Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - EZEKHIEL & ZEFANYA PART 6 EKSTRA


__ADS_3

LIKE LIKE DULU YUK BIAR GAK LUPA


😍😍


...


Tidak ada di dunia ini yang menyukai pengkhianatan. Bahkan menjadi orang pertama di antara orang kedua merupakan hal yang menyakitkan meskipun tetap dielu elukan. Permasalahan belum memiliki keturunan malah membuat Zefanya merasa bibi mertuannya akan mengkhianati nya. Seribu kali dia ingin berpikir positif mengenai bibi dari Ezekhiel itu tapi entah mengapa hal negatif malah menghantuinya. Bagaimana Zefanya dan Ezekhiel menghadapi ini semua? Apakah Ezekhiel bisa membagi hatinya antara Zefanya dan bibinya atau sepenuh hatinya hanya untuk bersama Zefanya?


...


Sudah dua bulan lamanya, Zefanya dan Ezekhiel tinggal bersama Salma. Semua tidak berjalan sesuai yang diharapkan Zefanya sewaktu mengijinkan Salma tinggal bersama mereka. Benar apa yang dikatakan Tanya. Zefanya sangat sulit untuk keluar rumah, apalagi harus berduaan saja dengan suaminya. Akhir Minggu mereka, mereka habiskan di rumah saja menemani Salma berkebun atau makan bersama. Ezekhiel agak bosan karena Ezekhiel selalu mengajak Zefanya ke Summer atau ke rumah ibu mertuanya. Namun, lagi lagi Zefanya yang mengalah dan mencoba mengerti alasan Salma yang mengatakan ingin bersama sama dengan mereka karena setiap hari Ezekhiel dan Zefanya pergi bekerja.


Bukan hanya itu, Zefanya sedikit kesal karena setiap hari, Salma hanya memasak makanan kesukaan Ezekhiel. Sementara Zefanya tidak bisa memakan olahan daging dan ikan itu terlalu banyak. Kepalanya akan pusing dan sulit untuk tidur sehingga keesokannya Zefanya tampak tidak bersemangat ke kantor. Akhirnya Zefanya sering memesan makanan di luar untuk makan malam atau Ezekhiel menemani Zefanya makan terlebih dahulu setelah itu mereka pulang. Zefanya pun makan di rumah tidak terlalu banyak. Hal ini malah membuat Salma kesal dan terkadang menyindir Zefanya.


"Aku sudah lelah memasak makan malam untuk kalian, tapi nampaknya kalian kaya sekali ya sehingga Zefanya memesan makanan dari luar atau kalian sudah makan kan? Lagipula kuberitahu padamu Zefanya, lebih sehat makan makanan di rumah yang ku masak. Pantas saja kau belum mengandung, karena makananmu tidak benar!" Begitulah kata kata Salma yang awal awal tidak pernah ditanggapi Zefanya. Ketika Ezekhiel ingin membalasnya, Zefanya malah memegang tangannya. Karena sudah terbiasa hanya tinggal bersama Zefanya , Ezekhiel seperti tudak mentoleransi setiap perintah atau aturan baru yang ada selain dari Zefanya.


Namun, bukan Zefanya jika terus bersabar dan menerima celetukan Salma yang semakin melunjak apalagi sering menyinggung kehamilan yang belum kunjung datang.


"Aunty! Bagaimana aku bisa memakan masakanmu setiap hari kalau kau tidak pernah memasakan makanan kesukaanku! Apa kau tahu, kepalaku pusing kalau kau terus memasak daging sapi daging ayam ini terus menerus dan kau tidak lihat tubuh keponakanmu semakin membesar. Ini malah tidak baik Aunty! masalah aku hamil atau tidak sepertinya juga karna kau yang memberikan makanan berlemak ini!" decak Zefanya pada akhirnya juga di depan Ezekhiel.


Bukannya berubah, Salma malah menangis dan mengunci dirinya di kamar sampai keesokan paginya. Beberapa hari Salma dan Zefanya saling diam. Zefanya pun terkadang menginap di rumah ibunya karena tidak enak melihat wajah bibi mertuanya yang selalu melihatnya sinis. Zefanya tidak mau membahas tentang kepemilikan mansion itu, pada akhirnya semuanya adalah kepunyaannya dan selama Ezekhiel selalu mengikutinya.


Sampai akhirnya pada puncak kekesalan Zefanya yang paling sulit dibujuk Ezekhiel hanya karena masalah yang bisa Zefanya selesaikan hari itu juga. Namun, karena kekerasan hati Salma dan arah bicaranya yang melantur kemana mana, Zefanya jadi harus kembali ke rumah ibunya.


Waktu itu Zefanya pulang sore hari sekitar pukul lim sudah sampai di mansionnya.


"Anya, kau sudah pulang? Kau tidak bekerja ya?" selidik Salma seperti nyonya rumah dan Zefanya pegawainya.


"Karena semua pertemuan hanya pagi hari jadi aku bisa pulang cepat," saut Zefanya pelan dan hendak ke kamarnya.


"Kau bisa pulang cepat atau kau menemani your mom ke plaza, ke spa, begitu kan?" selidik Salma melirik tajam Zefanya.


"Oh ya, tadi aku mengantarnya ke plaza, ada apa aunty? Apa Ada suatu masalah?" kata Zefanya bertanya kembali dan masih berpikir tenang.


"Sudah mau tiga bulan aku tinggal di sini, kau belum pernah mengajakku berbelanja atau bahkan ke spa!" celetuk Salma sambil membuka buka majalah.


"Bagaimana aku mengajakmu kalau kan juga hanya ingin di rumah melulu?!" saut Zefanya menyindir.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya Salma menutup majalah dan menatap tajam Zefanya.


"Kau yang selalu ingin di rumah, kau juga yang tidak membiarkan kami pergi ketika hari Minggu, jadi bagaimana aku harus mengajakmu?" tambah Zefanya lagi memajukan bibirnya.


"Kau keterlaluan Zefanya! Mengapa Ezekhiel begitu mencintai wanita arogan yang selalu melawanku seperti ini?! Pantas saja kau belum juga hamil! Mana program hamil yang kalian jalankan? Belum juga membuahkan hasil, kau tahu karena apa? Karena kau terus saja berkeliaran seperti wanita tak bersuami saja!" decak Salma sudah berdiri dan menunjuk nunjuk Zefanya. Bicara Salma sudah mulai tidak nyambung dan mengait ngaitkan.


"Stop! Mengapa kau selalu melibatkan kehamilan hah?! Sekarang juga aku bisa mengajakmu ke spa, ke plaza, ke mana pun kau mau, cepat ganti pakaianmu, kita pergi sekarang!" ajak Zefanya dengan wajah geram.


"Untuk apa? Aku sedang tidak berselera! Harus aku yang mengatakan padamu lalu kau menjalankannya, bagaimana kalau aku tidak mengatakannya tadi?! Tidak inisiatif!" decak Salma kembali duduk lalu menatap Zefanya sinis.


"Argh, aku malas berdebat dengamu, aunty! Semakin lama semakin tidak sesuai! Aku mau ke atas, permisi" balas Zefanya mulai menaiki anak tangga.


"Zefanya Zefanya, kau ini sombong sekali, jangan sampai aku membawa wanita lain untuk ku jodohkan pada suamimu karena sampai sekarang kau juga belum hamil. Percuma kau memilki ini semua," kata Salma lagi memainkan jarinya. Dia sudah mulai terhasut dengan Daisy yang setiap hari menghubunginya.


"Heng, pada intinya kau ingin aku mengandung kan? Atau kau hanya ingin penerus? Bawa saja kemari, aku tidak takut! Kau yang akan menyesal, Aunty!" Balas Zefanya menatap tajam Salma lalu kembali ke kamarnya. Dia mengemasi barang barangnya dan ke rumah ibunya. Dia tidak akan peduli lagi dan tidak mau kembali lagi ke mansion.


...


Zefanya sudah menangis di sofa ruang tamu rumah ibunya. Zefanya menutup wajahnya agar semua orang tidak melihat kepedihannya. Gracia sudah mengelus punggungnya agar bersabar. Dion dan Leon sedang mengunjungi hotel jadi belum pulang malam itu bersama Dior. Viena dan Lexa hanya bisa menatap anaknya itu. Mereka juga tidak tahu harus bagaimana menghadapi Salma. Biar bagaimanapun mereka berbesan. Viena tidak bisa juga membela anaknya terang terangan. Viena yakin Ezekhiel akan segera membujuk Zefanya.


Sekitar dua jam kemudian, tiga pria di rumah itu pulang dan mereka berpapasan dengan Ezekhiel. Dior sudah menerka apa yang terjadi. Begitu juga dengan Dion dan Leon. Mereka pun masuk ke dalam. Zefanya sudah masuk ke kamarnya dan tertidur. Ezekhiel tentu menghampirinya. Dia ikut bergabung tidur bersama istrinya setelah membuka jasnya.

__ADS_1


"Kita tidur di sini lagi?" kata Ezekhiel memeluk Zefanya dari belakang.


"Hemm ..." jawab Zefanya datar.


"Not bad! Apa kita tinggal di sini saja? Di sini ramai dan aku kerasan," kata Ezekhiel lagi menggoda istrinya. Ketika pulang dan mendapatkan Salma tertidur, salah satu pelayan yang selalu membela Zefanya -- Emma memberitahu kalau nyonya nya pergi membawa tas besar setelah adu mulut dengan nyonya besar. Ezekhiel menarik napas dan tanpa ijin pada bibirnya dia ke kediaman Prime.


Zefanya menggeleng menanggapi kata kata suaminya.


"Kenapa menggeleng?"


"Kau pulang saja, kasihan auntymu, dia membutuhkanmu bukan diriku!" saut Zefanya sedikit menyindir. Ezekhiel tidak berniat menumbuhkan kembali kekesalan istrinya.


"Bantu aku membersihkan diri, sweetheart," pinta Ezekhiel kemudian.


Zefanya menggeleng lagi.


"Ayolah, sudah lama kau tidak menggosok punggungku di bawah pancuran air?" Pinta Ezekhiel lagi setengah membalikan tubuh Zefanya. Zefanya menatapnya. Dia menarik napas panjang dan tersenyum tipis.


"Tetapi aku tidak mau pulang?"


"Terserahmu!"


"Oke, gendong aku sampai ke kamar mandi," pinta Zefanya manja.


Ezekhiel menyeringai. Dia pun menggendong Zefanya masuk ke dalam kamar mandir dan menyalakan shower. Awalnya memang Zefanya membantunya menggosok punggungnya, tapi ketika Zefanya hendak keluar, Ezekhiel malah meminta hal lain.


Untuk sementara Ezekhiel harus menjinakan istrinya dulu. Namun benar saja, sampai satu Minggu Ezekhiel sulit membujuk Zefanya. Pada akhirnya dia meminta tolong pada Viena untuk berbicara pada Zefanya. Ezekhiel menjanjikan kalau aunty nya akan berubah karena dia sudah memberi peringatan pada Salma. Viena tidak berjanji banyak karena Zefanya adalah anaknya yang paling keras dan sangat sulit dibantah.


"Anya, kau sudah terlalu lama di rumahku," kata Viena hendak membicarakan yang terjadi.


"Jadi, kau mengusirku mom?" selidik Zefanya yang hari itu tidak masuk kerja.


"Bukan begitu, kau sudah menikah dan kau harus mengikuti suamimu. Biarpun suamimu juga kemari, tapi ini bukan rumahnya. Dengan kata lain, kau merendahkan dirinya. Mengertilah posisinya sayang," kata Viena meraih tangan anaknya.


"Anya! Kau tidak boleh seperti itu! Aku tidak pernah mengajarkannya kan?"


"Tapi mom!"


"Begini, sekarang aku ingin bertanya padamu, apa kau mencintai Ezekhiel?" tanya Viena menatap mata anaknya dengan serius.


Zefanya mengangguk.


"Mansion itu milik siapa?" tanya Viena lagi.


"Ezekhiel,"


"Siapa yang seharusnya tinggal di sana?"


"Ezekhiel,"


"Jadi, untuk apa dia tidur dan makan malam di sini? Seharusnya dia di mansion nya bersama istrinya bukan di rumah mertuanya," tutur Viena memperjelas.


Zefanya terdiam.


"Anya sayang, pulanglah! Pikirkan saja kalau itu mansion mu dan Ezekhiel, kau di sana karena Ezekhiel bukan karena para pelayannya, bukan karena hartanya dan yang terpenting bukan karena Salma, KARENA EZEKHIEL! HARGAI DIA! TUNJUKAN KALAU KAU TETAP MENJADI ISTRI YANG KUAT DAN MENGIKUTINYA! Ezekhiel sangat mencintaimu sayang, dia rela ikut menginap di sini bersamamu karena tidak mau jauh darimu. Dia sudah terbiasa bersamamu oleh sebab itu dia mengulitimu. Seharusnya kau yang mengikutinya. Selama Ezekhiel masih selalu dipihakmu dan dia tidak menentangmu, kau harus mempertahankannya. Dengan begitu kau juga akan dipercayakan Tuhan menjadi seorang ibu karena kau sudah patuh pada suamimu, kau mengerti maksudku?" tambah Viena lagi. Dia menatap dan memegang wajah anak keduanya itu.


"Hem, andai bibi mertuaku berhati seluas samudera sepertimu, mom! Apa mertuamu sama sepertimu mom?" selidik Zefanya dengna mata yang berkaca kaca.


"Nenekmu orang yang rendah hati. Dia selalu memberikan aku dan dad mu berpikir sendiri. Dia tidak pernah ikut campur. Namun, jika dia seperti yang dibicarakan orang orang banyak mengenai ibu mertua, aku akan tetap bersama dad mu. Karena tujuanku menikah bersama dad mu bukan dengan ibunya ayahnya, meskipun kita tetap harus menghargai mereka tetapi yang utama adalah suami kita!" kata Viena tetap mempertegas mengenai status istri di hadapan suami yang baik.

__ADS_1


Zefanya menundukan kepalanya. Entah mengapa ia menjadi merindukan suaminya. Dia ingin memeluknya dan tidak mau melepaskannya lagi.


Zefanya akhirnya menghubungi Ezekhiel. Ezekhiel senang kalau Zefanya meminta dirinya untuk dijemput.


Waktu itu masih siang. Ezekhiel sudah menjemput Zefanya dan mengatakan akan mengajak makan siang. Zefanya juga jadi ingin untuk tidak ada salahnya mengajak Salma mengingat pertengkaran kemarin karena dia tidak pernah mengajak Salma. Ezekhiel senang kalau Zefanya bisa melupakan semuanya dan mau kembali berbaikan dengan aunty nya. Tidak salah Ezekhiel memilih Zefanya menjadi pendamping hidupnya.


Ketika sampai di rumah, sungguh malah hati Ezekhiel yang terasa di porak poranda oleh Salma. Ezekhiel sampai tidak mengerti bagaimana cara pemikiran Salma.


Ezekhiel dan Zefanya memasuki mansion dan di sana dia menamukan Salma sedang berbincang bincang dengan seorang wanita muda sepantaran Zefanya tapi terlihat lebih muda. Ezekhiel memicingkan matanya menerka siapa yang datang. Salma menyadari kedatangan keponakan dan menantunya. Salma beranjak tersenyum juga menyuruh wanita muda itu berdiri menghadap ke Ezekhiel dan Zefanya.


Seketika hati Zefanya berdesir. Apa maksud bibir mertuanya ini?


"Ezekhiel, kau kenal dia kan? Margaretha Kim, putri kedua Aunty Daisy dan Uncle Engilbert," kata Salma memperkenalkan. Margaretha sudah tersenyum manis menatap Zefanya yang bingung tetapi tetap menunjukan wajah dinginnya . Margaretha juga menatap Ezekhiel yang mengernyitkan dahinya tak suka.


...


...


...


...


...


Hadeeehhh, Uda putus urat syarafnya gua rasa bawa bawa anak orang ke rumah orang bukan rumah dia 😂😂


Kalo iya dia ibu kandungnya si Ezekhiel ..


Reader : vii bukannya ibu kandung Ezekhiel kamu?


Vii : oh iya Ezekhiel anakku, Zefanya menantuku, bahagia sekali eke punya mantu mo ngajak spa n makan siang cantik 😍😍


(Biar tawa kita deh biar ga esmosi bangat)


😁😁


.


next part 7


apa yang akan dilakukan Ezekhiel hayoo?


aku seraaammm inget yg dia lakuin ke Delmonta, eitch tapi itu kan ibu tiri gada darah lah si Salma sedarah 😝😝


lalu apa tindakan Zefanya?


be calm n it's oke


dan bagaimana Rosie bertemu dengan Morgan?


and Allegra?


stay tune gess 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2