Mantan Terindah

Mantan Terindah
Ingin Pengakuan


__ADS_3

"Tahu tentang apa maksudnya?" tanya Nadia.


"Tentang asal usul ku, mungkin?" balas Gani. Kali ini Gani terlihat serius. Bahkan ia bangkit dari pangkuan sang kekasih. Menatap mata Nadia, seakan memaksa gadisnya untuk jujur.


"Aku nggak ingin menutupi apa pun dari kamu, Mas. Tetapi aku juga nggak punya wewenang untuk menjelaskan perihal ini sama kamu. Ada yang lebih berhak dari aku. Ada yang lebih berkewajiban dibanding aku," ucap Nadia, tak kalah serius.


"Kalo boleh jujur, aku menunggu saat itu, Nad. Aku menunggu ibu sama ayah ngejelasin semua ke aku. Aku ingin bertanya, tapi aku takut melukai perasaan mereka. Mereka sudah berjuang ngebesarin aku sampai segede ini. Mana mungkin aku tega nyakitin mereka," ucap Gani.


Nadia mengangguk mengerti. Nadia yakin, hati Gani begitu baik. Mana mungkin ia tega menyakiti seseorang yang sudah berbuat sangat baik padanya.


"Sejak kapan kamu tahu atau sejak kapan kamu curiga tentang kebenaran dirimu sendiri?" tanya Nadia, penasaran.


Gani tersenyum, namun bukankah pertanyaan itu wajar.


"Nad, bagi siapa pun yang punya mata, pasti bakalan curiga. Kamu lihat ibu sama ayahku kan, lalu bedakan denganku. Mungkinkah aku anak mereka?" tanya Gani, sedikit bercanda.


"Ih, jangan begitu. Dosa loh!" balas Nadia.

__ADS_1


"Bukan! Gini... ibu sama ayahku itu orang pribumi. Terus anaknya Chinese banget begini. Jawabannya ada dua kemungkinan, kalo ibuku nggak selingkuh, pasti aku anak orang lain, iya kan?" jawab Gani, santai, tapi Nadia tahu, saat ini hati sang kekasih pasti sedang bertanya-tanya bingung.


Nadia menganggukkan kepalanya. Paham dengan pemikiran Gani.


"Apakah Mas nggak pernah nanya gitu ke ibu atau ayah?" tanya Nadia lagi.


"Aku udah bilang, kan. Kalo aku nggak tega. Mereka berdua sangat istimewa bagiku, Nad. Andai aku memiliki banyak harta dan aku gunakan untuk membayar mereka, aku rasa tidak akan cukup. Cinta yang mereka kasih ke aku, nggak akan pernah bisa aku ganti dengan materi, Nad. Apa lagi harus sampai hati menggores hati mereka dengan sebuah pertanyaan yang bisa dikatakan adalah sebuah ketidakpercayaan. Sungguh, aku nggak tega, Nad," jawab Gani lagi.


"Iya, aku paham. Sabar ya Mas. Insya Allah nanti akan ada titik terang sesuai yang Mas inginkan," jawab Nadia seraya mengelus pundak sang calon suami. Sedangkan Gani, hanya tersenyum. Meskipun jujur saat ini hatinya tengah masuk ke dalam rasa penasaran yang teramat sangat.


***


Diam-diam pria itu melanjutkan pergerakannya dengan mengerahkan beberapa anak buahnya yang masih bersarang di perusahaan milik Vita.


Pria jahat ini tersenyum senang. Karena ia merasa aksinya ini tidak akan terbaca. Mengingat mereka lebih fokus pada misi penyelamatan Vita dan Bima.


"Ambil arsip-arsip yang belum terdeteksi oleh merek, tetap fokuskan perhatian orang-orang yang menyayangi Vita dan suami dalam misi pencarian mereka. Lalu, setelah itu, mari kita terkam orang-orang mereka yang ada di perusahaan," ucap Pria itu, menggebu penuh dendam.

__ADS_1


"Baik, Bos. Jaga diri, baik-baik di sini, Bos!" ucap pria yang ditugaskan untuk menjadi kaki tangannya di luar, selama ia berada di dalam penjara.


"Ini belum seberapa Vita, ini adalah hukuman mu karena menolak cintaku. Ini baru dimulai sayang, aku tidak bisa mendapatkanmu, maka pria itu pun tak akan pernah ku izinkan memilikimu. Perihal perusahaan, itu adalah murni milikku. Kamu tidak tahu apa-apa soal itu. Itu hak mamaku sebagai istri pertama. Bukan suamimu, yang nyatanya hanya anak haram. Asal kamu tahu itu," gumam pria itu lagi.


Sungguh rumit cerita masa lalu keluarga Luis sehingga berakibat tidak baik bagi Vita yang notabene adalah mantan istri pria itu.


Harta yang dimiliki Luis, semua nya jatuh ke tangan Vita setelah Luis meninggal.


Sebagai anak pertama dari istri pertama seorang Gionardo, yang tak lain adalah ayah kandung Luis, Victor tentu saja tidak terima. Terlebih, harta milik Gionardo tak sedikitpun diberikan pada ibunya. Justru harta itu jatuh ke tangan ibu kandung Luis, yang ternyata hanyalah istri simpanan dari Gionardo.


Kepandaian ibu kandung Luis mendekati kedua orang tua Gionardo, membuat wanita itu disayang dan dijadikan mantu idaman di keluarga tersebut.


Wajar, jika sebagai anak Victor marah di perlakukan seperti itu.


Intinya, Victor datang dengan membawa dendam. Victor datang dengan membawa kekecewaan. Victor datang dengan kemarahan atas apa yang terjadi pada ibunya. Di tambah cintanya ditolak oleh Vita. Rasa kecewa yang berlebihan membuat pria ini ingin merebut semuanya.


Dia ingin membuktikan pada dunia bahwa dia bukan anak haram. Dia memiliki hak untuk diakui sebagai anak. Dia ingin membuktikan pada seluruh dunia bahwa dia memiliki hak disayang dan diakui, sama seperti sang adik.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2