Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - DIOR & GRACIA PART 26


__ADS_3

Terkadang apa yang di keluarkan dari mulut itu tidak akan sesuai dengan pikiran atau perasaan yang sedang di rasakan jika merasa diri paling benar. Merasa diri sudah benar sehingga tidak mau mengungkap kan apa yang seharusnya dikatakan. Mengucapkan terimakasih atau meminta maaf terdengar mudah tetapi ketika kita melihat nilai nilai tertentu hal tersebut menjadi sangat sulit dilakukan.


Begitu juga ketika kita ingin melakukan sesuatu yang harusnya kita lakukan, tapi tidak percaya diri dan merasa rendah, kita jadi mengurungkan niat kita. Setelah itu kita jadi uring uringan dan tidak puas karna hati dan perilaku tidak sesuai. Perasaan menjadi kesal karna tidak menjalankan apa yang diinginkan sebenarnya.


Terlihat jelas dari sikap kedua gadis yang sedang menghadapi masa pubertas nya ini. Gracia dan Allegra. Di satu sisi kedewasaan Gracia yang melebihi Allegra sangat bermanfaat untuk mengingatkan Allegra. Sedangkan di satu sisi, sifat blak blak an dan sedikit arogan Allegra juga diperlukan Gracia.


"Hati hati, hukum karma berlaku, Allegra." Tiba tiba Gracia sudah bersandar di dekat dinding koridor kamar itu. Gracia pun sudah bersiap dengan pakaian lain. Gracia mengenakan celana panjang dan blouse feminim. Sebelumnya Dior sudah meminta dirinya untuk tidak mengenakan pakaian yang agak terbuka lagi.


"Gracia?! Kakakmu memang aneh! Aku hanya mau berterimakasih!" Dengus Allegra melebarkan matanya pada Gracia.


"Kalau kau tulus mengucapkannya pasti dia akan juga lembut Allegra." Pekik Gracia tersenyum.


"Aku tulus Gracia, oh goddess!! Memang wajahku kan seperti ini!!" Dengus Allegra melipat ke dua tangannya di depan dadanya.


"Sudahlah, dia pasti menerima ucapan terima kasihku, tenang saja." Kata Gracia memegang bahu Allegra.


"Ah masa bodoh, aku tidak peduli dan tidak akan memikirkannya. Memang dia siapa! Eng, kenapa kau keluar kamar? Apa kita akan segera pergi? Ini bahkan belum pukul 6 sore." kata Allegra membahas tentang kepergian mereka bertemu dengan Xelino.


"Em, Allegra, apa tidak sebaiknya kau menemani ku saja berjalan jalan. Aku takut kalau kau juga akan berbicara bisnis dengan Kak Dior, Kak Morgan dan Xelino." Pinta Gracia menawarkan rencana lain.


"Ahh, ide yang bagus Gracia. Yasudah, ayo kita pergi! Kita ke mall dekat sini yang bagus ya?" Balas Allegra setuju.


Gracia dan Allegra pun tidak mengikuti Dior dan Morgan . Mereka bersenang senang sendiri sampai puas dan mereka baru menuju ke restoran tempat Morgan, Dior dan Xelino bertemu. Gracia bertanya pada Dior dan Mereka semua masih di sana.


"Allegra, kau di sini?" Tanya Xelino ketika melihat Allegra dan Gracia menghampiri mereka.


"Lalu, aku mau kemana? Daddy yang menyuruhku menemani Kak Dior dan Gracia." jawab Allegra sesuai perintah ayah nya.


"Dia, tidak kau temani?" Xelino menunjuk pada Morgan dan terkekeh.


"Aku tidak perlu ditemani wanita berwujud singa seperti dia, Xel!" Morgan menghempaskan jari telunjuk Xelino yang mengarah padanya.


"Haha, kau benar Tuan Andez. Hanya ada satu di muka bumi ini, aku saja baru dengar siluman singa!" Xelino denga keahliannya mencibir mengeluarkan jurusnya.


"Oh ya? Siluman singa ada?" Morgan menanggapi.


"Ada, dia! Hahaha!" Xelino menunjuk Allegra dan Allegra sudah terpancing emosi. Dia mengambil air putih yang masih penuh di atas meja itu dan menyiram ke kepala Xelino.


"Seharusnya kita tidak ke sini Gracia, sudah ayo kita langsung ke resort saja!" Allegra kembali menarik tangan Gracia. Gracia hanya tersenyum senyum sambil mengikuti Allegra. Sementara Dior melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul sepuluh malam.


"Aku akan mengantar mereka. Aku tidak mau terjadi apa apa dengan mereka. Kalau kalian masih mau lanjut silahkan." Kata Dior beranjak dari duduknya dan menyusul Allegra dan Gracia.


"Kurasa semua sudah selesai, Xelino, semoga semua berjalan lancar." kata Morgan menyudahi pembicaraan mereka karna malam semakin larut.


"Oke Tuan Andez. Aku senang dengan kerjasama ini. Semoga lancar dan berlanjut." saut Xelino.


"Baiklah, aku akan kembali ke resort. Apa kau juga di tempat yang sama?" tanya Morgan memastikan.


"Aku ke apartemen saja. Salamkan saja dengan Allegra. Maafkan jika dia ada kesalahan." kata Xelino tetap menjadi sepupu yang baik karna dia tahu bagaimana Allegra dengan orang orang baru.


"Ah, aku sudah biasa menghadapi wanita labil seperti dia." balas Morgan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Xelino.


"Ya benar. Baiklah selamat malam Tuan Andez." Ucap Xelino beranjak dari duduknya berjabat tangan dengan Morgan dan pergi lebih dulu. Tak lama Morgan juga menuju mobil mereka. Di sana Allegra, Dior dan Gracia masih menunggu Morgan. Dior hendak memberikan kunci mobil yang mereka sewa pada Morgan sehingga Dior dan Gracia menaiki mobil Allegra karna malam semakin larut. Dior khawatir jika terjadi apa apa pada Allegra jika dia menyetir sendiri atau jika hanya bersama Gracia. Pasalnya Dior sudah memperhatikan jalan perjalanan dari resort ke hotel ini melewati ladang perkebunan jagung yang cukup sepi dan sedikit hutan Pinus.


"Morgan, kau bisa mengendarai mobil sendiri kan? Biar aku bersama Allegra dan Gracia mengendarai mobil Allegra." kata Dior hendak menyerahkan kunci mobil.


"Kak Dior ini, aku sudah terbiasa mengendarai mobil dari kota ke desa, aku tidak akan kenapa kenapa. Jangan sampai si Morgan pelit suara itu tersesat." dengus Allegra berusaha meyakinkan Dior agar dia mengendarai mobil sendiri.


"Cih!" Morgan berdecih. dia sudah malas dan lelah.


"Atau kau saja yang menemani Allegra kak. Jadi aku bersama kak Dior, kau bersama Allegra. Adil kan?" celetuk Gracia tiba tiba. mata Allegra terbuka lebar.


"Gracia, kau?!" Allegra memberikan mata lebarnya pada Gracia.


"Sudah ayo kak, biarkan Kak Morgan naik mobil Allegra. Ayo ayo!" Gracia tersenyum nakal dan mendorong Dior masuk ke mobilnya cepat cepat.


"Gracia, tidak, aku bersamamu saja." Allegra masih berusaha menghindari Morgan. Dia menuju ke mobil yang sudah di nyalakan namun Morgna juga menahannya. Morgan memegang lengan Allegra yang membuat Allegra kembali berdebar debar. Dia lalu menoleh menatap tajam Morgan yang juga sudah menatapnya.


"Mana kunci mobilnya?" pinta Morgan.


"Ya, ya, kau naik saja sendiri, ini!" Dengan cepat Allegra mengambil kunci mobilnya di tas kecilnya dan memberikan pada Morgan. Dia masih berusaha ke mobil Dior yang sudah siap untuk jalan.


"Kak Dior, Gracia, biarkan aku bersama kalian, Kak Dior!!" Allegra memukul mukul kaca mobil tetapi Dior tidak mengindahkannya. Gracia memang ingin mereka bersama berbaikan dan tidak ada ribut ribut lagi jika bertemu . Dior sangat mengerti maksud tunangannya. Dior pun melajukan mobil sedan hitam itu .


"Kak Dior, pliss!!" Allegra masih memukul mukul kaca mobil dan mobil itu pun melaju.


"Haiz, tega sekali kalian berdua, biar saja aku akan mengadukan kalian pada Nyonya Besar Viena Prime, awas kalian!" Dengus Allegra dan ..


Tin!! Tin!!


"Mau pulang tidak? Ternyata mobil mu berkelas juga ya? Tidak takut aku akan membawanya ke Legacy?" kata Morgan di dalam mobil dan di samping Allegra berdiri.


"Bawa saja aku bisa menyuruh Daddy ku membelinya lagi, lagipula di sana ada Paman Leon Ku, dia akan menyegel mobil ini agar kau tidak bisa menggunakannya.!!" decak Allegra sudah sangat kesal.


"Bisa dicoba! Baiklah aku pulang ya?" kata Morgan bermaksud agar Allegra menaiki mobil namun Allegra bersih keras tidak mau.


"Sana! Aku tahu kawasan ini, aku bisa menginap saja di hotel sebelah sana atau menghubungi pegawai ku menjemputku, yang penting aku tidak bersamamu!" dengus Allegra.


"Oohhh siluman singa yang keras kepala!" Dengus Morgan juga. Dia lalu membuka pintu mobil dan turun dari sana. Allegra cukup terkejut dan Morgan menarik tangan nya menuju ke bangku penumpang. Morgan membukanya dan menggiring Allegra agar masuk ke dalam mobil dengan cukup kasar.


"Aahh, sakit! Kau benar benar pria terkasar, kau monster Morgan! Pantas saja ibumu memberikan nama Morgan, argh! Aku benci padamu!" umpat Allegra menunjuk nunjuk Morgan.

__ADS_1


"Diam atau aku akan mendaratkan bibirku di depan bibirmu!" ancam Morgan meraih telunjuk Allegra dan mendekatkan wajahnya di depan wajah Allegra. seluruh tubuh Allegra berdesir hebat.


"Uuuww!!" Allegra reflek memegang mulutnya.


Morgan kembali menegakan tubuhnya dan menutup pintu mobil. Dia kembali ke kursi pengemudi.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Sesekali Morgan hanya menyetir dengan satu tangan dan menopang tangan satunya di sisi pintu mobil sambil mengelus dagunya. Sesekali Allegra pun memperhatikan Morgan. Walau samar samar karna pencahayaan hanya dari luar jalan, tetapi Allegra merasa Morgan cukup menawan. Dengan tatapan tajam ke depan dan rahang wajahnya yang sangat pas dengan bentuk wajahnya.


"Jangan terus memperhatikanku, nanti kau bisa jatuh cinta sejatuh jatuhnya!" goda Morgan.


Allegra tersadar.


"Cih! Cinta! Berteman saja aku tidak mau!" dengus Allegra masih menatap sebal Morgan.


"Kau masih hutang satu terimakasih padaku!" gumam Morgan mengingatkan namun tersenyum kecil.


"Aku sudah mengucapkannya tapi kau malah mengusir ku!" Allegra mengingatkan dengan wajah masam.


Allegra merubah posisinya hendak melihat jalan tetapi sepertinya pinggangnya sakit. Karna dijatuhkan tadi oleh Morgan dan lagi di dorong kasar untuk masuk ke dalam mobil.


"Aargh!! Pinggangku!" Allegra memegang sisi pinggangnya.


Morgan sedikit menoleh namun tidak mengatakan apapun.


"Haiz, mengapa jadi sakit begini!!" Allegra memegang pingganya terus menerus namun dia berusaha membuat dirinya nyaman. Morgan menyadari pasti karna perbuatannya tapi dia tidak berkata apapun hanya memperhatikan sesekali. Allegra pun tertidur dan tak lama Morgan menyadari, dia meminggirkan sebentar mobilnya. Dia melepas jas nya dan menyelimuti Allegra.


Sesampainya di resort nyatanya Allegra masih tertidur. Ketika Morgan hendak membangunkannya, Morgan memperhatikan wajah Allegra yang agak lugu dan cukup manis. Morgan tersenyum kecil dan tidak tega membangunkannya. Dia pun akhirnya menggendong Allegra pelan pelan.


"Ahh, pinggang ku sakit Gracia! Dia menjatuhkan ku!" Allegra mengigau tadi dia menceritakan pada Gracia apa yang dilakukan Morgan. Morgan mengelus pinggang Allegra terlebih dahulu sebelum kembali menggendongnya. Dia melakukan nya dengan lebih lembut dan pelan lagi.


Sebelumnya Morgan pelan pelan sudah mengambil kartu kunci kamar yang ada di tas Allegra dan menaruh di mulutnya. Dengan sekuat tenaga Morgan mencocokan kartu dengan gesekan kunci pintu tersebut dan terbukalah. Morgan kembali merebahkan Allegra dengan sangat perlahan. Dia kembali memandang wajah yang menyeramkan itu jika sedang marah.


"I'm sorry!" Gumamnya dan meninggalkan Allegra. Tidak lupa dia menutup pintu kamar Allegra.


"Sepertinya kakakmu benar akan menyukai Allegra, sayang." Kata Dior mengumpat di belokan koridor juga sedang memeluk Gracia. Mereka berdua memang menunggui Morgan dan Allegra.


"Iya kak semoga mereka bisa berteman saja. aku bingung jika mereka bertemu dan terus berselisih." saut Gracia.


"Baiklah, mereka sudah pulang, sekarang kita pun harus pulang ke kamar kita!" Saut Dior juga menggendong Gracia menuju ke kamar mereka.


"Aahh, kakak! Kau mau apa?!" pekik Gracia tersipu malu.


"Lihat saja di kamar!" Dior menyeringai.


...


Keesokannya Gracia, Dior dan Morgan sudah bersiap sarapan di restoran resort itu. Dior sudah menggandeng Gracia menyusul Morgan yang kebetulan juga sudah keluar.


"Bagaimana tidur mu semalam kak? Tenang kan karna melihat pujaan hati." Gracia menggoda seperti biasa.


Dior hanya tersenyum menggeleng. Dior merespon apa adanya.


"Tidak ada! Kak Dior ku ini baik hati!" Gracia mengelus dada Dior.


"Terus saja kau menolak Gracia, jangan sampai dicobai wanita lain." Morgan makin menjadi jadi membuta Gracia agak takut. Gracia memang ingin namun entah mengapa dia masih belum siap sehingga selalu menampilkan wajah pasrah pada Dior.


"Kak Morgan! Pantas saja Allegra begitu kesal padamu, perkataanmu sungguh menyakitkan!" decak Gracia kesal.


"Masih pagi, jangan marah marah Gracie! Sudah ayo makan!" Morgan mencolek dagu adik sepupunya itu .


Dior terkekeh melihat tingah cemburu kekasihnya juga perkataan gila Morgan.


"Kakak! Mengapa kau tidak mengatakan apapun? Kau ingin dengan wanita lain yaa?!" selidik Gracia memicingkan matanya.


Dior menggeleng.


"Lalu?" Gracia masih menunggu.


"Kalau aku menginginkannya, kakak Morgan mu tidak akan menggodamu! Dia pasti sudah menghabisi ku! Sudahlah, itu hanya gurauan, aku masih teteap menginginkanmu! Aku tidak tahu kalau sekali lagi kau menggodaku benar terjadi atau masih bisa dalam alam sadarku!" Kata Dior mengelus wajah Gracia dan kembali berjalan. Gracia hanya tersenyum . Betapa dia bersyukur memiliki pria yang masih bisa menahan nafsu nya. Ini sudah terhitung dua hari mereka tidur bersama namun belum melakukan apa apa.


Mereka sudah mengambil semua makanan yang mereka kehendaki. Ruang makan seperti restoran luas dengan jendela jendela tanpa tirai sehingga sinar matahari masuk silih berganti bertautan dengan angin semilir pagi hari. Suasana yang begitu homie dengan tv di gantung menemani sarapan mereka. Gracia memilih sandwich dengan irisan salada, tomat, mentimun dan telur mata sapi. Sedangkan Dior masih menikmati kopi susu yang cukup panas. Dan, Morgan memilih roti dengan beberapa selai. Mereka sambil berbincang membicarakan acara tv.


Tak berapa lama Allegra datang juga untuk sarapan dan menghampiri mereka. Allegra mengenakan jumpsuit tanpa lengan dengan bahan sifon yang dilapisi furing di dalam. Dia baru saja menyuruh pegawainya membelikannya pakaian ini. Allegra pun datang dengan membawa jas Morgan. Dia melihat Gracia sudah duduk di samping Dior dan Morgan duduk sendiri. Allegra menghela napas dan sedikit mengusap hidungnya. Sepertinya dia hendak terkena flu.


"Ini jas mu, terimakasih!" Kata Allegra duduk di samping Morgan dan memberikan jas nya. Morgan meraihnya dan memperhatikan Allegra yang tidak lama meraih tysu dan bersin. Morgan menghela napas. Gadis ini memang benar benar ceroboh dan tidak sadar akan dirinya sendiri pikirnya.


"Lagi tidak enak badan kenapa menggunakan pakaian seperti ini?!" Kata Morgan menatap tajam dan tak enak Allegra. Allegra menoleh.


"Who are you?!" tanya Allegra yang menegaskan siapa Morgan sehingga mengatur atau melarang larangnya.


"Pakai lagi jas ini cepat!" perintah Morgan memberikan lagi jas nya.


Allegra menggeleng. Morgan menarik napas dan dengan cepat menggiring Allegra untuk mengenakannya. Lucunya, Allegra entah sadar atau tidak sadar mengikutinya.


"Kau?!" Allegra ingin berkat kata kasar.


"Benar kata Morgan, Allegra, kau sepertinya flu kenapa mengenakan pakaian tanpa lengan?" Tambah Dior sehingga Allegra mengurungkan niatnya.


"Aku meminta pegawai ku membelikan jumpsuit dan dia membelikan ku jumpsuit itu yasudahlah!" jawab Allegra membenarkan maksud sebenarnya.


"Yasudah pakai saja jas kak Morgan, Allegra, angin nya agak kencang. Nanti kucarikan obat ya?" Kata Gracia. Allegra mengangguk dan dia malah meraih roti lapis yang sudah Morgan buat. Morgan sudah memperhatikan tv lagi dan ketika Allegra hendak mengambilnya bersamaan Morgan juga ingin mengambilnya sehingga Morgan memegang tangan Allegra.

__ADS_1


Gracia terkekeh. Morgan memegang tangan Allegra namun karna Allegra sedang tidak enak badan, dia diam saja tetap menatap tak enak Morgan.


"Haiz, kau ini benar benar membuatku risih saja!" Morgan menghempaskan tangan Allegra dan ..


"Aahhh!!" Allegra menarik tangannya karna tangan tersebut yang mana jarinya yang terkena duri kemarin. Morgan tanpa sadar langsung kembali meraihnya .


"Maaf maaf! Apa masih sakit?" selidik Morgan dan Allegra menangkap tatapan Morgan yang ya cukup mencemaskan nya.


"Ah, entahlah! Sudahlah aku jadi tidak selera!" Allegra kembali menarik nya dengan menggerutu.


"Yasudah ini ambil saja. Aku bisa membuatnya lagi." Kata Morgan pelan dan menyodorkan piring berisi roti itu.


"Kalian ini, makan roti saja ramai sekali!" Dior tersenyum tipis dan berdiri.


"Kau mau kemana kak?" Tanya Gracia.


"Ambil sarapan,"


"Aku saja yang ambilkan."


"Sudah, kau sini saja, aku sebentar." kata Dior tersenyum dan mengelus puncak kepala Gracia.


Gracia mengangguk tersenyum. Dior pun menuju ke meja tempat mereka mengumpulkan makanannya. Gracia pun tanpa sadar terus memperhatikan kekasihnya itu karna meja makan itu searah dengan ia duduk bersama Dior dan membelakangi Morgan dan Allegra. Namun tak lama Gracia mengerutkan dahinya dan tatapannya agak sedih.


"Kau kenapa Gracie?" Tanya Allegra agak melemah dan Morgan menoleh ke belakang.


"Dior? Dior? Kau Dior kan? Tunggu, Vincent Edior Prime, ya kan? Aku Scarlett!" Sapa seorang wanita tinggi semampai. Tingginya setinggi Zhavia, ya hampir sama dengan Dior walau Dior tetap lebih tinggi. Tubuhnya putih, mulus langsing dengan rambutnya yang dibuat bulat ke atas memperlihatkan leher jenjangnya karna dia mengenakan kaos ketat tanpa lengan dan celana pendek yang hanya menutupi bokongnya.


Wanita itu akhirnya meraih tangan Dior dan melakukan ciuman pipi kanan dan kiri. Dior tidak siap dengan semua menerimanya namun tetap menarik diri setelah wanita itu mengecup kedua pipinya.


"Hay Scarlett, lama tak jumpa!" saut Dior tersenyum.


"Ya benar! Bagaimana kabarmu? Kabar mommy Viena dan Daddy Dion? Aku sangat merindukanmu! Aku belum sempat pulang kembali ke Legacy. Kau? Sedang apa di sini? Apa kau sedang berlibur? Wah, kita bisa menghabiskan waktu bersama?" tanya Scarlet berentet membuat Dior tidak tahu mana yang harus ia jawab. dia hanya mendengar mom and dad nya.


"Mereka baik, ya sedang menemani kerabat untuk melakukan kerja sama bisnis." jawab Dior singkat.


"Kau memang tidak pernah berubah! Selalu mengedepankan bisnis! Aku tidak salah selalu mengagumimu juga merindukanmu! Ting!" Scarlett mengedipkan matanya.


Sementara Gracia sudah sangat terbakar api cemburu. Pria nya di kecup oleh wanita yang bukan dirinya. Tetapi Gracia tampaknya diam saja. Matanya berkaca kaca dan ingin pergi dari tempat itu. Dia merasa mungkin begini perasaan kekasihnya ketika melihat dirinya bersama Stanley.


"Hem, Gracia! Kalau aku menjadi dirimu, aku akan datangi kak Dior mu itu, aku akan menggandengnya dan bilang kalau aku ini kekasihnya. Kalau perlu ku cium kak Dior itu, dia kan kekasihmu, tunanganmu lagi!" kata Allegra santai dan tenang karna tubuh nya memang benar benar tidak enak.


Gracia menatap tajam Allegra yang sedang menopang dagunya.


"Iya, dan sepertinya wanita itu tidak tahu kalau Dior sudah dimiliki dirimu. Benar bukan begitu Morgan?" kali ini Allegra harus berteman dengan Morgan karna menyangkut kesalah pahaman.


Morgan mengangguk angguk sambil memakan rotinya.


"Kak, kenapa kau tidak marah?!" dengus Gracia mengingat kemarin Morgan ketika dirinya berbicara dengan pria lain.


"Aku lelaki Gracia, di dekati wanita seperti itu, aku pasti diam hahaha! Kecuali ada kekasihku! Mereka hanya teman. Dior saja agak ketakutan begitu." jawab Morgan tidak berbohong. didekati wanita seksi seperti itu, lelaki mana yang tidak mau. Allegra menatap tajam Morgan tapi ya itu memang benar.


Gracia makin mengernyitkan dahinya . Dia lalu beranjak. Benar kata Allegra. Mungkin saja Dior juga tidak akan memberitahukannya. Gracia pun mendekati Dior dan Scarlett.


"Kak Dior .. kau lama sekali? Aku menunggumu di sana." Kata Gracia meraih telapak tangan Dior dari belakang. Dior terkesiap dan menoleh menatap Wajak manja Gracia. Sementara Scarlett masih tersenyum namun sudah melipat tangannya agak terheran.


"Gracie? Maaf ini aku bertemu dengan teman kuliah ku. Perkenalkan Scarlett. Scarlett, ini Gracie, tunanganku!" Kata Dior dan betapa Gracia tersentuh ternyata Dior mengenalkan dirinya sebagai tunangannya. sementara Scarlett sedang memperhatikan Gracia dari bawah sampai atas.


...


...


...


...


...


gantian dikit y Gracie! ga lama kok 😂😂


.


next part 27


dah dah pulang ke Legacy yaa?


bagaimana dinding pertahanan Dior dan Gracia? apakah akan masih bertahan atau bobol? haha


dan bagaimana hubungan Morgan dan Allegra?


sampai disini?


stay tune gaes!!


mau ada cerita khusus Morgan n Allegra ga Nii setelah Dior dan Gracia tamat?


.


Jangan lupa LIKE DAN KOMEN nyaa karna akan menambah semangat penulis untuk trus UP haha


Jangan lupa juga kasih RATE DAN VOTE di depan profil novel ya😍😍

__ADS_1


.


Thanks for read .. happy read and i love youu 💕


__ADS_2