Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL & ZEFANYA PART 25 EKSTRA


__ADS_3

Ujian dan cobaan yang datang tidak akan melunturkan cinta yang sudah dibangun dengan besar dan kepercayaa. Menyerahkan semuanya pada yang kuasa dan berusaha berjalan apa adanya. Tak peduli sampai memutih rambut mereka, hilang semua gertak gigi, selamanya ingin menua bersama adalah bentuk kebahagiaan Ezekhiel dan Zefanya yang mereka dapat, mereka hanya ingin bersama.


...


lanjutan part 25,


"Tenang tuan Ezekhiel. Aku tidak ada maksud untuk menggoda istrimu, dia hanya terlalu cantik dan hanya kau yang pantas memilikinya," saut Thomas melihat sisi sisi wajah Ezekhiel yang menegang karena ucapannya pada Zefanya.


"Aku hanya tidak ingin mendengar kalian bereuni karena tujuan kami untuk mengikuti program bayi tabung ini," kata Ezekhiel lagi dengan tegas dan masih bertindak netral.


"Ya, aku mengerti. Tenang saja," balas Thomas tersenyum lebar.


"Kalau bukan rujukan dokter Vivian, aku tidak bisa sesabar ini," tambah Ezekhiel lagi memperingati.


"Kau begitu mencintai Zefanya. Aku suka sekali," celetuk Thomas semakin memancing Ezekhiel. Sesungguhnya Thomas memang tidak menyangka kalau seorang Zefanya yang dulu bisa sehebat saat ini.


"Jadi? Kau akan melanjutkan menggoda istriku atau memberitahu kami tentang program ini?!" ujar Ezekhiel kini penuh penekanan dan akan pergi jika Thomas terus menganggunya dan istrinya.


"Baiklah baiklah. Aku tidak bermaksud membuatmu kesal tuan. Jadi, Zefanya apa hari ini kau tidak sedang datang bulan? em, atau kapan terakhir kau datang bulan?" tanya Thomas akhirnya mengarah pada program ini.


"Aku dan dokter Lilian sudah menjadwalkan masa suburku hari ini!" jawab Zefanya dengan nada datar.


"Baiklah, silahkan berbaring Zefanya," kata Thomas mempersilahkan Zefanya duduk di tempat tidur yang bergabung dengan alat USG. Zefanya menggandeng tangan Ezekhiel untuk ikut bersamanya. Thomas sedikit melirik Zefanya yang terlihat sangat mencintai prianya. Thomas tersenyum tipis sejenak mengingat dengan kebodohannya beberapa tahun silam.


Thomas segera melakukan tugasnya. Perawat sudah membantu Zefanya membuka pakaian yang menutupi perutnya. Zefanya terus memegang tangan Ezekhiel dan Ezekhiel merasa Zefanya sangat menjaga perasaannya. Walau ada rasa memanas melihat Thomas tapi sedikit meluluh karena Zefanya yang tetap memperhatikannya dan bahkan ingin terus dekat dengannya.


"Zefanya, Tuan Ezekhiel, lihatlah di sini kalian memiliki tiga sel telur yang begitu matang. Memang benar prediksi Dokter Lilian kalau hari ini merupakan masa subur Zefanya," kata Thomas menunjukan sel sel telur milik Zefanya yang siap dibuahi.


"Kalau hari ini ketiga sel telur ini didatangi sel spermatozoa dan terjadi pembuahan, kalian akan memiliki 3 anak! Dan, Zefanya? aku harus meminta maaf padamu kalau prediksi ku beberapa tahun lalu salah! hem, jika saja ..."


"Diam! aku tidak mau kau melanjutkannya! aku tahu apa yang hendak kau katakan dan sungguh berani kau mau mengatakan itu di depanku Dokter Thomas yang terhormat!" sela Ezekhiel dengan geram.


"Eze, bantu aku turun dari sini, kita sudah tahu hasilnya," saut Zefanya meredakan kekesalan suaminya.


Zefanya dan Ezekhiel pun kembali ke meja kerja Thomas. Begitu juga dengan Thomas.


"Jadi tuan Ezekhiel, hari ini sel telur yang Zefanya miliki siap dibuahi. Silahkan anda menampung Sel Spermatozoa yang anda miliki. Kami memiliki ruangan khusus yang mendukung anda untuk mengeluarkannya," kata Thomas berusaha profesional karena Ezekhiel sudah agak cemburu.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Ezekhiel memastikan.


"Begini, sebelum kita melakukan bayi tabung, sebelumnya aku akan mengarahkan pada inseminasi. Sel spermatozoa yang kau miliki akan kusuntikan ke dalam tubuh atau rahim Zefanya. Mudah mudahan hal ini terjadi sebelum melakukan bayi tabung karena akan lebih simple dan tidak menggunakan banyak waktu, biaya dan tenaga," kata Thomas.


"Apa kau yang akan menyuntikannya?" Tanya Ezekhiel lagi berpikir yang macam macam dan semua tindakan yang melihat atau meraba atau yang lainnya.


"Tentu!" jawab Thomas tersenyum.

__ADS_1


Entah mengapa Ezekhiel menjadi panas tetapi dia mencoba menetralkan nya.


"Baiklah tuan, kau bisa ke lantai 3, suster akan menemani dan kau Zefanya bisa tunggu di sini," kata Thomas lagi dengan senang hati ingin rasanya bicara dengan Zefanya.


"Tidak mau! Aku mau menemani suamiku!" bantah Zefanya menatap tajam Thomas. Thomas sedikit terkejut dengan respon Zefanya. Dia ingat ketika dulu beginilah mata Zefanya waktu ketahuan dirinya mendua.


"Oh iya, baiklah," saut Thomas mengalah.


Zefanya dan Ezekhiel pun pergi ke lantai 3. Setelah perawat memberitahukan prosedurnya, perawat itu pergi meninggalkan Ezekhiel yang hendak masuk ke ruangan tersebut dan Zefanya menunggu di luar, Ezekhiel malah menarik Zefanya untuk masuk ke dalam menemaninya. Ezekhiel mencium Zefanya dengan penekanan karena sedikit emosi dengan Thomas yang menggoda Zefanya. Dan, Ezekhiel sangat tidak terima kalau mantan kekasih Zefanya itu akan melihat milik istrinya. Dia sangat tidak menerima.


Tanpa meminta persetujuan Zefanya, Ezekhiel malah meminta kewajibannya di ruangan itu.


"Zefanya, maafkan aku, sepertinya kita harus membuat janji ulang dengan Dokter Vivian. Aku tidak rela kalau mantanmu melihat milikmu, sepertinya dia masih menyukaimu!" Katanya lalu kembali mencium Zefanya dan melucuti perlahan pakaiannya.


Bukannya Ezekhiel menapung apa yang diperintahkan Thomas, Ezekhiel malah mengeluarkannya di dalam tubuh Zefanya. Cukup banyak dan kental karema sudah dua hari ini Ezekhiel menahannya. Setelah Ezekhiel puas dengan semua keindahan yang dimiliki istrinya, Ezekhiel pergi dari rumah sakit itu mengajak Zefanya berjalan jalan.


"Awalnya aku tidak begitu cemburu tapi lama kelamaan dia seperti menyesal berpisah denganmu. Aku hanya tidak mau mendengar dia mengatakan padamu kalau dia yang bisa membuatmu mengandung, aku tidak terima Zefanya!!" kata Ezekhiel memegang tangan Zefanya.


"Seperti inilah perasaanku ketika kau menyuruhku menampung milik pria lain di tubuhku, Eze!" balas Zefanya melirik sendu suaminya.


Ezekhiel membelalakan matanya dan memeluk Zefanya. Dia merasa bersalah. Karma itu akan terus ada dan ada.


"Maafkan aku, Anya! Aku sadar kalau kau begitu berarti bagiku! Aku tidak bisa kehilanganmu , lagi!" tutur Ezekhiel.


"Iya tuan Ezekhielku . Aku juga tidak ingin!" Kata Zefanya dan menarik dirinya. Mereka kembali menikmati danau buatan itu. Mereka duduk di kursi taman di pinggir danau itu.


"Hem, dia bilang kalau aku tidak akan mempunya anak, jadi dia tidak akan serius menjadi kekasihku. Dia bisa melihat dari bentuk tubuhku yang kurus waktu itu. Waktu itu tubuhku tidak seperti ini tuan, aku dan Zhavia sangat kurus! Sampai sampai kami selalu dibilang si kembar lidi, kau tahu lidi tidak?" kata Zefanya menjelaskan dengan singkat.


"Lidi?" Ezekhiel mengernyitkan alisnya mencoba berpikir.


"Iya, tulang daun kelapa," jawab Zefanya menaikkan alisnya.


"Oh tuhan! Tega sekali mereka! Kemari sayang!"


Ezekhiel kembali merangkul Zefanya.


"Kak Dior yang selalu membela kami. Kak Dior pasti langsung memarahi mereka kalau mendengar mereka mengatai kami karena terkadang Zhavia suka menangis," kata Zefanya lagi menceritakan masa lalu nya di sekolah menengah pertama dan awal tidak seindah yang orang orang kira.


Zefanya dan Zhavia sama seperti siswa biasa. Mereka tidak terlalu pintar seperti ibunya, karena mereka terlalu fokus dengan kesukaan mereka. Tidak seperti Dior yang memang pintar sejak lahir. Zhavia lebih fokus pada musik sedangkan Zefanya lebih suka traveling, design grafis dan kadang dia berbisnis seperti berjualan online untuk memiliki penghasilan sendiri.


Mereka terkenal karena kedudukan Viena dan Dion saja sebagai pemilik perusahaan iklan dan hotel terkenal. Juga Dior yang selalu menjadi siswa terpintar di sekolah yang mereka tempati. selebihnya Zhavia dan Zefanya juga kerap mendapat pembullyan dari teman temannya. namun, selagi Zefanya bisa melindungi diri dan Zhavia, dia tidak pernah mengatakan pada Viena, Dion atau Dior. Malahan Zefanya pernah di skorsing karena mengajak Zhavia melarikan diri dari pelajaran karena sudah muak dengan ocehan dan umpatan mereka. pernah juga Zefanya berkelahi dengan kakak kelas karena menyiram Zhavia dengan air minum. Dari semua itu Viena dan Dion tidak pernah menyalahkan Zefanya karena dia hanya membela dirinya.


Zefanya menceritakan semua itu pada Ezekhiel dan Ezekhiel sangat tersentuh. Dia dan Patrick sangat beruntung mendapatkan saudara kembar ini. Dengan karakter yang kuat dan jiwa yang besar. Ezekhiel semakin mengeratkan pelukannya.


"Sekarang tidak ada yang boleh mengataimu , menghinamu atau menghakimimu! Kau istriku Zefanya! Oleh sebab itu, aku tidak akan membiarkan kau dekat dengan orang orang yang tidak berkeprimanusiaan seperti mantanmu! Kita akan kembali membuat janji hanya bersama dokter Vivian, sudah tenang saja Anya!" tutur Ezekhiel merasa SANGAT BANGGA memiliki istri seperti Zefanya.

__ADS_1


Zefanya mengangguk tersenyum memandang Ezekhiel. Dia tidak pernah salah memilih pria ini. Sejak pertama kali, dia sudah yakin kalau Ezekhiel yang akan selalu menerimanya apa adanya.


...


Satu bulan kemudian ketika hari perkiraan kelahrian anak Zhavia sudah di tentukan ...


Zefanya disibukan dengan perlengkapan bayi, kereta bayi, keranjang bayi dan semua baju baju bayi berwarna merah muda dan putih. Dua hari lagi dirinya dan Ezekhiel akan pergi ke Honolulu. Dia ingin menemani Zhavia melahirkan dan mengurusinya.


Sejak kepulangan dari Nederland, entah mengapa Ezekhiel tidak mau membahas mengenai kehamilan. Ezekhiel sudah benar benar berserah dengan kuasa Tuhan. Hatinya sakit ketika mengetahui fakta masa lalu istrinya yang dibully seperti itu. Bukan karena Thomas mengatakan Zefanya tidak bisa mengandung tapi lebih ke menjaga perasaan istrinya. Zefanya juga tidak mau membahas apapun. Dia ingin menjalani hari hari seperti biasa saja. Balik lagi, kalaupun hanya tinggal bersama Ezekhiel sampai memutih rambutnya, dia tidak peduli. Dia hanya ingin bahagia bersama teman hidup yang Tuhan pilihkan padanya.


"Aku pulang, Anya!" Kata Ezekhiel memasuki mansion mereka.


"Ya sayang, cepat bersihkan diri dan Kalau kau tidak lelah, antarkan aku ke toko bayi pusat kota, aku masih belum membeli kain selimut untuk My Lil Zen, Eze," saut Zefanya.


"Oh tentu, aku juga ingin makan ramen di samping toko bayi itu sayang, yang kemarin pernah kita makan, kuahnya enak sekali heem, sebentar Anya!" balas Ezekhiel menghambur mempersiapkan diri.


Seketika mendengar ramen dan kuahnya entah mengapa perut Zefanya berputar tak menentu sehingga membuat dirinya pusing dan ingin mengeluarkan sesuatu dari liang tenggorokannya. Zefanya pun segera ke toilet luar dan mengeluarkan cairan yang malah membuatnya makin melemah. Zefanya membasuh mulutnya dan duduk di sofa. Kepalanya semakin berdenyut dan dia ingin berbaring saja.


"Ayo Anya, aku sudah siap! Lil Zen mu sangat senang mendapat ibu kembar yang begitu perhatian sepertimu!" Tutur Ezekhiel menghampiri Zefanya yang malah terkulai lemah di atas sofa. Ezekhiel mengernyitkan dahinya.


"Zefanya? Ada apa denganku, sweetheart?" Kata Ezekhiel dan memegang sisi leher Zefanya yang seketika memanas. Dia kembali membangunkan istrinya tapi tidak ada jawaban. Zefanya tidak sadarkan diri!


Ezekhiel segera menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit. Dia menyuruh petugas keamanan mansionnya untuk mengantarnya ke rumah sakit.


Ezekhiel sangat panik menunggu Zefanya di luar. Zefanya tidak pernah sakit tiba tiba seperti ini apalagi sampai tak sadarkan diri. Paling paling hanya hangat dan Zefanya segera beristirahat. Ezekhiel jadi lupa menghubungi siapapun . Dia terlalu panik.


"Tuan Ezekhiel selamat!" kata Dokter mengucapkan sesuatu yang membuatnya bingung.


"Ada apa dok? Mengapa jadi selamat? Istriku tiba tiba tak sadarkan diri! Ada apa dengannya? Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya!" tanya Ezekhiel lagi masih dalam keadaan panik.


"Nyonya Zefanya Hamil!"


Entah bagaimana lagi perasaan Ezekhiel. Dia tidak tahu lagi cara mengungkapkannya selain masuk ke dalam ruangan dan memeluk istrinya itu.


...


wah sampai pingsan, ada apa denganmu Anya?


😁😁


next part 26 yaa 😊


kok aku mau menangis 😭


jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa

__ADS_1


thanks for read and i love you 💕


__ADS_2