
Para alumni pun berdatangan, ada yang udah pasangan ada yang udah punya anak, ada yang masih sendiri dan ada juga yang udah duda atau janda tapi nggak masalah karena reuni di sini itu bukan membahas tentang status tapi melainkan membahas tentang masa-masa yang pernah terjadi ketika mereka masih sekolah disini. Akhirnya jadi juga Roy dan Cerry datang ke reuni. Diam-diam Rival dan Franda memoto kedekatan mereka berdua. "Jangan sampai ketahuan ntar cari bakalan marah sama aku."
"Iya nggak bakal kok tenang aja."
"Kayaknya mereka bakalan jadi jodoh deh, kita doain aja ya semoga mereka berjodoh Aku pengen deh kak Roy sama Cerry bersama terus."
"Aamiin ya. kamu maunya kak Roy dulu yang nikah atau kita duluan nikah soalnya kak Roy kan kakak aku jadi aku nggak mau ah kasih langkahan dulu buat kakak."
"Pelit amat sama kakak sendiri masa nggak mau kasih hadiah langkahan ke kakaknya sih?"
"Oh jadi kamu mau duluan nikah nih sama aku atau mau nungguin kak Roy atau kayak gimana?"
"Lah kok malah bahas tentang kita sih udah males."
"iya iya terserah kamu aja deh, kamu marah sama aku gitu aja kok marah lagi PMS ya?"
"Iya baru aja hari pertama makanya jangan cari ulah deh sama aku aku bisa emosi nih."
Reuni kali ini sangat berkesan sekali karena tak cuma dari lulusan tahun Roy dan Franda seangkatannya tapi ada juga lulusan tahun-tahun terdahulu dari 10 tahun kebelakang, dari berbagai kalangan.
Sambutan yang pertama diucapkan oleh pembawa acara yang ada di depan, tamu tamu yang hadir pun sudah mulai berdatangan dan sudah mulai menduduki bangku bangku yang kosong yang sudah disediakan. Reuni kali ini sedikit berbeda, karena bukan sekedar dengan ajang silaturahmi saja, tapi melainkan untuk mengenang nostalgia yang pernah terjadi moment-moment mereka waktu sekolah dulu di sekolah ini. "Sumpah kak Roy tambah ganteng ya setelah lulus sekolah." Gumam Cerry dalam hati.
Roy begitu fokus ke arah depan menikmati acara hari ini. Ia sama sekali tak sadar kalau misalkan Cerry sedang memperhatikannya dari samping. Tiba-tiba saja Franda dan Rival duduk di samping mereka "Yang nyangka gitu udah jadi alumni disini, perasaan dulu gue bikin onar deh dan ternyata gue udah jadi alumni aja." Seakan waktu berputar begitu cepat.
__ADS_1
"iya kayak gue dulu jadi ketua OSIS, sekarang udah jadi alumni aja waktu begitu cepat ya." Sahut yang juga bernostalgia.
Setelah beberapa tahun tidak bertemu dengan bapak dan ibu guru pengajar yang di sekolah sini terlihat sekali banyak perubahan yang terjadi. Dari bapak atau ibu yang sudah pensiun atau bapak atau ibu yang sudah ada yang meninggal dan ada juga guru-guru pengganti baru yang ada di sini. Jadi tidak seluruh guru yang pernah mengajar mereka itu tetap dan komplit. Rasa kangen mereka selama ini terbayar kalau bukan mereka, mereka tidak akan pernah menjadi seperti sekarang. Air matapun tiba-tiba saja menetes begitu saja, kepala sekolah yang dulunya terlihat dan terkesan garang kini meneteskan air mata. Beliau sangat terharu sekali bisa mengundang alumni-alumni dari sekolah yang ada di sini. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuuh." Beliau mengucapkan salam untuk sebagai penghormatan kepada alumni-alumni yang sudah datang ke sini.
Tepukan yang gemuruh terdengar dari bangku tamu-tamu yang sudah datang. dari penyambutan dari penyampaian terima kasih dari games-games yang lucu-lucu juga dan sampailah ke titik penutupan acara reuni.
***
Sebelum pulang ke rumah mereka mampir dulu ke tempat makan karena perut mereka sudah keroncongan. Rival menarik bangku kosong untuk diduduki oleh Franda, seperti layaknya pasangan-pasangan yang lain juga. Ada hal yang menarik dari pasangan Roy dan Cerry mereka bukan pasangan kekasih tapi pasangan duduk dengan Rival dan Franda, sontak membuat Rival dan Franda terkikik ringan, lalu Rival menarik nafas sejenak agar tidak tertawa. Tak lama kemudian pelayan makanan pun datang membawakan menu makanan. Roy dan Cerry hanya bisa tatap-tatapan satu sama lain karena mereka masih canggung dan apa sih maksud mereka berdua.
Makan bareng double date berempat. "Ehem."
"Udah santai aja."
"Do'ain aja ya kak."
"Tapi kalau misalkan kak Roy sama Cerry gimana?"
"Gue sama Cherry maksud kalian?"
"Enggak kak nggak ada apa-apa sih sebenarnya?"
"Boleh ngomong sesuatu nggak sih sama kalian tapi jangan marah ya?"
__ADS_1
"Kenapa sih kalian tuh nggak pacaran aja berdua padahal kita kan bisa double date berempat?"
"Kita kan nggak tahu jodoh kedepannya itu kayak gimana?" Sahut Roy yang memotong makanan yang ada di depannya.
Sampai detik ini Cerry masih saja insecure, karena yang ia tahu Tiffany adalah cewek yang hampir sempurna yang naksir dengan Roy, Tiffany cantik baik, putih, tinggi, pintar siapa sih cowok yang gak suka sama sosok Tiffany satu ini. Seakan dirinya belum pantas untuk bersanding di samping Roy tapi namanya perasaan tidak bisa dirubah dan tidak bisa diatur, rasa itu masih saja membayang-bayangi di pikirannya.
Tak lama kemudian makanan pun yang sudah dipesan datang. Mereka sudah menyambut dengan kesabaran. Tangan Rival langsung saja menyeka bagian pinggir bibir Franda, karena makanan menempel di bagian pinggir. "Makanya makan tuh pelan-pelan jangan buru-buru emang mau ke mana sih?" Kaum jomblo hanya bisa diam.
"Iya maaf udah lapar banget soalnya."
"Maaf ya kak mesra-mesraan di depan kalian."
Roy dan Cerry hanya bisa tersenyum dan menikmati makanan mereka masing-masing.
***
Akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Cerry. Cerry pun langsung aja turun dari mobil Roy karena Franda dan Rival lebih dulu pulang dan mereka pisah mobil Rival dan Roy sama-sama membawa mobil masing-masing mereka.
"Makasih ya kak udah dianterin balik maaf kalau misalkan aku ngerepotin." Rival dan Roy berbeda mobil jadi mereka mengantarkan masing-masing orangnya di dalam mobil.
"Kakak mau mampir dulu ke dalam?"
Roy hanya tersenyum dan menunjuk ke arah depan "ya udah ya kalau gitu gue pamit pulang dulu mungkin lain kali gue mampir ke sini dadah assalamua'laikum."
__ADS_1
"Oke kak baik, waa'laikumsalam." Mobil pun langsung aja berjalan ke arah depan dan mengarah ke pulang. Cerry langsung masuk ke dalam rumah lalu menutup kembali dia melihat ibunya masih duduk di ruang tamu menunggunya. Sebelum dia masuk ke dalam kamar Cerry mengucapkan salam terlebih dahulu.