
Pernahkah merasakan sesuatu yang dianggap ada tetapi tidak ada? Yang dianggap merasa tapi ternyata hanya semu? Karena sebuah keinginan yang terlalu besar jadi semua hal yang diimpikan seakan akan terjadi dan menghantui diri kita. Dan, ketika semua menyatakan kosong rasanya semua menjadi mati raga. Sindrom sindrom seperti ini ada kalanya menyerang kita. Termasuk Zefanya dalam masa produktif di kehidupannya, pada hubungan pernikahannya dengan Ezekhiel. Apa yang sedang terjadi?
...
Ezekhiel dan Zefanya memasuki ruang presentasi itu. Semua orang cukup terkejut karena tadi Zefanya hanya sendiri dan sekarang sudah bersama suaminya. Team iklan dari Zefanya sudah menyelesaikan presentasi mereka. Manager yang ditugaskan Ezekhiel cukup puas dengan konsep yang Vegra dan Fernand terapkan. Zefanya juga bangga dengan hasil kerja Vegra. Mereka langsung menerima pembuatan iklan bersama Zefanya yang seharusnya tidak diragukan lagi.
"Maafkan kami mengadakan presentasi ini, Nyonya Zefanya. Seharusnya kami percaya dengan seluruh pekerja di perusahaan iklan anda. Mereka semua sangat kreatif dan berpikiran futuristik seperti anda," kata sang Manager yang meminta pertemuan ini karena biasanya proyek iklan seperti ini Zefanya sendiri yang memberikan konsepnya jika berhubungan dengan keluarga terdalamnya.
Namun, sekarang Zefanya ingin menugaskan pada semua pekerjanya agar memiliki pembagian yang baik. Viena dan Dior kakaknya yang mengajarkannya. Hal ini juga agar membuat Zefanya tidak lelah memikirkan pekerjaannya.
"Sama sama Manager Luo. Saya juga ikut senang karena di sinilah wadah para pegawaiku meningkatkan kualitasnya. Suamiku juga sangat mendukung hal ini," saut Zefanya menanggapi permintaan maaf Manager Luo.
Mereka pun saling berjabat tangan dan Ezekhiel masih merangkul lengan istrinya.
"Nyonya Zefanya, apakah anda akan kembali bersama kami? Kami masih harus kembali ke kantor untuk melakukan brain storming dengan team proyek iklan lainnya," tanya Fernand karena melihat suami nyonya nya.
"Tidak Fernand. Kau kembali dengan Vegra saja. Dan, Vegra? Katakan pada Rosie kalau aku ke rumah sakit bersama suamiku," balas Zefanya meminta tolong pada Vegra dan Fernand.
"Baik Nyonya," ujar Vegra tersenyum. Vegra dan Fernand pun menuju ke basement parkir dan kembali ke kantor.
Sementara Zefanya dan Ezekhiel langsung bertolak ke rumah sakit dekat perbatasan Legacy dan Summer. Rumah sakit di mana Viena melahirkan ketiga anaknya.
Zefanya dan Ezekhiel menggunakan supir karena Ezekhiel agak lelah takut terjadi apa apa ketika di jalan. Zefanya juga yang melarangnya karena mereka akan melewati jembatan penghubung Legacy dan Summer. Sampai sekarang jika melewati jembatan ini, Zefanya masih teringat kejadian 5 tahun yang lalu ketika dirinya kehilangan suaminya.
Ketika hendak melintasinya saja, Zefanya pasti akan menundukan kepala dan menautkan kedua tangannya. Ezekhiel sangat merasakannya. Dia pun melingkarkan tangannya pada lengan Zefanya.
"Anya? Tenanglah, it's oke," bisik Ezekhiel tepat di sisi telinga istrinya sambil memegang tangan Zefanya. Zefanya merasakan kesejukan disekujur tubuhnya. Dia lalu mendongakan kepalanya menatap Ezekhiel dan tersenyum.
"You okey?" Tanya Ezekhiel lagi mamastikan.
Zefanya mengangguk.
"Don't leave me again!" Kata Zefanya memegang wajah suaminya.
"Tidak akan! Aku sudah bersamamu sekarang, sebentar lagi kita akan merayakan anniversary ke-tiga kita. Kau mau bagaimana? Party? Travelling? Or what?" Ezekhiel memberi banyak pilihan.
"Emmm, apa ya? Nanti kupikirkan, sepertinya aku mau jalan jalan saja, how?"
"Honey moon more and again?"
"Good idea!" Ujar Zefanya mengedipkan matanya dan menghambur dalam pelukan Ezekhiel. Ezekhiel juga makin mendekapnya. Mereka tersenyum bersama dan saling merasakan aroma tubuh masing masing.
Sekitar lima belas menit sudah melintasi jembatan itu, mereka sampai di rumah sakit. Zefanya hanya menunggu satu antrian karena merupakan pasien yang sudah membuat jadwal. Zefanya gugup pasalnya dia belum memeriksanya menggunakan testpack sementara Ezekhiel terus memandangnya sambil tersenyum.
"Jangan terus tersenyum, Eze! Aku benar benar gugup!" Ujar Zefanya sudah menautkan kedua tangannya.
"Kalau aku juga gugup maka kau akan semakin ketakutan, ya kan?" Gumam Ezekhiel tersenyum.
"Hemm, bagaimana kalau aku tidak hamil?" Kata Zefanya karena takut membuat suaminya bersedih.
"Buat lagi, begitu kata paman Leon mu dan juga dad mu!" Ezekhiel terkekeh.
"Argh! Kalian semua pria sama saja! Kami wanita yang khawatir. Dulu mom ku juga menunggu diriku dan Zhavia bertahun tahun, begitu juga dengan MomXa, hem masa aku juga, kita sudah 3 tahun, sayang, aku takut! Apa nanti kata orang?" Dengus Zefanya kembali menundukan kepalanya.
"Kau mendengarkan orang atau mendengarkan Tuhan?" Tanya Ezekhiel sedikit penekanan.
"Ya ya sudah, kalau kau sudah membicarakan Tuhan aku sudah tidak mengerti, tunggu saja hasilnya di dalam,"
"Jangan cemberut lagi!" Pinta Ezekhiel mencubit kecil pipi
"Hemm ..."
Ezekhiel tersenyum dan kembali merangkul Zefanya. Tak lama kemudian suster memanggil nama Zefanya untuk segera diperiksa. Zefanya dan Ezekhiel pun masuk ke ruang praktek.
"Selamat malam Nyonya dan Tuan Dimitri, apa kabar?" Sapa Dokter Spesialis kandungan yang biasa melayani mereka.
"Selamat malam, dok, aku sehat tapi istriku sepertinya tidak enak badan," saut Ezekhiel. Mereka pun saling berjabat tangan sebelum Zefanya dan Ezekhiel duduk bersebrangan dengan sang dokter.
"Oh iya? Semoga yang sudah kita harapkan terjadi. Apa kau sudah telat datang bulan, Nyonya?" Tanya sang dokter sambil membuka buku riwayat kesehatan Zefanya.
"Ya Dokter Lilian, saya sudah telat dua bulan ini, tapi aku tidak merasa mual dan muntah," kata Zefanya sedikit melemah.
"Tidak semua ibu hamil mengalami mual muntah, Nyonya. Contohnya saya, tiba tiba usia kandunganku sudah 4 bulan," balas Dokter Lilian tersenyum. Ezekhiel lalu menatap istrinya juga tersenyum sementara Zefanya memegang tangan Ezekhiel. Dia masih ragu dirinya hamil atau tidak.
__ADS_1
"Baiklah, bagaimana perasaan anda dua bulan ini? Apakah anda sudah melakukan pemeriksaan melalui test pack, Nyonya?" selidik Dokter Lilian.
Zefanya menggeleng.
"Tidak dok, aku takut jika hasilnya terus garis satu. Lebih baik aku menunggu bertemu denganmu saja. Dua bulan ini aku sering merasa pening, tubuhku pegal, sering mengantuk, perut keram, terkadang meriang dan tubuhku menghangat lalu malas untuk melakukan apapun. Sesekali memang merasa mual tapi tidak sampai muntah," kata Zefanya menjelaskan kondisi tubuhnya selama ini.
Dokter Lilian menulis nya pada buku riwayat Zefanya dan dia mengangguk angguk.
"Aku tidak yakin kau hamil atau tidak karena kau belum memeriksanya menggunakan test pack, tapi tidak apa. Kita akan lihat melalui USG saja. Semoga sudah terlihat janinnya dan kau benar benar mengandung," tutur Dokter Liliana tersenyum dan berjalan ke tempat tidur yang terdapat USG.
Zefanya pun mengikuti sang dokter. Dibantu dengan seorang suster, Zefanya menaiki tempat tidur. Ezekhiel dipersilahkan dokter untuk bisa mendampingi Zefanya di sampingnya.
Ezekhiel memegang mengelus lengan Zefanya agar tetap tenang dan tidak gugup. Ketika sang dokter sudah menempelkan alat USG tersebut di perut Zefanya, sang dokter menggeleng geleng. Zefanya dan Ezekhiel sekilas melirik ke layar monitor alat tersebut. Tidak ada apa apa di sana. Tidak ada bentuk bulat atau putih. Yang ada hanyalah hitam. Tak lama dokter Lilian menghentikan pencariannya.
"Silahkan kembali Nyonya dan aku sangat minta maaf," ucap Dokter Lilian menunduk cukup menyesal. Dia masih gagal membantu Zefanya mengandung.
Sementara Zefanya dibantu beranjak dari tempat tidur itu, dia merasa dirinya tidak hamil karena sang dokter tidak mengatakan apapun dan malah meminta maaf.
"Bagaimana dok?" Tanya Ezekhiel setelah dirinya duduk bersama Zefanya.
"Sayang sekali, tuan, istri anda belum juga mengandung," kata Dokter Lilian ikut bersedih.
"Aku sudah tahu, karena aku tidak begitu yakin," sela Zefanya menundukan kepalanya. Ezekhiel sudah kembali merangkul pinggangnya.
"Iya Tuan dan Nyonya. Saya hanya memberikan informasi kalau ada yang dinamakan hamil palsu. Hamil palsu atau pseudocyesis adalah kondisi yang membuat seorang wanita percaya bahwa dirinya hamil, padahal tidak. Ia bahkan memiliki banyak gejala umum dari kehamilan. Namun, ini tidak disebabkan oleh keguguran. Dalam hamil palsu, wanita tersebut memang tidak sedang hamil dan tidak pernah ada bayi. Ketika seorang wanita merasakan keinginan atau bahkan ketakutan yang kuat akan kehamilan, maka otak wanita tersebut salah menginterpretasikan sinyal sebagai kehamilan, dan memicu pelepasan hormon, seperti estrogen dan prolaktin, yang dapat menyebabkan gejala kehamilan yang sebenarnya," kata Dokter Lilian menjelaskan agar Zefanya tidak terlalu bersedih. Dia sangat mengerti perasaan Zefanya. Zefanya sudah hampir satu tahun berobat dengannya.
(Sumber hamil palsu ada di hellosehat.com)
"Ya dok terimakasih atas penjelasannya. Kami mengerti dan kami akan tetap berusaha. Lalu, langkah apa yang harus kami lakukan?" tanya Ezekhiel.
"Begini saja. Karena sudah tiga bulan ini Nyonya dan Tuan tidak melakukan perawatan, kita bisa memulainya dari awal. Namun, saya memiliki ketegasan untuk anda karena mengandung membutuhkan dua sel yang harus bersatu, bukan begitu Nyonya dan Tuan?" dokter Lilian memberi saran.
"Benar Dok. Jadi bagaimana kami mengulangnya?" kata Ezekhiel lagi.
"Oke, aku membutuhkan waktu selama 4 bulan. Terlebih dulu, aku akan memberikan obat penyubur dan vitamin untuk Nyonya Zefanya. Satu bulan sekali kalian datang kemarin untuk melihat sel telur juga perkembangannya setelah kalian berhubungan. Jika dalam 4 bulan Nyonya Zefanya tidak hamil, kau harus segera memeriksakan diri anda, Tuan Ezekhiel. Kau belum pernah menjalani sejumlah pemeriksaan kan? Seperti melihat kualitas sel sp*rma dan kuantitas air m*ni anda?" tanya Dokter Lilian memastikan.
"Belum dok,"
Zefanya hanya memperhatikan perkataan dokter Lilian. Zefanya sudah agak putus asa tapi karena melihat antusias dokter Lilian yang ingin membantunya, tidak ada salahnya untuk terus mencoba. Ezekhiel pun mengangguk menanggapi perkataan sang dokter.
"Mulai sekarang jaga diri kalian selama program hamil. Saya sarankan Nyonya Zefanya, jangan mengkonsumsi makanan mentah sepeti telur setengah matang, sushi atau makanan lainnya yang tidak dimasak secara matang karena akan mengundang bakteri dan virus yang menyerang janin. Selain itu konsumsi buah dan sayur. Jika anda ingin memiliki anak laki laki, konsumsi daging merah secara matang. Jangan lupa meminum obat dan vitamin anda. Sempatkan diri berolahraga dan lakukan hubungan dua atay tiga hari sekali. Tidak diperkenankan setiap hari karena kualitas produksi yang baik pada sel sp*rma adalah 24 jam. Apa sudah paham, Nyonya dan Tuan Dimitri?" Kata sang dokter lagi.
Zefanya mengangguk dengan mata yang berbinar binar. Dokter Lilian menyadari kerinduan pada Zefanya. Dia lalu memegang punggung tangan Zefanya yang ada di atas meja.
"Tenang saja nyonya, kita pasti berhasil. Jangan sungkan untuk menghubungiku jika kau mengalami kesulitan atau bertanya tentang kondisi anda padaku. Konsultasikan apapun yang kau ingin tanyakan. Aku akan memberikan nomor ponselku. Aku akan membantumu, kau tenang saja," ucap dokter Lilian tersenyum.
"Terimakasih atas dukungannya dok, kami akan mengikuti semua saranmu dan bulan depan kami akan kemari lagi," tutur Zefanya akhirnya membuka mulutnya. Ezekhiel menoleh pada istrinya juga tersenyum . Dia yakin, istrinya tidak akan menyerah begitu saja. Inilah salah satu alasan Ezekhiel begitu mengagumi dan memilih Zefanya di hatinya, karena Zefanya tidak pernah menyerah dan putus harapan. Dia terus berusaha selama jantungnya masih berdetak. Ezekhiel mengingat perjuangan istrinya itu ketika dulu mengembalikan semua ingatannya.
...
Keesokannya, Zefanya tidak jadi pergi ke rumah ibunya. Ezekhiel mengatakan akan pulang cepat dan ingin memasak bersama Zefanya. Akhir akhir ini Zefanya bercerita dia sudah mempelajari sejumlah masakan kesukaan Ezekhiel seperti ayam asam manis dan Salmond steak creamy sauce. Ezekhiel cukup penasaran dengan Salmond buatan Zefanya mengingat Zefanya tidak memasak sebelumnya.
"Zhavia menantang ku memasak steak Salmond karena Patrick juga menyukainya. Katanya bagaimana kita sebagai seorang istri bisa memasak masakan kesukaan suami. Jadi aku belajar membuat ini. Dan kurasa tidak buruk ketimbang Zhavia yang masih takut dengan minyak. Masa dia mau membakar Salmond dengan minyak yang cukup banyak. Dia mau membuat steak Salmond atau Salmond goreng sih?!" Decak Zefanya memberitahu suaminya. Ezekhiel tertawa mendengar celotehan istrinya malam itu.
"Baiklah kalau begitu, mari kita coba Salmond ini! Ini matang kan, sweetheart? Karena ingat kata dokter Lilian ya?" Ezekhiel mengingatkan.
"Aku tidak memakannya, aku takut tidak matang, aku makan ayam ini saja, hihi!" Zefanya terkikik.
"Curang! Baiklah aku akan mencobanya!" Kata Ezekhiel tersenyum dan meraih garpu serta pisaunya. Dia mulai memotong sedikit bagian dan memakannya. Ezekhiel mencoba mengidentifikasi rasanya perlahan.
"Hemm, delicious, Zefanya! I like it!" gumam Ezekhiel lalu kembali memotong salmondnya lagu.
"Are you seriously?"
"Yes, cobalah sedikit!"
Zefanya lalu mencobanya sedikit dan benar kata suaminya. Daging ikannya matang dan rasanya tidak terlalu asin tapi tetap berasa.
"Darimana kau mempelajarinya?" tanya Ezekhiel.
"Waktu itu Aunty Salma mu pernah mengajariku. Walaupun dia mengajarinya begitu cepat tapi aku mencatatnya. Aku juga memperhatikannya. Dan sekarang ku terapkan," ujar Zefanya tersenyum.
"Ohh ya Aunty Salma. Untung kau mengingatkan," saut Ezekhiel mengingat sesuatu.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" tanya Zefanya kini memakan ayam dengan kentangnya.
"Dia baru saja kehilangan suaminya, Anya," kata Ezekhiel memberitahu.
"Ah, kau serius tuan? Kapan?"
"Baru saja kemarin. Aku lupa sekali memberitahumu karena aku mencemaskan kondisimu. Baru besok aku akan ke Japanis melihatnya. Kau mau ikut kan?" ajak Ezekhiel yang tidak bisa meninggalkan istrinya lagi.
"Ah iya iya boleh. Aku akan menghubungi Rosie untuk membatalkan pertemuan ku dan memberitahu mom kalau aku belum bisa ke rumahnya," kata Zefanya antusias.
"Setelah dari Japanis kita akan ke rumahmu, sweetheart. Eng, Zefanya?" ujar Ezekhiel masih ingin bicara pada Zefanya.
"Apa sayang?"
"Apa kau tidak merasa kalau mansion ini terlalu besar hanya untuk kita berdua? Carlos selalu menginap di rumah Edison atau Theo, dia jarang kemari. Hanya ada aku, kau dan dua orang pelayan," gumam Ezekhiel awal awal.
"Jadi maksudmu?" tanya Zefanya manatap suaminya serius.
"Bisakah kita mengijinkan Aunty Salma untuk tinggal di sini? Kedua anaknya meminta tolong padaku karena keluarga suami mereka tidak begitu cocok dengan Aunty Salma. Entahlah apa yang terjadi dengan mereka. Lagipula dulu, mommy ku pernah memintaku untuk selalu menjaga adiknya itu. Apa kau keberatan?" tanya Ezekhiel menghentikan sesaat makannya.
Zefanya sedikit berpikir tapi sepertinya tidak ada masalah. Toh dia juga membutuhkan teman ketika Ezekhiel harus ke Honolulu dan dirinya tidak bisa meninggalkan kantor.
"Ah sama sekali tidak, sayang, ini mansionmu. Mungkin saja aku bisa cocok dengannya. Aku bisa menganggapnya seperti mom ku? Dan, ia bisa menggantikan posisi mommy mu, bukan begitu kah?" ujar Zefanya akhirnya.
"Ya kau benar, Anya. Aku yakin kau tidak akan keberatan. Aku juga kasihan dia harus tinggal sendiri. Dia adik kandung mommyku, Zefanya," tambah Ezekhiel lagi mengingatkan.
"Ya, kita sekalian saja membawanya kemari ketika kita menengok makam suaminya,"
"Terimakasih sayang, semoga kita bisa jadi keluarga yang harmonis,"
"Ya, semoga saja, habiskan makanan ini, biar aku menghubungi Rosie," kata Zefanya lagi lalu menuju ke kamarnya hendak mengambil ponselnya. Sementara Ezekhiel menarik napas lega istrinya mengijinkan bibinya yang satu itu. Semoga tidak akan terjadi masalah dan keputusannya membantu bibinya adalah benar.
...
...
...
...
...
Yakin, sir?
Liat aja nanti lah yaa smoga aunty mu ga berulah 😁
.
Next part 3
Masih stay tune kan?
Apakah program hamil pasangan ini berhasil?
Akankah sampai 4 bulan Zefanya belum kunjung isi?
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1