
Remonia Gracia Andez
________________________
Seperti mentari terbit dari timur dengan semua kehangatan dan cahaya yang begitu indah juga membawa rasa semangat dalam hati untuk melakukan kegiatan. Dan sama hal nya dengan matahari terbenam. Kita sudah merasakan segala manfaat dari sang Surya sehingga kita bisa mengambil nikmat dari apa yang telah kita perbuat. Mensyukuri bahwa kita sudah melakukan kegiatan dengan kesempurnaan atau tidak. Semua ada dalam diri kita bagaimana menyikapinya.
Mentari menjadi awal kehidupan dan akhir dari perjalanan yang kita torehkan. Dengan sejuta kelebihan serta keunikan dari mentari, kita ber terimakasih karna benda langit itu tidak memandang siapapun untuk ia berikan fungsinya. seperti seorang wanita yang memiliki banyak kelebihan. Begitulah sang wanita berusaha menjadi sebuah mentari. Yang bercahaya , berkilau, mencoba memberikan kehangatan pada orang di sekitarnya dan di kala udara pagi yang sejuk namun tetap dingin. Dan ketika matahari terbenam, begitu pun juga sang wanita yang tetap membawa kerinduan. Sang pujangga yang menunggu hari itu tiba. Dengan rindu dan keyakinan yang mendalam.
Seorang wanita yang dinantikan sejak dini, sejak si pria belum mengerti arti cinta. Setiap hari menunggu datangnya mentari yang sangat luar biasa bagi hatinya. Datang dengan sejuta keindahan. Berlenggok menari dengan tubuhnya yang kurus namun tetap langsing dan tidak seperti dulu dengan segala kekurangannya. Lekukan tubuh yang sekiranya dapat ia rasakan nyatanya membuat dia semakin diuji dalam hawa nafsu dan tindakan yang benar.
Vincent Edior Prime
-----------------------------------
Ya, Dior menyadari kalau Gracia yang sekarang bukan lah Gracia yang dulu berisi, pendek dan suka sekali memakan apapun yang manis dan coklat. Gigi gigi nya dan mulut nya yang dihiasi coklat atau gula Manisan membuat Dior ingin selalu tertawa. Namun sekarang di depan nya? Ketika dia akhirnya menyusul Gracia ke kamar, dia menarik tangan gadis itu dan menghimpitnya ke dinding. Dia masih memperhatikan sosok kekasihnya yang begitu menggoda hati nurani nya. Gracia yang sekarang adalah gadis yang benar benar sempurna baginya. Seperti matahari dengan sejuta keahliannya. Begitu juga Gracia yang bukan hanya dapat merubah dirinya menjadi lentur namun dengan keindahan fisik yang mengagumkan sampai akhirnya menyentil hati seorang Dior.
Ya, dia ingin merasakannya namun apakah hal ini akan menjadi suatu titik balik yang baik bagi hubungannya? Atau kah malah akan menjadi keadaan yang buruk. Entah mungkin saja Gracia langsung berisi kembali seorang bayi yang akan membuat mereka gembira, namun bagaimana perjalanan masa depan wanita nya.
Dior bukan pria yang haus akan nafsu, dia adalah seorang pria yang memiliki pemikiran ke depan lebih tajam. Merencanakan semuanya agak tidak terjadi apa apa. Ya, Viena ibunya sudah mendoktrin dirinya, memberikan siraman ilmu pengetahuan sejak dia kecil dengan sangat baik. Begitu juga dengan Dion, ayahnya. Dengan semua kebejatan dan kenakalan yang pernah ayahnya lakukan, Dion tidak ingin Dior, anaknya yang pertama, pria satu satunya menjadi sama dengannya.
Sejak awal kelahiran Dior, Dion selalu mencurahkan kasih sayang nya untuk nya lebih dari anak kembar mereka. Mengajari hal hal yang sebenarnya belum bisa Dior terima. Dion menyadari kalau dirinya terlalu posesif pada Dior karna ketika di dalam kandungan, Dior sudah mengalami banyak peristiwa yang tidak mengenakan. Ya, karna kesalahan Dion. Jadi, Dion berusaha memberikan yang terbaik bagi Dior. Dior hanya bisa berbicara seenaknya dengan kerabat keluarga saja. Dior menjaga jarak dengan wanita dan pria skalipun. Dia pun hanya bermain dengan saudara kembarnya Zefanya dan Zhavia, juga Gracia dan Xelino. Itu pun Xelino jika di bawa ke Legacy oleh Lexa dan Leon karna setelah Xelino lahir, kedua orang tua Leon meminta untuk merawatnya.
Dan di tengah kekurangan Gracia, Dior lah yang selalu menjadi pelindung dan menjadi teman tertawa Gracia. Karna kedua orang tua Dior juga yang selalu meyakinkan Dior bahwa suatu saat nanti pasti akan bertemu lagi dengan Gracia.
"Kau sedih Gracia pergi, nak?" Tanya Viena waktu itu. Waktu Gracia sudah meninggalkan Legacy.
Dior mengangguk dan hendak menangis.
"Percayalah, suatu saat nanti kita akan bertemunya lagi. Kalau suatu saat kita bertemu, mau kah kau berjanji sesuatu sekarang?" kata Viena lagi dan mengusap netra hitam kecoklatan Dior agar tidak menangis.
"Demi bersama Gracia, aku mau!" jawab Dior tegas dengan menghela napasnya.
"Kau tahu dia anak yang baik? Kau tahu dia anak yang lembut dan kau dia anak yang penuh kasih sayang bukan?" ujar Viena dengan bertanya pada Dior.
"Aku tahu semua tentang Gracia!" jawab Dior yakin.
"Good! So, mulai sekarang kau tanamkan Gracia di dalam hatimu. Jangan ada siapa siapa lagi. Hanya Gracia yang mungkin juga akan menjadi istrimu nanti. Tapi berjanji lah satu hal, kau harus menghargai dan menghormatinya. Jangan seenaknya melakukan hal yang belum seharusnya kau lakukan! Jangan sampai malah membuat kerusakan dan noda dalam diri Gracia! dia adalah seorang gadis yang akan menjadi perempuan dewasa atau seorang wanita. sama sepertimu, kau juga akan tumbuh menjadi laki laki atau pria dewasa, Kau mengerti maksud mom?" kata Viena dan terus memastikan Dior mengerti sebelum dia melanjutkannya lagi.
"Ya, aku tidak akan lagi menggodanya. Aku akan melindunginya jika sekali lagi Tuhan boleh mempertemukan aku dengannya." jawab Dior dengan kepolosan yang waktu itu ia miliki. namun, Viena percaya kalau Dior akan mengartikannya seiring usia nya bertambah .
"Good boy!"
See? Di usia sebelas tahun, Dior dapat mencerna apa yang menjadi pembicaraan dewasa dengan baik dan dia menilainya ke arah yang lain dan tidak bertanya pada ibunya lagi. Dior terus mengingat pesan ibunya dan janjinya terus berlarian di atas kepalanya.
Pernah beberapa wanita terus mendekatinya namun Dior menganggap hanya teman. Tidak ada satu pun wanita yang mengusik hatinya. Dengan bantuan ayah dan ibunya terus menyadarkan dirinya untuk selalu setia dengan Gracia yang saat itu tidak diketahui keberadaannya. Viena tidak khawatir dengan masa depan Dior. Dior masih sangat muda dan akan ada masanya Dior memikirkan yang menjadi keharusan nya. Nyatanya Dior bertemu dengan Gracia.
Dan kembali lagi di sini, Dior masih menatap Gracia. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Gracia juga masih menatapnya. Matanya sudah berkaca kaca. Dior tahu, setelah ini kekasihnya akan menangis.
"Gracia, aku tidak berpikir hal yang macam macam tentangmu." Tutur Dior pelan sambil mengelus pipi sebelah Kanan Gracia.
"Bohong!" saut Gracia sedikit merajuk.
"Benar, tidak ada sedikitpun pikiranku menghinamu. aku sudah berjanji dengan mom ku kalau aku tidak akan berpikiran macam macam padamu." balas Dior tersenyum masam.
"Lalu kenapa matamu melihatku dari bawah sampai atas? Kau melihatku seperti jijik." gumam Gracia menundukan kepalanya sedih.
"Bagaimana aku bisa jijik dengan wajahmu yang cantik. Dan pundak mu ini Gracia? Aku ingin mengecupinya seperti ini."
Dior lalu mendekatkan wajahnya dan mengecupi pundak putih mulus itu dengan pelan sampai terdengar pengecapan yang Dior berikan. Dior juga menghirup aroma yang menguar dari kulit kulit Gracia. Dior terus merasakan punggung itu menjalar terus dan akhirnya sampai ke bagian leher.
"Sejak kemarin kau sangat menggodaku Gracia. Mengapa kau melakukan ini?" bisik Dior sudah sampai mengecupi telinga Gracia.
"Aku, aku, aku ingin kau memiliki ku sepenuhnya dan sebaliknya kak." kata Gracia merasakan hembusan napas kekasihnya.
"Aku sudah menjadi milikmu Gracia." Saut Dior yang kini tangannya memberanikan diri memegang salah satu gundukan kenyal Gracia.
"Tapi kata Zefanya.." pekik Gracia mengingat percakapan dirinya Minggu lalu dengan Zefanya mengenai over play, pemanasan dalam berhubungan, oh membuta Gracia sedikit merinding mendengarnya. Zefanya seperti ahli karna kekasihnya yang seumuran kekasihnya.
Kedua mata Dior langsung melebar. Zefanya? Oh tidak, Dior menyadari sesuatu. Belakangan Ezekhiel menceritakan tingkah liar adiknya yang membuat sahabatnya risih karna sangat menggoda keinginannya untuk melakukan namun Ezekhiel sama dengan Dior. dia berusaha melindungi dan menghormati Zefanya. Mungkinkah Zefanya juga mengatakan sesuatu pada Gracia. Dior langsung menangkap kedua mata Gracia lagi.
"Anya?" Dior mengerutkan dahinya.
"Hehem, katanya kalau kau tidak mau menyentuhku, aku dan dirimu belum saling memiliki kak." Tutur Gracia polos.
"Oh God ! Anak itu! Gracia, dengarkan aku! Kita boleh melakukan nya setelah pernikahan, apa kau mengerti?" ucap Dior tegas.
Gracia sedikit bingung.
__ADS_1
"Setelah menikah, barulah kita harus melakukannya. Aku akan memperingati Zefanya!" decak Dior yang kini sedang memegang pinggang langsing Gracia.
"Jangan kak, nanti dia marah padaku."
"Jadi sayang, aku hanya ingin menghargaimu. Aku tidak pernah berpikir apapun tentangmu. Tapi hari ini mengapa kau begitu cantik pikirku. Pantas saja pria pria itu terkesima padamu. Tubuhmu juga sangat menggodaku. Pakaianmu ini membuat dirimu semakin menggemaskan Gracia. " Kata Dior dan kini Dior kembali mencumbu bibir Gracia. Gracia sudah agak lebih tenang dengan semua perkataan Dior. Sejujurnya memang dia sangat gugup.
Dior mencium bibir Gracia dan berpindah lagi pada leher Gracia. Dia menurunkan dress sabraina Gracia sehingga terlihatlah dua bulatan kenyal Gracia yang masih tertutup.
"Ini hal yang sangat kubenci Gracia!" decak Dior tersiksa. bagian bawahnya sudah agak mengeras dan sepertinya Gracia merasakannya.
"Kenapa kak?" Tanya Gracia yang sudah melingkarkan tangannya di leher Dior.
"Aku takut akan terus mau merasakanmu, padahal aku ingin menghormatimu, tapi kau begitu menggodaku. Apa kau percaya padaku Gracia?"
Gracia mengangguk. Gracia pun sudah kehilangan kendali karna tungkai pahanya merasakan apa yang sedang menegang di bawah sana. Gracia menjadi sedikit penasaran. Dior meneguk saliva nya. Dia malah melepaskan penutup dua bulatan itu dan mencoba memegangnya. Merasakannya dengan penuh penghayatan. Gracia sama sekali tidak memberontak. Ini sangat nyaman menurutnya. Apalagi ketika indera perasa Dior menelusuri puncak gundukan nya. Sedikit geli namun membuat Gracia mendesah dan mencakar pelan rambut Dior.
"Ahh, kak.." Gracia sedikit mendesah.
"Apakah sakit?"
Gracia menggeleng sambil memandang Dior manja. Dior jadi semakin tak karuan.
"Lanjutkan di tempat tidur!" Kata Dior lalu menggendong Gracia ke tempat tidur. Dior akhirnya terus merasakan tubuh Gracia perlahan sampai Gracia pun sudah membuka sweater Dior.
Dior menjalar masih merasakan benda kenyal itu sampai Gracia menggigit jarinya dan memejamkan matanya. Dior sedikit melirik ke arah Gracia dan tersenyum. Dior merasa Gracia sangat menikmatinya. Tangan Dior kini menuju ke perut Gracia. Dia merasakan perut rata Gracia dan sedikit bergurau.
"Apakah kau menginginkan seseorang di perut ini Gracia? Bersamaku?"
"Iya kak, bagaimana caranya?" gumam Gracia tersenyum malu.
"Cih, kau berpura pura tidak tahu." Dior berdecih tersenyum menggoda.
"Kak, kau juga menggodaku!" Gracia menangkap wajah kekasihnya dan menatap lekat lekat. Mereka kembali berciuman dan tangan Dior sudah mulai meraba raba luar daerah bunga suci Gracia. Gracia melenguh tanpa melepaskan ciuman mereka.
Namun seketika, ketika Dior hendak memasukan jemarinya di dalam pembungkus bunga itu, dia merasakan getaran pada perut Gracia dan berbunyi. Bersamaan dengan itu suara suara lain dalam pikiran Dior saling bertarung.
~hormati dan hargai Gracia, jangan sampai kau menyesal anakku! Atau sebaiknya kau resmikan pernikahan dan kau akan memberikan sebuah kenikmatan berharga dalam diri Gracia~
Suara ibunya berkumandang di otaknya. Dia membuka mata dan menjauhkan Gracia pelan. Tangannya yang di bawah langsung beranjak naik ke wajah Gracia.
"Gracie, apa kau lapar?" Tanya Dior pelan dan berharap tidak menimbulkan kecurigaan pada Gracia kalau dirinya memang ingin menghindar dari semua kenikmatan ini.
Gracia malah benar mengangguk malu karna dia merasa Dior merasakan keroncongan pada perutnya. Dior tersenyum.
"Terimakasih kak. maafkan aku karna terlalu emosi dan cepat marah. Kau masih menyukaiku kan?" selidik Gracia agak takut Dior kembali mendiaminya seperti waktu itu.
"Ya, karna kau lapar jadi kau terlalu terbawa perasaan." Kata Dior mencolek hidung Gracia. Mereka kembali berciuman dan bersiap ke restoran di resort ini.
...
cast Morganino Andez : Song Wei long
_______________________
Dior sudah menggandeng tangan Gracia menuju ke kamar Morgan. Mereka hendak makan siang dan sore nanti mereka akan bertemu dengan Xelino di restoran khas makanan Desa Springfield dekat perbatasan antara desa dan kota juga. Tak lama Morgan pun sudah keluar dari kamarnya.
"Jadi, sudah tidak ada kesalah pahaman?" Tanya Morgan mendelikan alisnya. dia hendak menggoda pasangan itu.
"Kami memang tidak pernah salah paham." dengus Gracia menjulurkan tangannya.
"Jadi, apa yang sudah kau lakukan dengan adikku, Dior?" tanya Morgan ketika mereka sudah menghampiri Morgan. Dior hanya tersenyum.
"Tidak ada kak Morgan!" Gracia memukul pelan lengan Morgan.
"Apa dia yang merayumu Tuan Prime?" Morgan masih belum puas dan Dior hanya tersenyum sambil menaikan bahunya.
"Suruh saja dia jangan menggunakan pakaian pakaian terbuka seperti ini! Cukup di depanmu saja, kau ini Dior! Aku harus mengajarimu!" Morgan mengingatkan karna kejadian tadi yang memang mengundang mata mata pria yang tidak bertanggung jawab.
"Jangan! Kau jangan macam macam kak, kak Morgan punya segudang wanita cantik, kau jangan mau mengikuti jejaknya kak!" dengus Gracia lagi.
"Jadi, kau mau aku memiliki banyak wanita?" Dior bergurau.
"Tidak!" Dengus Gracia lagi dan menunduk bersandar pada tangan Dior. Morgan tertawa dan berjalan lebih dulu.
"Kita makan di samping Resort ini saja ya, Dior, Gracia?" pinta Morgan.
"Kenapa?" tanya Dior yang merasa makanan di sini juga lezat.
"Ada restoran sushi di samping Resort ini dan sepertinya enak dengan udon pedas, hemm .." gumam Morgan yang sangat menginginkan sushi.
__ADS_1
"Ohh baiklah!" Kata Dior setuju.
Mereka pun berjalan ke luar resort dan tentu saja melalui pintu utama. Morgan sambil memainkan ponselnya dan Dior terus berbincang bincang dengan Gracia. Ketika hampir sampai ke pintu utama, sebuah mobil sedan dan juga truk kecil di belakangnya berhenti di depan pintu utama tersebut.
"Hari ini Nona Allegra yang mengantar bunga bunga itu, kenapa kau ceroboh sekali hah?!" Kata seorang manager bersama satu pegawai berjalan cepat mendahului Morgan, Dior dan Gracia.
cast Allegra Yerika Atkinson : Chaeryeong 'Itzy'
_________________________
Belum saja mereka mendekati mobil sedan berawarna kuning dan truk kecil tersebut, seorang gadis seumuran Gracia sudah masuk sambil membawa seikat bunga mawar dengan pot plastinya. Baru saja pegawainya hendak membantu, dia hendak menjatuhkan semua bunga itu. Morgan yang berjalan lebih dulu dari Gracia dan Dior sudah berada di depan gadis itu. Dia pun reflek menahan semua bunga itu. Karna si pegawai tidak menjangkau akhirnya Morgan yang memegangnya
"Ceroboh sekali kau membawa bunga, bagaimana bunga bunga ini mengenaiku!" Decak Morgan tak senang namun gadis itu malah merintih kesakitan.
"Aawww jariku!" gadis itu memegang jarinya karna sudah mengeluarkan darah. sepertinya terkena salah satu duri dari bunga mawar tersebut.
"Allegra?" Panggil Gracia namun Allegra tidak mendengar karna fokus dengan jarinya yang berdarah. Morgan yang tidak tahu itu Allegra malah lebih fokus pada darah yang keluar dari jari Allegra.
Dia lalu memberikan pot berisi Bunga mawar itu pada pegawai Allegra. Dia mendekati Allegra, mengoyakan bagian bawah dress Allegra dengan kencang. Koyakan kain dress tersebut lalu ia lilitkan pada jari Allegra agak darahnya berhenti.
Mata Allegra melebar melihat apa yang dilakukan Morgan pada bagian bawah dress nya. Dior dan Gracia saling menatap. Dior merasa sebentar lagi akan terdengar teriakan yang menggelegar.
"OH MY LORD NESS GODDESS DEMI DEWA NEPTUN BERSAMA LITTLE MERMAID NYA, HEY! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN DRESS KU?!!!!" teriak Allegra dengan sangat kencang membuat yang ada di sekitarnya sampai Dior dan Gracia pun agak menarik dirinya ke belakang. Morgan sudah menutup satu telinganya dengan jari telunjuknya.
"Kau ternyata si gadis singa itu ya? Kupingku sakit sekali! Kau harus mengganti gendang telingaku, gendang telinga pegawaimu, Dior dan Gracia dan kurasa semua orang yang mengunjungi Resort ini." umpat Morgan memejamkan matanya memegang telinganya .
"Masa bodoh dengan apa yang kau katakan! Mengapa kau mengoyakan dress ku hah?! kau benar benar tak tahu sopan santun dan untuk apa kau menginap di resortku, memang tidak ada tempat lain hah?!" kata Allegra mencak mencak sambil menolak pinggang satu tangan nya.
"Karna jarimu ini!" Morgan meraih jari telunjuk Allegra yang sudah dililit kain dress nya. Allegra lalu sedikit memperhatikan jarinya yang benar benar tak sadar kalau Morgan hanya sedang menghentikan darah pada lukanya.
"Gadis ceroboh! Jarimu luka saja tidak tahu, kau malah memikirkan dress mu, nanti akan kuganti! Sepertinya aku memang harus pindah penginapan. Sakit sekali telingaku!!" Decak Morgan pergi menjauh dengan masih memegang telinganya.
...
...
...
...
...
Hehe, Morgan pasti unyu unyu deh kalo lagi sok sok stay cool gitu kan? haha 😊😊
.
next part 25
mungkin akan ada perseteruan Morgan dan Allegra juga Xelino
tapi juga mungkin ada sebuah ujian sedikit untuk Gracia 😁😁
5 episode menuju ending Gracia dan Dior namun ada sebuah rintangan untuk mereka dan akhir yang mengesankan 😍😍
.
jadi jangan lupa kasih LIKE dan KOMEN nya juga RATE dan VOTE nya .. tiap akhir bagian akan diundi lagi siapa pengirim Vote terbanyak yaa hehe
.
so thanks for read and i love you ..♥️
.
baca juga yukkss novel baper lainnya :
💌 Love & Hurt (Kisah cinta dan kehidupan Alvern dan Alice)
💌 Deja Vu : Jasmie & Chest (Kisah cinta dan nasib Jasmie dan Chest)
💌 Tak Dianggap
💌 Tetaplah Bersamaku
💌 Love in Friendship
💌 Hot Daddy
💌 Assistant Love Assistant (Mantan Terindah Seri 2, kisah cinta Lexa dan Leon)
__ADS_1
💌 Satu-satunya yang Kuinginkan (Mantan Terindah Seri 3, kisah cinta Egnor dan Claudia)