
Dior telah bersiap dengan kemeja biru tua dan celana hitam nya. Dia hendak pergi ke taman bianglala itu bersama Gracia. Taman Bianglala adalag Sebuah taman rekreasi atau hiburan yang menyediakan banyak permainan wahana yang dapat dinaiki kalangan anak, remaja sampai dewasa.
Gracia sudah menunggunya di sofa sambil bercakap cakap dengan Viena dan Lexa. Mereka membicarakan gaya fashion terkini yang terdapat di majalah.
"My Gosh! Gracia, kau memang tepat memilih Dior, lihat dia sangat tampan kan?" Kata Lexa melihat Dior berjalan ke arah mereka.
Gracia menengok dan benar apa yang dikatakan Lexa. Tunangannya itu tampak begitu menawan. Tidak usah ketika sudah rapi begini, belum bersiap saja, Dior sudah sangat menggemaskan baginya. Apalagi ketika pria itu mengecup bibirnya lembut. Meski begitu, Dior masih hanya berciuman dengan Gracia. Dia belum bisa membawa dirinya untuk ke arah yang lebih dengan Gracia. Entah mengapa dirinya masih agak takut apalagi Gracia juga tidak pernah punya pengalaman apa apa mengenai berpacaran. Dior yang masih membimbingnya.
Seiring berjalannya waktu, Dior yakin akan membuat kenikmatan di antara hubungan mereka dengan berlandasan cinta bukan nafsu. Atau bisa saja Dior melakukannya setelah mereka resmi menikah. Semoga tidak ada gelagat Gracia yang memancing dirinya untuk melakukannya. Seperti tadi pagi ya Gracia begitu menggodanya. Bisa bisa nya anak kecil itu ingin melihat dirinya tidur tanpa pakaian. Dior jadi curiga pasti ada seseorang yang memanas manasi nya sehingga dia berpikir seliar itu. Entah mengapa Dior jadi memikirkan Zefanya dalam hak ini.
"Kak, kau sudah siap?" Tanya Gracia berdiri dari dudukan sofanya.
"Aku juga sudah siap!" Tiba tiba sebuah suara meramaikan suasana.
"Aku juga!"
"Zhavia, Zefanya? Mengapa kalian juga siap? Memangnya?" Gracia sedikit menaikan alisnya.
"Aku mengajak mereka agar kita bisa bersenang senang bersama, Gracie." Dior menjawab sambil merangkul Zhavia yang sudah berada di samping kakaknya.
"Oh begitu?" Gumam Gracia setengah menunduk muram.
"Kau tidak senang Gracie?" Selidik Zefanya.
"Senang, tenang saja." Saut Gracie namun dengan wajah masam. Dior sedikit terheran dan Viena sudah ikut berdiri di samping Gracia.
"Ada apa sayang? Kau tidak mau mereka ikut?" Viena mencoba meluruskan.
"Bukan, aku hanya ingin memiliki momen kemesraan dengan kak Dior, aku kan baru saja tunangan. Emm, seperti bulan madu kecil." Jawaban Gracia benar benar penuh kepolosan. Zefanya tersenyum tipis dan sedikit berdecih.
"Bulan madu kecil apaa?!! Kau tenang saja Gracie, kami juga bersama pasangan kami. Tuh, Tuan Ezekhiel ku sudah menunggu di luar. Baiklah aku pergi duluan! Bye Mom, Momxa, Dior, Zhavia dan Graciaku sayang aku duluan, ketemu di sana yaa???" Kata Zefanya melambaikan tangannya menuju keluar. Kekasihnya sudah menunggu di sana.
"Kau Zhavia?" Gracia melirik calon adik iparnya.
"Aku? Oohh iya si bodoh tuan muda kwan itu sudah menunggu ku di taman itu. Dia tidak bisa menjemputku sepagi ini!" Zhavia menggaruk garukan kepalanya.
"Kau sudah menjadi kekasihnya Zhavia? Mengapa tidak bicara padaku dan mengenalkan pada Mom?" Selidik Dior.
"Tidak kak! Kekasih apa? Kami hanya teman PURE teman!" Balas Zhavia sedikit geram.
"Tuan muda menyukaimu begitu kok." Gracia mencibir.
"Tidak Gracie! Sudahlah, mengapa jadi membahas hubungan kami! Sejatinya kami teman teman teman! Ah, kak Dior kau ingin aku ikut apa tidak? Kalian terus saja menggoda ku, aku tidak suka dia! Kakaknya jauh lebih tampan .." balas Zhavia dengan suara meninggi namun memelan ketika mengatakan kakak dari Patrick.
"Sudahlah kalian jangan pusing seperti ini. Gracie, biarkan Zhavia dan Zefanya ikut. Kalian bisa bersenang senang bersama. Kau jadi tidak begitu kesepian. Di taman wahana itu paling menyenangkan jika berkelompok." Sela Viena menyudahi salah tingkah anak terakhirnya.
"Benar Gracie! Nanti kalian harus menaiki Bianglala. Di sana hal yang romantis jika kalian menaikinya masing masing." Tambah Lexa mengingat wahana terfavorit untuk para pasangan.
"Ahh benar sekali apa yang dikatakan Momxa Gracie. Sudah sana berangkat, nanti terkena traffic jam!"
"Ayo Gracie! Kau akan tetap bersamaku, tenang saja!" Sambung Dior merangkul kekasihnya.
"Gracia ini kadang kadang mau denganku dan Anya tapi juga kadang mau mengasingkanku, lihat saja kau!" Decak Zhavia merutuki calon saudara iparnya.
"Kau dengarkan kak, Zhavia mau mengerjaiku!" Dengus Gracia mendengar celotehan saudara kembar kekasihnya.
"Haha, tidak, kau tenang saja!" Balas Dior merangkul kepala Gracia dan mengecupnya.
...
Mereka telah berada di tengah tengah taman wahana itu. Gracia sudah memilah milah wahana apa yang ingin ia naiki yang sekiranya hanya dapat berdua saja dengan kakak Dior nya itu. Dior terus menatap Gracia dengan tersenyum. Dia tahu apa yang dipikirkan kekasihnya itu. Sementara Zefanya malah terus saja berangkulan dengan Tuan Ezekhiel nya itu. Dan Zhavia? Zhavia sedang merutuki Patrick yang belum kunjung tiba. Dia sudah kesal setengah mati karna mungkin dia akan menunggu sendirian jika kedua kakaknya itu saling berpasangan menaiki wahana.
"Seharusnya aku memberanikan diri mengajak kakaknya, bukan dia! Tukang tiduuurr!!!" Dengus Zhavia mengepalkan tangannya.
"Zhavia, kapan Patrick mu akan datang?" Tanya Dior yang sontak membuat Zhavia terkejut dengan kata 'mu'.
"Kak Dior jangan bilang begitu, nanti dia mendengar! Aku tidak ada hubungan apa apa dengannya, pecayalah!" Zhavia merajuk memohon pada kakaknya agar tidak menggodanya terus.
"Kau tunggu saja terus Via! Kak Dior , aku kesana dulu ya?" Ijin Zefanya dan Dior menyetujui. Sepertinya Zefanya harus memakan sesuatu karna tadi ia terlambat sarapan.
__ADS_1
Setelah lima belas menit kemudian, Gracia sudah tidak sabar ingin menaiki sebuah wahana seperti perahu yang melayang layang.
"Zhavia, kita harus antre! Tuan Muda masih lama tidak?" Kata Gracia hendak menuju ke wahana kapal itu.
"Tidak Gracia! Aku sudah di sini." Sela sebuah suara yang sudah mereka tunggu.
"Kau ini lenyap dari muka bumi atau tidur sih?! Lama sekali bangunmu!" Dengus Zhavia dengan semua tenaga sabarnya yang sudah hilang.
"Hihi, maaf Zhavia, semalaman aku berlatih piano." Patrick menggaruk garukan kepalanya.
"Bohong! Aku tahu apa yang kau lakukan!".
"Kau yang mengetahuiku sayang!"
"Sayang apa kau! Jangan sembarangan!" Decak Zhavia menekuk wajahnya dan mendahului Gracia menuju ke wahana kapal itu.
Dior tersenyum kecil dengan tingkah dua orang itu. Ya, memang terlihat Zhavia belum menyukai Patrick, namun Dior yakin mereka mungkin akan saling memiliki. Patrick pun sudah menyusul Zhavia setelah memberi salam pada Dior. Dior pun merangkul Gracia menuju ke wahana yang ingin dinaiki kekasihnya itu.
Dior menuruti semua yang diinginkan Gracia. Termasuk membeli es krim yang diikuti Zhavia juga Zefanya. Dan, pria tampan itu selalu menggandeng atau merangkul pinggang Gracia. Dia tidak mau merasa Gracia pergi bersama teman teman atau kerabatnya, melainkan tetap bersama kekasihnya. Dior pun jarang berbicara dengan Ezekhiel. Begitu juga memang temannya juga terlalu sibuk menggandrungi adik nya.
"Kak, dari tadi kita menaiki wahana yang bersama, kapan kita akan menaiki wahana yang hanya kau dan aku?" Gracia merajuk menagih janji yang dikatakan Viena atau Lexa. Dior berpikir, wahana apa yang bisa mereka tumpangi untuk sesiang ini karna bianglala itu bisa dinaiki ketika pukul 3 sore ke atas. Sekarang bahkan belum jam makan siang.
"Zhavia, ayo kita manaiki mobil mobil itu, aku akan mengajarimu menabrak yang baik!" Kata Patrick tiba tiba menarik tangan Zhavia menuju ke wahana seperti pertempuran para mobil.
Dior langsung mengikuti arah kepergian Zhavia dan Patrick dan sepertinya ini bisa mereka kendarai berdua. Ezekhiel dan Zefanya pun juga sudah mengikuti Zhavia dan Patrick.
"Gracia, kau mau menaiki mobil itu? Aku bisa membantumu menyetir mobilnya. Kita akan menaikinya bersama." Kata Dior nenaikan alisnya.
"Tapi itu kasar sekali kak! Permainan itu memang cocok dengan saudara kembarmu, tapi tidak .."
"Kupastikan mereka tidak akan menabrak kita!" Ucap Dior tersenyum yakin. Dia sering memainkannya dulu bersama ayahnya, Leon dan Xelino. Dulu Dior tidak mau bersama siapapun. Dia ingin mengendarainya sendiri. Berbeda dengan Xelino yang selalu dengan ayahnya. Dan begitulah, Dior selalu memenangkan permainan karna tak sedikit pun ayahnya maupun Leon menabraknya.
"Aahhh, kebetulan sekali hanya kita bertiga mobil ini yang akan bermain di arena ini!" Teriak Patrick merasa senang karna akan mudah menyelesaikan permainan.
"Kau berisik sekali! Kalau baru sebentar sudah tertabrak, habis kau!" Celetuk Zhavia malas dengan gaya sombong senior nya itu.
Dior tersenyum tipis. Dior merasa, Patrick benar benar berbesar diri. Sementara Ezekhiel dan Zefanya hanya tersenyum senyum seraya hanya ingin menikmati permainan.
Dan permainan pun dimulai. Ketiga mobil itu sudah bersiap dijalankan pengemudinya. Gracia sudah agak takut jika terkena tabrakan. Tiga kali terkena tabrakan mereka gugur. Dan sensor mobil tersebut dinyatakan tertabrak ketika mengenaik samping mobil yang di tempelkan oleh bagian depan mobil si penabrakan.
"Tenanglah, ini hanya permainan. Kita hanya perlu menghindar, tidak menabrak atau di tabrak, oke?" Dior menenangkan kekasihnya yang sangat takut dengan kekerasan.
"Kau yakin kak?"
"Yakin! Dan kita akan menjadi pemenangnya!"
Selalu dan selalu perkataan Dior selalu menenangkan hati Gracia apapun yang diucapkan kekasihnya karna sangat penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.
Dann sekitar satu menit mereka sudah saling mengicar. Benar saja.
Buak!! Patrick sudah berhasil menabrak bagian samping mobil Ezekhiel dan Zefanya.
"Hahaha, kita tertabrak anya!" Kata Ezekhiel tetap santai karna dia hanya sekedar hiburan. Ezekhiel memang sangat dewasa dan sama seperti Dior ingin memanjakan kekasihnya. Namun, nampaknya berbeda dengan kekerasan hati kekasihnya. Zefanya tampak tak terima.
"Hem, pria kecil itu lumayan juga Tuan! Sini, biar aku yang membalasnya!" Decak Zefanya yang malah duduk di pangkuan Ezekhiel.
"Zefanya, mengapa kau begini?" Ezekhiel terkejut dengan tingkah Zefanya. Dia agak salah tingkah. Untung saja arena ini sepi.
"Sebentar saja tuan, kau lihat ke ahlianku!"
Sementara Gracia terkejut melihat aksi Zefanya yang sanga berani karna Ezekhiel tidak bisa berpindah selama mobil terus berjalan. Dan mereka tidak bisa turun di arena bermain ini. Dior terkikik melihat kegelisahan Ezekhiel yang sudah mengelus ngelus dahinya.
Dan karna hal ini, Patrick dan Zhavia yang juga terkejut melihat aksi Zefanya malah menjadi lemah.
"Saudara kembarmu benar benar menyeramkan Zhavia! Dia duduk di atas kekasihnya!" Gumam Patrick menggeleng gelengkan kepalanya.
"Ini semua karna mu Tuan Muda Kwan!"
Buak! Zefanya berhasil menabrak samping mobil Patrick.
"Hem, bicara saja kau terus, kedudukan satu sama!" Dengus Zhavia dan Patrick kembali menggebu gebu.
__ADS_1
Kini Patrick nampaknya hendak mengincar Dior yang benar benar diam saja dengan Gracia. Ketika insting Dior sudah menangkap sebuah mobil yang mengincarnya, Dior menjalankan aksinya. Dia menghindari setiap arahan Patrick. Dior menghindarinya dengan santai dan malah sesekali mengedipkan mata pada Gracia. Gracia bahkan Ezekhiel, Zefanya, Zhavia dan Patrick pun di buat takjub dengan gaya mengemudi Dior yang sangat santai namun penuh keindahan.
Dan sekali waktu Dior agak mengelabui Patrick. Dia diam saja di pinggir arena. Patrick merasa Dior tidak menyadari dan dengan cepat Patrick hendak menabraknya namun sayang Dior lagi lagi berjalan ke depan dengan pelan saja lalu tersenyum manis ketika Patrick melintasi belakang mobilnya. Mobil Patrick dan Zhavia menabrak pembatas dan saat itu malah mobil Ezekhiel yang menabrak pinggiran mobil Patrick.
"Paaattrriicckkk!!! Perutku jadi mual begini! Sudahlah aku berhenti!" Decak Zhavia sebal karna sepertinya mereka akan kalah dengan peraturan ini.
Patrick yang terus memukul pengemudia akhirnya mengikuti Zhavia yang berjalan keluar arena. Dior tersenyum dan Gracia sudah memeluknya mengakui kehebatan kekasihnya. Ezekhiel pun juga tersenyum melihat kedua orang yang umurnya jauh di bawahnya. Ternyata mengasikan bermain dengan seluruh keluarga Dior dan Zefanya. Mereka berempat pun akhirnya menyusul Zhavia dan Patrick.
"Jangan marah begini Zhavia! Aku hanya terlalu bersemangat!" Patrick memohon pada Zhavia sambil sedikit terkekeh.
"Makanya! Tanganmu ini hanya untuk menciptakan lagu bukan mengemudi!" Decak Zhavia.
"Aku bisa tapi aku memberi mereka kesempatan untuk menang supaya para pacaranya terkagum. Kau tahu maksudku kan Zhavia?" Kata Patrick menundukan tubuhnya melihat Zhavia menggoda.
"Tuan Muda, kau memang mudah sekali berkelit ya? Zhavia, Patrick mengemudi sangat baik, jangan remehkan dia!" Saut Dior menepuk pelan bahu Patrick.
"Nah, kakakmu yang hebat itu saja mengakuiku Zhavia!" Patrick terkikik.
"Zhavia, ayo kita makan siang!" Ajak Gracia kemudian. Dia sudah mengalungkan tangannya di lengan Dior dan menuju ke restoran terdekat.
Ketika mereka menyusuri jalan jalan yang sudah agak ramai itu, seorang pria seumuran Gracia menabrak nya dari samping. Gracia yang tanpa kesiapan menjadi terjatuh. Dior terkejut dan tidak memikirkan orang yang menabrak kekasihnya tapi membantu Gracia.
Pria itu melihat sedikit ke belakang ke arah Gracia sehingga tidak melihat Patrick yang ada di depannya. Dia pun menabrak punggung lebar Patrick.
"Hey sir! Hati hati!" Kata Patrick menoleh ke belakang yang diikuti Zhavia.
"Maaf maaf, aku terburu buru.." pria itu mencoba meminta maaf namun rasanya Patrick mengetahui orang ini.
cast Stanley N. : Dino Seventeen / Lee Chan
_________________________________________
"Stanley?" Pekik Patrick sangat tahu dengan orang ini.
"Eh, kau? Patrick kan?" Pria itu kembali menerka dan akhirnya mengingatnya.
"Aahh sudah lama sekali!" Patrick dan pria itu pun berpelukan. Mereka seperti saling mengenal.
"Patrick, dia sepertinya juga menabrak Gracie, lihat kak Dior sudah tampak geram!" Bisik Zhavia namun terdengar pria kenalan Patrick itu. Zhavia yang merasakan aura kakaknya dan sepertinya Gracia agak terluka di bagian telapak tangannya karna menahan dirinya terjatuh.
Pria bernama Stanley itu langsung berbalik hendak meminta maaf namun seketika dia terpaku melihat Gracia. Wajah Gracia yang penuh kelembutan dengan poni di depan dahinya menambah manis parasnya.
...
...
...
...
...
Lalalalaa siapa Stanley? Kenapa kenal Patrick? Apa akan ada hubungannya dengan Dior dan Gracia? 😁😁
Next part 9
Kita bahas Dior dan Gracia ya, belum yang lain lain dulu, semua itu hanya cameo pendukung agar kalian tidak terlalu bosan 😍😍
Tapi pasti ada vii?
Kita liat alur nya yaa 😁
.
Jangan lupa bubuhkan LIKE kalian pada gambar jempol dan berikan KOMENTAR untuk menunjang novel favorite kalian ini 😁😁
.
__ADS_1
Kasih juga yuk RATE dan VOTE nya di depan profil novel yaa 😍😍
Selamat membaca n i laf you gaes 💋💋