
Lanjutan part 15 ...
...
Morgan pun menuju ke Atkinson de Angel terlebih dulu karena dekat dengan bandara. Sesampainya di sana Allegra tidak ada. Dia langsung ke apartemen Allegra tapi sebelum menuju ke kamarnya dia bertanya pada petugas keamanan di apartemen itu. Dan benar Allegra terlihat tadi sekitar pukul 3 sore dan belum tahu pergi lagi atau tidak.
Morgan segera menaiki apartemen Allegra yang satu tahun yang lalu sudah pindah. Allegra pindah ke apartemen yang baru karena lebih dekat dengan kantornya. Apartemen kali ini lebih mewah dan luas. Morgan memberanikan diri menekan bel. Satu kali tidak ada jawaban. Morgan menekan lagi dan tidak ada jawaban lagi. Morgan memutuskan untuk menunggunya dan kembali menekan bel tetap tidak ada jawaban.
Tak lama seorang pesuruh yang bisa membersihkan kamar apartemen Allegra melewati kamar tersebut.
"Apa anda mencari Nona Allegra?" Tanya si pesuruh.
"Ya, di mana dia?"
"Dia pergi sekitar satu jam yang lalu bersama ayahnya. Biasanya kalau sudah pergi bersama Tuan Atkinson, dia kembali ke Desa, tuan," kata si pesuruh memberi tahu.
"Oh baiklah terimakasih,"
Jantung Morgan berdegup. Apa mungkin Jerry sudah mengetahuinya? Morgan pun memberanikan diri untuk menghubungi Angel lagi. Angel menyatakan kekecewaannya tapi dia juga harus mengerti Morgan yang tidak sengaja melakukan itu semua. Angel mengatakan kalau tidak ada tujuan Jerry dan Allegra ke Desa. Akhirnya Morgan memutuskan pergi ke apartemen Xelino terlebih dulu.
"Morgan Morgan! Betapa kau benar benar nelangsa seperti ini! Sudah kau beristirahat dulu dan besok kuantar ke Hotel Atkinson pusat. Aku yakin dia di sana," kata Xelino sambil mengambil air dari kulkas.
"Mengapa kau tidak bilang?" Dengus Morgan yang sudah sangat merindukan Allegra.
"Karena tidak biasa," gumam Xelino terkekeh.
Morgan hendak beranjak ke sana tapi Xelino menahannya.
"Kau butuh persiapan. Kau tenang saja. Allegra pasti menghargai perjuanganmu. Sementara kau beristirahat di sini saja dulu oke?" Kata Xelino memberikan air minum pada Morgan.
"Kau harus membantuku Xelino," pinta Morgan yang merasa sudah putus asa tapi dia tetap menginginkan Allegra.
"Berikan dia rayuan, sikap frontal, keras kepala dan jangan menyerah! Ketika kau bertemu dengannya, jangan lepaskan pandangan darinya! Terus dekati, dampingi dan tinggal bersamanya!" Tutur Xelino memberi saran.
"Ya aku akan menetap 1 bulan ini. Tapi kalau dia terus menghindar?"
"Dia tidak akan jauh jauh dari sini, percayalah! Setelah semua itu kau lakukan barulah kau keluarkan apa yang sudah kau rencanakan dengan Kak Jessie, bagaimana saranku?" Xelino menaik turunkan alisnya.
Morgan mengangguk tapi dia minta satu permintaan pada Xelino untuk menghubungi Allegra. Dia merindukan suara Allegra. Xelino pun menghubungi ponselnya dan ternyata tersambung. Xelino menggunakan mode loud speaker agar Morgan bisa mendengarnya. Sesaat Morgan sangat sedih karena panggilan darinya saja yang pasti dialihkan Allegra.
"Haloo .." suara Allegra melemah mengangkat panggilan. Perasaan Morgan sedikit bergemuruh dan cukup tenang mendengar suara indah bagi hatinya itu. Setidaknya dia tenang kalau Allegra baik baik saja.
"Kau di mana? Carolyn menanyaimu masalah satu kamar hotel yang ia pesan untuk Minggu depan?" Tanya Xelino berkelit.
"Kalian mau apa?" Tanya Allegra to the point.
"Bridal shower! Kau mau ikut tidak? Harus menggunakan pakaian hewan hewan lucu, padahal dia seperti harimau," decak Xelino menggoda Allegra.
"Gila!" Umpat Allegra.
"Sudah cepat katakan kau di mana! Aku tahu kau bertengkar dengan Morgan kan?"
"Apa dia mencariku?"
Morgan menggeleng
"Aku tidak tahu tapi aku bertanya padanya dia tampak frustasi, dia demam dan dia memaksakan dirinya ke Springfield," kata Xelino lagi berbohong dan mengedipkan sebelah matanya pada Morgan.
"Kau serius?" Nada suara Allegra sedikit menaik dan Morgan pun tersenyum tipis. Dia tahu kalau wanitanya itu masih mengharapkannya.
"Kapan aku berbohong!"
"Hem, dia tidak jujur padaku kak! Sebenarnya aku masih mencintainya. Aku hanya menguji apa benar dia akan menjemputku kesini dan melakukan apapun," gumam Allegra bercerita pada Xelino. Morgan kembali tersenyum dan berbunga bunga. Dia tahu, pilihannya tidak pernah salah. Allegra sungguh yang diinginkan untuk menemani hidupnya.
"Kalau dia akhirnya mati bagaimana? Kau berdosa Allegra!" Decak Xelino memanas manasi.
"Tidak akan!"
"Yasudah kau baik baik saja kan? Besok kau kembali bekerja?" Selidik Xelino.
"Ya kak. Aku sudah kembali ke apartemenku, tadi aku mengantar Daddy sampai ke perbatasan dan dia kembali ke desa," kata Allegra lagi.
__ADS_1
"Yasudah jaga dirimu dan kusarankan hubungi Morgan! Dia akan mati!"
"Jangan begitu kak! Dia tidak akan mati karenaku,"
"Akan! Kau tunggu saja!" Xelino memang tidak pernah puas menggoda orang orang yang ia sayangi.
"Kau berisik! Katakan pada Kak Carolyn harga sewa Hotel Luxury Flower naik menjadi dua juta semalam karena dia meminta hiasan bunga di dalamnya," kata Allegra kembali masalah bisnis padahal Xelino sudah lupa.
"Kenapa tidak lima juta?"
"Ish, sudahlah! Aku sedang pusing, tapi kau terus saja menggodaku! Aku serius kak!"
"Agar kau tidak bersedih adikku, baiklah persiapkan dirimu untuk kejutan dihari harimu, bye!!!" Kata terakhir Xelino dan memang mau membuta Allegra penasaran.
Panggilan dimatikan. Xelino menatap Morgan yang menutup wajahnya.
"Morgan, kau tidak menangis kan?" Selidik Xelino sekalian menggoda calon saudara iparnya itu.
"Aku mau memeluknya Xelino!" Kata Morgan.
"Iya besok! Sekarang kau persiapkan dirimu! Tenang sir!" Kata Xelino menepuk pundak Morgan. Morgan mengusap wajahnya. Dia harus bersabar dan benar kata Xelino. Membiarkan waktu Allegra menenangkan diri dan dia sudah tahu kalau Allegra ingin mengujinya oleh sebab itu, dia harus memberikan yang terbaik baik Allegra.
...
Sementara itu, Zefanya dan Ezekhiel sudah menuruni pesawat. Zefanya sangat senang karena sebentar lagi akan bertemu Zhavia. Dia agak bingung mengapa beberapa hari ini Zhavia tidak menghubunginya tapi Zefanya sedikit aman karena dengan begitu, Zhavia tidak mengetahui masalahnya dengan Ezekhiel. Terakhir mereka berhubungan bulan kemarin ketika masih ada Salma. Zefanya menceritakan semuanya dan Zhavia sangat kesal. Sampai sampai Zhavia meminta tiket kembali ke Legacy. Namun, Zefanya mengatakan bisa menyelesaikannya sendiri.
Kini, Zefanya sangat antusias. Dia juga ingin tahu apakah Zhavia sudah mengandung atau belum. Entahlah, mengapa Zefanya berpikir seperti itu. Ada rasa cemas takut kalau dirinya akan kembali sedih tapi di sisi lain Zhavia tetap seorang wanita yang sudah menikah. Dia juga pasti menunggu akan sebuah kehamilan.
"Sweetheart, kau yakin akan menginap di apartemen Zhavia? Tidak di apartemen kita?" Selidik Ezekhiel merangkul pinggang Zefanya.
"Zendaya kan apartemen kita, kau yang memberikannya padaku!" Dengus Zefanya mengerutkan bibirnya.
"Bukan, maksudku kita akan tinggal di kamar apartemennya?" Tanya Ezekhiel lagi memastikan.
"Iya sayang, kau tidak keberatan kan?" Jawab Zefanya memegang pipi suaminya.
"Tidak, asal kau senang. Aku hanya berpikir ini perayaan anniversary kita yang ketiga. Apa kita tidak ingin berduaan?" Tanya Ezekhiel sedikit menekuk wajahnya.
"Oh God suamiku! Besoknya kita bisa ke hotel kan? Kau jangan cemburu seperti ini?" Zefanya kembali mengelus pipi suaminya.
"Aku merindukannya sayang tapi akan tetap merayakan anniversary kita, oke?" Balas Zefanya dan mengecup pipi suaminya itu.
"Ya, aku mengerti! Nah mobil jemputannya sudah datang," kata Ezekhiel menunjuk pada sebuah Limosin hitam di pinggir pintu masuk bandara.
Mereka pun menuju ke apartemen Zendaya. Kenyataannya Zhavia sudah kembali lagi ke apartemen itu dan Patrick yang benar benar membelinya. Tidak lagi menyewa atau pemberian Zefanya. Pada akhirnya Zefanya pun menerima semua kesepakatan itu walau dengan berat hati.
Zendaya Luxury Apartment
---------------------------------
Sekitar satu jam perjalanan dari bandara ke apartemen itu. Semuanya tentu menyambut Ezekhiel dan Zefanya. Manager yang mengurus Zendaya Apartment itu mengarahkan Ezekhiel dan Zefanya ke ruangan private untuk beristirahat terlebih dahulu dan menikmati teh hangat. Namun, Zefanya meminta ijin Ezekhiel untuk lebih dulu ke atas. Ezekhiel mengijinkannya sementara dia harus menandatangani laporan akhir tahun yang kemarin belum sempat ia tanda tangani .
Zefanya begitu antusias menaiki gedung dan sebelumnya, Zefanya sudah meminta kunci cadangan dari resepsionis untuk mengejutkan Zhavia. Zefanya juga sudah bertanya pada Adeline tentang keberadaan Zhavia dan katanya Zhavia sedang di rumah akhir akhir ini. Zefanya menjadi dekat dengan Adeline karena sekolah tempat Adeline bekerja meminta tolong perusahaan iklan Zefanya untuk mempromosikan sekolahnya itu.
Zefanya sudah di depan pintu kamar apartemen Zhavia.
"Zhavia, i'm coming!" Gumamnya tersenyum lebar. Zefanya mulai menggesek kartu kunci tersebut dengan sangat pelan dan dia mendorong pintu tersebut. Dia masuk seperti mengendap endap dan di sana terlihat Zhavia tapi Zefanya sungguh terheran ketika apa yang ia saksikan. Matanya membelalak, dadanya sesak dan jantungnya bergemuruh. Dahinya mengernyit dan dia pun berteriak.
"Zhavia! Ada apa dengan perutmu hah?!" Zefanya terkejut ketika membuka pintu apartemen Zhavia dan mendapatkan kembarannya itu dengan kaos putih tanpa lengan fit body dan mempertontonkan perut buncitnya yang kian membesar sedang menikmati buah buahan di pantry dapur. Zefanya pemilik apartemen itu jadi dia bisa mempunyai kunci cadangan apartemen yang ia miliki. Zefanya hendak memberi kejutan namun tampaknya dirinya yang terkejut.
"Karna aku hamil! Uhuk, uhuk Zefanya? Kau? Kapan kau kemari?" Zhavia yang tidak menyadari kehadiran kembarannya menjawab dengan jujur dan akhirnya terbatuk.
"Hamil?!! Baru beberapa bulan yang lalu kau menikah tapi perutmu sudah sebesar ini, ada apa ini Zhavia?!!" Zefanya shock dan mendekati kembarannya perlahan.
"Bukan seperti yang ada di pikiranmu Anya! Aku bisa menjelaskan!" Zhavia mencoba berkata kata.
"Menjelaskan apa? Apa maksud mu melakukan ini denganku?!" Zefanya terus bernada keras.
"Ya, aku takut kau kecewa kalau ternyata aku lebih dulu yang mengandung!" Gumam Zhavia seperti meledek membuat Zefanya makin naik pitam dan kecewa.
__ADS_1
"Kembaran yang tak tahu diuntung! Berarti kau meremehkan ku iya? Jahat sekali kau Zhavia!" Decak Zefanya meledak.
"Jahat apa? Ini kehendak Tuhan Zefanya!" Zhavia kembali mencoba menenangkan kembarannya namun gagal.
"Jangan menyebut nyebut nama Tuhan kau sangat tidak pantas. Pasti kau hamil sebelum menikah kan? Ohh, karna itu Patrick menikahimu cepat cepat ya? Kasihan sekali dirimu. Kau seperti wanita rendahan!" Umpat Zefanya membuat hati Zhavia bergetir dan ikut marah dengan Zefanya.
"Jaga ucapanmu Anya! Apa bedanya diriku dengan dirimu! Kau saja belum hamil hamil, ada yang salah dengan dirimu, periksakan segera! Dan jangan cuma dirimu, tapi juga Tuan Ezekhielmu itu! Jangan kau urusi diriku!" Zhavia kembali mengumpat Zefanya.
"Cih, cukup sudah persaudaraan kita Zhavia, ucapan dan perilakumu sungguh tidak bisa ku tolerir!" Zefanya sungguh terpaksa mengeluarkan kata kata ini. Dia sudah lepas kendali.
"Silahkan saja!" Cetus Zhavia acuh.
"Kau jangan lupa, ini apartemenku!" Zefanya mengingatkan.
"Ya! Kau tenang saja, aku akan pindah MALAM INI JUGA! Suamiku lebih kaya dari suamimu!" Decak Zhavia tak mau kalah.
"I DON'T CARE!!!" Decak Zefanya juga dan bersamaan dengan itu, Ezekhiel menyusul Zefanya yang tadi lebih dulu menuju kamar apartemen Zhavia. Dan juga Patrick yang keluar dari kamar.
"Ada apa dengan kalian hah?" Tanya Ezekhiel memegang lengan Zefanya.
"Iya Zhavia, kenapa kau teriak teriak?" Patrick juga menghampiri istrinya.
"DIA YANG DULUAN!" Jawab anak kembar itu bersamaan.
Pada akhirnya mereka akan terus bergantung satu sama lain.
...
...
...
...
...
...
itu visualnya kek di Drakor Drakor lho pas Uda akhir set set set set muka pemainnya di zoom satu satu kan 😂😂
gitu dah pokoknya nonton aja Drakor kalo akhir akhir tuh hhaa trus ada lagunya dah kan coz i'm your home home home home (reff home seventeen)
to be continued ....
😂😂😂😂😂
.
next part 17
bakalan ada apa neehh?
stay tune yaa 😁😁
kangen zhapat yaa? hihi 😍😍
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karya vii berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤