
...Rasa itu akan ada karna terbiasa, jika ia membenarkan jika tidak ya sudah...
"Eh, cer kak Roy katanya hari ini ulang tahun lo gak kasih hadiah?" Bukannya malah senang ia malah diam saja dan bergegas untuk membenahi tasnya dan keluar begitu saja.
Lantas Franda merasa heran dengan sikap Cerry yang biasanya yang jauh lebih ceria dan bersemangat sekali. "Gue balik ya fran."
Kekecewaan itu selalu terasa dibenak Cerry ketika Roy dan Amanda. Dua sejoli yang seakan memiliki berkas sempurna dibenak Cerry, ia sadar kalau ia tidak akan pernah mungkin bisa mendapatkan sosok Roy apalagi bisa membuat Roy jatuh cinta, kata mustahil dalam benaknya.
"Kenapa?"
"Enggak kok."
"Eh lo datang kan ke acaranya kakak gue kak Roy, dia lagi ultah."
"Iya." Sahutnya, ia belum yakin kalau Cerry tidak kenapa-napa.
Langkah itu semakin berat saja, tepat didepan Cerry ia melihat hal yang diluar ekspetasi Manda di bonceng Roy dan mereka terlihat bahagia sekali, ia mempercepat langkahnya tapi tunggu sebentar suara yang menghentikan langkahnya "Cer." Duh suara itu.
"Hai kak." Amanda pun menatap kearahnya juga.
"Franda mana? Kok biasanya sama Franda?"
"Kalau gitu duluan ya kak." Ia bergegas dan meninggalkan Roy dan Amanda.
"Dia kenapa?"
"Tau juga lagi pms kali. Habis ini langsung balik kan?" Tanya Roy yang ingin mengantarkan Amanda.
"Iya."
...•••...
"Duh gak papa kalau gue ikut nimbrung di keluarga lo val?"
"Udah deh. Jangan ngomong gitu udah ikut aja keluarga gue gak gigit kok tenang aja." Namanya juga orang baru pasti akan ada yang namanya canggung atau gugup hal yang lumrah.
Semua sudah berada di taman belakang tepatnya taman kecil-kecilan yang disulap sedemikian rupa agar semua berjalan lancar. Roy tidak sama sekali menyangka akan seperti ini, Ia tidak butuh surprise lagi, ia cuma ingin selalu bersama orang-orang yang ia sayang itu saja lebih dari cukup. "Kak selamat ulang tahun ya, kita samaan."
"Iya tif, sama-sama lo juga ya semoga jadi saudara kembar gue yang paling the best ya. Maaf gue agak lupa sih." Sahut Roy yang benar sama sekali tidak mengingat kalau ia benar-benar sedang ulang tahun.
"Kak Roy selamat ulang tahun ya semoga panjang umur, sehat selalu dan semoga lulus de----"
__ADS_1
Rival melepaskan jabatan tangan Franda yang masih menempel di tangan Roy, "Udah kali kayak mau nyebrang aja." Ucapnya yang malah membuat mereka cengar-cengir dengan sikap Rival.
"Kak selamat ulang tahun ya, maaf belum bisa kasih kado sekarang, hei tif selamat ulang tahun juga ya."
"Iya makasih fran." Lirikkan itu seakan membuat Rival salah tingkah Tiffany pun tau kalau Rival cowok gengsi satu itu sedang menahan gejolak cemburunya.
Acara yang serba mendadak dan sederhana sekali membuat ruang lingkupnya berubah menjadi hangat dan haru. "Tif selamat ulang tahun ya semoga panjang umur dan sehat selalu dan kak Roy selamat ulang tahun." Hito cowok yang sedang dekat dengan Tiffany tidak bebas begitu saja ia menjadi kecengan Rival dan Roy kedua cowok yang sangat posesif kalau ada orang baru di keluarga mereka apalagi disaat mereka berdua tau Tiffany memiliki hubungan yang lebih dengan Hito.
"Ehem, gue gak bakalan keduluan kan? Harus dapetin hadiah kalau bener." Roy membenahi kerahnya.
"Apaan sih kak, masih muda juga kenapa mikirnya kearah sana sih."
"Kearah sana mana? Cie udah mikir yang enggak-enggak wkwkwk."
Karna saking malunya Tiffany pun menutup wajahnya dengan kedua tangan dan mereka malah kecengin Tiffany hingga wajahnya merah.
"Tiup lilinnya tiup lilinnya, tiup lilinnya serta mulia serta mulia serta mulia.."
"Yeyeyeye makasih ya buat semua, makasih juga buat saudara kembar gue. Buat semua yang udah kasih surprisenya."
"Iya makasih kak Roy yang ulang tahunnya selalu sama, mamah papah, Rival juga, Franda, kak Manda juga bisa dateng, dan buat Hito juga."
"Cieeeeeeee." Sorakan yang membuat jantung bergetar.
"Pokoknya terima kasih buat kalian semua ya. Oh iya makasih ya hadiahnya ya Hito."
"Semoga suka ya."
"Aduh, baper juga lama-lama ya."
"Hallo semua maaf te----" Jeng-jeng..... Rubi datang, apalagi Rival yang memiringkan kedua alisnya karna kenapa bisa Rubi? Moodnya kacau dan membuat ia tidak sehappy tadi.
Rubi dengan pedenya memberikan dua buah kado untuk Roy dan Tiffany, "Nih buat kalian berdua semoga suka ya."
"Oh iya gak papa kok, makasih ya rub."
"Makasih ya rub, oh iya lo kesini sama siapa?"
"Sendiri kok kak." Roy hanya mengangguk saja.
Rubi mencium tangan kedua orang tua Rival dengan santun, kedekatan mereka yang sudah dekat jelas mereka sudah saling mengenal sejak lama. "Gimana papah sehat kan? Udah lama banget om gak lihat kamu ke rumah. Biasanya main kesini."
__ADS_1
"Sekolahnya padat banget om makanya gitu."
"Oh gitu ya, Val ajak dong Rubi buat jalan."
Rival menunjuk ke wajahnya sendiri karna sudah malas sekali dengan kedatangan Rubi. "Gak pah, disini aja enak. Ayo dong potong kuenya gue laper nih."
Roy mengambil pisau plastik untuk memotong bagian kuenya, lalu ia berikan ke orang yang telah melahirkannya, suapan kedua untuk papah karna sudah mengajarkan menjadi seorang laki-laki ia mencium kedua orang tuanya karna bangga hadir diantara kedua orang tua yang utuh, lalu ke Tiffany saudara kembar perempuan yang terkadang paham tentang hatinya dan yang terakhir untuk Rival adik bungsunya yang paling menyebalkan.
"Cie,,,, eh suapan buat Manda mana nih?"
"Hah..."
Loh kok?
"Ehhhhhh. Makasih ya kak." Diluar ekspetasi suapan itu kearah Franda bukan ke Manda.
"Kayaknya bakalan ada yang baper nih."
"Apa lo bocah diem lo."
"Gue mah jelas ada Hito lah lo apa? wkwkw. Ya udah deh kita kesana dulu, mah pah kesana dulu ya."
"Awas lo macem-macem."
"Iye ah."
"Om tante kesana dulu ya." Hito tidak banyak bicara, dan lebih terlihat cool.
"Lo tuh makanya jadi cewek kayak Tiffany dong lebih agresif dikit." Sindir Rival ke Franda yang dari tadi diam. Ia hanya terfokus pandangannya ke Roy yang disampingnya ada Manda.
"Woy, lo diem aja?"
***
"Eh, Rival sama cewek itu pacaran ya? kok deket banget." Hito merasakan kalau mereka berdua ada apa-apa.
"Siapa? Franda?"
"Aku gak tau sih, tapi menuju kearah sana. Kayaknya mereka saling suka tapi gengsi aja buat ungkapinnya dan kak Roy sama kak Manda juga gitu mereka berdua satu tipe kalau soal cewek harus yakin dulu baru ngungkapin."
"Ya udah deh diribetin urusan mereka juga doain aja yang terbaik ya, buat kita juga hehehe."
__ADS_1
"Amin ya, semoga jenjang yang jauh."
"Hahaha iya deh. Geli deh kalau ngomongin hal itu."