Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL & ZEFANYA PART 13


__ADS_3

Definisi bahagia, biar apapun yang terjadi, entah itu suka, duka, kekurangan, kelemahan, kebanggaan, semua emosi dan perasaan yang ada di dunia, akan tetap bersama. Berpegangan tangan bersama orang yang terkasih. Tak peduli perbedaan berputar di sekitar mereka asal jangan berpisah lagi sampai akhir hayat. Ya, Ezekhiel dan Zefanya sudah memutuskan akan terus mengikuti program hamil bahkan Ezekhiel akhirnya menjanjikan Zefanya untuk mengikuti program bayi tabung jika sampai tahun ini Zefanya tidak hamil. Bukan berarti Ezekhiel mempercayakan semua kecanggihan itu, Ezekhiel tetap berusaha memperbanyak Sel Spermatozoa yang disarankan Lilian dengan menerapkan pola hidup sehat. Mereka berdua ingin bersama selamanya meski pada akhirnya, Tuhan tidak bisa memberikan penambahan mahluk hidup lagi. Apa saja langkah awal yang Ezekhiel dan Zefanya lakukan? Lalu, bagaimana akhir cerita Morgan dan Allegra? Apakah akan sampai pada sebuah ikatan suci?


...


Cahaya pagi hari menelusup masuk ke dalam kamar melalui celah celah jendela. Sinar matahari mengisyaratkan hari baru telah datang. Terdengar kicauan burung dan bunyi desiran pepohonan yang berada di sekitar rumah itu. Di tengah tengah kesenggangan, ibu kandung dan ibu angkat dari salah satu wanita yang mempunyai kembaran itu menghabiskan waktunya untuk bercocok tanam. Sehingga tak ayal jika banyak tanaman di sekitar rumah tersebut.


Zefanya mencoba membuka matanya karena merasa seburat cahaya langsung mengenai pundak yang tak berbenang sehelaipun. Dia mendongakan kepalanya melihat pria yang begitu ia cintai dengan tersenyum tipis. Tadi malam tercurah semua kelembutan dengan derai air mata tapi tak melemahkan hasrat mereka untuk terus menyatukan diri. Mereka tetap di dalam kamar untuk memperkuat keyakinan mereka untuk terus bersama satu sama lain tak akan berpisah walau apapun yang terjadi. Zefanya juga suda tidak akan terlalu memikirkan masalah kehamilan ini. Begitu juga Ezekhiel yang akan mengikuti kemana istrinya melangkah dalam artian Ezekhiel tidak mau berpisah dengan Zefanya.


Dua insan yang seperti baru pertama kali bertemu dan berkenalan. Siapa yang tahu Ezekhiel kini menemukan sosok terbaik ini. Dia rela melakukan apapun untuk wanita ini.


Zefanya memegang wajah suaminya yang masih tertidur pulas tetapi Zefanya menyadari guratan pada dahinya yang masih berkerut. Seperti sedang memikirkan sesuatu. Zefanya akhirnya mengelus dahinya dan berusaha meratakannya. Tak lama Ezekhiel makin menguatak pelukannya pada Zefanya.


"Zefanya," panggil Ezekhiel masih dalam pejaman matanya. Zefanya tersenyum dan ikut mendekap suaminya.


"Sayang, aku di sini," balas Zefanya menggeleng gelengkan kepalanya di dada Ezekhiel.


Ezekhiel pun mencoba membuka matanya dia melihat Zefanya tetap ada di sisinya. Tadi dia sempat bermimpi kalau Zefanya meninggalkannya karena tidak mendengar penjelasannya. Namun, ternyata semua mimpi itu hanyalah bunga tidur yang biasanya malah menjadi terbalik.


"Zefanya, kita ada di mana?" Tanya Ezekhiel memicingkan matanya.


"Di rumah mommy ku! Semalam adalah hal yang paling lembut yang kuterima darimu. Aku suka kau melakukannya seperti itu, babe!" Saut Zefanya tersenyum manja pada Ezekhiel. Ezekhiel terkekeh dan mengelus pipi Zefanya.


"Kau cantik sekali, Anya," gumam Ezekhiel mengecup kening Zefanya.


"Bohong! Jelas jelas wajahku bengkak karena ulahmu," dengus Zefanya mengerutkan bibirnya.


"Bagaimanapun dirimu, kau selalu cantik dimataku," ucap Ezekhiel meraih dagu Zefanya dan mengecup bibirnya.


"Terimakasih sayang, kau juga selalu tampan dan penuh gairah, memang kau tidak bosan denganku?" tanya Zefanya memegang wajah suaminya.


"Malah aku ingin melakukannya setiap hari," goda Ezekhiel.


"Hem, mesum,"


"Kalau dengan istri sendiri dibenarkan sayang,"


Zefanya tersenyum dan mereka saling mempertemukan hidung mancung mereka.


"Thank you, Anya!" ucap Ezekhiel seketika.


"For what?"


"Terimakasih untuk ingin bersamaku, untuk selalu mencintaiku dan mempertahankannya," jawab Ezekhiel tersenyum.


"Sudah kewajibanku, tuan. Sejak kau memintaku untuk menjadi tunanganmu, aku sudah berjanji tidak akan bermain main dan ingin serius. Aku yakin aku akan menjadi istrimu. Aku juga berterimakasih karena kau telah memilihku menjadi wanita yang bisa membuka hatimu dari kenangan kenangan lamamu. Aku merupakan wanita yang beruntung, Ezekhiel. Kau percaya kan?" tutur Zefanya.


"Oleh sebab itu, ketika aku hilang ingatan dan kembali bertemu denganmu, aku ingin selalu dekat denganmu bahkan aku menyatakan langsung menyukaimu ketimbang pertama kali aku bertemu Jannet," kata Ezekhiel membandingkan hatinya pada Zefanya dan wanita lain.


Zefanya tersenyum mengecupi dada suaminya.


"Jadi Zefanya, apa yang harus kita katakan pada keluargamu? Apalagi dengan mom, aku benar benar tidak enak. Haruskah aku mengatakan kondisiku?" tanya Ezekhiel lagi merasa tidak enak dengan keluarga istrinya.


Zefanya menggeleng.


"Tidak perlu," saut Zefanya pelan.


"Tapi kau sudah mengatakan kalau aku tidak menginginkanmu, Anya,"


"Nanti aku akan katakan yang lain. Kau tenang saja, kau tahu siapa istrimu kan?" ujar Zefanya berbangga diri.


"Ya, tentu aku tahu siapa wanita hebat yang menjadi istriku ini," gumam Ezekhiel mengecupi puncak kepala Zefanya.


Mereka berpelukan lagi bahkan Zefanya mencium bibir Ezekhiel yang dibalas perlahan oleh suaminya sambil memegang bokong Zefanya.


"Lalu, Anya, Minggu depan hari anniversary kita, kita mau kemana? Apa kita adakan pesta kecil saja?"


Zefanya menggeleng.


"Jadi?"


"Aku mau menemui Zhavia," jawab Zefanya yang sangat merindukan adiknya itu.


"Ke Honolulu?" Ezekhiel memastikan dengan penuh antusias karena dia sangat suka jika kesana apalagi bisa mengunjungi mansion lama Keluarga Dimitri. Meski sudah digantikan oleh keluarga lain, tapi Ezekhiel dan keluarga diperkenankan untuk masih melihat lihat bahkan menginap di sana.


"Iya sayang, aku mau ke Honolulu, kita rayakan hari jadi kita ketiga bersama mereka, bagaimana?"


"Baiklah, aku akan menyuruh Theo memesan tiket pesawat eksklusif kesana. Katakanlah pada Zhavia, dia pasti sangat senang,"

__ADS_1


"Tidak! Aku mau membuat kejutan, dia tingga di apartemen kita kan?" selidik Zefanya.


Ezekhiel mengangguk.


"Ya, aku mau membuat kejutan, bagaimana?"


"Ya terserahmu saja. Dan sekaranf Zefanya saatnya kau membersihkan diriku dan aku membersihkan dirimu!" Saut Ezekhiel menyeringai.


Zefanya berpikir polos dan mengernyitkan dahinya.


"Aku membersihkan diriku dan kau membersihkan dirimu, Eze," saut Zefanya menurut pemikirannya.


"Tidak berlaku untuk pagi ini," balas Ezekhiel beranjak dari tempat tidurnya.


"Aaaahhhh," pekik Zefanya seketika tubuhnya terangkat.


Ezekhiel sudah menggendong Zefanya dan Zefanya melingkarkan tangannya di leher Ezekhiel. Mereka saling membersihkan diri dan melakukannya lagi. Setelah itu mereka bergabung sarapan bersama Viena, Lexa dan Gracia juga Darren dan Amy . Dior sudah berangkat pagi pagi sekali dijemput Rick karena harus bertolak ke Summer.


Di meja makan mereka berkumpul. Viena tampak diam tapi juga menunggu penjelasan anaknya. Gracia sibuk memberi sarapan pada Darren. Sementara Lexa dan Amy dengan wajah ramah menyambut Zefanya dan Ezekhiel yang ikut bergabung.


"Selamat pagi, Anya, Eze?" Sapa Lexa tersenyum.


"Pagi MomXa, pagi mom!" Saut Zefanya juga mengecup pipi ibunya. Viena tersenyum tipis.


"Pagi MomXa, pagi mom!" Kata Ezekhiel juga memberi salam pada ibu mertuanya.


Dan Amy mulai menyiapkan semua makanan sarapan di sana. Hanya nasi goreng, telur mata sapi dan mentimun tapi mereka makan dengan lahap karena Lexa yang memasak. Kalau Leon harus pergi ke luar negri bersama Dion atau Dior, Lexa selalu menginap dan tidur bersama Viena atau Gracia.


Viena masih menatap Zefanya dan Ezekhiel, khususnya Zefanya. Dia mengelus pipi Zefanya.


"Ceritakan semuanya, ada apa dengan kalian?" tanya Viena dengan tatapan yang agak dingin.


"Semua sudah selesai mom, aku hanya meminta kalian semua mendoakan aku dan Ezekhiel agar secepatnya memiliki momongan. Hanya itu. Kemarin kami sudah memeriksakan semuanya. Ternyata ada sebuah masalah yang mengganggu kami. Entah itu aku atau Ezekhiel. Kita berdua. Namun, karena emosi dan rasa kecewa jadi kami berdua agak bertengkar. Mom, MomXa dan Gracie juga pasti pernah mengalami hal yang sama kan ketika kita ingin hamil tetapi belum terjadi, kalian mengerti maksud kami kan?" Zefanya berceloteh seperti tidak terjadi masalah yang besar.


"Aku sudah mengerti, jadi kalian sudah berbaikan?" saut Lexa.


"Ya, kalian sudah bicara baik baik kan?" tambah Gracia.


"Tentu, kami saling membuka diri. Oke mom, kau puas dengan jawabanku?" tanya Zefanya pada ibunya.


"Lain kali kau harus mengendalikan diri, kasihan suamimu," pesan Viena meraih tangan anaknya dan menggenggamnya erat.


"Tidak Eze, aku tahu bagaimana anakku yang satu ini, emosinya sangat meluap luap jika ada yang tidak sesuai dengan dirinya," tutur Viena dengan nada yang hangat.


"Tentu mom! Kau jangan mencemaskan kami. Semuanya. Gracia, tolong jelaskan pada suamimu ya?" pinta Zefanya.


"Oke!" saut Gracia tersenyum lebar.


"Lalu mom, Minggu depan aku dan Ezekhiel akan merayakan anniversary ke-tiga kami. Kami berencana akan traveling," kata Zefanya lagi memberitahu.


"Ya, kalian hari hati dan jaga diri, jangan bertengkar lagi, oke?" saut Viena berpesan.


"Bisa kupastikan mom!"


"Yasudah makan sarapanmu Eze, Anya. Kau tenang saja Eze, kalau Anya nakal lagi serahkan padaku agar ku tarik kupingnya!" Kata Lexa menepuk pelan punggung Ezekhiel.


Ezekhiel tersenyum pada Lexa. Mereka semua makan dengan cukup riang. Ezekhiel dua kali lipat sangat beruntung memilih Zefanya karena dia kembali merasakan keluarga yang hangat jika datang ke keluarga ini. Dia selalu berterimakasih pada Dior karena bisa kenal dengannya.


...


Sementara itu, karena pekerjaan yang menuntut mereka untuk selalu bertemu, Morgan dan Rosie menjadi dekat. Namun, kedekatan mereka hanya sekedar membicarakan pekerjaan. Morgan sering memberi masukan pada Rosie dan team iklan lainnya. Pasalnya iklan yang kedua, Morgan tidak ikut ambil bagian. Iklan ketiga ini dia harus ambil bagian agar mengetahui sisi sisis kelebihan maupun kelemahan dari produk dan iklan itu sendiri. Kebetulan, Morgan juga mengenal artis senior yang Rosie gunakan karena semasa muda artis tersebut pernah bekerja sama dengan Marcel mengingat dulu Marcel membuat agency entertainment.


Sayangnya, Morgan belum memiliki keberanian untuk mengatakan pada Allegra. Dia berpikir selama tidak ada perasan apa apa dan hanya sebatas pekerjaan sepertinya tidak usah diberitahu juga. Bukan karen emosi Allegra yang Morgan takutkan akan terbawa perasaan, tetapi Allegra juga sedang fokus beradaptasi dengan dunia kerjanya yang baru. Morgan benar benar tidak mau mengganggunya apalagi mengatakan kalau dirinya sudah bertemu dengan Rosie. Tidak menutup kemungkinan Allegra akan berpikir yang macam macam.


Hari itu merupakan ulang tahun Morgan. Namun bahkan Morgan tidak mengingatnya. Di tengah kesibukan selain ikut ambil bagian pada iklan, dia juga harus mengurus laporan pekerjaan, dan sebuah kantor cabang yang ia ia bangun kembali di pinggiran Legacy karena dekat dengan perkebunan teh dan cengkeh. Morgan hendak membuat pabrik minuman khusus teh dan cengkeh. Selain itu Morgan juga sudah mengakuisisi sebuah perusahaan minuman herbal di Springfield yang belakangan bangkrut. Morgan hendak mengembangkannya menjadi milik perusahaannya tapi belum juga memberitahu Allegra. Dia hendak memberi kejutan pada kekasihnya itu.


Morgan memandangi foto Allegra yang sengaja ia cetak dan ditaruh pada sebuah frame. Morgan tersenyum membayangkan respon Allegra yang sebentar lagi dirinya akan lebih sering ke Springfield. Bahkan Morgan bertujuan untuk memindah kantor pusat kesana sehingga nanti Morgan yang akan kembali sebulan sekali ke Legacy untuk menengok ayah, ibu dan pamannya.


"Tunggu aku babe! Sekitar dua bulan lagi kita akan terus bersama," gumam Morgan mengelus foto frame itu. Dia mengingat percakapannya semalam dengan Allegra. Melakukan video call dan Allegra mengenakan pakaian yang disukai Morgan. Morgan semakin merindukannya. Selain itu Allegra mengatakan ingin berlibur karena kesuntukan pekerjaan barunya. Morgan berjanji akan membawanya ke Nederland jika urusan kantor cabangnya di pinggiran Legacy selesai.


Tak lama kemudian, Rosie datang bersama Theo, Vegra dan Fernand. Dia membawa sebuah kue kecil untuk merayakan ulang tahun Morgan yang tidak Morgan ketahui sendiri. Rosie dan Theo pun kini makin dekat dan Theo juga suka mengikuti shooting iklan untuk menunggu Rosie pulang. Tak menutup kemungkinan kalau Theo juga menjadi dekat dengan Morgan. Mereka sering bercakap cakap mengenai bisnis dan saham di Legacy ini.


"Morgan?" Panggil Theo memastikan membuka pintu ruangannya.


"Hay Theo, ada perlu apa? Bukankah pemberian finishing iklan besok? Kau bersama Rosie kan?" saut Morgan menyambut Theo yang hendak masuk.


"Ya, ini ide Rosie, HAPPY BIRTHDAY !!" pekik Theo membuka lebar pintu ruangannya dan di sana Rosie membawa sebuah round cake berwarna putih yang di atasnya dihiasi buah buahan segar. Kue ini merupakan kue kesukaan Morgan. Rosie masih sangat mengingatnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, Rosie, kau masih mengingatnya? Aku saja lupa, haha!" Kata Morgan menggaruk belakang kepalanya. Seketika dia memikirkan Allegra, apa kekasihnya itu tahu ulang tahunnya.


Rosie mengangguk tersenyum dan menghampiri Morgan. Sementara Theo, Vegra dan Fernand bernyanyi untuk Morgan dan tak lama disusul asisten Morgan juga sekretarisnya. Setelah bernyanyi dan make a wish, mereka semua memberikan ucapan pada Morgan.


"Selamat ulang tahun Morgan, kue ini sebenarnya dari Nyonya Zefanya. Dia tidak bisa ikut. Dia hanya menyuruhku membelikan kue kesukaanmu. Setiap klien yang berulang tahun, Nyonya Zefanya selalu mengucapkannya. Sebagai program loyalitas," tutur Rosie menaik turunkan alisnya.


"Zefanya memang cerdik. Lalu, di mana dia?" tanya Morgan kemudian.


"Hari ini jadwal dia senam aerobik bersama tuan Ezekhiel melakukan fitness," jawab Rosie tersenyum.


"Ah baiklah, berarti suruh dia malam ini ke restoran Ramen Mark and Marie saja. Karena kalian sudah memberikanku kejutan, semua ku traktir makan sepuasnya di restoran ramen Mark and Marie sore ini.


"YEAAYYY!!" semua nya bersorak karena jarang jarang Morgan mentraktir pegawai dan anak buahnya di restoran luar. Biasanya Morgan menyuruh mereka memesan katering.


'Hem, andai Allegra di sini, tapi biarlah, dia sedang bekerja, Minggu depan aku bisa ke Springfield dan merayakannya berdua,' gumam Morgan dalam hati di tengah keramaian teman temannya memberi kejutan.


Sore itu mereka semua berkumpul di Restoran Ramen Mark & Marie (milik Anthony Marcob, suami Pevi), restoran ramen terenak di Legacy. Bukan hanya cita rasa dari ramen tersebut, rancangan interiornya begitu memanjakan pelanggan. Ada yang berupa lesehan seperti restoran Jepang ada juga meja dan kursi makan biasa.


Morgan duduk bersampingan dengan Rosie yang di depan Rosie adalah Theo. Sementara di samping Theo ada Mark, asisten Morgan. Zefanya, Ezekhiel duduk bersama Fernand dan Vegra. Mereka duduk di meja dan kursi makan biasa karena private room sudah di sewa jauh jauh hari oleh perusahaan lain.


Rosie sudah memesan ramen level pedas. Sebelumnya Theo sudah memperingati Rosie, tapi karena ini kesampatan langka dia bisa makan di restoran ramen, dia tetap memesannya. Rosie makan terlalu lahap sampai akhirnya dia tersedak. Theo sudah memberikan dia minum dan Morgan juga jadi menoleh ke arah Rosie. Kebetulan tysu di meja mereka habis. Theo dengan sigap meminta tysu di meja konter menu terlebih dulu sedangkan Morgan membantu Rosie untuk meringankan sedakannya. Morgan menepuk nepuk punggung Rosie. Namun, Rosie makin terbatuk dan dia hendak ke toilet terlebih dahulu. Ketika Rosie berdiri, dia tidak melihat ada seorang pelayan yang hendak mengantar pesanan, Morgan yang mengetahuinya langsung menarik tangan Rosie sehingga Rosie memeluk Morgan.


"Kau tidak apa apa, Rosie? Masa kau tidak lihat ada pelayan yang mau mengantar ramen? Kalau kau tersiram ramen pas itu bagaimana? Kau memang selalu ceroboh sejak dulu Rosie!" Decak Morgan merengkuh pinggang Rosie sedangkan Rosie menahan dirinya di dada Morgan dengan tangannya.


Tiba tiba,


Brak!


Seorang wanita menjatuhkan sebuah kado yang berukuran cukup besar.


"Morgan? Rosie?"


Di sana Allegra melihat dan mendengar Morgan memanggil Rosie. Allegra sangat ingat nama mantan kekasih Morgan itu. Allegra ingin tetap di sana tapi rasanya dia harus pergi terlebih dahulu. Allegra berbalik dan berjalan cepat ke arah luar meninggalkan kado yang khusus ia sendiri antarkan ke Legacy untuk ulang tahun kekasihnya itu.


Rosie sudah menjauhkan diri dari Morgan sementara Morgan mengejar Allegra.


Zefanya hanya menutup wajahnya tidak tahu lagi apa yang akan terjadi nanti.


...


...


...


...


...


Kok gua yg deg degan? 😂😭


.


Next part 11


Akan banyak kejutan 😁


Siapkan hati biar ga deg deg an kek aku


Bagaimana hubungan Allegra dan Morgan?


Apakah Allegra akan menerima semua penjelasan Morgan?


And .. Zefanya mo ke Honolulu kok gua yg mules yaakk 😂


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2