
Semua berawal dari sebuah persahabatan munculnya cinta lalu obsesi, nafsu, gairah menjadi satu dan menghasilkan sebuah buah hati yang tidak bisa diukur oleh apapun. Meski pada akhirnya ada sesuatu yang harus dikorbankan, menerima dan bertenggang rasa merupakan cara paling ampuh untuk menyelesaikan semuanya seakan tidak terjadi apa walau benar benar dengan berbesar hati. Zhavia dan Patrick, hanya seorang junior dan senior yang dipertemukan dalam sebuah perkuliahan dengan keahlian yang sama dalam seni suara dan musik. Karena kecintaan tersebut munculah rasa cinta yang sebenarnya. Sampai akhirnya mengarah pada sebuah ikatan pernikahan dengan satu anak yang masih dikandung Zhavia. Lalu, bagaimana kehidupan rumah tangga mereka selanjutnya? Apakah Zhavia bisa menghadapai masa masa kehamilannya tanpa keluarga dan yang terpenting tanpa ibunya? Apakah Patrick tetap bisa menjadi segala galanya bagi Zhavia seperti janjinya?
Patrick & Zhavia
cast Patrick : Hansol Vernon Chwe
cast Zhavia : Bae Suzy
-------------------------------
Decak kagum dan wajah terkesima mengiringi pasangan yang sedang bersaut sautan bernyanyi di atas sana. Mereka terpukau dengan suara sang wanita yang dengan super power mampu menggelegar memenuhi ruang auditorium ini. Begitu juga dengan iringan sang pria dari dentum piano yang penuh antusias. Memainkan jari jari nya di atas tuts piano sambil melihat si wanita bernyanyi dan dia juga menyumbangkan suaranya.
Dan, ketika di reff terakhir lagu tersebut, sang pria bertukar dengan temannya. Sang pria menghampiri sang wanita memegang tangannya dan dengan penuh penghayatan menyanyikan bait terakhir sebuah lagu berjudul A Whole New World dari Zayn Malik dan Zhavia Ward. Inilah janji yang harus ia tepati pada sang wanita. Berkolaborasi bernyanyi lagu ini di atas panggung gemilang karena kelulusan Magisternya dalam bidang musik.
"A whole new world ..." Suara sang wanita begitu syahduh.
"a whole new world ..." Saut sang pria yang akan mengakhiri nyanyian.
"That's where we'll be ..." Sang wanita lagi bernyanyi sambil memandang sang pria dengan penuh cinta.
"that's where we'll be ..." Saut sang pria lagi memegang erat tangan sangat wanita.
"A thrilling chase ..." Suara sang wanita lagi di akhir dengan penuh penghayatan dan falseto yang terdengar sangat lembut dan merdu.
"a wondrous place ..." Saut sang pria lagi tak kalah mendominasi sambil tersenyum tipis.
"For you and me ..." Dan akhirnya mereka bersama sama bernyanyi saling mendekatkan diri dan si pria merengkuh pinggang sang wanita dengan sangat protektif. Tak lupa satu tangannya mengelus perut buncit sang wanita.
Nyanyian spektakuler itu berakhir. Suara riuh tepuk tangan dan standing applause memuji suara mereka yang tidak perlu diragukan lagi. Ya, mereka adalah Patrick Zayno Kwan bersama istrinya Zhavia Aloina Prime. Hari ini merupakan hari graduasi Zhavia berhasil mendapat nilai terbaik dan menjadi inti pengisi acara dari penutupan serangkaian wisuda mereka.
"Zhavia, i love you, thanks for my everything," ucap Patrick mengelus pipi Zhavia dengan sangat lembut.
"No, aku yang seharusnya mengatakan terimakasih. Terimakasih atas bimbinganmu selama ini, Patrick. Tanpamu aku tidak akan berdiri di sini bersama anak kita," saut Zhavia menikmati belaian punggung tangan Patrick pada pipinya.
"Kau yang terhebat, kau dentuman piano yang menjadi nyanyian dalam setiap hela napasku, selamat Zhavia," ucap Patrick lagi akhirnya mendekatkan wajah Zhavia dan mencium bibirnya. Mereka berciuman di atas panggung itu dan di saksikan ratusan pasang mata. Namun, bukan mereka merasa risih tetapi sangat terkagum kagum dengan perlakuan sang komponis handal yang kembali menduduki posisi teratas dalam seni musik di Honolulu.
Pasangan yang sudah dikenal dan diketahui. Karena keromantisannya itu, mereka mampu menutupi kesalahan yang sudah mereka perbuat. Hamil sebelum menikah merupakan aib dan sesuatu yang sangat tidak bisa diterima apalagi di dalam kehidupan seorang anak bangsawan dan anak dari pemilik hotel terkenal di Legacy. Namun, jauh dari semua itu tidak ada yang tahu kejadian yang sebenarnya. Mereka terlalu terpesona dengan perlakukan Patrick pada Zhavia yang selalu memanjakannya. Yang mereka tahu, Patrick dan Zhavia sudah menikah dan tak lama mengandung.
__ADS_1
Meski begitu, masih ada tugas Zhavia yang belum ia lakukan. Di usia kandungannya yang menginjak enam bulan ini, dia masih tidak berani mengatakannya pada Zefanya. Dia masih harus mencari cara memberitahu dengan baik agar Zefanya, kembarannya dapat menerimanya.
Patrick pun melepas kecupan bibir mesra itu. Dia masih memandang Zhavia, begitu juga Zhavia. Zhavia tersipu malu sedikit menunduk karena semua orang melihat adegan ini. Belum lagi tatapan mata Patrick yang terlalu dekat membuatnya salah tingkah. Padahal setiap hari mereka saling berpandangan dan bertemu tapi jika dalam keadaan sedekat ini, Zhavia seperti wanita biasa yang melihat secara langsung seorang pangeran Romawi dengan seluruh kepintaran yang tertumpu di punggungnya. Zhavia bangga menjadi bagian dari Patrick. Apalagi sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua. Suatu kebanggaan dalam diri bisa langsung dikaruniai seorang anak perempuan. Zhavia yakin dia akan sangat cantik karena memiliki ayah yang tampan.
Tak lama muncul getaran dari perut Zhavia yang membuatnya ingin mengeluarkan sesuatu dari mulutnya tapi Zhavia menahan dengan tangannya.
"Ada apa? Kembali mual?" Tanya Patrick menundukan kepala memastikan keadaan istrinya.
Zhavia mengangguk dan malah masuk ke dalam pelukan Patrick. Mereka semua masih terpana dengan adegan demi adegan romantis ini. Eden segera menghampiri Patrick.
"Kembali ke belakang panggung, Pat, sepertinya Zhavia sudah tidak nyaman," kata Eden mengingatkan.
Patrick mengangguk dan hendak berjalan ke belakang panggung tetapi Zhavia menahannya. Mereka belum memberikan penghormatan terimakasih.
"Sayang, kita belum hormat, kau terlalu bersemangat menciumku!" Kata Zhavia mengingatkan dan Menahan pergelangan tangan suaminya.
"Karena kau sangat cantik Zhavia, aku tidak bisa menahannya," balas Patrick sekenanya.
Zhavia tersenyum kecil dan akhirnya mereka memberikan penghormatan sebagai ucapan terimakasih. Patrick juga mengajak Eden. Mereka bertiga berangkulan dan dengan pelan membungkukan tubuhnya . Patrick pun tak lupa melambaikan tangan sebelum akhirnya mereka bertiga kembali ke belakang panggung. Acara di lanjutkan oleh master ceremoni yang memimpin.
cast Sarah : Eunha Gfriend (rambut hitam)
cast Molly : SinB Gfriend (rambut pirang)
---------------------------
"Zhavia ini air mineral, minumlah agar lebih nyaman," kata Sarah sudah siap dengan air mineral untuk sahabatnya ketika Zhavia menuruni panggung. Patrick tetap siaga di samping Zhavia sambil merangkul punggungnya.
"Terimakasih, Sarah. Hem, bagaimana suaraku? Aku sempat khawatir tidak akan sesuai dengan iringan piano Patrick," tanya Zhavia meminta pendapat pada temannya.
"Sangat memukau. Aku sampai menangis karena keromantisan kalian berdua," jawab Sarah dengan mata yang berbinar binar.
"Hem, Sarah, kau berlebihan sekali," sela Molly yang menghampiri mereka.
"Hem, tapi kau juga merangkulku dengan sangat kuat mengatakan kalau Tuan Muda Kwan sangat tampan bersanding dengan Zhavia kita," decak Sarah menyindir Molly.
"Ish, kau diam, aku malu!" celetuk Molly.
__ADS_1
Patrick terkekeh mendengarnya. Sarah dan Molly memang mengangumi Patrick sebagai pemusik yang sangat handal dan berkharisma. Mereka berdua sampai tak peduli ada Zhavia di dekat mereka. Zhavia juga mengerti kalau Sarah dan Molly hanya sebagai penggemar, tidak lebih.
"Sudah sudah, kalian jadi bertengkar. Aku lega karena sudah menyelesaikan semua ini. Semua memang berkat kau, tuan komponis," ujar Zhavia memandang suaminya.
Eden Basariah
cast Eden : Joshua Hong
------------------------
"Aku tidak Zhavia?" sela Eden kemudian.
"Cih, kau urus istrimu, di mana dia? Mengapa dia tidak datang?" tanya Patrick.
"Kalian keterlaluan! Adelina mengandung anak kembar tidak seperti Zhavia. Dia bisa memasakanku makanan pagi pagi dan mengurus ibuku saja aku sudah sangat beruntung, tidak usah dulu terlalu lelah. Aku saja sudah menyuruhnya berhenti dari pekerjaan. Dia kasihan sekali," sungut Eden yang sangat mengerti kondisi istrinya, Adeline yang sedang berbadan tiga.
"Nah, kau memang benar Eden. Adeline cukup di rumah saja. Aku dan dia sudah melakukan video call pagi tadi, Pat, jadi kau jangan kesal padanya!" saut Zhavia menjelaskan.
"Dia tidak menghubungiku!" dengus Patrick bergurau.
"Untuk apa?! Manja sekali!" balas Eden tak suka mengingat dulu istrinya pernah menyukai sahabatnya ini.
"Sebagai sahabat sejati harus selalu saling mendukung, Eden," saut Patrick lagi menggoda Eden.
"Ya ya kalian memang komponis paling handal se Honolulu ,"
"Aku juga Eden, aku tidak akan membiarkan istrimu bersama suamiku, aku yang akan menggantikan istrimu!" saut Zhavia tidak mau kalah.
"Ya ya dengan kau tuan putri Kwan terhormat dengan nilai terbaik!!"
Semua tertawa mendengar celotehan Eden. Patrick memandang istrinya yang sudah agak baikan. Kehamilan pertama Zhavia memang sangat menguras tenaga. Bukan hanya di trimester pertama, tetapi di trimester selanjutnya. Perubahan hormon Zhavia naik turun. Kadang bisa bersedih tetapi bisa juga senang sampai lupa kalau dirinya sedang melahirkan. Dan tak ayal juga, Zhavia suka melamun memikirkan ke depan nya. Dia takut dia tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi anaknya nanti.
...
lanjut di bawah ya
jangan lupa tetap LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊
__ADS_1
thanks for read and i love you 💕