Mantan Terindah

Mantan Terindah
88. Minta Tolong


__ADS_3

Roy membaca buku bacaan yang diberikan oleh Cerry. Di lembaran pertama sudah sangat menggelitik sekali karena buku yang diberikan ini adalah berupa buku menceritakan tema tentang percintaan kata tentang asmara.


"Tumben banget Cerry kasih ini ke gue! Kena angin apa? Coba deh gue baca dulu kali aja bagus." Ungkapnya yang membuka lembaran pertama buku yang di berikan oleh Cerry.


Roy begitu seksama sekali membaca buku pemberian dari Cerry. Setelah sekitaran 20 menit ternyata cerita atau buku yang diberikan oleh Cerry itu masuk ke dalam genre yang ia cari selama ini ya walaupun mungkin buku itu tidak menjadi buku rekomendasi tapi paling enggak bisa membuat pikirannya terbuka dengan percintaan atau tema ya.


"Ternyata seru juga ya bukunya. Hampir habis nih gue baca." Gumamnya dalam hati.


"Gue pikir selama ini buku yang dibaca sama orang-orang itu aneh apalagi tentang percintaan ternyata seru juga kalau dibaca secara have fun."


***


Tok...


Tok...


"Suara apa itu?"


Disela-sela Rival sedang asyik memainkan ponselnya dan menonton drama yang di televisi hanya sekedar hiburan belaka tiba-tiba ada orang yang mengetok dari luar. Ia pun mengecilkan volume televisi dan mendengarkan kembali apakah itu ada seseorang atau sekedar hanya ilusi belaka. Ternyata ketukan itu terulang dua kali ia pun berdiri dan berusaha untuk membukakan pintu, tiba-tiba kedua matanya langsung tercengang oleh orang yang tidak disangka kehadirannya.


"Lo ngapain ke sini?" Rival terkejut sekali ketika melihat Tiffany yang tiba-tiba datang, soalnya kak Roy sama sekali tak memberitahu sebelumnya.


"Kak Roy mana kakak lo?" Ia berjinjit melihat keadaan di dalam rumah apakah ada Roy di dalam sepertinya sepi sekali.


"Kakak gue lagi jalan sama gebetannya. Emang ada keperluan apa tiba-tiba pengen cariin kak Roy?" Lirik Rival kepada Tiffany yang berdiri di hadapannya. Dia sama sekali tak menyuruh Tiffany untuk masuk ke dalam. Rival sengaja berbohong kalau misalkan Roy sedang jalan dengan gebetannya padahal sama sekali ia tak tahu Roy berjalan ke mana.


"Tapi kalau misalkan lo pengen masuk boleh aja sih silakan duduk. Sumpah gue tuh kaget banget pas lo kesini udah lama banget ya kita nggak ketemu. Lo sih nggak satu kampus sama kita jadi udah lama banget gak ketemu." Tiffany tersenyum ketika Rival sudah mulai mereda karena terlihat sekali tadi di adiknya Roy begitu ketus mungkin karena tiba-tiba datang kali ya.

__ADS_1


"Ya udah deh boleh lo jangan jutek gitu dong sama gue. Gue kan kenal juga di sekolah, jadi jangan kayak gitu juga."


"Ya habisnya gue terkejut banget pas lo tiba-tiba ada disini. Ya udah deh kalau gitu lo masuk dulu ya gue bikinin minum." Tiffany mengangguk dan dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah tepatnya di ruang tamu.


"Silahkan di minum."


"Maaf banget loh kalau misalkan gue ngerepotin."


"Iya enggak masalah kok silakan minum."


***


"Jadi sebenarnya itu kedatangan gue ke sini adalah gue minta bantuan Roy untuk dia bantuin gue supaya gue nggak nikah sama cowok yang dijodohin sama gue. Hubungannya adalah gue nggak mau nikah sama tuh orang karena gue nggak cinta sama sekali sama dia. Gue ngajakin Roy buat jadi pacar gue dikarenakan biar nyokap gue itu percaya gue udah punya pacar."


"Itu tandanya lo manfaatin kakak gue dong?" Rival masih belum mengerti apa yang dimaksud oleh Tiffany.


"Enggak sama sekali kok gue enggak ada maksud buat ngerusak atau manfaatin kakak lo tapi gue pengen minta tolong aja pengen buktiin kalau misalkan gue bisa cari pacar sendiri tanpa harus dijodohkan. Gue harap lo tidak salah paham ya dengan apa yang gue omongin." Tuntasnya seperti itu.


Rival pun menyuruh Roy untuk duduk disampingnya ia menjelaskan kalau misalkan ia juga terkejut sekali ketika Tiffany datang ke sini. "Sebenarnya gue tuh kaget juga pas tiba-tiba dia datang ke sini tapi setelah tadi dijelasin ya udah akhirnya gue paham mungkin gue tinggal dulu kali yah Ini urusan kalian berdua.


Tiffany menjelaskan kedatangannya ke summary untuk apa "Jadi gue itu pengen bantuan sama lo minta bantuan sama lo Roy lo tahu kan maksud gue apa? Gue tahu lo bakalan bantu gue kok makanya gue ke sini please bantuin lo, ya gue enggak mau nikah sama orang yang dinikahkan sama gue."


"Gue sama sekali nggak cinta sama tuh orang gue bingung mau minta bantuan sama siapa lagi Roy kalau misalkan lo bantuin gue gue yakin banget gue nggak akan dijodohin sama orang yang enggak gue cinta selama ini. Please bantuin gue ya Lo mau kan jadi pacar pura-pura gue?"


"Seharusnya kan lo hubungin gua aja nggak usah repot-repot datang ke sini. Lu juga nggak kasih tahu kalau misalkan bakalan ke sini kan?"


"Gue nggak bisa mikir panjang lagi Roy, gue minta bantuan banget ya sama lo supaya semuanya bakalan berakhir. Gue tuh enggak mau nikah sama dia Roy sama sekali nggak mau!" Tiffany menunduk kebawah ia bersedih sekali dengan apa yang terjadi nanti dan apa yang tidak ia pikirkan. Sebagai laki-laki Roy merasakan jika ia diposisikan menjadi seorang perempuan iya tahu rasanya dijodohkan tu tak enak sama sekali dan ia juga akan menentang jika mendapatkan hal demikian jika di posisi tersebut.

__ADS_1


"Aduh sebenarnya gue bingung banget nih mau jawab apa tapi gue nggak janji ya bakalan bantuin lho atau enggak. Soalnya ini adalah masalah yang bukan masalah sederhana aja tapi masalah yang cukup besar dan cukup rumit lo ngerti kan masuk gue apa?" Roy tidak menjawab apa-apa ia tidak menjawab ia dan ia pun tak menjawab tidak jadi masih menggantung namun Tiffany masih punya kesempatan untuk bisa meminta tolong kepada Roy.


Diam-diam Rival mengintip pembicaraan antara Tiffany dan Roy. "Duh gimana ya kalau misalkan kak Roy terima Tiffany buat jadi pacar pura-pura? Kalau misalkan semuanya gagal gue sama Franda?" Batinnya dalam hati.


Ia tak mau mendengarkannya lagi dan di luar dari ekspektasi. Rival pun masuk ke kamar untuk memberitahukan peranda agar harus menyusun rencana yang lebih ekstrem lagi agar kakaknya tidak bersama Tiffany. Mungkin awalnya ketika waktu di masa bangku sekolah ya pengen banget Tiffany sama Roy tapi sekarang sudah berubah haluan ia ingin kakaknya bersama Cerry sahabat dari Franda agar mereka bisa barengan kalau mereka jadi nikah dan berjodoh.


"Aduh gawat banget nih aku pengen cerita sama kamu. Kamu harus dengerin aku dan kamu harus bantuin aku."


Franda


"Kamu tenangin dulu kamu ceritain pelan-pelan apa sih kok tiba-tiba kayak panik gitu emang ada apa?"


"Jadi tiba-tiba kamu tahu kan Tiffany kakak kelas kita dulu waktu SMA yang sekelas sama kak Roy. Nah dia itu bakalan minta buat jadi pacar pura-puranya dia karena dia itu pengen dijodohin sama cowok yang dijodohkan sama orang tuanya. Aku takut banget kalau misalkan kak Roy mau terus dampaknya adalah dia bahkan menjauh sama cari dan cari bakalan salah paham."


Franda


"Lah kok bisa jadi kayak begitu sih? Ya udah deh aku bakalan atur rencana supaya seri dan kak Roy jauh lebih dekat kamu juga bantuin aku jangan diem aja."


"Ya iyalah aku bakalan bantuin aku awalnya dulu setuju banget Tiffany sama kak Roy tapi lama-lama mungkin aku lebih setuju sama Cerry biar bisa jalannya bareng kita kalau kita nikah."


Franda


"Apaan sih kamu gombal banget jadi orang di masalah genting begini malah bercanda."


"Iya iya maaf deh, pokoknya kamu atur aja ya semuanya." Rival pun mematikan ponselnya dan ia berpikir kembali apa yang harus ia lakukan nantinya.


"Ya udah deh kalau gitu gue pulang dulu ya." Tiffany pun berpamitan kepada Roy ia hanya sekedar menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan kali ini secara mendesak. Awalnya Roy ingin menawarkan diri Untuk mengantarkan ia pulang ke rumah namun Tiffany menolak karena ia bisa pulang sendiri.

__ADS_1


"Gue nggak papa kok pulang sendiri ya udah gue pulang dulu ya Roy."


"Ya udah kalau gitu hati-hati ya semoga selamat sampai tujuan."


__ADS_2