Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - DIOR & GRACIA PART 1


__ADS_3


Kalau waktu itu bisa diulang kembali. Pria ini ingin sekali mengulangnya. Kembali ke masa itu dan melakukan protes pada orang tuanya untuk tidak membiarkan wanita yang ia cintai sekarang pergi. Dia akan menuntut pada ibunya agar merawat ibu dari wanita yang ia cintai sehingga dapat menyaksikan pernikahan putrinya. Dan yang terpenting baginya tidak membiarkan wanita nya menangis. Tapi, apa? Dia tidak melakukan apa apa. Dia diam dan hanya menerima kata kata selamat tinggal itu.


Sekarang dia tidak boleh berpangku tangan lagi. Sudaj saatnya dia melakukan sesuatu yang akan membuat wanitanya ini selalu tersenyum dan merasa dicintai. Tekad nya sudah bulat. Dia bahkan akan menggantikan tugas ibunya. Bahkan lebih. Dia bukan wanita namun dia akan menjadikan dirinya berharga di mata wanitanya sehingga tidak ada kekurangan yang wanita itu lihat dari dirinya.


"Betapa aku mencintai putrimu yang sudah mengecil ini Paman Revo. Jangankan sekarang. Waktu itu, empat belas tahun yang lalu. Aku begitu menyukainya. Rasa rasanya hanya dia yang akan menerimaku apa adanya. Aku tidak masalah dengan bentuk tubuhnya, karna dengan begitu, mungkin Gracia hanya bisa menjadi milikku. Aku tidak memiliki pesaing. Hem, aku jadi takut untuk sekarang ini memilikinya. Takut banyak yang akan ku ajak berkelahi." Kata Dior dengan segala keyakinan cintanya pada anak semata wayang pria paruh baya itu.


Semua yang mendengar penuturan Dior tersenyum hanyut atas apa adanya perasaan dari anak tertua Viena dan Dion. Dion sudah merangkul Viena karna istrinya itu menangis terharu. Selain mengingat sahabatnya, dia juga sangat bangga pada anaknya yang sudah mau bertanggung jawab atas seorang wanita yang sangat mencintai ibunya.


"Jagalah dia nak, aku menitipkannya padamu. Karna aku pun tidak tahu sampai kapan akan melihat hari harinya bernapas. Sebisa mungkin jangan sakiti dia. Aku tidak bisa melarangmu untuk tidak menyakitinya, karna dalam sebuah hubungan pasti ada perselisihan, perdebatan yang mungkin akan menyakiti hati. Tapi, aku yakin kalian bisa melewatinya. Dan sebisa mungkin Dior, jangan lepaskan dia apapun yang terjadi. Sekalipun dia yang meminta, jangan lepaskan anakku ini. Ibunya benar benar menitipkannya padamu bukan kepadaku karna mungkin sebentar lagi aku juga akan menyusul dirinya. Dia begitu mencintai anaknya ini Dior. Melebihi diriku." Balas Revo menepuk bahu Dior dan anak perempuannya sudah menangis lagi di bahunya.


"Jangan menangis Gracie, lihat ini priamu di depanmu. Impian dan harapanmu sudah terwujud untuk bisa berdampingan lagi dengan Dior mu. Em, sebaiknya kau pergi bersamanya. Kencan pertama. Semua setuju kan jika mereka pergi berdua terlebih dahulu?" Kata Revo lagi sekaligus bertanya pada yang lainnya.


"Yaaah Tuan Paman Revo, lalu bagaimana dengan bintang tamu ini? Aku jauh jauh lho datang dari Springfield hanya untuk merayakan bersatunya sang oangeran dengan putrinya


"Sudah kau diam Xelino!!! Biarkan kak Dior berpacaran dulu, kau ini!!" Decak Zhavia menimpali. Semua orang di sana tertawa dan akhirnya Dior menarik tangan Gracia untuk kembali dalam pelukannya. Dior pun mengajak Gracia untuk makan malam di luar.


...


Pria itu kini sedang melajukan mobilnya bersama wanitanya menuju ke sebuah cafe. Pria itu menyetujui saran dari calon ayah mertuanya untuk mengajak kencan putrinya. Semua keluarganya juga sangat setuju. Sesekali pria itu memegang tangan wanitanya yang ditautkan dengan wajahnya yang masih memerah. Karna tangis, kesedihan, haru dan kebahagiaan, semua bercampur menjadi satu sehingga membuat wajahnya bak tomat.


"Gracie, kau baik baik saja?" Selidik Dior.


"Sangat baik kak!"


Dior tersenyum dan kembali memegang setir morbilnya dengan kedua tangannya menuju sebuah cafe di pinggir Legacy. Cafe yang tidak begitu ramai namun ada sebuah live music yang diiringi oleh piano.


Gracia masih tak menyangka kalau dirinya sekarang adalah milik Dior. Dior menggandeng tangannya masuk ke dalam cafe dan di sana sebuah lagu berjudul XO dari Beyonce sedang dinyanyikan seorang gadis dengan sangat merdu. Gracia sedikit terpaku dan terus memandang gadis itu.


"Gracie, you are my XO.." gumam Dior sambil terus menarik tangan Gracia mencari tempat duduk mereka. Gracia tersadar dan mengikuti Dior.


Mereka duduk tepat masih menikmati live music tersebut. Dior memesan dua cangkir teh hangat dan dua pancake coklat dengan madu di atasnya. Gracia terkejut dengan semua pesanan Dior. Gracia sangat menyukai memakan pancake dengan madu ditemani secangkir teh hangat.


"Kak, sebenarnya apalagi yang masih kau ingat tentangku?" Tanya Gracia sedikit menyipitkan matanya.


"Em, apa ya? Warna kesukaanmu? Ungu muda?" Jawab Dior memastikan.


"Oh my Goodness!! Kau sungguh ingat! Lalu lalu?" Gracia malah makin bersemangat dan sedikit membuncah perasaannya.


"Em, cookies besar buatan mom ku? Nanti kusuruh dia membuatkannya lagu. Kau mau kan?" Kata Dior membuka ingatannya sedikit demi sedikit. Ingatan yang sebenarnya hampir punah karna tidak memiliki harapan lagi untuk Gracia. Namun, nyatanya Tuhan tidak mengijinkannya.


"Eemmm!!" Tiba tiba Gracia malah menekuk wajahnya.


"Eh, kenapa Grac? Sudah tidak suka ya?" Dior agar ragu.

__ADS_1


"Suka, tapi kalau kebanyakan kata moomy aku akan gendut lagi!" Dengus Gracia mengingat ibunya memarahinya karna terus mencuri cookies besar yang sudah dipesan kerabatnya.


"Hahahaha! Kukira apa! Ya, kalau setiap hari mungkin akan, tapi kalau sekali sekali tidak apa apa Gracia ku." Saut Dior terkekeh.


"Iya kak! Kak?" Panggil Gracia kemudian.


"Hem? Apa kau masih meragukan ku? Kurasa kau yang tidak mengingat semua tentangku kan?" Jawab Dior kembali bertanya.


"Aku malah takut kehilanganmu lagi kak. Semua yang dikatakan mommyku benar kak. Aku selalu mengatakan kalau kau adalah pacarku pemilik hotel prime dan semua orang takut. Siapa yang tidak tahu hotel prime. Aku mengatakan pada mereka kalau kau itu galak dan dingin. Mereka begitu percaya dan pergi. Em kak? Aku sudah bisa membuat lava cake. Kau harus mencobanya." Jawab Gracia kembali dengan wajahnya yang memerah.


"Benarkah? Hem, kali ini aku sudah yakin kau benar benar mengingatku. Em Gracia percayalah ini bukan kebetulan. Aku mengikuti arus untuk meyakinkan diri kalau aku akan bertemu denganmu. Ketika aku melihat mu tampil bagai peri di panggung waktu itu, aku merasa melihat titik terang akan perjalanan cintaku. Jantungku berdebar dan aku menginginkan dirimu. Gracie, percayalah, aku sama halnya denganmu. Aku juga takut akan kehilanganmu, jadi aku mohon kau jangan pergi lagi. Apapun yang akan terjadi nanti, maafkan aku jika aku ingin selalu bersamamu. Bisa kan?" Kata Dior dengan senyum dan dia sudah meraih tangan Gracia. Dia memegangnya dengan sesekali mengelus puncak punggung tangan wanita nya itu.


Mendengar semua perkataan Dior, tanpa disadari, Gracia kembali meneteskan air mata. Dia terharu. Betapa ia merasa kalau pria yang sudah lama tidak ia temui ini mencintainya besar dan mendalam.


"Hem, kenapa kau menangis? Apa aku mengekangmu?" Tanya Dior makin mengeratkan genggamannya.


"Tidak kak! Aku terharu. Ini tangis bahagia, masa kau tidak bisa membedakannya. Hem, aku jadi merindukan mommy. Dia sedang apa ya. Dia harus tahu kalau pria yang ku nanti nantikan selama ini begitu menginginkan dan mencintaiku. Em, apa ada kata lain nelebih kata kata indah itu kak? Huhu." Jawab Gracia dan Dior makin tersenyum melebar melihat Gracia merajuk rasanya sangat menggemaskan. Dia menghela napas dan beranjak dari duduknya. Dia menghampiri Gracia dan memeluknya.


Gracia terkejut namun tidak menolak. Dia juga melingkarkan tangannya ke pinggang Dior, merasakan aroma tubuh pria nya. Hem, sungguh menenangkan batinnya.


"Ada Gracia. Aku mengasihimu. Ini merupakan kata yang berimbuhan. Kata dasarnya kasih. Aunty Vien mu yang memberi tahu. Kasih itu lebih dari segalanya. Melebih cinta dan sayang. Kasih itu sabar, murah hati, percaya dengan segala sesuatu dan mengharapkan sesuatu. Kasih itu saling memaafkan, kasih itu lemah lembut dan semua nya ada di hatiku padamu Gracia. Jadi, kau jangan ragu lagi. Tenang saja, Ada aku yang selalu mengasihimu. Oiya Gracia, sekalipun kau tidak mencintaiku atau bahkan tidak mengasihiku, aku akan membuat mu mengasihiku karna kasih juga adalah tidak pemarah dan menyimpan kesalahan orang lain. Jadi, kalau kau tidak mengasihiku maka akan kuberitahu kalau sepertinya kau salah, haha!" Kata Dior dengan sangat pintar.


Kata kata yang ia ungkapkan serasa seperti membaca sebuah naskah yang tak terlihat. Dior kini berjongkok di depan Gracia dan Gracia benar benar masih terharu dengan semua kata kata indah Dior.


Seperti membaca puisi berjudul kasih. Ya, ibunya juga pernah mengatakan tentang kasih bahkan pohon buah yang berisi buah buah roh yang isinya sangat menyejukan dirinya. Hem, Gracia benar benar serasa dekat dengan ibunya jika memandang dan memegang wajah Dior seperti ini.


...


Sementara itu, Viena mengkhawatirkan Marcel pada Revo dan Dion. Revo juga tampak diam saja memikirkan ke depannya yang akan terjadi dengan saudaranya. Kenyataannya Marcel tidak merasa iba atas kepergian Greta dan dia semakin membangkang ketika Revo akan menikahkan Gracia dengan Dior.


Revo memikirkan semua hutang budi ini. Sejak kedua orang tuanya meninggal dia memang sudah bersama Marcel dan Samuel. Ah, dia malas memikirkannya. Dia selalu ada pada bayang bayang Marcel. Sepupunya yang sebenarnya sangat ia cintai itu. Hanya Marcel keluarganya sekarang selain Gracia.


"Revo, kau memikirkan Marcel kan?" Tanya Viena pelan. Revo mengangguk tanpa mendongakan kepalanya.


"Jika aku membicarakan sebuah materi, maka Marcel akan menuduhkan meremehkannya Revo. Dia tidak bisa mengerti keadaan yang terjadi waktu itu. Kau mengerti maksudku kan Revo?" Kata Dion mengerti maksud hati Revo. Revo sekarang bingung bagaimana menjinakan hati Marcel yang telah membeku.


Revo mengangguk.


"Begini saja, aku akan membantumu untuk bicara padanya. Kita semua sudah lanjut usia. Kita tidak seharusnya saling dendam dan memaksakan kehendak


"Aku juga berpikir seperti itu Dion. Tapi begitulah sifatnya sejak dulu. Kau pasti tidak akan lupa kan dengan caranya memperlakukan Viena?


"Tidak! Bahkan aku masih bisa menuntutnya


"Dion, jangan bahas lagi!" Viena menenangkan Dion dengan meraih tangan suaminya.

__ADS_1


"Sudahlah, malam ini juga aku harus menyelesaikannya bersama Gracia ketika dia pulang nanti. Aku harus memberikan Marcel pengertian. Dia harus memberikan restu pada Gracia sehingga tidak ada umpatan atau sumpa serapah untuk anakku." Tutur Revo kembali menunduk dan menautkan tangannya.


Dan benar saja pemikirannya. Tak berapa lama ponselnya berbunyi tanda pesan masuk. Revo merogoh saku celananya dan meraih ponselnya.


MARCEL


Bagus! Tampaknya hubungan persaudaraan kita sudah berakhir!


Haiz, Revo menghela napas dan melempar ponselnya ke meja depan ia duduk. Dion cemas dengan temannya itu dan meraih ponselnya. Dion dan Viena saling berpandangan yang tak lama merasakan kekalutan hati Revo. Revo menyandarkan dirinya dan mengusap wajahnya.


...


...


...


...


...


...


uuuwaaaaa sekarang kita uda sampe disini gaes .. ga berasa ya kita sudah melewati 35 episode Viena dan Dion dan sekarang kita akan menyusuri kisah perjalanan cinta anak pertama mereka yaitu Dior dan Gracia . ada apa di dalam nya? apakah mengharu biru? penuh intrik dan pertikaian? atau tawa canda renyah? atau keromantisan yang hakiki yang juga pernah dirasakan kedua orang tua mereka?


.


stay tune ya gaes?


sebelumnya aku ga bisa crazy update tapi berusaha untu update setiap hari dan bertahap okee?


mohon maaf untuk komen yang belum aku balas, tapi sesungguhnya aku benar benar berterimakasih atas kritik dan saran kalian.


.


oiya, kalau ada kalian yang punya kisah dan ingin vii suguhkan dalam bentuk cerita di novel ini boleh lhoo sharing sama diriku .. uda banyak kok reader yg request dan sharing sama aku dan beberapa bagiannya masuk ke dalam novelku hehe 😍😍


.


oke next part 2 ya


ujian cinta dan sebuah kekeluargaan dimulai dan dipertaruhkan 😇😇


.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YANG BANYAAKK hehehe KASIH JUGA RATE DAN VOTE ..jangan lupa ambil poin kalian di pusat misi ahahahahy 😁😁

__ADS_1


.


thanks for read and i love youu ❤❤


__ADS_2