
Gracia masih menantikan balasan Dior namun tak kunjung datang. Dia juga sudah menghubunginya namun tak ada jawaban malah ponsel nya tak aktif. Zefanya sepertinya masih marah padanya. Dia juga tidak menjawab panggilan Gracia. Sementara Zhavia hanya mengatakan kakaknya di kamar seharian membuat Gracia makin tak karuan.
Ketika baru saja ingin mengirim pesan pada Dior lagi, Stanley malah menghubunginya. Gracia mengangkatnya dan mereka malah berbicara mengenai tarian tarian kesukaan mereka. Gracia agak menikmati pembicaraan ini Karna Stanley juga memberikan gurauan gurauan ringan. Meski Gracia sedikit terhibur namun dia tetap merindukan Dior. Gracia akhirnya menghentikan pembicaraan karna Pammy memanggilnya untuk makan malam.
Stanley pun menutup panggilan. Dia tersenyum bisa dekat dengan Gracia. Walau hanya sebagai teman, membuat Gracia tertawa dan tersenyum saja sudah membuatnya senang. Meski setiap malam wajah Gracia menghiasi alam alam mimpinya. Dia sampai takut kalau Gracia mengetahuinya kalau dia menyukainya. Stanley pun memberikan sebuah kata kata indah yang terinspirasi dari lagu tarian mereka.
STANLEYπ¬
Gracia, apa kau tahu arti angka 247 pada lagu tarian kita. 24 berarti 24 jam selama 7 hari. Di mana mungkin ada seseorang yang selalu memikirkanmu seharian selama 7 hari penuh. Jadi setia hari seseorang itu memikirkanmu. Setiap hari seseorang itu mengharapkan kasih sayang mu, pelukanmu meski tak terbalaskan namun selalu ada waktu setiap hari untuk dirimu. Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu semua hari hanya untuk meninggalkan jejak hati untuk kau tahu perasaanya.
Mungkin itu juga yang sedang kurasakan pada seseorang .. haha
Selamat malam ..
...
Pagi menjelang, akhirnya Dior melihat pesan Gracia kemarin pagi. ada perasaan senang kalau ternyata wanita nya juga merasakan apa yang ia rasakan. Dia jadi sangat tidak enak hati lalu menghubungi kekasihnya itu.
"Kak Dior?" Gracia mengangkat panggilan.
"Hay Gracie! Kau baik baik saja?" tanya Dior singkat. Dior hanya tidak mau berlebihan.
"Ya kak, mengapa baru menghubungiku?" selidik Gracia agak menekuk wajahnya.
"Ya, kemarin aku sangat sibuk dan ponselku tertinggal." jawab Dior. dalam hatinya ia merasa teduh mendengar suara lembut kekasihnya.
"Oh, maafkan aku kalau menganggu." seketika Gracia mengingat lagi kata kata Zefanya.
"Gracie, kau bersedih?" selidik Dior.
"Tidak kak! Baiklah, aku mau sarapan dan berangkat ke kampus." sela Gracia yang tidak mau terlalu berperasaan.
"Baiklah, jaga dirimu!" balas Dior dan mematikan panggilan.
Hanya itu! Mengapa rasanya sangat asing bagi Dior dan juga Gracia. Di satu sisi Gracia hanya tidak ingin menganggu dan mencoba mengerti status kekasihnya sementara Dior juga ingin memberikan kebebasan bagi Gracia. Hubungan mereka menjadi bertolak belakang namun Dior bertekad akan memperbaikinya. Begitu juga dengan Gracia yang akan membicarakan ini pada Dior. Untuk sementara mereka bergelut pada kegiatan mereka masing masing.
Sesaat Gracia melihat pesan dari Stanley bukannya memikirkan curahan hati Stanley yang secara tidak langsung. Dia malah memikirkan dan merasakan kekasihnya Dior pasti melakukannya sesuai pesan Stanley. Begitu juga dirinya yang selalu memikirkan Dior.
Entah kapan hari itu, Gracia berharap akan berhubungan baik seperti sedia kala. Tanpa kekhawatiran dan kecanggungan.
...
Hari hari Gracia menjadi agak monoton. Entah perasaannya atau bagaimana, dia sudah meminta maaf pada Zefanya ketika bertemu di kantin namun Zefanya hanya menyuruhnya peka dan kembali berdiam. Gracia juga merasa Zhavia menjauhinya namun mereka masih bertegur sapa karna mereka harus melakukan kolaborasi. Stanley terus mengirimi Gracia pesan pesan indah dan hubungan mereka semakin dekat. Lalu dengan Dior? Mereka masih berkirim pesan namun hanya pesan singkat pengingat selamat malam dan selamat pagi atau selamat tidur. Semoga mimpi indah. Sungguh membuat sepasang kekasih ini cukup menderita. Sampai kapan rasanya berakhir.
Ketika suatu hari rindu Dior tak dapat terbendung lagi. Dia sudah menunggu kedua saudara kembarnya di mobilnya di depan rumah.
"Akhirnya pangeran berkuda kita mengantar kita Anya!" Zhavia bergurau.
"Kau akan menjemput Gracie, kak?" tanya Zefanya memastikan.
Dior mengangguk. dia sudah tahu dari Zhavia kalau Zefanya menyindir Gracia.
"Aku masih meragukannya. Aku bersama Tuan Ezekhiel saja. Dia juga ingin mengantar ku." saut Zefanya yang juga masih belum ingin melihat Gracia. di takut akan emosi atau semacamnya.
"Baiklah! Tenanglah aku dan Gracia baik baik saja." Dior tersenyum tipis menenangkan kekhawatiran saudara kembarnya terhadap kisah cintanya.
Zefanya mengangguk tersenyum. Biar bagaimanapun dia harus menghargai setiap keputusan hati kakaknya. Dior pun pergi bersama Zhavia.
"Kak, kau ingin mengetahui sesuatu atau kau mengingatnya?" selidik Zhavia dalam perjalanan ke rumah Gracia.
"Ulang Tahun Gracia?" jawab Dior juga memastikan.
__ADS_1
"Nah, oleh sebab itu sekarang kau mau menjemputnya?"
"Ya, aku hanya ingin melihat wajahnya saja tanpa mengganggunya." Tutur Dior sendu.
"Baiklah. Sudah satu Minggu ini aku dan Patrick mendiaminya. Aku juga mengajak Stanley namun dia selalu bersama Gracia untuk drama musikal itu jadi dia tidak bisa melakukannya." gumam Zhavia hendak memberitahu sebuah rencana pada kakaknya.
Sesaat Dior menjadi kesal dan tidak mau mendengarnya ketika Zhavia mengatakan kedekatan Stanley dan Gracia.
"Jadi, kau sengaja untuk memberikannya kejutan?" Dior menerka.
"Benar sekali! Bagaimana jika besok kau ijin dengan dad kita berikan kejutan untuknya? Luangkan waktumu satu hari untuk mengajaknya berjalan jalan dan perbaiki hubungan kalian ka. Aku sangat tahu, Gracia masih sangat mencintaimu kak. Hanya ketika latihan saja dia harus bersemangat, setelahnya dia selalu berdiam kak. Stanley selalu menghiburnya tapi itu rasanya tidak sebanding dengan kehadiranmu. Jadi, kau mau kan?" kata Zhavia memberitahu
"Akan kubicarakan pada dad."
"Dad pasti mengijinkannya."
Mereka pun tiba di depan rumah Gracia. Hampir saja Gracia pergi bersama Morgan.
"Gracia, lihat siapa yang datang!" Bisik Morgan ketik hendak menuju ke garasi bersama Gracia. Gracia menoleh ke arah mobil Dior yang mana Dior belum membuka kaca mobilnya. Sesaat jantung Gracia berdegup kencang . Pria nya datang dan menjemputnya. Akhirnya doanya terkabul setelah semalaman dia menangis dan meminta pada ibunya di surga agar bisa sekali saja sebelum hari ulang tahunnya, dia bertemu dengan kekasihnya. Dia tidak peduli jika Dior tidak mengingat ulang tahunnya. Melihat kekasihnya itu saja sudah merupakan kado terindah baginya.
Dior pun membuka kaca mobilnya perlahan. Hati Gracia pun bergetar tak karuan. Kekasihnya di sana masih sangat tampan dan mempesona. Dior lalu menoleh. Dior sangat hafal jadwal masuk Gracia karna dulu sempat meminta daftar masuknya.
Gracia di sana tersenyum dan perasaan Dior terasa begitu tenang. Akhirnya setelah hampir menginjak dua Minggu mereka tidak bertemu. Dior tetap pada mobil. Zhavia yang turun dan meminta ijin pada Morgan.
Gracia hendak menaikan dirinya ke kursi belakang namun Dior malah meliriknya tajam.
"Di depan Gracia! Kau masih tunangan kakakku kan?" bisik Zhavia dan mengarahkan Gracia ke bangku depan.
Gracia menunduk kan kepalanya dan mendengarkan Zhavia. Dia memasuki kursi penumpang di depan.
"Hay Gracie!" Dior menyapanya dan tersenyum. Gracia juga ikut menyunggingkan senyumnya namun matanya mulai berkac kaca.
"Hay kak!"
Ketika mereka sampai, Zhavia terlebih dulu keluar dan memberikan waktu bagi mereka berdua. Gracia sudah menatap Dior sedangkan Dior masih memastikan mobilnya berhenti dengan benar.
"Kak, aku turun ya?" Gracia meminta ijin. Dior lalu menoleh dan mengangguk. Dia juga memberikan senyumnya. Gracia masih menunggu mungkin Dior akan mengatakan sesuatu namun nampaknya Dior tidak berkata kata dan menunggunya turun. seketika air mata Gracia jatuh. Dia segera menghapusnya dan hendak membuka pintu mobil tapi saat itu juga Dior menahan tangannya.
"Aku merindukanmu!" Kata Dior.
"Aku juga kak!" Balas Gracia menundukan kepalanya dan menangis.
"Jangan menangis. Setelah drama musikalmu aku akan mengajakmu berlibur ke Honolulu. Bersabarlah." Saut Dior lalu mengusap puncak kepala Gracia. Gracia mendongakan kepalanya. Dia tak kuasa dan akhirnya memeluk Dior terlebih dahulu.
"Percayalah kak, setiap hari aku merindukanmu, merindukan aroma tubuhmu, candaan mu, dan belaian tanganmu. Aku tidak ingin seperti ini kak." Tutur Gracia dalam tangisnya.
"Ya aku mengerti. Sudahlah. Sekarang kita sudah bertemu. Kau dan aku harus saling memperjuangkan. Semangat dalam berlatih dan jangan lupa makan." Dior menarik diri dan menghapus air mata Gracia. Gracia mengangguk dan berusaha menghentikan tangisnya.
"Sekarang turunlah. Selamat belajar." Dior berusaha tersenyum hangat.
"Selamat bekerja kak."
Gracia pun menuruni mobil kekasihnya itu. Gracia melambaikan tangannya pada Dior sampai mobilnya tak terlihat. Gracia sudah sangat lega karna akhirnya hubungan mereka kembali menghangat. Semoga terus seperti ini sampai besok ulang tahunya. Dia akan mengajak kekasihnya itu makan malam hanya berdua. Tidak ada jika kekasihnya tidak mengetahui hari jadinya, namun Gracia ingin tahun ini bersama pria nya.
...
Keesokannya Zhavia telat bersiap dengan semua kejutannya. Dia sudah menyediakan Kue coklat kesukaan Gracia. Dia juga sudah menyuruh Patrick meniup terompet dan merayu Zefanya agar ikut menyemarakan. Gracia pasti sangat senang karna setiap tahun dia tidak merayakan ulang tahunnya sebelum pindah ke sini lagi.
Mereka masih hanya menunggu Dior datang. Dior akan datang setelah memberi tanda tangan laporan dan sebelum jam makan siang. Dior pun sudah membelikan kado kecil untuk kekasihnya itu. Dior tersenyum melihatnya. Dia akan menghabiskan hari ini sampai nanti malam hanya bersama Gracia. Dior merasa Gracia akan senang karna banyak yang mengingat ulang tahun
Akhirnya Dior menyelesaikan tugasnya yang bergegas ke kampus Gracia dan kedua saudara kembarnya. Zhavia sangat bersemangat karna ingin melihat wajah Gracia yang terkejut dan suprising.
__ADS_1
"Pat, cepat tanya Stanley, di mana dia! Dia satu kelas bersama Gracia. Pasti dia tahu di mana Gracia." pinta Zhavia, namun ..
"Gracia berlatih drama musika di ruang tari Zhavia." Kata seorang temannya yang melewati Zhavia, Zefanya dan Patrick. Sementara Dior masih berjalan menghampiri saudara kembarnya dan Patrick.
Setelah Dior tiba, mereka segera menuju ke ruang tari. Dari jauh sudah terdengar lagu itu yang mengiringi tarian mereka.
"Hari ini kita tidak mengiringi mereka Zhavia?" gumam Patrick basa basi.
"Satu kali ini tidak apa apa."
Dior hanya mengikuti arah saudara kembarnya. Namun, ketika telah sampai di depan pintu ruang tari, Zhavia menyuruh kakaknya untuk berada di depan ruang tari ini sehingga dirinyalah perta kali yang di lihat Gracia. Zhavia yang akan membuka pintu. Zefanya sudah ada di belakang kakaknya sambil membawa kue ulang tahun Gracia.
Ketika Zhavia membuka pintunya, pemandangan indah yang terlihat jika mereka yang mengetahui seni menari kontemporer yang penuh chemistry dan sensual. Namun, bagi mereka yang tidak mengerti atau menganggap nya lain, hal ini menjadi sangat tidak mengenakan. Apakah jika tidak memiliki hubungan akan menjadi salah paham dan menyakitkan.
Di sana Gracia sedang menari dalam posisi Stanley menarik tubuh Gracia yang akan menjauh lalu pria itu memeluknya dari belakang. Stanley juga menenggerkan kepalanya pada pundak Gracia dan Gracie memegang lembut kepala Stanley. Zhavia benar benar merasa tak enak dengan kakaknya namun ketika dia hendak meneriaki nama Gracia, Dior menahannya. Dior membuat Zhavia untuk tidak mengganggunya kekasihnya yang pasti sedang berlatih menari.
Zefanya sudah tampak malas. Dia lalu memberikan kuenya ke Patrick dan meninggalkan rencana kejutan ini. Dior, Patrick dan Zhavia terus memperhatikan gerakan gerakan indah nan sensual itu. Dior terus melihat nya dengan wajah datar. Patrick dan Zhavia sudah menundukan kepalanya tak enak. Sementara Gracia dan Stanley tidak mengetahuinya karna besarnya volume musik dan mereka menari begitu menghayati.
Dan selesailah mereka menari. Dior menepuk tangannya yang juga diikuti Zhavia dengan wajahnya yang benar benar tidak enak dengan kakaknya.
Gracia dan Stanley pun tersadar kalau sudah sejak tadi mereka memperhatikannya . Jantung Gracia berdegup. Dan agak takut dengan wajah datar kekasihnya . Namun dia akan menjelaskannya nanti. Kini dia pun senang atas kehadiran kekasihnya. Sejatinya dia merindukan saat tiba tiba Dior sering menjemputnya dulu. Namun jika Dior melihat seperti ini, bagaimana perasaannya?
"Kak Dior?" Panggil Gracia melepaskan gandengan tangannya dengan Stanley. Dia menghampiri Dior lalu mengalungkan tangannya pada leher Dior.
"Happy birthday." Kata Dior dengan nada datar dan Gracia tampak terharu walau hanya dua kata yang baru terucap.
...
...
...
...
...
Selow bang cuma nari doang kok, tapi kok ya nyes hehe ππππ
.
Next part 18
Apa yang dilakukan Gracia setelah mengetahui kekasihnya hendak memberinya kejutan?
Bagaimana perasaan Dior setelah ini?
A. Menyuruh Gracia berhenti menari
B. Tidak mengijinkan Gracia mengikuti drama musikal
C. Tetap mengijinkan dan profesional
Hahahahaa aku iseng
.
Jangan lupa bubuhkan jempol kalian pada logo LIKE dan kasih KOMEN kalian .. apapun sangat membantu mood vii dan smangat luar dalam haha .. kalau boleh kasih RATE nya bintang lima πππππ
Dan VOTE nya yaa di depan profil novel ππ
.
__ADS_1
Happy reading, thanks for read and love you somuch all ππ