Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - ZHAVIA & PARRICK PART 10


__ADS_3

Biasanya, kita lebih senang membandingkan diri sendiri dengan orang lain, biasanya kita lebih ingin mempunyai milik orang lain dan biasanya kita lebih senang melihat punya orang lain. padahal apa yang kita miliki lebih banyak, apa yang kita miliki lebih berharga karena manusia tidak pernah ada kata cukup. tidak pernah merasa puas dan ingin mencapainya terus sebelum ia mendapatkannya. namun, kita tidak pernah menyadari itu. itulah manusia. unik. bagaimana hari hari Zhavia menjagar di sekolah? apakah sesuai dengan yang ia harapkan?


...


Hari pertama Zhavia mengajar dihiasi dengan canda tawa. Di kelas pagi, Zhavia memiliki 10 murid dan mereka di bagi menjadi dua grup. Grup pria dan wanita. Sedangkan di kelas siang, Zhavia hanya memiliki 4 murid dan mereka semua adalah solois. Dan di kelas sore, Zhavia tidak mengajar karena Prita, sekretaris Patrick ditugaskan untuk hanya memberikan Zhavia kelas pagi dan siang. Sorenya Zhavia harus memberi pengarahan kepada para murid yang hendak menjadi penyanyi yang akan diorbitkan.


Murid murid Zhavia merasa senang karena Zhavia mengajar dengan candaan dan karena senyum Zhavia yang tampak manis. Tanpa sadar, Daniel sering memperhatikan Zhavia kalau dia hendak mengajar karena ruang kelasnya akan melewati kelas Zhavia.


Sesekali Zhavia mengajak Zena ke kelas. Murid murid Zhavia begitu menyukai Zena karena Zena begitu tenang. Dia tampak aktif ketika ibunya memberitahu teori. Zhavia tidak merasa risih. Patrick juga tidak merasa keberatan


Meski begitu Zhavia merasa tetap ada yang kurang yaitu kehadiran suaminya. Dia pikir dia bisa bersama sama Patrick. Ternyata salah. Ketika kelas pagi selesai, Patrick baru saja memulai mengajar. Dan ketika kelas siang selesai, Patrick harus memeriksa laporan sampai sampai Zhavia yang menyuapinya makan. Tak ada obrolan hanya basa basi semata. Patrick juga harus memberi pengarahan pada grup orkestra. Meskipun itu tugas Daniel, tapi Patrick tetap harus memeriksa nada yang tepat atau tidak.


Zhavia hanya bisa bertemu Patrick pagi ketika sarapan, pergi bersama dan malam ketika tidur. Semakin kesini Patrick malah pulang larut terus menerus. Kata Adeline, Patrick, Eden dan Hoshi lagi lagi mengurusi para murid yang mengikuti acara pencarian bakat atau kompetisi. Hal ini sangat menunjang kualitas dan ketenaran dari gedung sekolah mereka. Zhavia menarik napas mendengarnya dan harus mengerti lagi dan lagi.


"Zhavia, jangan sedih! Masih ada aku, aku akan menemanimu, selalu!" Kata Daniel ketika makan siang di kantin. Dia menemukan Zhavia makan di kantin. Daniel menerka kalau Patrick pasti pergi karena biasanya Zhavia akan makan di ruangan Patrick.


"Hem, gombal! Hay Zhavia, sepertinya kita belum berkenalan, aku Amber," terdengar suara seorang wanita yang menimpali Daniel.


Zhavia menoleh ke atas memastikan penyanyi pertama yang di ciptakan sekolahnya.


"Hay Amber, kau penyanyi pertama yang sudang mengeluarkan album kan?" kata Zhavia mengulurkan tangannya.


"Benar! Salam kenal Zhavia," saut Amber juga mengulurkan tangannya. mereka berjabat tangan.


"Ya, ya, kau mau makan siang?" tanya Zhavia.


"Begitulah, bisa aku bergabung?" tanya Amber kembali.


"Tidak! Masih banyak kursi lain!" sela Daniel yang hanya ingin makan berdua Zhavia.


"Daniel! Kau jahat sekali! Aku ingin di sini, memangnya kenapa? Kau ingin menggoda Zhavia kan? Zhavia, hati hati dengan playboy yang satu ini! Dia suka menggoda wanita wanita cantik di sekolah ini!" bisik Amber tetap duduk di depan Zhavia. Sebenarnya Amber risih melihat senyum Daniel yang selalu ia tebarkan oleh siapapun. Sejatinya Daniel hanya menebar senyum pada murid dan rekan kerjanya. Tidak pernah sampai mendekati seperti dirinya ke Zhavia.


"Apa apaan kau! Mana pernah! Lagipula kau gila ya? Zhavia istri Patrick, mana mungkin aku menginginkannya!" saut Daniel berusaha netral.


"Hem, siapa tahu! Aku mengawasimu!" amber memberi peringatan.


"Siapa yang tahu juga kalau kau juga menyukai Patrick!" saut Daniel tidak mau kalah.


Amber melirik Daniel dengan tajam.


"Sudah sudah, kita makan bertiga di sini, aku senang kalian mau menemaniku di tengah tengah kerinduanku pada si pemilik wajah pangeran itu!" Zhavia memutuskan dan tidak mau dengar ribut ribut. hatinya saja sudah sedih.


"Suamimu memang tampan! Tapi tenang saja Zhavia, dia memang benar sibuk. Semakin banyak penyanyi yang bersuara bagus, kau tahu kan?" saut Amber menenangkan Zhavia.


Zhavia mengangguk dan tersenyum. Dia kembali menikmati makannya sambil terus memikirkan suaminya. Sebenarnya tidak ada pikiran Zhavia mencurigainya akan selingkuh, dia tahu Patrick tidak mudah menyukai wanita. Dia hanya membutuhkan waktu Patrick beberapa hari hanya untuknya.


Dalam keadaan begini memang Daniel yang selalu menemani Zhavia. Amber juga sering menemani apalagi kalau Zhavia membawa Zena, Amber pasti akan bermain dengannya. Namun, sepertinya tidak akan lagi karena Amber ditawari tour concert lagu klasiknya di kota kota besar di Legacy, Oriental dan Greenville.


...

__ADS_1


Suatu hari, seperti biasa Zhavia bangun pagi dan dibisingkan oleh panggilan ponsel Patrick. Patrick masih terlelap karena semalam dia menghadiri pesta kecil kecilan dari keluarga Amber. Dia dan Hoshi tidak bisa menolak karena Eden harus menemani Adeline ke rumah sakit. Jocelyn, salah satu anak mereka tiba tiba demam. Zhavia saja menjenguk bersama Daniel karena Jocelyn harus dirawat. Daniel pun mengantar Zhavia pulang karena jalan ke apartemen Daniel searah dengan mansion Patrick.


"Pat, ponselmu berbunyi!" kata Zhavia membangunkan suaminya.


"Angkat saja Zhavia! Hari ini aku tidak ke sekolah, aku lelah sekali! Mengapa semua dikerjakan olehku!" keluh Patrick membalikan tubuhnya.


"Karena kau pemiliknya sayang," saut Zhavia.


"Hemm, aku ingin di sini saja bersamamu," kata Patrick lagi merengkuh pinggang Zhavia untuk dekat dengannya.


"Hemm Pat, apa kita sudah salah melangkah?" ujar Zhavia bersedih dan mencengkram lembut rambut Patrick.


Seketika Patrick mendongakan kepalanya. Dia juga melebarkan matanya.


"Kau kenapa? Kau pasti mau mempermasalahkan kegiatanku kan?" Kata Patrick mencoba menatap Zhavia.


"Angkat dulu ponselmu! Dia terus berbunyi!"


Akhirnya Patrick mengangkat panggilan itu.


"Pat, gladi bersih pagelaran orkestra dimajukan pukul 9 pagi karena Tuan Arnold harus ke Legacy. Istrinya sakit dan sepertinya kau harus menggantikan tugasnya. Dia tidak akan ikut pertunjukannya nanti," kata Hoshi di seberang sana memberitahu.


"APA?! MENGAPA BEGITU? Tidak bisa Hoshi! Aku tidak bisa menggantikan dia, pada saat pertunjukan aku tidak bisa hadir, aku, aku, aku ada urusan!" saut Patrick yang mengingat ulang tahun Zhavia.


Seketika Zhavia menoleh ke arah Patrick juga ke arah kalender. Dia tahu pagelaran orkestra itu merupakan salah satu pertunjukan penting yang diadakan Patrick untuk menunjukan bakat para murid yang ada di sekolahnya. Ini termasuk dalam kelas alat musik orkestra.


Zhavia menarik napas. Dia menyadari kalau suaminya pasti akan menggantikan orang yang tidak bisa itu lusa besok. Acara akan diadakan Sabtu besok tanggal 18 April. Sementara tanggal 18 April merupakan hari ulang tahun Zhavia.


"Sebaiknya kau cari dulu yang lain Hoshi. Kau bisa tanyakan pada Eden atau Adelina atau Tuan Albert!" kata Patrick memutuskan.


"Tuan Albert sudah tidak mau Pat! Kau lupa kalau anaknya melarangnya! Aku tidak mau terjadi keributan!" dengus Hoshi.


"Argh, pokoknya kau harus mencari orang menggantikan Tuan Arnold, atau kau saja! Ini perintah!" saut Patrick berusaha tegas.


"Haiz, baiklah!"


Panggilan dimatikan. Patrick membuang ponselnya. Dia merasa sangat lelah dengan semua pekerjaannya akhir akhir ini. Patrick lalu menarik tangan Zhavia untuk masuk dalam pelukannya.


"Patrick, sudah beberapa bulan sejak aku bergabung mengajar, ternyata tidak bisa membuat kita dekat. Kau tetap sibuk dan aku mengajar," kata Zhavia mengungkapkan isi hatinya.


"Maafkan aku Zhavia!" ucap Patrick yang bingung bagaimana membagi waktu pekerjaannya dan keluarga.


"Sepertinya keputusan kita memiliki gedung sekolah musik ini sudah melampaui batas," gumam Zhavia.


"Baru satu tahun Zhavia. Dengan semua yang kita lakukan, buktinya aku sudah menghasilkan dan menguntungkan banyak hal dan juga mencetak prestasi," kata Patrick menjelaskan apa yang sudah mereka dapat.


"Ya, kau benar, tapi sepertinya hal itu malah menjauhkan kita. Hem, aku rindu pelukanmu ini Pat," ujar Zhavia melon mengeratkan pelukannya.


"Aku juga Zhavia," saut Patrick memegang dagu Zhavia dan mendongakan kepalanya. Komponis handal itu mencium bibir istrinya dengan sangat mesra. Zhavia juga membalasnya karena sudah lama sekali mereka tidak merasakannya.

__ADS_1


Tapi tak lama kemudian sebuah tangan kecil mendorong pintu kamar mereka yang tidak terkunci.


"Mommy, Daddy, good morning!" Sapa Zena memberi salam. Anak perempuan itu sudah bisa berjalan dan berkata kata bahasa yang sering mereka gunakan walau hanya beberapa kata.


Zhavia dan Patrick sontak melepaskan kecupan mereka dan menoleh ke arah Zena. Mereka memaklumi dan tersenyum. Patrick beranjak dan meraih Zena untuk bergabung ke tempat tidur. Patrick bercanda dengan Zena dan Zhavia menyadari lagi kalau suaminya itu adalah pemimpin yang sedang mencari keberhasilan dalam mimpi mereka.


"Pat," panggil Zhavia akhirnya.


"Bersiaplah, kau harus ikut bertanggung jawab, itu pekerjaanmu!" kata Zhavia kembali mencoba mengerti pekerjaan suaminya.


"Tidak usah! Biar Hoshi saja yang mengurus!" saut Patrick berusaha tidak mau peduli.


"Pat ..." panggil Zhavia lagi.


"Haiz, baiklah baiklah, tapi kau harus menemaniku, setelah itu kau harus memilih hadiahmu!" kata Patrick pada akhirnya. Dia memang ingin mengajak Zhavia ke suatu tempat.


"Hadiah? Kau mengingatnya?"


"Tentu sayang! Mengapa seakan akan aku melupakannya?" saut Patrick membuat Zhavia terharu.


Zhavia tersenyum. Zhavia masih melihat cinta Patrick yang melimpah untuknya. Setelah menyelesaikan gladi bersih dan akhirnya Patrick memutuskan yang akan menggantikan Arnold memimpin pertunjukan, Patrick pun mengajak Zhavia ke toko perhiasan. Dia menyuruh Zhavia memilih perhiasan yang Zhavia suka tapi Patrick tidak langsung membelinya. Zhavia memilih sebuah gelang dengan nama di tengahnya. Zhavia tidak tahu kalau Patrick membuat nama Via&Pat di sana. Patrick akan menunjukannya ketika ulang tahun Zhavia nanti.


Namun, apa yang diharapkan Zhavia tidak sesuai. Patrick pulang sangat larut karena orkestra berlangsung dari sore sampai malam. Padahal Patrick akan mengatakan akan makan malam di rumah dan merayakan ulang tahun Zhavia bersama Zena, Sandra dan Alex. Zena sampai menangis karena lapar. Maksud Zhavia hendak makan bersama Patrick. Akhirnya Zena disuapi neneknya dan dia tertidur. Zhavia masih menunggu Patrick dengan tidak makan. Ternyata Patrick pulang sekitar pukul 1 pagi dan itu sudah lewat dari ulang tahun Zhavia. Patrick belum sempat mengucapkannya karena paginya dia cepat cepat berangkat untuk mengurus semuanya.


Dan yang membuat Zhavia shock, Patrick pulang dalam kondisi mabuk dan Daniel yang mengantar.


"Aku sudah melarangnya untuk minum terlalu banyak tapi dia terus meminumnya. Katanya harus menghargai pesta yang dibuat untuk keberhasilannya," kata Daniel menjelaskan kondisi tadi.


"Mengapa kau yang mengantar? Di mana Eden?" tanya Zhavia merasa aneh.


"Eden pulang lebih awal, aku bersama Hoshi yang menemaninya, bawa dia ke kamar Zhavia!" kata Daniel mengalihkan pertanyaan yang mungkin akan terus keluar dari mulut Zhavia.


"Ah iya baiklah," Zhavia mengambil alih Patrick dan membawanya ke kamar.


Daniel pun berbalik meninggalkan mansion Patrick dengan tersenyum licik.


Sementara ketika Patrick sampai di kamar, tiba tiba dia menghempaskan Zhavia.


"Jangan dekati aku! Aku hanya mencintai istriku!" pekik Patrick membuat Zhavia bingung.


"Patrick! Ini Zhavia! Kau kenapa?" Zhavia berusaha mendekat dan menghadapkan wajah Patrick padanya.


"Zhavia? Kau benar Zhavia?" Kata Patrick menghampiri Zhavia. Zhavia kembali menegakan tubuhnya menahan tubuh Patrick. Dia hendak membuka jas suaminya tapi dia malah melihat sepintas sebuah tanda bibir ber lipstick merah terang di kerah kemeja Patrick.


...


hemm 🤔


next part 11

__ADS_1


jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊


thanks for read and i love you 💕


__ADS_2