Mantan Terindah

Mantan Terindah
77. Bimbang


__ADS_3

"Bert lo kenapa diam aja?" Memandangi wajah Franda yang tampak cerita mengobrol dengan Cerry.


Dan mereka bingung dengan posisi arah mata Albert, kedua tangan Albert tidak henti memutar dari belakang kakinya pun begitu pula.


Memang salah satu kebiasaan Albert kalau sedang terganggu pikirannya.


"Albert lagi galau mungkin. Ya udah yuk masuk udah bel keknya." Mereka pun masuk membiarkan Albert mematung disana. Sampai pengawas pun menegur ringan ke Albert dengan menepuk bahu Albert.


"Mau disini aja?"


"Eh iya bu."


Hari demi hari terus berganti, berjalan seperti semula. Hari ini adalah hari ketiga mereka melakukan UTS dan akan lebih fokus untuk terus belajar dan belajar.


Semua seakan akan berakhir masa-masa sma mereka dan mereka akan memasuki babak baru yaitu suasana dimana mereka akan keluar bukan sebagai siswa ataupun siswi lagi melainkan sebagaimana orang yang terlahir dengan perilaku baru walaupun Franda dan seangkatan yang lain masih mengenyam bangku sekolah satu tahun lagi.


Ya satu tahun lagi.


Memulai dengan hal yang baru yaitu menjadi sosok yang baru pula.


Soal-soal pun sudah didepan mata, mengerjakan dengan sungguh-sungguh untuk masa depan mereka.


Franda ingin sekali tahun kenaikkan nanti tidak satu kelas dengan Rival. Semua harus berakhir, dan jangan sampai terjadi lagi.


Bima dan Rudy sibuk saling lempar jawaban satu sama lain, pengawas masih diposisi yang sama yaitu tepat didepan mereka yang ada didepan papan tulis. Jendela yang terbuka lebar, dan angin yang keluar masuk ventilasi udara tapi tidak terasa karna begitu tegangnya.


Sebagai ketua kelas Rival memang terkenal badung namun disisi lain ia juga memiliki daya pikir yang lumayan bagus dalam mengerjakan soal-soal yang ia baca.


Waktu sudah berjalan 20 menit itu tanda waktu sudah berjalan setengahnya.


Selama itu, Albert gugup banget kalau Franda mempertanyakan hal itu apa maksud tujuannya menjadi sosok misterius selama ini.


Ia yakin Franda akan menghampirinya dan menanyakan apa maksud, tujuan dan caranya?


Kenapa Albert bisa seceroboh itu? Melakukan diluar kebodohannya.


***


Rival hanya diam saja didalam mobil, Rubi hanya bisa melihat Rival seperti itu setiap hari. Bukan Rival yang dulu lagi, bukan Rival yang ia kenal cerita, baik, dan sering banget mengeluarkan kata-kata yang membuat dirinya tersipu malu. "Val."


"Hem."


"Kamu beneran cinta sama aku gak? Soalnya kamu udah berubah, bukan Rival yang aku kenal dulu." Rubi tampak ragu-ragu untuk mengatakan hal ini, ia sambil menatap kedua bola mata Rival yang fokus kedepan.


"Jadi lo ragu sama gue? Setelah lo dan Franda merencanakan ini? Gue gak habis pikir kalian ya para cewek-cewek yang tega mempermainkan rasa cinta."


Skak.... Rubi mematung. Bukan itu yang ia inginkan dari jawaban Rival tapi kenapa malah itu?


Rival hanya menyunggingkan kedua bibirnya kebawah, dan menarik nafas sebentar.

__ADS_1


Sementara itu, Rubi memainkan ponselnya.


Air mata tiba-tiba saja menetes di bola mata Rubi melihat foto-foto mereka berdua yang begitu romantis dan couple sekali. Ya tepatnya satu tahun yang lalu, mereka menjadi cinta sepasang pasangan remaja yang sedang jatuh cinta.


Rival yang dulu maksa banget buat foto bareng dan kini menjadi kisah dan cerita yang tidak akan pernah terulang kembali.


Tarikan senyum tergambar, mencoba untuk menghapus beberapa kali agar tidak terlihat cengeng.


"Jangan nangis, nih tisu hapus air mata lo. Nanti diliat orang gak disangka gue ngapain-ngapain lo lagi." Secarik tisu yang ada didepannya ia berikan ke Rubi untuk menghapus air mata yang menetes, ia tidak mau menatap Rubi dan menghapusnya langsung ia tau itu akan membuat Rubi semakin susah untuk melupakan walaupun mereka berdua dekat kembali.


"Belum hapus foto juga? Gue kira udah dihapus."


Setega itu Rival?


"Val, makasih ya udah anterin balik." Suara serak, selama di mobil ia menahan emosi yang kalau dikeluarkan akan terisak tangis.


"Hm, hati-hati rub jangan nangis lagi. Entar lo kecewa. Kecewa sama gue. Kalau gitu gue balik. Assalamua'laikum."


"Waa'laikumsalam." Mobil pun berlalu dan meninggalkan rumah Rubi.


Rubi mengahapus air mata dan menarik nafas sebentar lalu ia masuk kedalam rumah. Ia tidak mau banyak pertanyaan masuk dan menanyakan hal yang ia hindari.


"Kenapa?"


"Tadi soal-soalnya lumayan gampang mah, Rubi keatas dulu mau ganti baju, makanan udah ada kan? Wah pasti enak banget deh. Huh gak sabar....." Untuk mengalihkan pembicaraan dan langsung lari ke kamar.


***


Sekali lagi rasa itu sulit untuk diulang, karna rasa datang dengan sendirinya bukan karna dipaksa atau dengan egois keadaan.


Rubi memang pernah menjadi seseorang yang sempat singgah, tapi rasa itu singgah diwaktu lalu dan berjalannya waktu datang seseorang yang berbeda disaat hal yang sudah hampa yaitu seorang perempuan yang membuatnya menbenci dan tumbuh menjadi rasa cinta yaitu Franda. Setelah ia mulai menerima keadaan dan jatuh cinta, ternyata cinta itu larut semakin dalam dan semakin cinta.


Hingga suatu ketika timbul rasa posesif itu pada seorang Rival yang ia lakukan dulu kepada Rubi. Tapi tidak sampai disana, Ternyata Roy kakak kandung Rival juga menaruh rasa kepada Franda seorang gadis sederhana yang mampu memikat rasa itu.


Didalam hati Rival, ia berucap dan hanya dirinya yang mengetahui.


Rasa itu pernah ada, tapi tertinggal dimasa itu dan tidak akan pernah kembali lagi. Bukan aku takut untuk masuk kembali, tapi takut mengecewakan hati yang masih menunggu...


Aku takut rasa itu membuatmu berharap pada cintaku yang sudah memihak ke hati yang baru..


Semoga kamu bahagia dengan orang lain, bukan dengan ku. Dan diriku ditakdirkan untuk menjadi sesaat dimasanya dimana letak kebahagiaan buka didiriku lagi tapi di laki-laki yang pantas untukmu.


^^^Maaf Rubi, aku yakin kamu pasti akan kecewa.^^^


***


Dear Kamu,


Aku bukan seseorang baik untuk menjadi seseorang yang ada disebelahmu,

__ADS_1


Banyak kekurangan yang tidak bisa terhitung bahkan sangat sulit untuk dihitung karna saking banyaknya sesuatu hal itu,


Mencintai yang diawali dari kata benci adalah sesuatu yang ternyata membuat kata CINTA yang terkandung,


Inget banget pas ternyata kamu yang membuatku dihukum ditengah lapangan dan itu bikin malu,


Ternyata banyak sesuatu hal indah yang terlupa begitu saja dari kejadian yang sudah berbeda ini,


Mengetahui sekarang ini yang menjauh terkesan sangat menyedihkan,


Sikap dinginku dan egoisku membuat semua seakan berubah drastis,


Dulunya aku terasa berbeda dan kini aku pun merasa hal yang jauh lebih terasa sakit karenanya,


Aku bukan air yang terus mengalir,


Tapi dirimu yang seperti air, ia ada tapi tidak bisa digenggam.


Semakin ku genggam semakin larut dan terlepas namun terasakan,


Semenjak mengenalmu diriku berubah menjadi sebuah rasa yang tidak biasanya,


Menggebu dan tidak ada rasa yang terasa,


Entah dua rasa yang terletak diantaranya yaitu rasa kecewa di dua cinta yang berbeda,


Sabar... Ya dirimu sabar menghadapi diriku yang terlalu tempramen seperti ini,


Rasa perlakukan yang berjalan begitu saja, mengiring kearah yang tidak tersangka-sangka sebelumnya,


Rasa suka berubah menjadi cinta, dan cinta adalah sebuah pengharapan.


Entah tiba-tiba kata putus terucap begitu saja, berjalan entah dari sudut pikiran mana.


Padahal menjadi jalan yang sudah ku harapkan, berliku sebuah tantangan. Dan rasa egois yang ternyata masih didalam sebuah hubungan.


Kini kamu berubah, menyuruhku untuk masuk kedalam rasa luka yang sudah tertutup rapat lalu terbuka kembali.


Sedih gak?


Kecewa gak?


Sakit gak?


Semoga kamu bahagia, dengan rasa luka yang tercipta ini.


Tapi....


Ada satu kata yang masih aku jaga..

__ADS_1


"CINTA" Cinta yang tidak akan pernah ada penggantinya. Siapa dia "FRANDA"


^^^Rival.^^^


__ADS_2