Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - DIOR GRACIA PART 35


__ADS_3

Lupa diri adalah dimana suatu keadaan setengah sadar karna tidak begitu menerima dengan apa yang ia alami. Terlalu frustasi dan depresi biasanya pemicu untuk keadaan ini. Terlalu menyayangi sampai merasa seperti ditinggalkan. Dior hanya memastikan istrinya kalau dirinya sama sekali tidak memikirkan apapun mengenai kelemahannya namun bagaimana Gracia menilainya?


...


Sudah hampir dua Minggu, Gracia dan Dior tidak begitu akrab seperti biasanya. Sejak kejadian waktu itu, keesokannya Dior diam. Karna Dior diam, Gracia pun ikut diam. Dia hanya melayani Dior dalam hal menyiapkan pakaian, makanan dan masuk dalam pelukan Dior ketika malam. Dior tidak ingin membicarakan apa apa hanya ucapan selamat pagi atau malam. Dia masih bingung dengan perasaannya yang mana Gracia tidak pernah menghargainya. Sementara Gracia masih dalam kesedihannya. Gracia masih memikirkan bagaimana dirinya hamil agar dia tak tergantikan. Namun bagaimana jika ego sudah meguasai mereka.


Sampai akhirnya Rick yang mengatakan semuanya ketika Dior mencoba membuka diri dan bercerita pada asisten setianya itu.


"Nyonya mengetahui kalau anda menyimpan video Robert yang mengamati Nyonya Gracia dan Stanley menari waktu itu Tuan. Dan Nyonya melihat video ini Tuan!" Kata Rick menunjukan video pengawasan Gracia waktu itu. Video tersebut lupa untuk Dior hapus dan waktu itu Viena iseng memainkan komputer anaknya. Rick memberitahukan kalau sewaktu Gracia bersedih itu karna mendengar Viena yang berbincang pada kolega Dion yang sangat dekat dengan mereka. Padahal Viena tidak mengatakan apa apa. Dia hanya mengatakan semua terserah Dior. Namun lagi lagi Gracia menangkapnya berbeda.


"Waktu itu Gracia kemari?" Tanya Dior dan mencoba mengingat sikap aneh Gracia beberapa Minggu yang lalu sehingga mereka bersih tegang seperti ini setiap hari. Dior akhirnya bercerita pada Rick karna ia kesal mendapatkan wajah Gracia kembali tak merekah. Kali ini Dior sudah tidak tahan. Setiap kali di ajak bicara Gracia hanya menggeleng.


"Ya, Nyonya Gracia kemari bersama Nona Zefanya. Nyonya Gracia hendak menanyakan iklan sekolahnya dan Nona Zefanya mengajaknya kemari. Ketika mereka hendak masuk, Nyonya Gracia menahan Nona Zefanya karna pikirnya sedang ada pertemuan di ruangan anda. Ya memang sedang ada Tuan Besar yang mengajak Nyonya Viena bertemu dengan koleganya. Anda masih rapat Tuan. Nyonya Amberson malah membicarakan Nyonya Gracia yang tak kunjung hamil dan malah menawarkan anaknya untuk menjadi istrimu. Kalau menurutku Nyonya Viena mengatakan terserah padamu karna Nyonya bingung ketika sebelumnya melihat video ini. Ternyata Nyonya Gracia memang pernah jatuh bersama Stanley waktu latihan dan Stanley memperhatikannya seperti ini. Tapi setelah Nyonya Amberson pergi, Tuan Dion dan Nyonya Viena berdebat. Tuan Dion tidak mau kau menikah lagi dan Nyonya Viena diam saja. Dia bingung harus di pihak mana. Kau anak nya tapi Gracia juga anak yang dititipkan sahabatnya padanya." Rick sudah menceritakan apa yang ia ketahui waktu itu.


Rick benar benar lupa tidak bermaksud menutupi karna ia tidak berpikir sampai serumit ini.


Dior terdiam mendengar semua pengakuan yang terjadi dari Rick.


'pantas saja waktu itu mom and dad juga saling diam!' kata Dior dalam hati. Hem, dia jadi bingung juga. Sejak kejadian itu juga Gracia makin diam. Ya, memang sudah dua Minggu ini sejak kejadian itu, Gracia diam dan hanya tersenyum. Namun Gracia tetap melayani Dior dengan sangat baik.


"Tuan, kau harus bijak. Jangan sampai karna jabatan dan keturunan kau kehilangan cintamu lagi. Kau sudah berjanji padanya. Aku yakin Nyonya Gracia begitu mencintaimu!


Dior hanya mengangguk. Dia masih sangat bingung dengan semua ini. Sementara itu Gracia merasa kekalutan kembali. Dia mendengar Viena yang sedang bercakap cakap dengan Lexa dan Amy. Lexa bercerita kalau anak dari Abby dan Ben yang pertama telah menikah dan langsung hamil. Tidak ada niatan membuat Gracia tersindir namun karna hati Gracia sedang memanas dan gundah jadi dia menangka mungkin Viena pun ingin memiliki cucu secepatnya. dia menghela napas. memang sebaiknya dirinya menyadari. meskipun ibunya menitipkan dirinya pada keluarga ini sampai Dior sudah menikahinya namun dia tidak memiliki hak untuk menghambat kebahagiaan keluarga ini. mungkin dirinya seharusnya mengalah dan menyerahkan Dior pada wanita lain yang lebih berguna ketimbang dirinya. Gracia keluar dari rumah itu dan menuju ke sekolah nya. dia merasa dia ingin melihat sekolah itu untuk yang terakhir kalinya. dia menatap Viena, Lexa dan Amy sebelum dia keluar.


"maafkan aku." gumam Gracia sangat pelan. tanpa ijin dia pun pergi.


...


Sore hari menjelang. Dior sengaja pulang lebih cepat karna dia ingin bertemu dengan istrinya. dia ingin bicara semuanya dengan kepala dingin. namun, bukannya dia mendapatkan kelegaan dengan semuanya. dia malah menemukan ibunya sedang menghubungi seseorang dengan panik. Lexa juga seperti itu yang sepertinya berbicara pada Zhavia di telepon.


"Ada apa ini?" Tanya Dior yang merasakan aura kepanikan pada ibunya dan juga ibu angkatnya. Viena mematikan panggilan.


"Dior, aku tidak bermaksud seperti itu pada Gracia. Aku tidak menyetujui apa apa. Aku mengatakan terserah karna aku hanya menghargai kesetiaan Nyonya Amberson terhadap saham mu juga saham perusahaan Zefanya. Hanya itu. Selanjutnya aku tidak ada niatan membuatmu dan Gracia berpisah, tidak!! Kapan aku membahas soal anak pada kalian? Kapan? Aku tidak pernah! Mengapa jadi runyam seperti ini!" Viena tampak panik menjelaskan pada Dior.

__ADS_1


bukan dia tidak ingin disalahkan tapi dia hanya ingin memberitahu apa yang terjadi sesungguhnya. semuanya salah paham. Viena bahkan tidak memikirkan itu. hal ini memang benar, jika saja Gracia tidak bisa memiliki anakpun apa peduli Viena. meski hal ini sulit Viena akan mencoba mengerti.


"Ada dengan Gracia? Katakan yang benar mam! dan mengapa tidak ada yang mengabariku?


"baru saja terjadi Dior. Zhavia baru mengabari dan sekarang dia juga sedang mencari istrimu. Dia meninggalkan ini di meja kerja Zhavia dan Zhavia sudah menghubunginya tetapi ponselnya off. Aku sudah bertanya Marcel, Pammy, Morgan, tidak ada yang tahu. Tapi aku curiga dengan Revo. Revo seperti biasa saja. Kata Marcel beberapa hari ini Revo tinggal di apartemen yang kau berikan Dior." tambah Viena dan memberikan lembaran note dari Gracia untuk salah satu adik kembarnya.


Tanpa bicara lagi, Dior pun langsung menuju ke apartemen Revo dengan membawa lembaran dari Gracia itu.


*Zhavia, aku tidak sanggup dengan semua ini. Berulang kali aku berusaha menenangkan diriku dan menerima semua namun lagi lagi aku merasa bersalah pada kakakmu dan terlebih ibumu. Lambat laun, ibumu pasti akan menjodohkan kakakmu dengan wanita lain yang lebih sempurna ketimbang diriku. Aku tidak sanggup menyaksikannya jadi aku sebaiknya menghilang untuk beberapa saat atau selamanya. Berikan saja tanda tangan cap ku jika kakakmu mengajukan surat cerai padaku. Maafkan aku Zhavia, aku tidak bisa berjuang denganmu. Aku tidak sanggup mengatakan ini pada ibumu. Aku tahu maksud ibumu aku sangat tahu dan mengerti . Aku tidak menyalahkan siapapun , sejatinya aku yang salah karna terlalu menggebu gebu dengan keahlianku yang ternyata membawa Mala petakan seperti ini. Maafkan aku . Gracie.*


Begitulah isi pesannya dan Gracia tidak bisa dihubungi sama sekali. Dior tiba di depan apartemennya. Dia menggedor pintu apartemen itu tapi tak ada jawaban. Dior bertanya pada keamanan katanya masih ada di dalam. Tapi sama sekali tidak ada jawaban. Dior berusaha sabar dan menunggu di depan kamar tersebut sampai akhirnya Revo benar ada di sana dan keluar.


"Paman." Panggil Dior. Revo benar benar terkejut. Dia menoleh dan menyaksikan Dior yang sudah tanpa jas dan dasinya juga kendur . Dior memang tampak mengenaskan. Revo juga melihat ada sebuah wine di samping Dior berdiri.


"Kau minum nak?" tanya Revo sedikit cemas akan terjadi sesuatu juga pada anaknya.


"Di mana Gracia?" tanya Dior to the poin.


"Dia? Dia tidak bersamaku." Revo berbohong.


"Pulang!" Kata Dior langsung menarik tangan Gracia. Gracia benar benar tidak tahu kalau Dior datang dan mengetahui di sini. Gracia langsung terlonjak dan foto itu jatuh sehingga kaca dan bingkainya pecah. Mereka mematung melihat bingkai itu jatuh.


"Ada apa denganmu kak? Mengapa kau jadi kasar seperti ini?!" Bentak Gracia merapikan bingkai foto ibunya . Karna sangkin emosi yang meluap, Gracia merapikan nya asal dan kaca itu menggores tangannya. Dior langsung meraihnya dan menghisapp darah tersebut dengan posesif. Gracia terkejut dengan yang dilakukan suaminya namun dia tidak bisa menarik tangannya. Setelah itu Dior malah memegangnya dengan erat. Dior lalu menyingkirkan semua kaca itu ke pinggir dengan tangannya. Terdapat goresan kecil pada tangan Dior namun dia tidak peduli. Dia lalu meraih foto Greta.


"Aunty Gretaku, kau sudah memberikan anakmu padaku, jadi aku tidak akan melepasnya apapun yang terjadi. Kau tenanglah di surga, anakmu aman bersamaku!" Kata Dior terdengar dingin dan menyeramkan. Revo hanya bisa terdiam ketika melihat Dior membawa paksa Gracia.


"Paman, kau tidak berhak menyembunyikan istriku! Ini istriku, ibunya dan kau sendiri yang sudah memberikan dia padaku! Jadi, kau tidak bisa berbohong untuknya! Maafkan aku! Sebaiknya kau kembali ke rumah Paman Marcel, kau tidak boleh tinggal sendiri! Aku akan mengunci apartemen ini!" Kata Dior dan menarik Gracia. Gracia bahkan tidak bisa melihat wajah ayahnya karna ayahnya hanya menunduk. Dia tidak bisa melindungi anaknya karna sudah tidak ada lagi kekuatannya. Revo juga tidak menyalahkan Dior karna sebenarnya Gracia yang memang membutuhkan semangat yang berlebih mengingat dirinya yang sudah tidak memiliki seorang ibu.


"Maafkan Daddy, Gracia! Kalau kau juga terus bersamaku, kau akan sendiri. Keluarga Prime tidak akan menelantarkanmu, aku yakin." Ucap Revo dan kembali meneteskan air matanya. Dia kembali ke kamar Gracia untuk merapikan foto istrinya. Ya, dia memang harus bersama Marcel, Pammy juga Morgan.


...


...

__ADS_1


...


...


...


hiks aku jd kangen papaku 😭😭


.


next part 36


apa yang akan dilakukan Dior pada Gracia?


apa Gracia akan diam atau memberontak?


bagaimana tanggapan keluarga Dior?


.


Beb, rekomen Novel Baper romance dari ku nii judulnya:


----- LOVE IN FRIENDSHIP -----


ketika sebuah persahabatan akan dikorbankan atau cinta yang dikorbankan untuk semuanya berjalan dengan baik?? cus diintip ya 😁


.


pada akhirnya Jangan lupa LIKE DAN KOMEN nyaa karna akan menambah semangat penulis untuk trus UP haha


kalau berkenan silahkan juga kasih RATE DAN VOTE di depan profil novel ya😍😍


.

__ADS_1


Thanks for read .. happy read and i love youu 💕


.


__ADS_2