Mantan Terindah

Mantan Terindah
Mencoba Menutupi Perasaan


__ADS_3

"Ikhlas ya, Kak, kalo abang harus bertanggung jawab atas kesalahannya dulu?" tanya Vita ketika mereka sampai di kediaman Vita.


"Entahlah... aku memang mendukung hukuman itu untuknya, setidaknya biar dia jera. Tetapi aku juga nggak tega dia berada di tempat seperti itu. Terlebih putra Kami sangat merindukannya," ucap wanita itu.


"Apakah kakak masih cinta sama abang?" tanya Vita.


Wanita itu menggeleng.


"Tapi kakak begitu peduli padanya," ucap Vita.


"Peduli bukan berarti cinta. Aku sayang padanya, tapi untuk cinta, rasanya sudah nggak ada. Aku sudah mengikhlaskan kepergiannya sejak dia jujur padaku, bahwa tak pernah ada aku di hatinya. Aku mendekatinya karena nggak ingin putraku kehilangan sosoknya, itu saja," jawab wanita itu. Matanya terlihat berkaca-kaca, seakan tidak bersungguh-sungguh dalam ucapannya. Seperti sedang menutupi apa yang sebenarnya terjadi dengan hatinya.


"Kakak sungguhan udah nggak cinta lagi sama abang?" tanya Vita lagi, mencoba memperjelas apa yang terjadi dengan hati wanita itu.

__ADS_1


"Tidak, sungguh. Aku sudah ikhlas. Beneran," jawabnya lagi.


Kali ini Vita tidak memaksa, sebab kata ikhlas yang diucapkan wanita itu beberapa kali, seperti sebuah tekanan untuk wanita itu. Dan Vita tidak ingin menambah tekanan yang dirasakan oleh wanita itu.


"Untuk sementara, Kakak tinggal di apartemen abang ipar Vita dulu ya, sampai kondisi bisabisa kita katakan kondusif. Masalah administrasi dan sebagainya, kakak nggak usah khawatir. Sekertaris Vita bakalan urus semua untuk kakak dan juga Dilan. Pokoknya jangan khawatirkan apapun, ya!" ucap Vita.


"Tidak, Vit. Tidak usah begitu. Aku dan Dilan, kami sudah memutuskan untuk kembali kampung aja. Aku juga udah dapet kerjaan di sana. Aku nggak mau ngrepotin siapapun, Vit. Pokoknya terima kasih banyak karena udah peduli sama kami. Insya Allah kami akan baik-baik saja." wanita itu tersenyum. Lalu ia pun mengambil ponselnya, menelpon seseorang. Entah siapa itu.


Wanita cantik itu tersenyum. Lalu ia pun menjawab, " Tidak, nggak usah seperti itu. Lagian aku bukan kakak iparmu lagi. Aku sudah jadi orang lain. Nggak pa-pa. Aku sudah terbiasa sendiri, bahkan sebelum aku dan Victor memutuskan untuk berpisah. Jadi aku fine kok. Sebenarnya aku ke sini juga karena surat yang ditulis oleh Mommy sebelum meninggal. Surat itu sampai ke aku, sebulan yang lalu. Entah siapa yang mengirimkannya, tapi aku sangat kenal tulisan itu. Kamu mau baca?" tawar wanita itu.


"Itu surat untuk kakak, mana mungkin aku boleh baca," ucap Vita.


"Boleh, bacalah. Ini menyangkut mantan suamimu dan mantan suamiku. Tapi untuk keabsahan kebenaran cerita dalam surat itu, aku sendiri nggak berani bilang seratus persen benar. Karena kita sama -sama tahu, bahwa kita hanya mendengar cerita dari satu sisi. Kita nggak denger cerita dari papa Giovano. Jadi ya, begitulah. Aku pun nggak bisa mengambil keputusan perihal masalah ini. Yang penting, aku datang ke Jakarta hanya untuk menyampaikan pesan dari mendiang mantan ibu mertuaku, kepada putranya. Itu saja. Tidak lebih dan tidak kurang," ucap wanita itu.

__ADS_1


"Entahlah, Kak. Tapi aku merasa, itu bukan alasan kakak yang sesungguhnya. Aku yakin ini karena kakak masih cinta sama bang Victor. Benarkan?" balas Vita.


"Sudah ku bilang, nggak Vita. Beneran. Serius. Pokoknya intinya, aku hanya ingin ayah dari putramu baik-baik saja. Masalah perasaan aku ke dia, itu nggak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kedatanganku ke Jakarta." Wanita itu mencoba menghindari tatapan Vita. Agar Vita tidak tahu, bahwa sebenarnya dia sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Namun, Vita bukanlah wanita bodoh yang mau percaya begitu saja dengan ucapan wanita itu. Vita yakin jika wanita yang ada di depannya saat ini sedang menyembunyikan perasaannya.


Entah apa yang ditakutkan wanita itu. Yang jelas, ia begitu kekeh mencoba menutupi rasa yang ia rasakan untuk pria itu. Bahkan, saat ini ia ingin sekali cepat-cepat pergi. Pergi meninggalkan kota di mana mantan suaminya berada.


Bersambung....


Sambil nunggu karya ini siap, kalian bisa tongkrongin karya temen emak yess☺☺Semoga sukak😘


__ADS_1


__ADS_2