Mantan Terindah

Mantan Terindah
80. Selesai


__ADS_3

...Terima kasih sudah mengajarkan kebaikan tentang sebuah pembelajaran, memang sulit namun itulah yang menjadi bukti nyata apa yang sebenarnya dan sesungguhnya....


"Gue ikut bahagia Fran, lo bisa balik sama Rival. Gue juga ikut bahagia pas tau lo bisa menerima Rival kembali. Jangan bikin Rival sedih ya fran. Gue yakin Rival bakalan bahagia banget sama lo. Gue selalu percaya apapun yang terjadi dengan kalian. Semua akan indah pada waktunya." Melihat keceriaan mereka berdua membuat Cerry ikut bahagia.


Dan kabar tidak mengenakkan adalah dari Lusi, ia dikeluarkan tidak hormat oleh kepala sekolah karna melakukan pelanggaran yang sangatlah fatal sekali, melakukan pembullyan kepada salah satu siswi kelas X yang mengakibatkan trauma yang sangat mendalam. Kedua orang tua dari siswi tersebut tidak terima atas perbuatan Lusi, perbuatan Lusi memang tidak ia lakukan sendiri tapi juga dari Milka yang ikut campur dalam urusan ini.


Siswi tersebut merasa ketakutan karna terus di teror verbal dengan kalimat-kalimat yang membuatnya trauma. Memang semua itu tidak sepenuhnya kesalahan Lusi dan Milka tapi seharusnya tidak membalasnya seperti itu karna psikologi setiap orang berbeda-beda.


Dan bukan cuma itu, Lusi harus menanggung malu bahkan ia dikeluarkan dengan tidak hormat akibat perbuatannya.


Tidak ada yang abadi yang namanya kejahatan, teruslah berbuat baik untuk bisa menjadi lebih baik lagi.


Lantas semua pasti terkejut sekali dengan berita ini, Milka salah satu orang yang terlihat disana pun untungnya masih menjadi siswi disini. Karna apa? Karna ia tidak ada tuduhan terhadap korban makanya ia bebas. Tapi membuat Milka tidak mudah senang atau pun tenang ia merasa ketakutan juga atas perbuatan yang telah terjadi.


"Kasihan juga ya Lusi, bikin onar tuh anak."


"Iya sih rada gi----"


"Hus, gak boleh ngomong gitu gak baik." Sahut Rival yang sengaja memegang bahu Bima.


Biasa, geng ngerumpi asik memberitakan berita yang hangat ini hingga sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang bereaksi yang sangat histeris ada juga ya 'Oh ya udah, biasa!


"Val, lo tau gak kalau aura lo terpancar banget tau gak? Semenjak lo balikan sama Franda. Gimana perasaan lo sekarang? Apa udah bahagia atau biasa aja."


"Bahagia banget dong pastinya. Gue kalau udah cinta sama orang lain ya bakalan cinta. Bakalan gak berpaling."


"Duh romantis banget sih kata-kata lo. Gak nyangka gue temen gue satu ini super bucin banget yah."


"Oh ya?" Lirikan itu mengarah ke sosok yang sedang duduk disamping Cerry.


"Fran." Tunjuk Cerry kearah Rival. Tapi Franda langsung saja membuangnya karna malu ada yang lain juga.


Cieeeeee.....  Semua mengatakan hal yang sama. Dan mereka berdua hanya diam membuang muka kearah lain untuk tetap menjadi diri yang tetap biasa.


Memang terkesan aneh kalau berhubungan dengan sesuatu yang pernah pergi tapi tetap ada disini. Apalagi cerita SMA yang sangat kental sekali. Kenangan ini akan menjadi moment yang tidak akan pernah terlupakan atau tidak akan pernah terulang kembali karna mereka akan memasuki babak baru. Bicara soal canggung? Ya jelas sekali, dan manusiawi itu.


Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat sekali.


SMA adalah salah satu masa sekolah yang tidak pernah terlupakan oleh siapapun yang pernah merasakan muda, entah itu soal kenakalan remaja, bolos dan hal lainnya yang berhubungan dengan hal itu.

__ADS_1


Keceriaan mereka akan menjadi moment dan kisah yang tidak akan pernah terlupakan. "Semoga kita bertemu lagi ya guys." Gumam Franda. Memperhatikan satu persatu bangku, orang-orang yang asik mengobrol. Belajar bareng dengan guru yang ada didepan. Mengerjakan tugas, dan yang paling tidak pernah terlupakan adalah ketika Rival pertama kali dihukum akibat ulahnya.


Dan itu tidak akan pernah terulang kembali.


**


Sepulang sekolah waktu yang ditunggu-tunggu terjadi pula, Dan seperti semula yaitu bareng lagi. Roy mencoba untuk mengikhlaskan sosok Franda dihidupnya. Mungkin sebagai penganggum saja.


"Udah deh Roy, salah lo sendiri gak bilang diawal kalau lo suka sama dia. Dan disaat lo udah mulai beraksi dia udah sama yang lain, yaitu adik lo sendiri."


Roy hanya diam lalu tersenyum simpul. "Yah begitulah gue orang yang terlalu pengecut untuk mengungkapkan ya. Tapi ya sudahlah biarkan saja. Mungkin harus melalui ujian terlebih dahulu untuk menjadi hal yang paling indah."


"Iya gak sih?"


"Iya sih bener juga apa yang lo ucapin."


Rival membukakan pintu mobil untuk Franda, menyuruhnya masuk.


"Mau makan gak?"


"Engg-gak kok."


"What seharian lo gak makan? Setelah di kantin? Apa lo gak lapar? Atau lo lagi puasa? Entar perut lo lapar entar terus sakit. Yang repot kan gue juga."


"Ya udah makan nasi uduk boleh kan?"


"Hm, Ya udah. Makasih banyak yah."


Alunan musik yang menjadi penggiring mereka berdua, agar tidak canggung.


Diam.


Dan


Diam.


"Duh gue jadi deg-deggan gini. Kenapa bisa deket sama ini cowok lagi sih. Kak Roy maafin aku ya." Gumam Franda dalam hati.


Kalau ingat Roy pasti Franda akan selalu dihantui rasa bersalah yang mendalam.

__ADS_1


Apalagi itu cowok yang ia suka sejak lama.


"Fran."


"Gue, gue pengen minta maaf sama lo. Kalau gue selama ini salah. Gue pengen jadi Rival yang lebih baik lagi. Gue harap lo mau maafin gue yah."


"Hm. Iya maaf juga ya."


"Tapi lo harus ganti rugi." Ancam Rival menatap kedua mata Franda dengan penuh ancaman.


"Apa?"


"Lo harus traktir gue di restoran mahal. Gue yang nunjuk." Karna saking polosnya Franda diam-diam mengecek dompet yang hanya tersisa dua puluh ribu.


"Hahahaha ngakak gue."


"Bercanda keles. Muka lo tuh serius banget." Aksi jail Rival sekekali membuat jengkel.


"Iya juga kenapa gue percaya aja."  Kesal.


"Gimana?"


"Siap buka lembaran baru?"


"Hem.." Belum yakin mengiyakan pertanyaan itu karna semua butuh waktu yang tepat. Tidak kata lagi untuk ada pengulangan.


Ini nih yang membuat Franda suka grogi tiba-tiba dilemparkan pertanyaan yang membuatnya gagu sendiri.


"Kenalin gue Rivaldo. Yang selalu jadi orang yang baik, romantis, mengerti dan saling menghormati." Menjulurkan tangan dan berhasil membuat Franda terkejut.


"Kenalan lagi dong!  biar kenal sosok yang baru. Ayo!"


"Iya Franda." Sahutnya.


"Oke, Salam kenal semoga tidak ada kecewa dari siapapun. Dan semoga menjadi orang yang terbaik buat saling satu sama lain."


"Terima kasih." Tegasnya lagi.


"Oh iya satu lagi. Jangan pernah kecewakan siapapun, dan saling mendukung asal bareng gue."

__ADS_1


"Hah?"


"Hahaha, Gue cuma bercanda. Jangan baper!!!"


__ADS_2