Mantan Terindah

Mantan Terindah
96. Dinner Malam


__ADS_3

Franda berdandan cantik di depan cermin karena sebentar lagi Rival akan menjemputnya di rumah. Ia berdoa agar Roy dan Cerry bisa bersama secepat mungkin. Suara klakson sudah terdengar begitu kencang sekali, ia membuka gorden dan mengintip siapa yang berada di luar sana.


"Udah siap?" Ucap Rival yang di persilahkan masuk oleh mama di ruang tamu.


"Udah kok, Cerry udah kamu hubungi?"


"Sudah kok sudah, tapi aku bilang jujur soalnya kalau gak jujur dia bakalan gak mau gitu. Gak papa kan? Aku bilang aja kalau misalnya kak Roy ada yang mau di omongin gitu."


"Tadi gak bilang dinner malam sih." Mereka pun memutuskan untuk pergi menjemput Cerry.


Mereka masuk ke dalam mobil dan siap-siap untuk menjemputnya. "Ya ampun kamu kok cantik banget sih hari ini dandani jarang banget tapi sekali dan kalau udah dandan uh cantiknya nggak ketulungan pacar siapa dulu dong?"


"Apaan sih gombal banget jadi cowok makin hari makin gombal aja ya makin hari makin gendut aja ya bener-bener ya!" Cubit gemas dari rifanda kepada Rival yang semakin hari semakin gombal dan semakin menjadi kata-kata romantis atau pelipisnya bukan malah ia tersipu malu tapi malah gemes dan pengen nyubit terus.


"Aduh sakit banget sih kamu nyubitnya!"


"Apaan sih, ya enggaklah ah itu mah cubitan sayang emang beneran sakit ya?"


Rival mengangguk seolah mengiyakan pertanyaan dari Franda. "Yang mana yang sakit?"

__ADS_1


Seketika itu juga Rival mengacak-ngacak puncak kepala Franda, akhir-akhir ini ia sering banget bercanda bahkan membuat anda panik dan membuat anda kesal karena tingkahnya yang seolah-olah membuatnya khawatir dan seakan-akan membuatnya bersalah.


***


"Loh kok kayak dinner makan malam sih kalian nipu gue ya udah kesekian kalinya nih kalian kayak gini ke gue?"


"Udah duduk aja yuk bentar lagi ada seseorang yang datang pasti lo nggak kaget banget siapa orang itu!" Cerry pun duduk sesuai dengan suruhan mereka berdua.


Cerry merasa tertipu kembali ketika Franda dan Rival mengajaknya dinner atau makan malam ternyata ini makan malam bukan hanya sekedar bertiga doang tapi ternyata ada Roy juga yang tiba-tiba datang dari ujung sana. Ketika dia ndak berdiri tiba-tiba tangan Franda langsung menahan agar tetap duduk di tempat tidak untuk pergi. "Jadi yang kalian maksud itu kak Roy? Apa nih maksud dari kalian?"


"Udah lo gak usah panik dulu tenang aja ya. Nikmati aja kita berdua yakin setelah ini lo bakalan happy!"


"Katanya ada sesuatu yang pengen diungkapin apa ya?" Sahutnya yang menatap tajam.


"Boleh kakak mau ngomong apa ya?" Gemetarnya.


"Tapi lo jangan marah sama gue ya?" Cerry mengangguk paham.


"Gue liat hari-hari kebelakang lo kayak marah sama gue. Maafin gue ya kalau misalkan gue ada salah sama lo. Gue tahu kalau misalkan lo menghindar dari gue gue harap lo maafin gue gue nggak ada maksud apa-apa kalau misalkan ada kata-kata yang salah yang dulu perbuat yang bisa bikin lo marah sama gue dan menghindar maafin gue Cerry." Ungkap Roy yang mengatakan hal ini kepada Cerry langsung.

__ADS_1


"Iya nggak papa kok kak santai aja aku juga nggak marah sama kakak tapi aku boleh nanya sesuatu nggak sama kakak?"


Rey tersenyum lalu mengangguk. "Iya soal apa boleh kok?"


Awalnya Tiffany terdiam sebentar dan sejenak ya langsung saja mengutarakan apa yang ingin ia tanyakan kepada Roy dengan bahasa yang mungkin tidak salah paham nantinya. "Kalau boleh tahu apa sih hubungan kak Roy sama kak Tiffany? Kalian pacaran ya kok bisa deket sih?"


"Enggak kok kita sama sekali nggak pacaran kita cuma temenan doang dan masih berteman baik sampai sekarang emang lo melihatnya aku sama dia kayak orang pacaran?" Pertanyaan itu malah membuat seakan-akan tersudutkan tapi ia tertawa dan terkekeh pelan seolah-olah tidak terkejut dengan lontaran pertanyaan yang dilontarkan oleh Roy. Ia mengambil minuman yang ada di depannya lalu meneguk sejenak sampai habis karena tiba-tiba saja tenggorokannya terasa kering.


"Enggak ada masalah apa-apa kok cuma nanya aja kak nggak ada maksud apa-apa buat ikut campur sama hubungan kakak dan siapapun itu orangnya."


Franda dan Rival saling tatap satu sama lain mereka seolah-olah hanya bisa menjadi pendengar yang baik karena kalau misalkan ikut campur maka semuanya bakalan runyam. "Iya nggak ada masalah apa-apa kok dan gue nggak ada hubungan sama siapapun kalau boleh jujur gue sama dia cuma setingan doang nggak ada hubungan-hubungan atau apapun itu."


Mendengar kata settingan kedua matanya langsung saja membulat. "Settinggan? Maksud kakak apa sih aku sama sekali nggak ngerti deh coba jelasin ke aku maksudnya apa?"


"Jadi rencananya dia itu bakalan dijodohin sama pilihan orang tuanya dan cowok yang di jodohin itu adalah temannya sendiri waktu sekolah SMP kalau nggak salah, dan dia disuruh untuk menikah sama tuh cowok tapi Tiffany sama sekali menolak karena dia bilangnya nggak cinta dan gue disuruh untuk berpura-pura jadi pacar dia supaya ya cowok itu nggak dijodohin sama Tiffany jadi gitu aja sih sebenernya gue cuman nolongin dia supaya dia nggak nikahin sama itu cowok dan nggak ada maksud apa-apa. Tapi tumben banget ngomong kayak gini ke gue ada apa ya?"


"Ah nggak ada hubungannya sama sekali kok aku cuma nanya nanya doang kakak kan tahu sendiri kalau misalkan aku orangnya tipe call orang yang suka nanya kepo lah istilahnya!" Cengirnya, sedikit ada rasa lega di perasaan Cerry.


"Ya udah kita makan aja yuk, kalian berdua kenapa diam aja sih seakan-akan ngeliatin kita mulu dari tadi?"

__ADS_1


"Enggak kok kita santai aja kita pengen ngedengerin kalian ngobrol aja biar seru dan biar asik kan kalian canggung banget tuh walaupun udah kenal lama jadi udah kami beri kesempatan kalian buat ngobrol satu sama lain lagi deket lagi ya walaupun ada kita yang jadi nyamuk di sini ya nggak?"


Franda mengangguk dan tersenyum sambil memakan makanan yang ada di depannya yang sebentar lagi akan habis. "Gini dong kan senang ngelihatnya kalau misalkan udah mulai akrab sekarang enggak kayak kemarin kayak canggung canggung an gitu kalau misalkan ada masalah dibicarain aja kan kita udah saling kenal satu sama lain udah dari lama dari SMA kan?"


__ADS_2