Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEF PART 15: Allegra & Morgan


__ADS_3


Sepintar pintarnya bangkai ditutupi baunya tetap tercium juga. Pasti sangat kental mendengar peribahasa ini. Apapun itu baik atau buruk jika memiliki sebuah hubungan ada baiknya berkata. Entah itu menimbulkan pertentangan atau malah pihak lainnya akan senang. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Tuhan yang menjalankan semua rencana kita, kita hanya pelaku. Morgan sesaat menyesali apa yang ia perbuat. Seharusnya dia memberi kejelasan tentang pertemuannya dengan Rosie tapi lalu dia berpikir, ini saatnya dia membuat keyakinan Allegra pada cintanya. Bagaimana perjuangannya? Apakah semua yang ambil bagian dalam kericuhan ini juga membantunya termasuk Zefanya? Atau Zefanya tetap menyerahkan pada sekretarisnya dan dia pergi berlibur mengingat perayaan tiga tahunnya? Apa yang akan terjadi nanti ya?


...


Rosie menunggu Morgan di ruangannya. Dia merasa bersalah atas kejadian kemarin. Zefanya habis memarahinya karena begitu ceroboh dan bisa bisanya sekretarisnya itu duduk di samping Morgan. Zefanya sama sekali tidak menyesalinya karena kondisi restoran ramai dan Zefanya tidak memperhatikan sekitar.



Rosalie Moo


cast Jisoo Blackpink


-------------------------------


"Rosie, pokoknya kau selesaikan bersama Morgan dan Allegra. Kau harus membantu Morgan menjelaskan pada Allegra. Apapun itu. Aku tidak mau ikut campur dan pertentangan ini merembet kemana mana. Aku harus pergi ke honolulu. Jangan sampai Gracia dan Kak Dior yang langsung menghampirimu. Mereka berdua Mak comblang orang dua itu. Mereka tidak akan menerima jika berakhir begitu saja! Kau mengerti tidak Rosie?!!!" Bentak Zefanya malam itu selesainya mereka memakan semua ramen itu. Mereka tetap memakannya karena Mark mengatakan Morgan tidak akan mau diganggu untuk urusan pribadi. Biar saja dia yang menyelesaikannya walaupun mereka semua makan dengan tidak berselera karena yang mempunyai pesta tak ada.


Tadinya Zefanya hendak mengejar Allegra juga dan menjelaskan tapi Ezekhiel menahannya dan menyuruhnya tetap makan. Alhasil Zefanya hanya bisa memberitahu Zefanya dan paginya dia kembali mengirim pesan sebelum bertolak ke Honolulu.


Rosie menautkan tangannya agak cemas karena Morgan belum datang. Semalam sampai sekarang Morgan mematikan ponselnya. Rosie juga sudah menghubungi Mark dan katanya Morgan seharusnya datang ke kantor karena hari ini ada rapat penting . Dan sekitar lima belas menit kemudian Morgan datang. Dia terkejut ada Rosie di sini dan menatapnya dengan pandangan kosong.


"Semua sudah berakhir, kau pergilah, tidak ada yang harus dijelaskan!" Kata Morgan berjalan menuju ke meja kerjanya seraya melewati Rosie.


"Di mana dia Morgan? Aku bisa menjelaskannya!" Tanya Rosie dengan sangat cemas.


"Tidak akan bisa, dia tidak sepertimu!" Saut Morgan acuh.


"Oh God Morgan! Plis jangan terus membanding bandingkan aku dengannya! Dia lebih sempurna dari padaku, aku sangat tahu tapi kalau ada salah paham seperti ini akan terasa aneh! Ayolah katakan di mana dia? Dia pasti mendengarkanku," kata Rosie lagi berniat baik ingin menyelamatkan hubungan Morgan dan Allegra.


"Di Springfield! Kau mau apa?! Sudah pergilah Rosie, aku masih ada urusan!" decak Morgan mengusir Rosie.


"Morgan! Kau masih mementingkan urusan selagi cintamu ada di atas tanduk?" saut Rosei menyadarkannya.


"Karena siapa? Argh, andai aku tidak memiliki hubungan denganmu!" keluh Morgan memegang dahinya.


Kata kata itu terasa menusuk berkali kali pada hati Rosie.


"Apa maksudmu?" Rosie memicingkan matanya.


"Karena terlalu indah sehingga dia menyangka aku sulit melupakanmu! Kau paham tidak! Karena dia juga merasakan apa yang kurasakan! Bagaimana rasanya ditinggalkan dia tahu dan ketika datang lagi dia sampai tidak percaya BAHWA AKU SUDAH MENCINTAINYA SAJA. KARENA TERLALU INDAH ROSIE! KAU SADAR TIDAK?!!" Pekik Morgan menatap Rosie dengan sangat tajam.


"Sudah pergilah dari sini, aku tidak membutuhkan bantuanmu! Aku yang akan mengurus dan memperjuangkannya. Belum pernah aku bertemu wanita sepertinya bahkan mohon maaf, dia lebih indah darimu! Lebih baik darimu, lebih tegar, selalu terbuka, selalu membutuhkanku, selalu ada untukku, dia sempurna untukku tapi hanya satu kesalahanku yang tidak mengatakan tentang dirimu, hatinya kembali rapuh bahkan mungkin hancur. Pergi Rosie! Terimakasih atas niatmu! Doakan saja agar kami berjodoh atau aku tidak tahu akan seperti apa diriku! Pergi! Aku tidak mau ad pengulangan terus menerus," kata Morgan lagi. Dia mengusap matanya karena air mata yang hendak terjatuh memikirkan Allegra.


Rosie masih terdiam di sana. Morgan sudah benar benar mencintai Allegra dan tidak mau mengingat dirinya lagi. Dia ingin membantu tapi rasanya memang sulit. Wanita yang Morgan pilih kali ini sangat berpendirian kuat tapi juga begitu penuh kasih sayang dan menghargai Morgan dengan begitu baik, berbeda dengan dirinya dulu. Sepertinya tidak ada gunanya bertanya pada Morgan dan membantunya. Dia akan melakukannya sendiri. Dia akan meminta bantuan pada Theo untuk menyelamatkan hubungan Morgan dan Allegra karna ulahnya. Rosie bertekad dan akhirnya keluar dari ruangan mantan terindah nya itu.


Sementara Morgan menopang dahi dengan kedua tangannya yang bertaut. Bayangan akan semua kenangannya bersama Allegra terasa sangat dekat sampai dia tidak ingin menghapusnya. Tidak harus di lihat pada foto atau ponselnya, kenangan indah itu terombang ambing di atas kepalanya.



"Allegra, aku merindukanmu. Aku tidak mau berpisah darimu Alle!!" Gumam Morgan pelan. Dia pun meraih ponselnya menghubungi seseorang.


"Ya Tuan Morgan, Pabrik Minuman Herbal itu sudah siap digunakan. Semua profil perusahaan, tenaga kerja, penanganan, produksi dan sistematis nya sudah tersedia hanya satu yang belum Anda canangkan tuan," kata seseorang di seberang sana yang sepertinya Manager yang Morgan utus untuk mengurus pabrik minuman tersebut.


"Apa?" selidik Morgan.

__ADS_1


"Nama perusahaan nya akan mengikuti nama perusahaan pusat atau bagaimana?" tanya managernya.


"Aku akan memberimu pesan mengenai namanya. Itu pabrik khusus yang kubeli di Springfield jadi mungkin akan berbeda atau kantor pusat Legacy akan berpindah di sana," tutur Morgan menjelaskan.


"Kau serius tuan?"


"Ya, jangan dulu ada pengerjaan dulu, aku akan mengkonfirmasi lewat Mark. Mark yang akan mengurusnya. Sekarang lebih baik kau mencarikan ku sebuah apartemen cukup besar, rapi dan bersih, aku akan menetap di Springfield satu bulan ini," pinta Morgan walau dia tidak tahu akan menggunakannya atau tidak.


"Satu bulan? Mohon maaf tuan ada urusan yang genting?"


"Sangat! Cepat Carikan, malam ini aku akan tiba," kata Morgan memberitahu.


"I iya tuan!"


Panggilan dimatikan dan sekali lagi Morgan mencoba menghubungi Allegra walau dia tahu hasilnya nihil. Morgan lalu menghubungi Angel. Selama ini Morgan selalu meminta arah pada Angel dan Jessie karena Morgan merasa hanya Jessie yang mengetahui detil adiknya. Morgan ingin selalu membahagiakan Allegra tapi tak sangka dia juga yang membuat Allegra sampai memutuskannya.



Jessica Alena Atkinson


cast : Lia itzy


---------------------


"Morgan? Mengapa kau menghubungi Mommy dan ingin bicara padaku?" tanya Jessie di seberang sana.


"Di mana Mommymu?" selidik Morgan. Dia tidak ingin Angel menyadari sesuatu.


"Di dapur, aku di kamar, kau ini sebenarnya mau bicara dengan siapa? Lagipula bukannya kau bersama Allegra? Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Jessie serabutan dan ikut panik.


"Kembali? Bagaimana kau ini!" bentak Jessie


Morgan pun menceritakan semuanya dan Jessie sangat mengerti bahkan turut kasihan dengan adiknya itu. Andai saja dia bisa melihat, Allegra pasti mengajaknya dan dia bisa melindungi adiknya itu.


"Kau keterlaluan Morgan!" umpat Jessie juga kesal mendengarnya. Lain mungkin kalau wanita itu bukan mantan kekasihnya.


"Maafkan aku kak! Aku benar benar tidak menyangka dia akan datang dan ada di hadapanku," balas Morgan frustasi.


"Apa yang tidak bisa dikerjakam seorang Allegra? Dia saja bisa meruntuhkan hati mommy yang sekeras baja, apalagi hanya pergi ke Legacy! Dia sekarang seorang presiden direktur termuda di Springfield Morgan! Dia bisa menyewa bodyguard bodyguard tampan jika dia mau untuk menggiringnya kesana tapi kau seenaknya bermain api dengannya! Aku juga marah padamu!" decak Jessie tidak terima.


"Sekali ini saja kak bantu aku! Aku akan mendapatkannya lagi! Aku tidak mau berpisah dengannya! Aku, aku ..." kata Morgan kemudian dan sedikit terhenti. dia masih ingin menyembunyikannya tapi sepertinya dia harus mengatakan pada Jessie.


"Aku apa? Kau bicara yang benar sebelum mommy ku datang dan tahu kalian bertengkar hanya karena mantan! Aku tidak menjamin dia juga akan menerimamu!" sungut Jessie menyerah kalau masalah seperti ini.


"Aku mau menikahi adikmu kak," kata Morgan.


Jessie menutup mulutnya.


"Kau serius Morgan? Kalian baru berpacaran dua tahun, itupun jarak jauh!" Jessie terkejut mendengar penuturan Morgan tapi juga ikut senang.


"Aku serius kak, oleh sebab itu bantu aku dan bantu aku bicara pada mommy mu . Urusan Daddy mu, aku yang akan bicara. Tolong ya kak?" pinta Morgan lagi.


"Ya ya baiklah tapi awas kalau kau bohong atau kau kembali menyakitinya! Aku tidak mau lagi berteman dan membantumu!" dengus Jessie memperingati.


"Tidak akan! Ini terakhir kalinya aku menyakiti adikmu dan tidak akan lagi!" tutur Morgan meyakinkan Jessie.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mempersiapkannya. Kau harus membayar Morgan, aku sudah bisa bayangkan respon my mom!" ujar Jessie sebenarnya bergurau tapi juga mungkin bisa dituruti.


"Ya, aku akan membeli lahan sebelah yang kau mau dari Xelino untukmu dan mommy tapi mungkin ada beberapa kotak untuk Allegra?" balas Morgan tetap memikirkan wanitanya.


"Tetap Allegra saja yang kau pikirkan, kau sudah membelikan apapun yang ia mau!" dengus Jessie menyadari betapa besar rasa cinta pria ini untuk adiknya.


"Karena begitu hatiku kak. Walau apapun yang kupikirkan tidak akan sempurna jika tidak ada wanita itu," saut Morgan masih terasa sesak mengingat surat yang Allegra tinggalkan pagi tadi.


"Katakan itu padanya agar dia yakin dengan cintamu!"


"Iya kak, terimakasih kak,"


"Heeemm!"


Panggilan dimatikan. Morgan kembali menarik napas. Dia sudah meminta tolong pada Jessie mengenai sebuah rencana yang sudah ia rancang. Sebenarnya pemikiran ini sudah ada jauh sebelum pertengkaran ini tapi Morgan menunggu pembenahan pabrik herbal itu benar benar jadi. Dia juga harus mengurus semua kepindahan kantor pusatnya kesana dan juga memantapkan diri bicara pada ayah, ibu juga pamannya.


Kenyataannya Marcel dan Revo sangat setuju jika Morgan meminang Allegra. Apalagi Pammy. Pammy begitu bahagia ketika mengetahui ada seorang wanita yang mampu kembali memporak porandakan hati anaknya yang sekeras batu tapi juga sesantai berjemur di pantai.


"Tuan, penerbangan anda pukul 4 sore ini," kata Mark memberitahu Morgan. Morgan mengangguk dan siap ke pertemuan pegawai Minggu ini setelah itu dia langsung ke bandara.


Sekitar pukul delapan malam, Morgan tiba di Springfield. Dia kembali menghubungi Allegra tapi tetap nihil. Dia lalu mencari cari kontak seseorang. Dia tahu orang ini pasti akan memarahinya tapi dia harus melakukannya.


"Kau tidak salah bertanya padaku? Bukankah dia bersamamu?!" ujar Xelino di seberang sana.


Morgan lalu menceritakan semuanya pada Xelino.


"Ah kau benar benar gila Morgan dan kenapa dia bisa lepas darimu?!" decak Xelino yang agak bingung harus berada di kubu yang mana.


"Kami menginap di hotelnya Xelino!" kata Morgan memberitahu.


"Coba saja kau langsung ke apartemennya atau ke Atkinson de Angel," jawab Xelino sedikit menerka.


"Baiklah Xelino,"


"Kejar dia sampai dapat! Dia sangat mencintaimu!" ujar Xelino memperingati.


"Ya aku tahu, thanks!"


Panggilan dimatikan dan Morgan merasa dia akan menghadapi setiap cercaan dan penolakan.


...


...


...


...


...


bersambung dulu ya dibawah 😍😍


jangan lupa tetap LIKE, KOMEN Yaa 😎😎


.

__ADS_1


thanks for read and i love you 💕💕


__ADS_2