
Jika hati bagaikan kepingan kepingan puzzle, seberapa banyak kepingan itu akan menjadi satu seperti gambar yang dimaksud. Begitu juga sebuah hati yang yang sudah ditakdirkan bersama, meski berpisah jarak dan waktu atau sebuah peristiwa sekalipun, akan kembali bersatu dan bersemi semakin dalam. Tak ayal jika permasalahan datang silih berganti menerjang hati yang bersatu. jika pada awalnya telah bersama mengadu sebuah janji, akan terus abadi. Ezekhiel dan Zefanya, dua insan yang diterjang badai sejak bersama sampai sudah bersatu pun ada saja masalah yang melingkupi mereka. Apakah itu? Ikuti selalu perjalanan cinta mereka sampai pada mahligai kesempurnaan sebuah keluarga kecil yang bahagia.
...
Zefanya memasuki ruang kerjanya di perusahaan iklan itu dengan sedikit lesu. Tidak ada yang terjadi pada kesehariannya. Suaminya sedang mengunjungi proyek apartemen Dimitri Group terbaru di Honolulu. Mereka tetap berkomunikasi. Pagi tadi Ezekhil masih menanyakan kondisi tubuhnya yang semalaman rasa tidak enak dan sedikit meriang. Zefanya duduk di singgasana nya dan membuka laptopnya. Bukannya memeriksa jadwalnya hari ini, dia malah membuka situs kumpulan video anak anak dan mengetik nama keponakannya.
"Darren Prime," gumamnya dan klik! Zefanya menekan tombol search.
Belakangan ini Gracia senang sekali mengunggah video video lucu Darren yang sudah bisa berjalan dan gaya larinya yang seeprti ingin jatuh tapi tidak jatuh. Selain itu Darren sudah bisa makan sendiri walau suka tumpah kemana mana.
Zefanya tersenyum melihat tingkah Darren yang kini sedang menganggu ayahnya yang sedang tidur.
"Dad! Bilang dad, Dare! Dad wake up!" Perintah Gracia di video secara terbata agak Darren mengikuti. Saat ini usia Darren sudah beranjak 20 bulan. Sebentar lagi dia akan merayakan hari ulang tahunnya yang kedua.
Zefanya makin sumringah ketika keponakannya itu akhirnya mengikuti perintah ibunya.
"Tunggu MoNya kesana ya, Dare?! Nanti setelah pekerjaan ku selesai, aku akan kesana, i Miss you, muach!" Gumam Zefanya terus menonton video keponakannya itu.
Hem, Zefanya pun belum kunjung mengandung. Dirinya dan Ezekhiel masih terus berusaha. Mereka berencana akan mengikuti program inseminasi jika tiga bulan ke depan Zefanya belum kunjung hamil. Zefanya terus berdoa bersama Ezekhiel setiap malam agar keinginannya terkabul. Sebenarnya Ezekhiel sama sekali tidak mempermasalahkan semua ini. Asal Ezekhiel bisa selalu bersama Zefanya. Ezekhiel sudah menyarankan Zefanya untuk mengadopsi seorang anak tapi Zefanya tidak mau. Zefanya hanya ingin anak dari darah daging mereka.
"Permisi, Nyonya,"
Tiba tiba sang sekretaris Zefanya memanggil.
"Apa jadwalku hari ini?" Tanya Zefanya dan sang sekretaris masuk.
"Aku sudah memberikan jadwalmu setiap sore sebelum kita pulang, tapi kau tidak pernah mengindahkannya ketika pagi!" Dengus sang sekretaris.
"Untuk apa aku mempekerjakanmu sebagai sekretarisku?!" Gumam Zefanya menaikan alisnya.
"Kau harus menambah gajiku!"
"Aku sudah membelikanmu sebuah apartemen, apa masih ingin double gaji?" Zefanya masih memastikan.
"Tidak terimakasih! Baiklah hari ini kau bersama Vegra dan Fernand harus ke Perusahaan Apartment suamimu pukul 1 siang untuk persentasi proyek iklan dokumenternya. Vegra sudah mempersiapkan semuanya. Kau hanya perlu memantau karena ini merupakan proyek besar," kata sekretarisnya mulai memberitahu jadwal Zefanya.
"Suamiku tidak ada, kalian saja yang pergi," saut Zefanya malas.
"Nyonya! Kau harus ikut! Direktur keuangan Dimitri Group akan langsung memberikan cek yang harus kau tanda tangani karena suamimu tidak ada. Sekalian lah kau melihat kinerja Vegra. Siapa tahu dia bisa menjadi asistenmu!" Gertak sang sekretaris yang memang sudah sangat dekat dengan Zefanya.
"Suruh dia jadi sekretarisku dan kau yang jadi asistenku!" saut Zefanya tersenyum lebar.
"Tidak mau! Aku pusing menghadapi perusahaan perusahaan besar!" bantah sekretarisnya.
"Terus saja kau membantahku, Rosie!"
"Kau lihat dulu kinerja Vegra, kau ini!" Dengus Rosie membenarkan kacamatanya.
"Yasudah yasudah, lalu apa lagi?" tanya Zefanya yang sedang tidak mau berdebat.
"Pertemuan itu sekitar dua jam dan kau harus segera ke rumah sakit summer untuk kelanjutan program hamil mu," tambah Rosie lagi mengingatkan.
"Cancel saja, tidak ada suamiku. Lusa dia baru pulang!" Zefanya melambaikan satu tangannya tidak mau ke rumah sakit jika tidak bersama suaminya.
"Apa kau sudah datang bulan? Kalau belum kau harus kesana untuk diperiksa, mana tahu kau hamil, Nyonya," kata Rosie mengingatkan.
"Aku memang sudah telah dua bulan . Sejak pernikahan Zhavia aku sudah tidak datang bulan. Pernikahan Zhavia satu bulan yang lalu. Benarkah aku hamil?" gumam Zefanya menundukan kepalanya sedikit bersedih.
Tiba-tiba.
"Selamat pagi anakku sayanggg ... Lihat aku membawa siapa?" seru sebuah suara wanita paruh baya menggendong seorang balita berusia hampir dua tahun.
__ADS_1
"Omo omo omo anakku!! Darren sayang Monya!" Zefanya mendongakan kepalanya dan senang sekali dengan kedatangan ibu, ibu angkatnya dan keponakannya.
"Onya Onya," saut Darren yang sudah dalam gendongan Zefanya.
"Mo Nya!" Zefanya mengeja.
"O ... Nya!" tapi itu yang dikatakan Darren.
"Whatever!" Zefanya memutar bola matanya malas dan kembali mengecupi Darren.
"Ever!" kembali Darren mengikuti kata terakhir Zefanya.
"Nice my dare! Cup cup cup!" Zefanya terus mengecup pipi gembul Darren.
"Ada angin apa kalian kemari? Baru saja nanti sore aku akan ke rumah mom," tanya Zefanya tetap memandangi Darren dan sedikit menggoyang goyangkan tubuhnya.
"Hari ini Gracia ada ujian vocal dan ballet untuk murid muridnya. Mereka akan mengikuti kompetisi di Japanais. Gracia masih harus menyeleksinya," kata Viena.
"Jadi hari ini Gracia akan pulang malam bersama kakakmu. Aku ingin melihatmu jadi kami bawa saja Darren," tambah Lexa.
"Kebetulan sekali ya, panjang umur untuk kita semua," gumam Zefanya.
Zefanya terus mengecupi dan bercanda dengan keponakannya itu. Viena sudah duduk di sofa.
"Selamat pagi Nyonya besar, Nyonya Janson. Mau minum apa biar kubuatkan?" tanya Rosie sekaligus menyapa.
"Ah iya Rosie, kau semakin cantik saja," kata Lexa menggoda. Sebenarnya Lexa yang menemukan Rosie bekerja pada stand stand promosi properti di plaza. Lexa melihat Rosie sangat cekatan dan ternyata Rosie pernah belajar manajement pemasaran walau tidak tamat di Indian. Kebetulan Zefanya membutuhkan teman yang seimbang dengannya. Siapa sangka mereka menjadi sangat cocok.
"Bisa saja Nyonya," ujar Rosie tersipu malu.
"Kami ingin teh hangat saja dan seteko air panas ya untuk susu Darren. Kami buru buru lupa membawa termos air panas Darren," kata Lexa memberitahu.
"Baik Nyonya, permisi," ujar Rosie membungkukan tubuhnya dan keluar dari ruangan. Lexa ikut duduk di samping Viena.
"Di mana lipstick merahmu? Habis?" tanya Viena.
"Aku lupa, terlalu terburu buru. Aku bangun setengah 7 mom," kata Zefanya melebarkan matanya.
"Hem, kau lelah?"
"Begitulah akhir akhir ini ingin tidur terus," ujar Zefanya masih menggendong Darren.
"Kata Gracia kau sudah telah 2 bulan?" selidik Viena.
"Yes mom!"
"Apa kau sudah memeriksakan dirimu?" tanya Viena lagi.
"Ezekhiel masih di Honolulu. Lusa baru kembali, nanti saja setelah dia datang. Aku kurang percaya diri jika dia tidak ada," gumam Zefanya.
"Gunakan test pack saja sayang. Suruh Rosie membelinya," kata Lexa menyarankan.
"Tidak mau! Aku takut akan negatif. Aku sedikit trouma," tukas Zefanya. sebelumnya dia sudah menggunakan lebih dari 10 testpack jika dirinya telat 1 hari saja. dia terlalu mengharapkan sampai sudah malas dengan sendirinya.
"Hem kau ini, lalu bagaimana perasaanmu? Mual muntah kah?" selidik Lexa. Lexa memaklumi apa yang juga pernah ia rasakan.
"Tidak MomXa, tapi aku merasa meriang dan sedikit pening. Inginnya selalu tidur," kata Zefanya.
"Yasudah kau tidurlah dulu di belakang, aku akan menjaga kantormu," tutur Viena.
"Tidak usah mom, aku baik baik saja, apalagi setelah melihat Darren ku! Kau lucu skali Darren!" Zefanya kembali menciumi pipi Darren.
__ADS_1
Viena dan Lexa saling berpandangan. Mengapa hanya Zhavia yang mudah sekali mengandung. Sementara Gracia saja butuh dua tahun dan sekarang Zefanya yang pernikahannya menginjak 3 tahun belum kunjung mengandung.
"Tenang saja Nyonya, Anya wanita yang kuat!" Bisik Lexa memegang bahu Viena untuk tidak terlalu khawatir.
Viena, Lexa dan Zefanya pun berbincang sampai siang hari. Viena begitu merindukan Zefanya. Dia terus memandangi anaknya itu sampai menyuapi cemilan. Zefanya merasakan itu dan sesekali memeluk Viena. Zefanya menyadari Viena kini hanya bisa bersama Dior dan Gracia. Itupun Dior dan Gracia juga sibuk. Sementara Zhavia ikut suaminya tinggal di Honolulu. Meskipun Zhavia sering melakukan video call pada Viena tapi tetap saja tidak bisa memeluk dan berbicara langsung.
"Mom, i Miss you! Mungkin besok aku akan menginap di rumah, selagi Ezekhiel masih di Honolulu," kata Zefanya dalam pelukan ibunya.
"You promise?"
"Promise!"
"Dad juga merindukanmu Anya," kata Viena lagi.
"Ya, aku mengerti, besok aku akan datang. Sekarang pulanglah, aku harus ke Perusahaan Ezekhiel," balas Zefanya mengelus punggung ibunya.
"Ya, kami juga ingin membeli bahan bahan makanan," saut Viena menarik diri dari pelukan anaknya.
"Kalau aku tidak ada kerjaan aku pasti ikut," gumam Zefanya yang masih merindukan ketiga orang ini.
"Kau bekerja saja, teruskan perusahaan ibumu ini," kata Lexa tersenyum. Zefanya juga tersenyum.
Viena dan Lexa pun pergi dari kantor Zefanya dengan membawa Darren. Sementara Zefanya harus bersiap ke perusahaan apartemen suaminya. Ya begitulah Zefanya jika Ezekhiel harus ke Honolulu tanpanya, Zefanya juga harus memantau perusahaan apartment suaminya. Meskipun ada Carlos namun pemegang kuasa tertinggi dan saat menentukan sesuatu adalah Tuan dan Nyonya Dimitri.
Vegra dan Fernand sudah menunggu dirinya di luar ruangan. Fernand yang mengendarai mobil. Sudah beberapa Minggu ini Zefanya tidak mengemudi mobil karena dokter kandungan menyarankan Zefanya tidak terlalu lelah mengemudi. Rosie yang menjemputnya atau Ezekhiel yang mengantarnya terlebih dulu.
Mereka pun tiba di perusahaan apartment Ezekhiel, Dimitri Group Apartment cabang Legacy. Ezekhiel memiliki 3 cabang apartment terbesar yaitu di Legacy, Honolulu dan Japanis. Di Japanis merupakan proyek terbarunya. Ezekhiel bersama Carlos mengembangkan usaha Eleazar Dimitri dengan baik. Eleazar Dimitri merupakan ayah Ezekhiel yang jauh sebelum dia mengenal Zefanya telah meninggal.
Mereka memasuki gedung dan setiap petugas keamanan, para karyawan dan resepsionis membungkukan tubuhnya memberi hormat pada Zefanya. Zefanya hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Mereka menuju ke ruang lantai 7 dimana tempat mereka mengadakan pertemuan persentasi tersebut.
Waktu sudah menunjukan pukul 1 siang. Manager yang menyambut Zefanya, Vegra dan Fernand mempersilahkan mereka untuk makan siang terlebih dahulu.
Setelah selesai, mereka memulai presentasinya. Vegra yang melakukan presentasi dan dibantu beberapa oleh Fernand. Mereka menjelaskan konsep yang mereka terapkan untuk iklan dokumenter nanti. Iklan ini akan disiarkan di seluruh stasiun tv Legacy dan Honolulu.
Vegra dan Fernand melakukan presentasi dengan sangat lugas dan antusias. Zefanya cukup tertarik dengan kedua pegawainya yang baru bergabung 6 bulan lalu. Namun, Zefanya tidak begitu fokus karena tubuhnya seketika melemah. Ya, mungkin saja dia hamil pikirnya. Dia akan memeriksakannya bersama Ezekhiel nanti. Dia jadi membayangkan ketika hamil nanti, Ezekhiel pasti akan lebih memperhatikan dan mencintainya. Ezekhiel akan lebih memanjakannya dan mungkin tidak akan meninggalkan dirinya pergi bekerja di luar kota atau di luar negri.
Tak lama kemudian, seorang manager Ezekhiel membisikan sesuatu pada Zefanya.
...
...
...
ada apa nich? hehe
nyambung di bawah ya?
next part 1 extra hehe
.
halo, apa kabar? apa ada yang sudah menunggu bagian Ezekhiel & Zefanya ini? hehe
.
.
pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤