
Ada duka ada juga suka, tetap percaya bahwa cahaya akan menyinari kegelapan dan tetap percaya bahwa hati yang sepi akan menjadi sumringah dan bahagia. Begitulah hati Gracia dan juga Dior. Bertahun tahun menjalani cinta sendiri hanya menunggu kekasih hati yang sebenarnya tak tahu akan datang atau tidak. Namun karna keyakinan diri dan keteguhan hati, mereka kembali bersama dan akan saling bersatu mengikat tali kasih mereka yang lebih dalam dengan perjanjian pernikahan yang suci. Apakah mereka dapat mengarungi kehidupan rumah tangga yang rukun tentram dan damai?
...
Ezekhiel telah memarkirkan mobilnya di pekarangan gereja tempat pemberkatan Gracia dan Dior. Sekilas Gracia telah melihat Dior di depan pintu gereja yang telah dihiasi oleh bunga bunga baby breath putih di atas pintu tersebut. Dior seperti sedang menunggu pengantinnya. Hati Gracia berdebar keras seketika. Tangannya kembali dingin dan wajahnya memerah.
Zhavia merasakan kegugupan Gracia karna calon kakak iparnya itu mengalungkan tangannya ke lengannya. Zhavia menoleh sesaat ketika Ezekhiel telah mematikan mobilnya.
"Kenapa Gracia?" Selidik Zhavia bingung.
"Mengapa kakakmu tampan sekali Zhavia? Aku seperti merasa itu bukan pria yang dititipkan mommy ku!" Gumam Gracia memegang kedua pipinya yang sudah memerah hanya melihat Dior dengan setelan suit itu.
"Kau gila atau bagaimana sih? Itu kak Dior kakakku. Lalu dia mau seperti apa? Kau mau dia buruk rupa atau seperti katak. Apa kau mau jika dia seorang pangeran buruk rupa yang pura pura menyamar?" Decak Zhavia merasa kalau pikiran kakak iparnya sudah gugup yang sangat akut.
"Karna kau sudah memberitahu pasti aku masih mau." Balas Gracia tetap memegang wajahnya.
"Sudahlah Gracia kau jangan berkata macam macam. Kini kita harus menyelesaikan misi pernikahanmu." Sela Zefanya menenangkan Gracia.
"Benar Gracia, sekarang kau hanya perlu turun dan kita menghampiri mereka." Tambah Zhavia.
"Baiklah, kalian tunggu di sini sebentar, aku akan membeitahu mereka agar bersiap. Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh. Persiapkan dirimu Nona Andez." Kata Ezekhiel memberi arahan seperti yang diperintahkan Lexa sebelum berangkat ke gereja ini.
Gracia meneguk salivanya. Dia masih gugup sangat dan mendalam. Dia lalu mencoba mengalihkan kegugupannya dengan melihat lihat lokasi gereja ini. Sangat klasik dan seperti kerajaan kuno.
"Apa benar, dulu gereja ini juga merupakan saksi janji pernikahan mom and dad mu, Zhavia, Zefanya?" Tanya Gracia seketika.
"Begitulah katanya. Oleh sebab itu, Kak Dior juga ingin sekali mengadakan pemberkatan pernikahan dan resepsi di sini. Dengan begini, kedua orang tuaku juga akan mengenang masa masa indah mereka." Jawab Zhavia.
"Ya, suasananya memang sangat indah dan tetap sejuk dengan banyaknya pepohonan. Selera calon suamiku memang sama percis denganku." Gracia terkekeh.
"Ya kalian berdua memang pasangan yang melambai lambai, penuh perhitungan dan pengertian." Gumam Zefanya sedikit meledek Gracia.
"Terserah katamu Anya! Yang penting aku akan menjadi Nyonya Prime dan menikah dengan kakak tampan kalian." Balas Gracia antusias akan menjadi Nyonya Prime.
"Aku memang ingin kau yang memenangkan hati kakakku Gracia." Zhavia memeluk Gracia dengan sedikit haru dan Gracia juga mendekapnya. Kegugupannya sedikit menghilang sementara Zefanya juga tersenyum. Namun, ketika dia berbalik kembali menatap ke depan, Zefanya menemukan bunga mawar kecil milik Ezekhiel yang seharusnya menempel di saku jas nya tetapi malah terlihat gepeng dan terinjak.
Zefanya lalu meraihnya. Perasaanya sedikit tidak enak, namun dia mencoba berpikir positif kalau hal ini ketidak sengajaan karna tak sadar terjatuh dan terinjak. Zefanya lalu menyimpannya saja di tengah tengah mobil antara kedua bangku di depan. Tak lama kemudian, Ezekhiel datang memberitahu kekasihnya dan Zhavia agar mempersiapkan Gracia.
"Zhavia, Zefanya, ayo cepat bantu Gracia menuju ke gereja. Acara akan langsung segera dimulai." Kata Ezekhiel dari luar mobil.
"Sayang, bunga mawarmu jatuh?" Tanya Zefanya memastikan pada Ezekhiel.
"Ah iya kemana jadinya?" Ezekhiel meraba raba daerah sekitar jas depannya.
"Sudahlah tidak usah digunakan, sudah terinjak denganmu." kata Zefanya .
"Oh my God! Mengapa bisa seperti ini Tuan Ezekhiel? Kau kan sahabatnya kak Dior jadi juga harus menggunakan." sela Gracia yang mendengar percakapan mereka.
"Sudah tidak apa Gracia, yang terpenting sekarang adalah dirimu dan Dior. Ayo cepat, Dior sudah tidak sabar dia terus melihat ke belakang selagi di tarik ke altar dengan Nyonya Viena." balas Ezekhiel menyuruh semuanya bersiap.
"Tadi di rumah Zefanya, sekarang dirimu. Kalian berdua tetap dalam penglihatanku ya? Perasaanku tidak enak!" gumam Gracia sedikit masam.
"Gracia, kau terlalu banyak berpikir, sudah ayo turun!" Decak Zhavia yang sudah turun dari mobil terlebih dahulu. Sementara Zefanya malah juga memikirkannya.
Zefanya juga ikut turun dan membantu Gracia. Mereka akhirnya tiba di depan pintu utama gereja. Di sana Revo sudah menunggu. Siap menggandeng tangan anaknya mengantarkan ke depan altar suci itu. Dior sudah di sana dan melihat ke arah gerbang. Dari kejauhan Dior dan Gracia saling berpandangan dan mereka berdua meneguk saliva mereka. Mereka benar benar gugup. Dior tidak meragukan kecantikan Gracia yang semurni mutiara. Dan Gracia juga tidak meragukan ketampanan Dior yang seperti pangeran di sebuah kerajaan. Gracia sampai menganggap gereja ini adalah kastilnya dan mereka mengadakan pemberkatan pernikahan di sebuah kerajaan bak cerita cerita dalam dongeng.
__ADS_1
"Wajahmu memerah sayang, kau percis dengan kekasihku dulu yang juga sama berdiri di gereja ini mengucapkan janji nikah." kata Revo pada anaknya. dia mengingat Greta terus menerus.
"Oh God dad? Kau dan mommy juga mengadakan pemberkatan di gereja ini?" tanya Gracia penasaran.
Revo mengangguk.
"Ibumu ingin sama seperti Aunty Vien mu. Mereka berdua memang sahabat sejati. Sampai pergi ke surga saja harus ijin dengan Viena." kata Revo kemudian.
"Sekarang, mommy pasti melihatku kan dad?" tanya Gracia sedikit sendu.
"Tentu sayang! Kau tenanglah, sebentar lagi Tuhan yang akan menjadi benteng pernikahan kalian. Tidak akan ada yang memisahkan kau dan Dior." jawab Revo tersenyum hangat.
Gracia mengangguk dan meneteskan air matanya. Dia benar benar terharu. Hari ini dia akan resmi menyandang nama Remonia Gracia Prime.
Akhirnya dentuman piano yang dimainkan Patrick mengalun. Lagu kenangan Dior dan Gracia itu terdengar menjadi sangat syahdu dan begitu romantis namun tidak meninggalkan hawa gregorian. You're my rock by Beyonce. Pelan-pelan Revo menemani Gracia menuju altar suci itu. Dior sudah tersenyum di atas altar sana. Pandangan Gracia juga lurus menatap calon suaminya itu.
"Dior, this is my daughter, kuserahkan padamu, jadilah baik dalam setiap anak tangga kehidupan cinta kalian." Kata Revo menyerahkan tangan anaknya pada calon menantu satu satunya.
"Of course, dad." Kini Dior sudah yakin memanggil Revo sebagai sebutan dad. Revo tersenyum lalu kembali ke bangku yang seharusnya bersama Viena dan Dion.
"Kak, ini bukan mimpi kan?" Tanya Gracia sebelum pendeta memulai kalimat pembuka.
"Tatap mataku Gracia apa benar aku hanya angan angan!" Dior hendak meyakini.
"Nyata " jawab Gracia pelan
"Sebentar lagi, aku lah pemilik hatimu yang sesungguhnya." bisik Dior dengan mata yang berbinar binar dan penuh asmara.
"Aku juga kak!"
Sang pendeta pun memulai dengan kalimat pembuka dan doa pembuka. Dengan ayat ayat suci dan pemberian nasihat dari pendeta, Gracia tampak mendengarkannya . Sementara Dior memperhatikan wajah serius Gracia dengan senyuman. Gracia memang ingin menjadi istri yang sangat baik dan berguna bagi Dior. Bukan hanya dalam bentuk melayani secara fisik tetapi dalam jiwa dan rohani Dior.
"Di hadapan gereja Tuhan yang kudus, para saksi dan hadirin sekalian, Tuan Vincent Edior Prime, apakah anda bersedia dengan sungguh sungguh dan tulus hati serta niat yang suci memilih Nona Remonia Gracia Andez menjadi istri anda dalam suka dan duka, dalam untung maupun malang, di waktu sehat maupun sakit serta berjanji untuk mencintai, menyayangi, melindungi, menjaga dan menghormati seumur hidup sampai maut memisahkan dan menjadi ayah untuk anak anak yang dipercayakan pada Tuhan mengasuh dan mendidik mereka dengan baik?" Tanya sang pendeta dengan janji pernikahan di dalamnya
Dior menatap Gracia dengan mata yang berbinar binar terlebih dahulu dan berkata:
"Ya, saya bersedia!!" Jawab Dior dengan sangat tegas. Air mata Gracia menetes tanpa Grcaia menyuruhnya.
"Sekarang, kenakanlah cincin pernikahan ini pada jari manis istri anda." Kata sang pendeta lagi. Dior lalu mengambil cincin pernikahan GRACIOR mereka dan menyematkannya pada jari manis Gracia.
Gracia sudah tidak tahu lagi bagaimana perasaannya. Dan kini giliran Gracia.
"Di hadapan gereja Tuhan yang kudus, para saksi dan hadirin sekalian, Nona Remonia Gracia Andez, apakah anda bersedia dengan sungguh sungguh dan tulus hati serta niat yang suci memilih Tuan Vincent Edior Prime menjadi suami anda dalam suka dan duka, dalam untung maupun malang, di waktu sehat maupun sakit serta berjanji untuk mencintai, menyayangi, melindungi, menjaga dan menghormati seumur hidup sampai maut memisahkan dan menjadi ibu untuk anak anak yang dipercayakan pada Tuhan mengasuh dan mendidik mereka dengan baik?" Tanya sang pendeta dengan janji pernikahan di dalamnya kini kepad Gracia.
Sebelum Gracia berkata, Dior sudah menyeka air mata haru wanita yang kini menjadi istrinya. Dia lalu mengangguk pada Gracia dan tersenyum agar Gracia bisa mengucapkan tiga kata penting ini.
"Ya, saya bersedia." Kata Gracia akhirnya dengan sedikit terbata.
"Sekarang, kenakanlah cincin pernikahan ini pada jari manis suami anda." Kata sang pendeta lagi. Gracia lalu mengambil cincin pernikahan GRACIOR mereka dan menyematkannya pada jari manis Dior. Sang pendeta pun kini siap mendoakan dan memberkati mereka.
"Ya Tuhan sang pencipta segalanya, Engkau menciptakan pria dan wanita supaya mereka dipadukan menjadi satu dan mengajarkan bahwa pernikahan yang telah Engkau teguhkan tidak boleh diceraikan. Berikan Rahmat, cinta dan kebijaksanaan kepada Tuan Dior , mempelai pria ini agar dapat menjadi suami yang setia dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Berikan juga berkat Mu kepada Nona Gracia, mempelai wanita ini agar juga menjadi istri yang setia dan ibu yang baik dalam keluarganya kelak. Maka mereka bukan lagi dua melainkan satu. Tuhan memberkati. Amin." Tutur sang pendeta mendoakan juga memberkati Dior dan Gracia.
"Sekarang silahkan berikan ciuman terhangat kalian berdua. Pasangan Gracia dan Dior." Kata sang pendeta lagi. Dior lalu meraih kedua wajah Gracia yang terus berlinang air mata terharu dan bahagia. Dior menyeka lagu dan mendekatkan wajahnya mencium bibir Gracia dengan pelan dan lembut. Semua para hadirin merasakan kemsraan dan kasih mereka.
"Genaplah sudah apa yang ibumu inginkan Gracie. Aku sudah menjadi suamimu. Aku sudah berhak atas mu dan malam ini kau sudah tidak bisa kemana mana lagi." Bisik Dior ketika mereka hendak keluar gereja setelah acara pemberkatan selesai .
Gracia tersipu malu dan menyandarkan kepalanya di dada Dior sambil berjalan. Dior pun selalu mengecup pelipis Gracia.
Gracia pun mengadakan acara pelemparan bunga di depan gereja. Dan yang mendapatkan nya adalah Zefanya. namun, ketika Zefanya mendapatkan dan menggenggam buket mawar itu ternyata masih ada mawar yang mempunya duri sehingga Zefanya terkena duri tersebut. Jarinya berdarah dan Ezekhiel dengan sigap memberikan tysu untuk menghapus darah tersebut.
__ADS_1
"Tuan Ezekhiel, tenanglah, aku tidak apa apa. Bunga ini aku yang mendapatkannya, apa setelah ini kau akan malamar ku?" Zefanya menaik turunkan alisnya menggoda.
"Mungkin saja." Ezekhiel tersenyum dan terus mengeringi darah Zefanya.
Setelah semua serangkaian pemberkatan Dior dan Gracia, mereka melanjutkan resepsi di taman samping gereja ini. Percis sekali suasana resepsi seperti saat Dion dan Viena beberapa puluh tahun lalu. Sekarang saja Dior sudah berusia dua puluh enam tahun . Sementara Dior dan Gracia di pelaminan, tampak pasangan Viena dan Dion duduk di ayunan yang memang ada di taman itu. Mereka jadi mengenang masa pernikahan mereka namun ada sedikit guratan kecemburuan dari Viena, padahal Viena yang membahas Pevi pada Dion.
"Tidak usah cemberut Viena, sekarang aku saja tidak tahu dia dimana . Lebih baik kau lihat Dior dan Gracia seperti kita dulu kan?" kata Dior menenggerkan lengan sikunya ke bahu istrinya.
"Iya benar. Sekarang Greta sudah sangat bahagia dan tenang di surga kan Dion?" Viena menoleh ke arah suaminya.
"Pasti sayang." Kata Dion merangkul Viena.
Dan seluruh rangkaian acara resepsi itu berjalan dengan lancar. Dior dan Gracia sangat menikmatinya dan mereka terus bersama bergandengan tangan tak terpisahkan. Banyak yang menggodanya namun mereka berdua tidak peduli.
Sampai sore menjelang, entah mengapa Gracia bersih keras tidak mengijinkan Zefanya untuk pulang lebih dulu. Dia ingin bersama Zefanya dan tentu saja Ezekhiel. Namun, Ezekhiel sudah berniat mengajak Zefanya ke Star Garden yang berada di Summer, kota terdekat Legacy.
"Zhavia, di mana Zefanya? Kak Dior, aku mau pulang bersama Zefanya?" tanya Gracia mendengus.
"Zefanya sudah pergi bersama Ezekhiel . Sudahlah Gracia. Dia juga sudah biasa dengan kekasihnya. Kau ini kenapa?" kata Dior pelan.
"Tidak apa apa, tapi kenapa aku sangat sedih. Kita pergi bersama Zhavia. Kita juga harus pulang bersama . Hanya itu maksudku." Gracia menundukan kepalanya bersedih.
"Tidak apa, nanti malam kita bisa bertemu dengannya, oke?" Kata Dior menenangkan Gracia. Gracia mengangguk masam. Mereka semua pun kembali ke rumah masing masing.
Namun, ketika malam menjelang, Gracia bukan menemukan Zefanya yang tadi pagi melainkan Zefanya yang berbeda. Seperti seekor burung yang kehilangan satu sayapnya . Gracia hanya bisa memeluknya bersama Zhavia.
...
...
...
...
...
Next aku skip kok, kan Uda ada di bawah di bagian ZEFANYA & EZEKHIEL haha .. kejadiannya di sini 😂😭
Btw happy wedding GRACIOR 💕💕
.
Next part 32
4 episod menjelang ending yaa
Awal baru kehidupan Gracia dan Dior
Penuh tantangan, kepercayaan dan kebahagiaan tentunya 😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1