
KASIH LIKE nya DULU YUK BIAR GAK LUPA 😍😍
.
Pondasi paling kuat dalam sebuah rumah tangga adalah keyakinan dan rasa memiliki yang besar. Mungkin bisa dikatakan seperti obsesi tapi jika bisa mempertahankan sampai akhir, kenapa tidak? Bagaimana setiap sikap Ezekhiel pada Zefanya atau sebaliknya? Apakah ini akan berlangsung lama? Kapan Zefanya akan hamil?
...
Zefanya dan Ezekhiel kembali ke Legacy bersama Salma. Zefanya tampak berjalan berdampingan dengan Salma. Zefanya masih sangat menghormati bibi mertuanya itu. Dia hanya bisa berharap kalau Salma tidak membuat onar seperti yang dikatakan Tanya. Mungkin tidak secara langsung tapi Zefanya akan tetap berjaga juga bersabar. Mencoba menjadi yang terbaik di mata Salma juga di mata suaminya. Dia yakin, suaminya akan sepenuhnya percaya padanya tapi tidak menutup kemungkinan Ezekhiel akan menuruti bibinya. Secara beliau adalah adik dari ibunya. Sepertinya hubungan Salma dan Clara sangat baik sehingga Clara meminta Ezekhiel menjaga adik kandungnya itu. Tak salah jika Zefanya juga menganggapnya sebagai ibu mertuanya.
Sekitar jam makan siang, mereka turun dari pesawat. Zefanya berpikir akan pergi ke ruang ibunya pada sore hari sekaligus memperkenalkan Salma pada ibunya.
"Ezekhiel, bisakah nanti sore kita ke rumah mom ku?" Tanya Zefanya meminta. Baru saja Ezekhiel hendak menjawab, Salma lebih dulu bertanya.
"Apa rumah mom mu tidak jauh dari mansion kalian, Zefanya?"
"Tidak bi, hanya dua belokan melalui jalan besar," jawab Zefanya tersenyum.
"Aku sedikit lelah, mungkin kalian saja yang pergi, tapi jangan pulang malam malam ya, aku baru saja tiba dan belum mengetahui kondisi mansion kalian. Kalian sudah mau pergi meninggalkanku di sini. Memangnya tidak bisa besok," keluh Salma dengan nada pelan tapi sedikit kecewa.
Deg!
Zefanya mulai merasakan kata kata sindiran dari Salma. Entah ini perasaan buruknya atau memang Salma takut karena baru tiba.
"Bukan seperti itu, bi! Sebenarnya sudah dua hari yang lalu Zefanya ingin ke rumah mommynya tapi aku mengajaknya mengunjungi suamimu. Tidak ada salahnya jika sore ini kami pergi ke sana. Sementara besok Zefanya sudah harus kembali bekerja. Begitu juga denganku," kata Ezekhiel yang membuat Zefanya tidak menyangka kalau suaminya menyetujuinya. Padahal Zefanya masih ragu kalau kalau Ezekhiel masih membelanya ketika ada kehadiran Salma.
Zefanya menatap Ezekhiel yang memancarkan wajah serius. Sekarang malah Zefanya yang tidak enak dengan Salma. Dia memegang tangan Ezekhiel.
"Kau tidak usah khawatir bi, penjagaan mansion Ku sangat ketat. Kalau kau ingin apa apa kau katakan saja pada kedua pelayanku. Mereka selalu memasak dan mengerjakan apapun dengan baik. Aku harus pergi ke rumah ibu mertuaku," tambah Ezekhiel menjelaskan.
"Ezekhiel, apa kau tidak menginginkan kehadiranku? Aku hanya masih ingin bersama kalian. Kalian tahu kan kemarin aku menemani Daisy seharian. Pagi ini kita di pesawat dan terus tertidur," keluh Salma menundukan kepalanya agak bersedih.
"Ezekhiel, sudahlah, nanti aku akan menghubungi mom dan besok setelah pulang bekerja aku akan ke rumahnya," saut Zefanya mengelus lengan Ezekhiel.
"Wah Zefanya, kau memang sangat pengertian," seketika Salma mendongakan kepalanya dan sudah tahu kalau Zefanya pasti menurutinya.
"Zefanya, kau sudah berjanji dengan mom mu," sela Ezekhiel mengingatkan Zefanya.
"Mom bisa mengerti, lagipula benar aunty mu baru saja kemari, Ezekhiel," kata Zefanya tersenyum tipis.
Mereka pun terus berjalan menuju ke mobil jemputan yang sudah ditugaskan Ezekhiel. Ezekhiel menghela napas. Dia hanya berharap Zefanya benar benar menerima bibinya. Meskipun itu bibinya, Ezekhiel juga harus tetap menghormati istrinya. Zefanya sudah mengijinkan bibinya tinggal bersama mereka jadi Ezekhiel juga harus menghargai apapun yang Zefanya inginkan. Jangan sampai Zefanya berpikir dirinya membela keluarganya ketimbang istrinya. Ezekhiel juga hanya bisa berharap Salma tidak mencari masalah sedikit saja pada Zefanya dan semoga perkataan Tanya tidak ada yang benar.
Sesampainya di mansion, Zefanya dan Ezekhiel hendak menuju ke atas menaruh koper mereka. Salma masih duduk di sofa memperhatikan mansion Ezekhiel yang cukup besar dan sangat rapi dengan ornamen ornamen klasik kesukaan kakak kandung dan kakak iparnya. Ayah Ezekhiel juga merupakan kolektor hiasan hiasan pada jaman Romawi kuno yang unik juga indah.
Ezekhiel sudah menyuruh seorang pelayan membuatkan minuman untuk Salma. Sementara Salma malah memperhatikan Zefanya yang bergelayutan pada lengan keponakannya seraya tidak memperdulikannya, padahal Ezekhiel dan Zefanya sudah terbiasa selalu ke atas ketika pulang dari berpergian.
"Ezekhiel, Zefanya, kalian mau kemana?" Tanya Salma memberhentikan langkah mereka yang hendak menaiki anak tangga. Ezekhiel dan Zefanya menoleh berbalik.
"Kami ingin ke atas menaruh koper, aunty," jawab Ezekhiel.
"Memang kau tidak bisa sendiri, Ezekhiel? Tidak bisakah Zefanya menunjukan kamarku?" tanya Salma lagi.
Zefanya menepuk dahinya. Dia masih berpikir positif dan dia sedikit melupakan kalau ada orang baru di mansion mereka.
"Haha, maafkan aku bi, aku lupa. Mari aku tunjukan kamarmu," kata Zefanya hendak menghampiri Salma tapi Ezekhiel menahannya.
"Zefanya, biar aku menyuruh pelayan saja," ujar Ezekhiel menatap Zefanya.
"Ezekhiel, aku ingin bersama Zefanya, kau tidak mengijinkannya?" rengek Salma.
"Bukan begitu aunty, tapi ..."
"Kau bukan begitu terus, ayo Zefanya tunjukan kamarku!" ajak Salma tidak memperdulikan keponakannya.
Zefanya mengangguk tersenyum dan menghampiri Salma setelah mengelus lengan suaminya. Ezekhiel pun sendiri ke kamar dan membiarkan Zefanya menemani bibinya.
Zefanya pun menemani Salma dan menunjukan sebuah kamar milik Delmonta dulu. Kamar itu cukup besar. Tadinya Ezekhiel mengajak Zefanya untuk tidur di sana karena kamar itu paling besar tapi Zefanya tidak mau. Zefanya ingin di kamar suaminya. Alhasil, kamar Ezekhiel di atas diubah oleh Zefanya. Ezekhiel sama sekali tidak keberatan asal Zefanya senang.
"Kau bisa tidur di sini, aunty. kamar ini merupakan kamar terbesar di mansion ini," kata Zefanya sudah menyalakan lampu kamar.
"Apa ini kamar ibu tiri Ezekhiel? Istri kedua adik iparku?" selidik Salma menghampiri tempat tidurnya.
"Begitulah, tapi kau tenang saja. Semuanya sudah ku dekorasi ulang menjadi sangat cantik kan?" saut Zefanya berusaha membuat Salma nyaman.
"Ya benar, kasihan sekali kakakku terpaksa diduakan oleh Eleazar sampai akhirnya kakakku diusir sendiri oleh Delmonta. Wanita itu jahat sekali," kata Salma seketika bercerita. Salma juga sudah duduk di sisi tempat tidurnya.
__ADS_1
Deg!
Zefanya menemukan fakta yang tidak bisa ia tanyakan pada Ezekhiel. Dia terlalu takut akan menyinggung hati suaminya.
"Em, Aunty, aku tidak tahu masalah itu dan sebaiknya tidak baik jika membicarakan mereka yang sudah pergi ke surga. Aku juga mendengar kalau Delmonta sudah meninggal karena depresi mendekam di penjara karena kasus penipuan atas harta Tuan Eleazar," saut Zefanya mencoba membuat Salma tidak mengatakan apa apa. Dia harus menghormati almarhum semua mertuanya meski Delmonta juga pernah jahat padanya.
"Apa kau bilang Zefanya? Delmonta masuk surga? Dia tidak akan pernah masuk ke surga! Kau tidak tahu kan bagaimana kejahatannya pada kakakku?" Decak Salma tidak terima terhadap wanita yang telah menyakiti kakaknya. Zefanya terdiam. Ya, mungkin dia salah tapi jika sudah meninggal mungkin saja Tuhan menghapus semua dosanya.
"Kau tahu Zefanya? Delmonta dengan percaya diri menyatakan kalau kakakku tidak bisa memberikan keturunan pada Eleazar lagi. Padahal kakakku sudah melahirkan Ezekhiel yang waktu itu sudah berusia lima tahun. Dia menghasut nenek Eleazar untuk mengusir Clara karena dia sudah tidak diperlukan lagi. Waktu itu Eleazar sedang mengurus pekerjaan di luar negri. Clara tidak dapat berbuat apa apa dan hanya bisa menitipkan Ezekhiel. Sewaktu Eleazar pulang dia harus menikahi Delmonta tapi dia mencari kakakku. Kakakku memutuskan menjadi biarawati tapi selang dua tahun dia terserang penyakit karena waktu itu dia harus membantu orang orang penyakit herpes. Pada akhirnya dia meninggal. Eleazar menyesal karena meninggalkan istri dan anaknya. Eleazar harus menuruti ibunya untuk menikahi Delmonta. Delmonta hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Saat itu Ezekhiel harus sekolah di Honolulu pada kelas kebangsawanan. Ternyata kau tahu, anak perempuan Delmonta bukan anak Eleazar. Dia anak kekasih Delmonta. Eleazar terkena serangan jantung dan struk. Dia pun akhirnya meninggal. Entah apa yang dilakukan Delmonta, Delmonta hanya tinggal bersama Ezekhiel. Ketika Ezekhiel hilang ingatan, Ezekhiel disandingkan dengan anaknya. Apa itu tidak gila?" Salma akhirnya menceritakan mengenai kakaknya, ibu mertua Zefanya. Zefanya terhanyut dalam cerita sampai dia hanya menggaris bawahi perpisahan ayah dan ibu Ezekhiel dikarenakan ibu Ezekhiel tidak bisa mengandung lagi.
"Hanya karena Nyonya Clara tidak bisa mengandung lagi, nenek Ezekhiel melakukan itu padanya?" selidik Zefanya sudah menundukan kepalanya.
"Begitu,"
"Apakah kau juga akan mencari istri lain bagi Ezekhiel jika aku tidak bisa mengandung bi?" Entah mengapa tiba tiba Zefanya menanyakan itu.
Salma tersentak. Dia menoleh dan menatap tajam Zefanya.
"Zefanya? Apa yang kau katakan? Tentu saja tidak! Aku percaya kau akan mengandung. Kau tenang saja. Maka dari itu kau harus mengandung agar aku tidak berpikir macam macam, hahaha," Salma terkekeh tapi kemudian kembali terdiam.
"Aku bercanda, Anya! Aku percaya padamu!" Salma tersenyum kecil. Dia masih bingung dan memikirkan saran Daisy. Namun, dia masih berusaha untuk tidak menyuruh Ezekhiel yang tidak tidak.
"Aunty! Apa maksudmu?! Untuk apa juga kau menceritakan mommy ku pada Zefanya?!" teriak seorang pria. Ezekhiel sempat mendengar cerita Salma dan dia cukup kesal. dengan begini, Ezekhiel jadi mengingat ibunya.
"Ezekhiel? Tenanglah, aku tidak apa apa," kata Zefanya terkejut dengan bentakan suaminya.
"Aunty! Aku tidak suka kau membicarakan penderitaan kakakmu atau mommyku! Biarkan mommy dan Daddy ku bertemu dan bahagia di surga. Mereka hanya korban. Jangan cerita apa apa lagi pada Zefanya! Kami sedang melakukan program hamil tidak boleh berpikir terlalu banyak dan Aunty jangan sekali sekali berpikir mencarikan pengganti Zefanya jika dia tidak bisa hamil. Apapun yang terjadi aku akan tetap bersama Zefanya, ada atau tidak ada anak! Zefanya, kau harus beristirahat. Permisi Aunty!" decak Ezekhiel meluapkan kesedihan dan kekesalannya. Dia hendak menarik tangan Zefanya keluar dari kamar itu.
"Ezekhiel!" Panggil Salma. Ezekhiel tidak menggubris tapi Zefanya menahannya.
"Kau dipanggil," kata Zefanya menghentikan langkah suaminya.
"Aku tidak suka ada yang membicarakan mommyku! Sekalipun dia adik kandungnya," saut Ezekhiel menoleh ke arah Salma.
"Tapi Aunty Salma menceritakannya padaku bukan pada orang lain," sela Zefanya mencoba menjelaskan.
"Tapi Anya,"
"Ezekhiel, maafkan aku, karna Zefanya istrimu jadi aku bercerita. Aku hanya merindukan kakakku. Dia wanita paling baik dan sangat mencintaiku tapi dia pergi seperti ini," kata Salma juga bersedih.
Salma terduduk lemas. Ya, tidak seharusnya dia menceritakan itu pada Zefanya tapi ini juga merupakan motivasi Zefanya sehingga dia lebih berusaha keras lagi pikirnya. Salma akhirnya memutuskan beristirahat dan mungkin dia akan memasak makanan kesukaan Ezekhiel sebagai permintaan maaf.
Sementara Ezekhiel menarik tangan Zefanya sampai ke kamarnya. Zefanya merasakan aura kesedihan pada suaminya. Ada bagusnya Zefanya mengetahui masa lalu itu setidaknya dia bisa lebih mengerti Ezekhiel. Ezekhiel masuk ke dalam bersama Zefanya dan mengunci kamarnya.
Ezekhiel meraih tubuh Zefanya masuk dalam pelukannya. Dia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Zefanya. Mereka berciuman dengan cukup bergairah, khususnya Ezekhiel. Zefanya mengikuti Ezekhiel karena dia merasa Ezekhiel membutuhkan hal ini. Ezekhiel terus mencium bibir Zefanya sambil tangan satunya merengkuh buah dada Zefanya. Selain itu, dia juga merengkuh bokong Zefanya dan meremassnya dengan lembut. Ezekhiel menyibakan rok dress Zefanya ke atas dan menanggalkannya.
"Kemarin kita baru saja melakukannya di rumah Aunty Salma sayang, bukankah kita harus berhubungan dua tiga hari sekali?" Zefanya mencoba menyadarkan suaminya yang sedang memainkan dua bulatan kenyalnya.
"Aku sedang ingin jangan melarang! Kau pasti memberikannya kan, Anya?"
"Ahh, baiklah, asal kau senang, Eze!"
"Aku selalu senang dengan seluruh kepunyaanmu, Zefanya!" Balas Ezekhiel dan mendorong tubuh Zefanya ke tempat tidur. Dia pun membuka seluruh pakaiannya untuk menyerang Zefanya.
Mereka pun bergulat dalam cinta dan hasrat. Zefanya memang selalu menuruti Ezekhiel apapun keadaannya. Bahkan saat Zefanya tidak berselera pun dia selalu melayani Ezekhiel sampai akhirnya dia juga terpuaskan. Mereka selalu beraksi dengan penuh gairah tapi memang Tuhan belum mempercayakan pada mereka. Walau selalu terbesit kekhawatiran itu, Zefanya tetap memikirkan seluruh kewajibannya untuk Ezekhiel dan memperhatikan kebutuhan Ezekhiel. Apalagi dengan kondisi seperti ini. Setiap Ezekhiel bersedih atau lelah dalam pekerjaan, dia malah meminta pada Zefanya.
Oleh sebab itu, Ezekhiel begitu mencintai Zefanya. Hanya Zefanya yang mampu bersabar dan menuruti apa yang ia inginkan tanpa protes sedikitpun. Zefanya juga seorang yang mandiri di tengah kepentingan dan bergelimangan harta orang tuannya.
Selesailah mereka saling bercumbu dan bercinta. Ezekhiel dan Zefanya berbaring lemas di tempat tidur. Mereka berpelukan tanpa sehelai benang pun, hanya sebuah selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.
"Zefanya, jangan pernah meninggalkanku, kau tahu kan apa yang terjadi jika kita kembali berpisah?" pinta Ezekhiel sedikit frustasi. Ezekhiel takut Zefanya akan termakan omongan auntynya.
"Bagaimana jika sampai akhir hayat, aku tidak bisa mengandung, Ezekhiel?" Zefanya malah bertanya kembali di balik ketakutannya.
"Aku tidak peduli. Mungkin hal ini lebih menyenangkan. Kita hanya berdua saja, kita bisa mengelilingi dunia ini, bercinta di tempat tempat yang berbeda, berbelanja, mencoba makanan minuman dan pergi ke tempat rekreasi, bagaimana? Menyenangkan kan?" Ezekhiel menawarkan hal yang sangat indah pada Zefanya. Sebenarnya, Zefanya tidak perlu meragukan besar cinta Ezekhiel padanya.
"Tapi lebih menyenangkan jika kita pergi bertiga atau berempat," saut Zefanya masih menginginkan keturunan yang seharusnya ia berikan.
"Zefanya, plis! Jangan memikirkan semua itu, kita hanya perlu menjalaninya. Jadi, kau bisa berjanji padaku untuk tidak meninggalkanku kan?" pinta Ezekhiel lagi memohon.
Zefanya mengangguk mengelus kepala suaminya. Zefanya berbaring telentang dan Ezekhiel memeluk tubuhnya. Kepalanya berada di atas dada Zefanya. Dia memeluk Zefanya dengan sangat erat. Rasanya dia ingin seperti ini terus menerus.
"Mengenai Mommymu?" selidik Zefanya ingin mendengar dari suaminya sekarang.
"Itu adalah sesuatu yang menyakitkan bagiku, bagi mommyku dan daddyku. Semua karena ketakutan my grandma. Grandma takut kalau aku tidak bisa membawa meneruskan usaha grandpa yang diemban daddyku dan pada akhirnya kini aku yang meneruskannya. Grandma tidak mau berharap terlalu banyak apalagi ketika mommy dinyatakan tidak bisa hamil lagi. Semua tidak dibicarakan pada daddyku. Jadi, tidak salah kan jika daddy dan mommyku adalah korban dari keserakahan grandma ku. Kau jangan mendengarkan Aunty ku, Zefanya! Kau sudah tahu bagaimana sifatnya dari Tanya kan? Intinya kita harus bersama sama selalu, saling percaya dan terus berusaha, oke Anya? Aku mohon," pinta Ezekhiel lagi terus memohon tanpa menyerah. Dia tidak mau menyesal dan menyia nyiakan wanita yang luar biasa mencintainya. Seperti ibunya mencintai ayahnya.
__ADS_1
"Aku mengerti, aku juga akan terus berjuang. Aku tidak akan meninggalkanmu Ezekhiel," balas Zefanya.
"I love you, yesterday, now and tomorrow and next, trust me!" ucap Ezekhiel mengusap usap wajahnya pada dada Zefanya.
Zefanya memutuskan untuk lebih tenang. Sekitar pukul 7 malam mereka kembali ke bawah untuk makan malam. Benar saja Salma memaksakan semua masakan kesukaan Ezekhiel dan berjanji pada Zefanya akan mengajarkannya. Zefanya tersenyum senang. Salma tidak lagi membahas apapun mengenai kehamilan tapi Zefanya meminta Salma bisa menyiapkan makanan yang lebih matang untuk mendukung program hamilnya. Zefanya mencoba tidak memikirkan apa yang ia takutkan. Namun, nyatanya Zefanya malah bermimpi yang tidak tidak.
"Zefanya, maafkan aku, aku harus menikahi wanita ini, tenang saja, kau akan tetap menjadi istri pertamaku!" Kata Ezekhiel di bawah alam sadar Zefanya dalam tidurnya.
Zefanya membuka matanya dan menoleh ke samping melihat suaminya sedang tertidur pulas.
"Aku bermimpi!" Gumam Zefanya memiringkan tubuhnya menatap Ezekhiel.
"Apa kau benar akan menikah lagi jika pada akhirnya aku tidak bisa memberikanmu seorang anak, Eze?" Zefanya berbisik pelan sambil mengelus wajah suaminya.
"Tidak akan! Tidurlah, besok kita harus bekerja!" Balas Ezekhiel meraih tangan Zefanya pada pipinya. Ternyata Ezekhiel merasakan kecemasan istrinya. Zefanya tersenyum juga meneteskan air matanya. Dia salah. Suaminya terlalu mencintainya.
...
...
...
...
...
Anya, Eze, go fighting!
Kenapa diriku jd kek deja Vu 😭
Deja Vu mah di nome vii wakaka
Berarti aku kek flashback sekitar 4 tahun yg lalu 😝😝
.
next part 6
benarkah Salma tidak akan berulah?
bagaimana program hamil keduanya?
mengapa rasanya terasa berat?
padahal belum tentu semua berlimpah pada Zefanya.
.
Hay semuaaa ... aku cuma mau kasih tau kalau Mantan Terindah ini terdiri dari 3 seri ya :
Seri Pertama : MANTAN TERINDAH (Dion - Viena dan anak anaknya)
.
Seri Kedua : ASSISTANT LOVE ASSISTANT (Leon - Lexa dan anaknya, Leon dan Lexa ini merupakan asisten setianya Viena & Dion)
.
Seri Ketiga : SATU-SATUNYA YANG KUINGINKAN (Egnor - Claudia dan anak anaknya, Egnor merupakan seorang pengacara, kakak kandung dari Viena)
.
mampir yuk di dua seri lainnya lihat di karya vii, dijamin ceritanya masih berhubungan dan juga menegangkan sekaligus gereget 😁
minta LIKE dan KOMEN nya 😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1