Mantan Terindah

Mantan Terindah
39. Kalang Kabut


__ADS_3

...Semakin mundur semakin terkejar...


Sebelumnya..


Rival sengaja mengirimkan benda yang sudah ia beli sebelumnya dan ia juga sengaja memakai jaket dan masker karna takut diketahui oleh Franda, dan untungnya rumah Franda tampak sepi dan untungnya juga pagar rumah Franda juga tidak dikunci.


Box yang berwarna hitam ia terus disebuah kursi lalu ia pergi gitu aja.


Tak lama kemudian sekitar 20 menit, mamanya Franda ingin keluar membeli sesuatu eh ternyata ada sebuah benda aneh diatas kursi. "Benda apa ini?" Ia membawanya masuk dan berfikiran kalau itu punya Franda.


"Franda,, Franda.." Teriaknya.


"Iya mah kenapa?"


Melihat benda asing Franda pun bingung dan melihat sisi-sisi semua box hitam. "Ini apa?"


"Mama juga gak tau sama sekali fran, mending kamu buka aja nak."


Perlahan ia membuka box hitam dan ada sebuah boneka dan surat kecil yang menempel di bawah boneka itu.


"Siapa yang ngirim?"


"Franda juga gak tau sama sekali mah." Sahutnya yang malah bingung.


Gue emang salah banget, Sorry banget kalau gue salah apalagi dengan kata-kata gue yang bikin lo marah ataupun kecewa.


Gak salah lagi kalau pengirim box itu adalah Rival, ia langsung menutupnya dan membungkus kembali.


Melihat ekspresi Franda sepertinya mamanya mengetahui kalau anaknya sudah tau. "Udah tau?"


"Rival mah, dia yang kirim ini ke rumah." Jawabnya datar. Franda masih belum terima apalagi kata-kata Rival yang kasar.


"Kok dia minta maaf emang ia bikin salah apa sama kamu nak? Ayo buruan cerita sama mama jangan diem aja."


"Eng---gak ada kok mah, kita makan aja yuk." Ia sengaja mengalihkan pembicaraan.


...•••...


"Kak, tolong kasih ini ke Rival ya?" Franda memberikan sesuatu ke Roy kakak kandung Rival.

__ADS_1


"Apa ini?" Siapa yang gak kaget melihat sebuah kotak berwarna hitam yang kini ada tangannya. Melihat ekspresi Franda yang tegang dan dingin semakin yakin kalau ini ada kaitannya dengan Rival.


Timbullah sebuah pertanyaan terbersit dipikiran Roy, lalu ia menyuruh Franda untuk duduk disampingnya menatap kedua mata Franda yang kosong. "Ini Rival yang kasih?"


Diam.


Tak ada jawaban sama sekali. Roy menarik nafas sebentar. "Fran, kalau adik gue ada salah gue sebagai seorang kakak yang baik gue minta maaf ya sama lo."


Ketika Franda mengangkat dagunya. "Udah gue gak maksud bela adik gue sendiri tapi dia tuh cowok baik yang gue kenal walau emang kayak gitu sifatnya jadi lo orang baru harap maklum ya." Lanjut Roy lagi agar Franda lebih percaya.


Rival hanya bisa pasrah, padahal biasanya kejadian seperti ini malah ia cuek dan tidak terlalu dipikirkan tapi kali ini berbeda ia malah bingung dan takut kalau Franda tidak mau lagi menerima dan bersikap baik.


"Eh ngomong-ngomong gue pengen nepatin janji gue nih."


"Apa kak?"


"Itu yang pas gue menang kemarin kan gue belum nepatin janjinya? Gue pengen ngajak lo sama Cerry buat makan bareng gitu nazar kan?"


"Oh gitu ya kak. Ya udah boleh." Sahut Franda dengan santai.


Rival tersenyum simpul, Mungkin dengan cara ini ada kesempatan untuknya untuk menjelaskan semua dan meminta maaf.


...•••...


Sekali lagi dingin.


Tiba-tiba saja Rival memegang tangan Franda dan itu membuat Roy dan Cerry terkejut dan saling tatap satu sama lain. "Fran, gue minta maaf ya. Gue mohon lo maafin gue. Gue dihantui rasa bersalah banget sama lo. Gue gak bermaksud kayak gitu. Gue mohon maafin gue. Gue janji gue gak bakalan kayak gitu lagi. Please maafin gue ya, gue mohon." Secepat itu Rival berbicara tanpa jeda dengan satu tarikan nafas.


"Cer, yuk kita balik gue kayaknya gak enak badan. Kak Roy aku balik duluan ya."


Franda pun bingung, sebenarnya bukan marah yang besar tapi ia sedikit merasa kalau ia sadar diri. Tapi Rival malah menarik tangan Franda hingga ia tidak bisa berjalan. Perlahan Franda menarik tangan yang digenggam oleh Rival. "Gue udah maafin lo kok."


"Lalu kenapa lo kayak cuek gitu? Lo gak ikhlas kan buat maafin gue?" Tidak hentinya Rival mengejar Franda dan ia tidak patah semangat untuk meminta maaf.


"Val, Franda emang cewek baik mana mungkin dia marah."


"Iya gue tau kak makanya gue minta maaf sama lo fran, sebagai janji gue, gue harus ngelakuin apa supaya lo maafin gue?"


Franda menggeleng pelan "Gak perlu. Gue maafin lo kok val."

__ADS_1


"Ya udah kok jadi tegang gini, Cer dimakan."


"Iy---iya kak." Sahutnya dengan malu-malu.


Akhirnya lega juga dimaafin, gitu ya rasanya kalau dihantui rasa bersalah yang besar. Rival mencoba untuk menarik perhatian Franda dengan mengambilkan makanan yang dekat dengannya. "Nih, lo harus makan yang banyak biar gendutan."


"Sebagai kata maaf, gue bakalan bersikap manis sama lo. Gue pengen berubah."


"Lo gak usah seperti itu kok."


"Gak gue gak mau denger gue pengen minta maaf doang. Udah lo diem aja."


"Rival lagi jatuh cinta cer makanya suka gitu." Bisik Roy ke Cerry. Mereka hanya bisa cengar-cengir dengan sikap aneh Rival.


...•••...


"Val, lo gak makan?"


"Gue kenyang, gue keatas dulu kak." Sahutnya yang dingin dan meninggalkan meja makan disela-sela obrolan santai malam.


Setelah Rival pergi mama tanya ke Roy "Di sekolah ada buat ulah?"


"Bukan mah."


"Itu mah biasa kalau anak muda kan soal cewek lah, dia lagi jatuh cinta." Sahut Tiffany asal cerocos saja padahal ia tidak tau persis dengan apa yang terjadi.


"Ehem, lo gimana sama Hito?" Karna Roy malah mengatakan hal ini didepan kedua orang tuanya lantas ia takut an grogi sekali.


"Bener tiff?"


"Eh."


Wajahnya sudah berubah menjadi tegang namun ketika cekikikan terdengar jelas disamping Tiffany ia malah marah dan tambah kesal. "Mama gak marah kok sama asal kamu bisa jaga diri kamu ya." Sungguh kata-kata itu tidak diduga sama sekali oleh Tiffany. Ternyata apa yang ia takuti selama ini adalah kesalahan besar ternyata Mamanya sangat mendukung apapun yang dilakukan oleh anaknya atau siapapun yang dekat dengan mamanya.


"Tuh tiff mama udah restuin lo sama Hito,."


"Lo nya kapan kak, masa saudara perempuan lo doang yang maju. Lo nya kapan? Wkwk."


Keisengan mulai terjadi malam Roy yang terkena imbasannya karna ia masih jomblo.

__ADS_1


"Awalnya bahas Rival kok jadi gue?"


__ADS_2