
...Kalau suka, ya udah jangan bilang suka jangan marah tanpa sebab...
Suara klakson terdengar dari pinggiran jalan, Franda menengok sebentar. Eh ternyata...
Mobil Chiko. Ia membuka kaca mobilnya. Ia ingin mengajak Franda untuk pulang bareng. "Masuk yuk fran bareng aja."
"Eh gak usah udah deket juga kok." Ia mempercepat langkahnya.
"Udah ikut aja, masuk yuk." Ia langsung saja keluar dari mobil untuk menyuruh Franda untuk masuk kedalam mobil.
"Ya udah." Karna tidak mau ada drama Franda lun masuk kedalam mobil dan duduk disamping kemudi. Ia yakin pasti disela obrolan pasti ada membahas tentang Rival atau Rubi.
"Eeee gimana?"
"Gimana apanya?"
"Lo udah ngomong sama Rival?"
"Eeee, belum."
"Tapi gue bisa pegang janji lo kan buat deketin mereka berdua?"
"Mudah-mudahan aja bisa ya."
"Semoga aja Rubi bisa balik sama Rival, gue yakin banget Rival bakalan bahagia sama Rubi. Begitupun sebaliknya Ribu bakalan bahagia sama Rival." Harapan Chiko dari dalam hati.
Kecepatan berjalan dengan sedang, pagi yang begitu cerah matahari benar-benar memancar. "Dukung gue nanti ya fran."
"Dukung apa?"
"Tanding basket nanti."
"Oke gitu iya deh semoga menang ya." Chiko memarkirkan mobilnya ditempat yang kosong dari kejauhan Rival melihat Franda keluar dari mobil Chiko. Tangannya tiba-tiba mengepal.
"Udah sarapan belum?" Mereka terlihat akrab sekali. Kalau berhubungan sama Chiko pasti Rival selalu sensian karna ada masa lalu dibaliknya.
"Udah kok."
"Seru kali ya kalau misalnya kita bareng terus." Canda Chiko.
__ADS_1
"Hahaha bisa aja." Mereka berdua sama tersenyum satu sama lain hingga membuat Rival melirik dengan keakraban mereka.
"Pokoknya kalau tim kita gak-----" Ucapannya terhenti ketika Franda dan Chiko melintas dihadapan Rival.
"Gue ke kelas dulu ya." Chiko sama sekali tidak melirik kearah Rival, dan Franda dengan santainya masuk kedalam kelas.
"Ini gak bisa dibiarin." Gerutu Rival.
"Tim kita kenapa val? Kok kepotong? Lo cemburu?" Jail Albert. Ia sudah yakin kalau Rival menyukai Franda diam-diam tapi karna gengsilah yang membuat Rival membodohinya dengan bersikap yang aneh.
"Gue cemburu sama dia? Gak sama sekali!"
"Udah ada buktinya val. Ngaku aja iya gak sih guys?"
"Tau nih."
"Apaan sih kalian mending pikirin tuh tanding basket."
"Iya deh iya. Pms ya lo?"
"Hahaha."
...•••...
"Lo kenapa sih val?"
"Duduk lo."
"Apaan sih ini?" Ucap Franda yang canggung dan gugup. Sedangkan Cerry hanya bisa melihat dari kejauhan Franda yang seakan diintrogasi oleh Rival yang dikelilingi oleh Bima, Rudy dan Albert. Ia hanya bisa menggigit kedua bibirnya karna takut kalau Franda akan dibikin perhitungan.
Tangan yang menyentuh bahu Cerry membuatnya terkejut sekali. Dua orang yang menariknya membawa ia kepinggir dan menekan kedua wajah Cerry. "Lo ya semakin hari semakin bikin temen gue emosi aja? Mau kalian berdua itu apa sih?"
"Apaan sih lo? Lo yang maunya apaan? Lo tau gak disini tuh tempat sekolah bukan tempat untuk berantem tau gak?" Bantah Cerry yang ingin meninggalkan mereka tapi ditahan oleh Milka dan Lusi.
"Mau kemana lo?" Tapi Cerry berusaha untuk melawan mereka berdua karna ia tidak mau diinjak-injak oleh mereka berdua.
"Ishh, kesel." Sahut Lusi yang merasa tangannya terasa sakit karna dilawan oleh Cerry.
Franda takut dengan tatapan Rival yang benar-benar tajam, kali ini Rival tidak berkedip sama sekali seakan matanya sedang memendam amarah? "Mau lo apa sih val?"
__ADS_1
"Lo ngapain sih val?" Sahut Rudy yang memegang bahu Rival tapi ditepisnya langsung.
"Val udah, lo mau apa?"
"Gue pengen kasih perhitungan sama lo, apa maksud lo kasih gue nasi goreng dan lo sekarang lagi deket sama Chiko?Maksud lo apa? Lo ngerasa dirinya lo cantik?"
"Apa sih? Gue kasih lo masih gue ya karna gue perduli sama lo."
"Perduli? Perduli sama gue? Lo pikir gue kenapa?"
Franda diam, tidak mungkin ia mengatakan kalau yang ia tau kalau Rival sakit. "Kenapa diam? Gak bisa jawab kan?"
"Gue paling gak suka sama cewek murah kayak lo. Yang segampang itu deket sama siapa aja? Lo pikir lo siapa?" Ucapan Rival sungguh keterlaluan sama sekali. Hati Franda meradang dan ia telinga panas mendengar ucapan yang ia dengar. Ia berdiri dan menatap Rival dengan sorotan yang juga tak kalah tajam. "Gue emang bukan dari kalangan orang kaya tau gue tau kalau gue bukan cewek murah, asal lo tau gue perduli sama lo karna gue tau lo lagi sakit makanya gue buatin lo nasi goreng itu dari rumah tapi ternyata lo malah mikir yang macam-macam bilang gue murah. Terima kasih telah menganggap orang sebelah mata. Gue tau kalau selera lo cukup rendah karna lo cuma mandang orang dari apa yang lo lihat." Franda pergi begitu saja ia menabrak bahu Rival berseberangan membuat Rival hening dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Rudy, Albert dan Bima hanya bisa diam menyaksikan drama yang sungguh menegangkan dari film horor yang merek lihat.
"Val, lo gak papa kan?"
"Arhh." Ia menepis tangan Albert di bahunya. Sungguh kata-kata itu membuat Rival diam dan diam tanpa membalas sama sekali.
Cerry mengejar Franda yang meninggalkan kantin ia langsung mengikuti langkah sejajar Franda. "Lo gak papa fran? Gue tau kalau ri---"
"Jangan sebut nama itu lagi."
"Gue gak mau denger."
...•••...
"Lo serius gak mau minta maaf sama Franda val?. Lo hampir aja bikin dia nangis tau gak?"
"Ngapain gue minta maaf, gue gak salah apa-apa tau."
"Lo lupa kalau lo anggap diam cewek murah? Cewek mana yang suka dibilang kayak gitu?"
"Bert kalau lo cuma pengen nasihatin gue mending lo balik deh. Iya gak rud, bim?
"I---- iya." Dengan terpaksa Bima dan Rudy mengiyakan ucapan Rival dari pada mereka diusir juga.
Rival sejak tadi merenung dengan sahutan Franda, sebenarnya ia juga tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu tapi tiba-tiba saja keluar begitu saja dari mulutnya. Apalagi dari kedua matanya sendiri kalau Franda bareng sama Chiko dan mereka akrab sekali.
__ADS_1
Ia teringat sesuatu kalau Chiko pernah bilang kalau misalnya ia akan merebut Franda darinya. Apa yang ia lihat adalah salah satu cara Chiko dekat dengan Franda?