam status mereka sudah menjadi pasangan suami istri. Dengan begini, Dior juga tidak akan canggung lagi dengannya, begitu pikiran Gracia.


...


Gracia sudah sangat yakin kalau dia menolak penawaran terbaik sepanjang masa angkatan perkuliahannya. Jadi pihak universitas terpaksa memilih mahasiswi lain yang cukup berbakat untuk menggantikan Gracia. Gracia sudah mengatakan pada rektor mereka bahwa Gracia akan melanjutkan kuliah di sini saja sampai dua tahun ke depan lagi dan melanjutkan pendidikan berikutnya juga di sini. Dior sudah berjanji akan mendukung dan memberikan apa yang Gracia butuhkan. Bukan semata mata Gracia memanfaatkan Dior melainkan Dior memang sudah memantapkan dirinya bertanggung jawab atas semua kehidupan Gracia. Selama hal ini sangat baik untuk perkembangan karir dan juga jati dirinya sebagai penari. Dior hanya ingin menggantikan tugas aunty Greta nya membimbing dan menyertai Gracia.


...


Lima bulan kemudian ..


Revo sudah sepenuhnya percaya pada Dior. Juga rela jika Gracia pindah rumah ke rumah Viena asal tidak jauh dari kota ini katanya.


"Dior, aku bangga padamu, tak salah aunty Greta mu menitipkan anakku semata wayang ini padamu! Aku berserah padamu apapun yang kau lakukan untuk Gracia pasti yang terbaik." kata Revo penuh kagum terhadap calon menantunya.


"Benar Revo, aku juga sangat setuju dengan keputusan Dior untuk segera menikahi Gracia. Dior, kau tahu? Aku sempat takut akan berjauhan dengan anak Perempuanku ini! Dia kan keras kepala. Kalau bukan kau yang mengikatnya , aku sangat yakin dia pasti akan terbang ke Honolulu . Kau juga tahu kan kehidupan mewah dan berkelas di sana, jangan sampai Gracia putriku yang apa adanya menjadi tidak mengenali kita. Aku tidak bisa membayangkannya." tambah Marcel setuju dengan pernyataan saudara sepupunya.


"Kau berlebihan Marcel!" Celetuk Pammy menyenggol suaminya.


"Tapi benar Dior, kalau kau yang mengikatnya, meskipun kau tidak menggunakan sekolah menarinya, dia pasti akan tetap mau!" tambah Pammy.


Hahaha! Mereka semua tertawa kecil. Dior sedang menjemput Gracia hendak melihat gaun pengantin mereka. Mereka sudah memiliki janji dengan designer nya. Di sana ada Revo, Marcel dan Pammy. Mereka akan menikah satu bulan lagi. Jadi mereka harus lebih mempersiapkan lebih matang lagi.


"Mau apa bibi?! Aku selalu mau kalau berhubungan dengan Kak Dior." tiba tiba Gracia muncul setelah mengganti pakaian. dia duduk sisi sofa yang diduduki Dior.


"Kan Dior? Kau tahu? Semakin kesini Gracia selalu membicarakanmu, kau yang selalu menjemputnya, selalu mengajaknya jalan jalan ke plaza, sampai sampai dia sudah melupakan kakak sepupunya?" decak Pammy menggoda keponakannya. Dior hanya tersenyum tipis.


"Bibi, kau jangan begitu, Kak Morgan saja sibuk berpacaran! Hati hati dia mempunyai maksud lain selalu ke Springfield." balas Gracia hendak memberitahu rahasia kecil Morgan.


"Tidak apa jika dia akhirnya berani membawanya padaku. Aku tahu gadis itu. Masih kerabat denganmu kan Dior? Em anaknya adiknya Leon kan?" tanya Pammy pada Dior.


"Benar bibi! Oh, jadi kerjasama Morgan dan Xelino sudah berjalan lancar? Kemarin memang Xelino membicarakannya pada Paman Leon, namun aku terlalu sibuk memikirkan pernikahanku." saut Dior membenarkan perkataan Pammy.


"Begitulah Dior. Morgan sudah meluncurkan minuman yang sehat dan berenergi berkat Xelino dan kini mereka hendak membuat minuman selanjutnya. Katanya ingin menggabungkan dengan aroma aroma bunga seperti saran Allegra." Revo yang menjawa pertanyaan Dior. dia juga bangga dengan keponakannya itu.


"Mereka akan menjadi pasangan serasi bibi, paman. Aku mendukung Allegra dan Morgan." tambah Dior tersenyum hangat.


"Ya begitulah, apa kau akan mengundang mereka lagi Dior? Agar aku bisa bertemu dengan Allegra. Morgan masih belum begitu terus terang." keluh Pammy yang merasa anaknya masih trauma saja dengan kehidupan cintanya yang timbul tenggelam.


"Pasti bibi, pesta pernikahan ku akan sangat meriah, bukan begitu sayang?" Pekik Gracia agak memanjakan dirinya dan menyandarkan tubuhnya ke lengan Dior.


Marcel dan Pammy tersenyum sumringah. Mereka pun juga berpandangan pada Revo. Anak perempuan mereka satu satunya akhirnya bisa tersenyum lepas bersama pria yang ia cintai. Rasanya sudah lama sekali orang orang tua itu tidak melihat Gracia begitu bahagia mengingat keadaan serba apa adanya ketika di Indian. Morgan juga sekarang menjalankan bisnis keluarga dengan sangat lihai dan sukses.


'Greta, jika berkehendak kau meminta pada Tuhan, segeralah panggil aku, agar aku bisa bersamamu. Aku jadi merindukanmu jika melihat semua pasangan ini di depan penglihatanku. Tugas ku sudah selesai sayang. Anakmu sudah menemukan cinta sejatinya. Bulan depan, mereka akan segera melangsungkan pernikahan . Semoga kau pun berkumpul bersama kami, karna setiap hari pun, kau salalu ada di hatiku!' batin Revo serasa seperti Greta, istrinya, ibu dari Gracia ada di sampingnya. Revo tersenyum hangat menyaksikan perkara indah ini.


...

__ADS_1


Gracia akhirnya menetapkan pilihannya pada gaun pengantin bergaya ball gown yang memiliki detail rok yang terlihat mekar serta identik dengan gaun megah. Gaunnya berwarna broken white karna Gracia tidak mau terlalu putih agar seperti gaun gaun ala ala Putri dari sebuah kerajaan yang sangat serasi dengan gaya formil calon suaminya nanti. Di atas rok mekar itu terdapat aksen bunga bunga kecil yang sangat cantik. Pada bagian punggung Gracia juga dilapisi bahan tile yang transparan sehingga tidak terlalu kentara putih nya yang putih. Dior juga sangat setuju karna Gracia terlihat lebih sopan namun tetap cantik dan anggun.


Sedangkan Dior memilih setelah jas hitam metalik lengkap dengan motif sedikit garis garis vertikal yang agak samar. Seperti gayanya yang simple tapi tetap sangat elegan.


"Kau, seperti pangeran modern jaman sekarang kak." puji Gracia ketika Dior mencoba setelan suit nya.


"Dan kau adalah putri nya." Dior pun tak mau kalah memuji gaun classy nan megah milik Gracia. dia mencubit kecil hidung Gracia.


Sementara Zhavia dan Zefanya pun juga memilih gaun seragam mereka. Gaun dengan type gaun sama seperti Gracia namun dalam potongan pendek selutut dan mereka berdua memilih warna merah muda yang cerah dipadukan pita hitam pada pinggang mereka. Mereka seperti dua balerina yang akan mengisi acara pernikahan kakaknya itu. Nyatanya Zhavia dan Zefanya diminta Gracia untuk menabur bunga ketika acara resepsi nanti.


"Kalau bukan karna Gracia, aku tidak mau memilih warna ini Zhavia, mengapa tidak merah, lebih wah kan?!" sungut Zefanya yang tidak begitu menyukai warna merah muda.


"Agar kita seperti peri balerina, Zefanya, ini sangat cute, oh my God dengan pita pink ini Zefanya. Ayo Anya kita mengambil gambar sebelum bersama Gracie!" Ajak Zhavia pada Zefanya ketika acara pernikahan ini akan segera dimulai yang di awali dengan pemberkatan pernikahan.


Zefanya memutar bola matanya malas dan akhirnya menuruti apa yang menjadi kemauan adik kembarnya.


"Pagi girls! Kalian tampak sangat cantik!" sapa Ezekhiel yang tak sabar melihat wanitanya lebih tepatnya. Dior yang sudah mengatakan kalau kedua adiknya mengenakan gaun berwarna merah muda yang begitu manis baginya.


"Tuan Ezekhiel? Kau sudah datang?" Zefanya berdiri dari sofa kamar Zhavia menyambut kekasihnya. sementara kini Zhavia yang memutar bola matanya malas.


"Iya sayang. Kau cantik sekali, bahkan sepertinya lebih cantik dirimu ketimbang Gracia, Anya!" Kata Ezekhiel yang sudah merengkuh pinggang kekasihnya dan memegang dagunya.


"Ehem, jangan berciuman di depanku, di depan Gracia dan Kak Dior saja sana!" sela Zhavia bersungut sungut.


"Kak Gracia Zhavia." Zefanya mengoreksi. memang sekarang notabane Gracia adalah kakak ipar mereka.


"Cih, kakak! Dia memarahiku ketika aku menggodanya memanggilnya kakak!" dengus Zhavia kesal ketika tiba tiba Gracia meneriakinya jangan memanggilnya kakak.


"Ya, aku juga. Gracia sangat menyeramkan jika sedang marah Zhavia!" tambah Zefanya setuju.


"Makanya Tuan ezekhiel, hati hati kau mengatakan kekasihmu lebih cantik dari dia." Zhavia memperingati. Gracia mengalami wedding blus jadi dia agak terbawa emosi dengan semua ini.


"Hahaha, iya, aku masih tau diri tapi aku sudah mengatakannya di depan Dior sebelum aku melihatmu. Aku bilang, pasti anyaku lebih cantik dari pengantinmu Tuan Muda Prime dan dia langsung menatapku sinis." cerita Ezekhiel ketika lebih dulu menyambangi sahabatnya tadi.


"Kau bodoh sekali Tuan." decak Zefanya mengakui kesalahan sengaja kekasihnya.


"Karna kecantikanmu Anya sayang!" Ezekhiel menatap Zefanya dengan penuh asmara. Zhavia melihatnya membuatnya semakin memanas.


"Ah, kau juga bisa bermesraan dengan Patrick, Zhavia. Dia sudah di bawah sedang mencoba piano yang akan di bawa ke gereja." Ezekhiel menggoda Zhavia.


"Dia bukan siapa siapaku, kalian ini senang sekali menggoda single lady sepertiku! Hem!" Decak Zhavia sebal dan hendak menyusul Patrick di bawah rumahnya namun Lexa lebih dulu menghadang dirinya.


"Zhavia, Zefanya, ayo bergegas kalian dengan Tuan Muda Dimitri ." perintah Lexa.


"Ezekhiel saja Nyonya Janson." Ezekhiel membenarkan panggilan Lexa yang agak sangat formil dan dirinya jauh lebih muda dari Lexa. seakan akan tidak sopan baginya kepada Lexa yang sepantaran ibunya.


"Ah iya Ezekhiel dan MomXa saja ya Ezekhiel." Lexa kembali meminta seuai dengannya.


Ezekhiel mengangguk.


"Oke, jadi Ezekhiel, tolong kau antar Zefanya dan Zhavia menjemput Gracia. Kalian bertiga yang bertanggung jawab atas pengantin wanitanya. Sedangkan saudara kembar kalian Willy dan Wilson juga Xelino yang akan mendampingi Dior. Sudah mengerti ya? Ayo cepat cepat!" Perintah Lexa lagi.


"Oke, kami siap!" Zefanya tampak bersemangat sehingga tidak memperhatikan penampilannya dan dia hendak terjatuh namun Ezekhiel menahannya.


"Pelan pelan sayang, kau mengenakan hak tinggi." pesan Ezekhiel manatap agak cemas kekasihnya.


"Biasanya aku lancar menggunakannya." gumam Zefanya heran.


"Hah rasakan! Makanya jangan terus menggodaku!" Decak Zhavia berjalan lebih dulu sementara Zefanya menggandeng lengan Ezekhiel menuju ke lantai bawah untuk menjemput Gracia di rumah nya.


Sesampainya di rumah Gracia, Zefanya dan Zhavia yang menjemput Gracia di lantai atas. Di sana Gracia dengan gaun pengantinnya sudah sangat cantik dan memukau. Dia masih ditemani Allegra dan Morgan yang sedang memainkan ponselnya.


"Kakak Gracia, oh My Godness youbare the best, beautiful like ratu Gracia, fabolous!!!" Decak kagum Zhavia yang agak dilebih lebihkan. Sementara Allegra menatap tak enak dengan Zhavia.


"Tenang saja matamu itu Allegra." decak Zhavia lagi yang sebal dengan tatapan Allegra. Zhavia memang agak tidak akur dengan Allegra karna mereka berdua sangat keras kepala dan sifatnya tidak jauh berbeda.


"Kau berlebihan sekali Zhavia!!" umpat Allegra dengan mata dan bibir sinisnya.


"Biar saja, ini kakak iparku! Ayo kak Gracia kita ke mobil." Zhavia menarik tangan Gracia.


"Tidak mau! Aku tidak mau ke mobil kalau kau terus memanggil ku kak Gracia kak Gracia!" saut Gracia sebal membuat Morgan jadi ikut sebal.

__ADS_1


"Zhavia, Zefanya, cepat kau bawa pergi dia, dia sudah hampir mau berubah, dia gugup, sejak tadi aku dan Allegra kena amuk nya !!" keluh Morgan mulai berdiri.


"Kau kenapa hah?" Zefanya menghampiri Gracia.


"Aku, aku, aku takut Zefanya." Gracia menunduk hendak menangis.


"Tidak apa, semua akan baik baik saja." Zefanya berusaha menenangkan karna Dior sudah memesankan padanya. Dior sangat yakin kekasihnya pasti cemas.


"Baiklah, Zefanya, Zhavia bawa dia ya, aku duluan bersama Allegra. Ayo sayang!" kata Morgan berjalan lebih dulu dengan wanita yang kini sudah menjadi kekasihnya dengan perjuangan dan pengorbanan yang jatuh bangn (hehe, Jan kepo nanti pasti dibahas!)


"Ini sisirnya Nona Prime, gantian kau Yang menjadi dayang dayangnya, bye! Istri dewa neptune mau pergi dulu!" gumam Allegra menyombongkan dirinya pada Zhavia yang masih single.


"Terus saja dia membawa bawa dewa neptune itu, belum saja melihat kekasihku, sombong sekali sudah berpacaran dengan Morgan! huh! awas saja dia!" Zhavia merutuki Allegra.


"Kau bahkan tidak berpacaran dengan Patrick." gumam Gracia menimpali karna dia merasa Zhavia salah tida menganggapi perhatian Patrick yang sudah menggunung.


"Haiz, Gracia kau berisik sekali, sudah ayo berangkat!" decak Zhavia tidak mau membahas bentuk perhatian Patrick yang akhir akhir ini tidak seperti biasanya.


"Iya Gracia, ayo!" Kata Zefanya dan Zefanya mulai membantu Gracia berdiri namun sepertinya Gracia menyadari sesuatu kalau gaun merah muda Zefanya agak terkoyak. Gracia mengerutkan keningnya. Perasaannya tidak enak.


"Zefanya, mengapa gaunmu agak terkoyak di bagian sampingnya?" tanya Gracia mengerutkan alisnya.


"Masa?" Pekik Zefanya dan memeriksanya. Zhavia juga memeriksanya.


"Ah iya benar, kau ini ceroboh sekali Anya!" decak Zhavia.


"Mungkin sewaktu aku ingin jatuh tadi!" Zefanya mencoba mengingat ingat.


"Oh God! Aku jadi takut akan terjadi sesuatu dengan pernikahanku. Maka dari itu sejak tadi aku takut sekali!" gumam Gracia mulai kembali sensitif.


"Ya ampun Gracia, ini gaunku bukan gaunmu! Sudahlah jangan berlebihan. Lagi pula tidak terlalu terlihat tertutup oleh bahan tile tile ini Gracie. Sekarang kau harus fokus pada pernikahan mu tidak usah memikirkan ku, ayo!" Zefanya dan Zhavia kembali membantu Gracia berdiri. Sementara Gracia menarik napas dalam dalam berharap semuanya berjalan dengan baik sampai acara resepsi selesai. Tidak terjadi apapun pada keluarganya, saudara saudaranya, khususnya dirinya dan calon suaminya, Dior.


...


...


...


...


...


Jeng jeng, Zefanya hadeehhh aku rasa mau menangis aja skarang (mungkin masih pada ingat) aku pusing bgt harus inget inget dan mengaitkannya, kalo ga dikaitin bisa berabe dunia keluarga per mantanan ini, wkwkwkwk πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚


.


Next part 31


Bakalah ada trouble apaan neeh?


Gracia, Jan pertanda pertanda laahhh ..


Bakalan diadain di mana nii resepsi Dior dan Gracia?? Yuk smua Dateng yak ?? Di Legacy dunia keluarga per mantanan gada cv19 adanya cintaku padamu ayayayaa good to me πŸ’•πŸ’•


.


Rekomen Novel fantasi fantastis baby nii yang demen ber-fantasi ria cek yuk judulnya:


✨✨✨SHADOW OF PRINCESS✨✨✨


Menceritakan seorang putri kerajaan yang menyamar menjadi prajurit namun gugur dan diberi kesempatan kedua untuk menyelesaikan tugasnya .. kepoin gaess 😍😍


.


Pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❀❀

__ADS_1


__ADS_2