Mantan Terindah

Mantan Terindah
102. Kondangan


__ADS_3

Dari tadi Tiffany selalu mondar-mandir ke kanan dan ke kiri ya bingung apakah harus berangkat bareng dengan Bayu apakah ditolak saja ya walaupun ia sudah memakai baju riasan yang baju cantik. "Aduh kok gue ragu banget sih?" Ungkapnya begitu itu membingungkan dan begitu aneh. Tiffany berdandan didepan cermin dengan begitu sigapnya dengan riasan wajah yang begitu cantik sekali namun tidak menor. Suara klakson pun terdengar dari luar ia melirik kearah gorden yang terbuka sedikit dan ternyata benar itu Bayu telah menjemputnya ia keluar dan menutup pintu rumah dari Tiffany. Ia menarik napas sejenak lalu turun dari kamar dan menghadapi Bayu untuk mereka bareng berangkatnya.


"Ya ampun cantik banget sih." Pujinya dengan begitu blak-blakan dan tidak gengsi sama sekali ia membuat Tiffany hanya tersenyum dengan gombalan dari Bayu menurutnya ini gombalan bukan pujian karena sering sekali Bayu sudah melakukan seperti ini.


Bayu terkejut sekali dengan penampilan Tiffany yang cantik banget ya walaupun sebelum-sebelumnya cantik juga tapi kali ini sedikit berbeda. Tiffany masuk ke dalam mobil dan mobil pun dijalankan dengan cepat oleh Bayu. "Sumpah kamu cantik banget sih hari ini sumpah cantik banget kamu tuh kebangetan!"


"Udah deh jangan puji-puji nggak jelas kalau udah cantik ya udah cantik aja kan emang cantik dari dulu makanya kamu kepincutkan sama aku sampai sekarang kamu masih ngejar-ngejar?" Goda Tiffany yang tak mau kalah dengan ucapan dari Bayu ia pun bisa menggoda namun tidak ia lanjutkan karena perlu yang namanya penjajakan dan perlu yang namanya proses untuk arah sana.


"Semoga aja Tiffany mau nerima gue kedepannya ya ini udah tahap yang lebih baik lah dari kemarin yang selalu ditolak semoga apa yang gue lakukan nggak sia-sia!" Batinnya dalam hati.


***

__ADS_1


Layaknya seorang princess Tiffany pun hanya disuruh untuk duduk saja dan yang mengambilkan makanan itu adalah Bayu beserta minumannya dia tidak mempersilahkan Tiffany untuk mengambil sendiri karena seorang perempuan itu harus diperlakukan seperti tuan Putri oleh sang laki-laki ya ini berlaku kepada siapapun nggak cuma sekedar Bayu doang sama Tiffany. "Ini buat kamu sengaja aku ambilin supaya kamu nggak capek ya udah kita makan aja yuk!" Tiffany pun mengangguk dengan ucapan dari Bayu. Mungkin acara ini adalah gambaran atau cerminan diri nantinya kalau misalkan ia menikah dan kalau misalkan menikah dengan Bayu ya pasti akan kurang lebih seperti ini. Karna semua orang juga ingin yang namanya ke arah jenjang yang serius yaitu bisa dikatakan pernikahan tapi untuk menikah itu perlu yang namanya konsekuensi dan perlu yang namanya untuk menyatukan keduanya menjadi 1 bagian itu harus ada kesiapan fisik dan mental kalau misalkan hanya sekedar ikut-ikutan dengan orang lain maka pernikahan itu dijamin tidak langgeng karena kesiapan keduanya sama sekali tidak diikuti dengan nurani hati.


"Gimana makanannya enak nggak?" Tiffany mengangguk dan menikmati makanan yang ada dihadapannya. Tanpa dipungkiri sekali kalau misalkan baik juga ganteng tak kalah dengan cowok-cowok yang lain juga tapi rasa suka itu sulit banget untuk ditimbulkan dan untuk naik ke permukaan.


"Atau aku ambilkan minuman lagi atau makanan kali aja gitu lapar?"


"Hahaha nggak usah kok santai aja ntar kalau misalkan aku pengen makan ya udah aku ambil sendiri nanti." Bayu menganguk paham dengan ucapan dari Tiffany.


***


"Oh yang ngedoain kita itu ya dia itu sahabat aku juga tapi udah lama nggak ketemu soalnya kan kita punya cerita masing-masing ya nggak nyangka juga sih bisa ketemu di sini teman SD aku enggak, enggak nyangka juga kalau misalkan kita berdua ketemu di sini."

__ADS_1


"Oh gitu, baiklah."


Akhirnya Tiffany pun dibukakan pintu oleh Bayu dan dipersilahkan untuk masuk ke dalam seperti mereka datang tadi soalnya acara sudah selesai untuk mereka kunjungin kini saatnya Bayu untuk mengantarkan pulang ke rumah sebenarnya ia ingin mengajak Tiffany untuk jalan-jalan tapi mungkin belum saatnya untuk bisa mendekatkan diri perlu waktu dan butuh namanya proses. "Aku senang banget deh kalau misalkan kondangan hari ini sama kamu nggak nyangka banget bisa berangkat bareng sama orang yang aku suka dari dulu makasih ya udah baik sama aku!"


"Iya kamu jangan berlebihan untuk menanggapinya anggap aja ini ada hal yang biasa aku takut kalau misalkan kamu berpikiran terlalu positif dan terlalu berekspektasi tinggi aku takutnya semuanya bakalan sia-sia ya karena pada dasarnya emang sulit." Jawabnya menekankan kalau misalkan apa yang diucapkan oleh Bayu itu jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu berlebihan karena ujungnya bakalan kecewa juga kalau terlalu berlebihan dan terlalu berekspektasi.


"Tapi yakin kok kalau misalkan kamu udah mulai suka sama aku buktinya kamu bareng sama aku sekarang ya walaupun ekspektasiku emang tinggi dan walaupun harapan begitu tinggi tapi nggak ada salahnya kan untuk selalu berusaha untuk bisa ngedeketin kamu? Ya selagi kamu nggak punya siapa-siapa di hidup kamu ya udah berarti aku berhak dong untuk mendekatkan kamu sebagai cowok yang berani?"


"Iya tapi aku sama sekali nggak janji ya untuk bisa membalas semua nya dengan begitu cepat."


Akhirnya sampai juga di rumah Tiffany. "Makasih banyak ya udah anterin pulang kerumah mau mampir dulu ke dalam buat ngobrol-ngobrol gitu?"

__ADS_1


"Kayaknya langsung pulang aja deh ke rumah soalnya ya ya mungkin lain kali ya udah kalau gitu aku pamit pulang dulu ya salam buat mama dan papah kamu di rumah maaf gak bisa masuk ke dalam."


Mereka melambaikan tangan satu sama lain setelah mobil itu pergi Tiffany pun masuk ke dalam rumah dan langsung diinterogasi oleh mama ke mana aja mereka dan kenapa pulangnya begitu cepat sekali di rumah mama berharap untuk mereka jalan-jalan dulu setelah ke kondangan. Mama Tiffany sedikit agak berbeda dengan mama yang lain yang jauh lebih protektif kepada anaknya.


__ADS_2