
Ia dari tadi terus terusan mengecek ponselnya tak ada sama sekali ucapan ulang tahun dari sahabatnya. Terlalu tega banget. Apa semua sudah lupa dan sudah beda? Ia pun langsung saja merebahkan diri di kamarnya karna mengantuk, ia menaruh ponselnya ke bawah bantal. Memejamkan kedua matanya sebentar untuk melepaskan kantuknya. Tugas kuliah hari ini terlalu banyak dan terlalu menumpuk, sedikit untuk melepas penat itu. Rupanya mamanya Cerry sudah bekerja sama dengan Franda dan Rival jadi ia malah biasa dan tidak terlalu menanggapi curhatan Cerry kenapa mereka bisa sejahat itu. Apalagi pas Cerry gelisah dan kecewa dengan Franda teman SMA.
***
"Mah kita sebentar aja kok, bakalan pulang kalau sudah kasih kejutan sama Cerry." Franda berusaha meyakinkan mama.
"Tenang aja tante, kita bakalan kasih kejutan trus langsung pulang dengan selamat."
"Bener? Ini bakalan malam pulangnya?" Mama terlalu khawatir dengan Franda, karna ia tak ingin anaknya keluar terlalu larut dan itu bukan kebiasaan Franda sekali. Dan kalau pun ia tak melakukan apa-apa dan benar adanya ia tetap merasa khawatir sebagai seorang ibu. Akhirnya dengan drama yang panjang ia pun di perbolehkan untuk keluar dari rumah untuk pertama kalinya dan hanya diberikan waktu sebentar lalu langsung pulang. Rival bergegas untuk mengajak Franda masuk ke dalam mobil dan mereka pergi ke rumah Cerry, membawa kue dan membawa kado untuk Cerry.
"Kita langsung pulang yah kalau udah bikin kejutan sama Cerry, aku takut mama marah dan gak percaya lagi sama aku."
"Tenang aja kok, aku bakalan anterin kamu langsung pulang." Jawab Rival yang malah santai saja.
Jarak antara rumah Cerry dan Franda tidak terlalu jauh, jadi tepat waktu dan tidak terlalu lama di perjalanan.
***
Sampailah mereka di rumah Cerry. Mamanya Cerry membukakan pintu rumah dengan pelan, karna ia tau sekali kalau Cerry sedang lelap tertidur. "Tante, Cerry udah tidur?"
"Sudah. Ayo buruan masuk."
Mama mengantarkan mereka untuk masuk ke kamar Cerry. Benar, Cerry sedang tertidur pulas dengan menghadap ke arah kanan dan lampu pun di matikan karna sudah kebiasaan Cerry sejak kecil. Mama menyalakannya.
Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun tapi Cerry masih belum bangun juga. Ketika 15 detik kemudian Cerry pun terbangun dan membuka kedua mata perlahan. Matanya yang awalnya mengatup terbuka dan merasa silau karna cahaya lampu kamar. "Franda? Rival? Kalian ngapain ada di sini?" Cerry sama sekali belum sadar.
"Mah ngapain mereka ada di sini?"
"Kamu lupa? Kalau misalnya hari ini ulang tahun? Mereka udah komunikasi sama mama duluan."
"Jadi mama gak tau sama sekali itu bohong?"
"Ish mama jahat ah, gak bilang sama sekali sama aku."
__ADS_1
Cerry tidak menyangka dengan kejutan hari ini, Franda masih ingat ternyata. Ia sudah berpikiran negatif dengan Franda. Ia males banget buat membalas pesan Franda di media apapun, bahkan sempat terbersit untuk
men-ufollow media sosial Franda. Tiba-tiba dari belakang ia melihat Franda dan Rival membawakan kue, ia masih sangat ngantuk banget. Sumpah ngantuk banget, ini sudah jam 00.00.
"Selamat ulang tahun Cerry, maaf ya bikin kesel selama beberapa hari ini hahaha. Gimana berhasil kan?" Ucap Franda yang mengacak-acak puncak kepala Cerry, ia berhasil sekali untuk membuat kesal Cerry.
"Selamat ulang tahun Cerry."
"Makasih val. Aduh gue jadi malu nih sama kalian. Gue belum dandan." Cerry pun mengambil ponselnya untuk mengabadikan ini ponselnya untuk menjadi sebuah kenangan.
"Kalian kenapa gak bilang sih kalau mau kesini? Kan gue bisa dandan dulu."
"Hahaha masa gue bilang sih? Ya enggaklah. Besok gue kuliah."
"Gue juga kuliah besok. Lo nginep di sini aja ya. Val boleh kan Franda nginep di sini?"
"Gue mah terserah Frandanya aja."
"Gue harus pulang cer, gue gak bisa nginep di sini."
"Hahaha iya juga sih, tapi gue sama Rival udah izin kok. Kita potong kuenya aja yuk, buruan!"
Cerry mengangguk, dan mengambilkan pemotong kue, mereka duduk terlebih dahulu di sofa. Suapan pertama ia siapkan ke mama tercinta lalu potongan kedua kepada Cerry dan ketiga baru Rival karna mama dan papah Cerry sudah bercerai dan mereka hanya tinggal bersama mamanya Cerry saja.
"Makasih banyak, udah ke sini. Gue gak percaya banget awalnya kalau lo lupa. Tapi ternyata lo masih inget."
"Ingat dong, masa gak inget sih. Lo parah bikin status di WA ya?"
Baru ingat, ia langsung saja mengambilnya dari bawah bantal. Menghapusnya segera ya walaupun ada yang sudah melihat tapi ia sama sekali tak perduli. "Makasih ya."
"Hahaha iya gak papa kok, tapi terbayarkan kan?" Cerry mengangguk dengan bersikap seperti anak kecil.
"Makasih ya mah udah ngelahirin Cerry dan sampai sekarang aku besar. Aku tetap anak mama kan?"
__ADS_1
"Pastinya kamu masih jadi anak mama sampai kapan pun, kamu tetap jadi anak mama yang kecil."
Keharuan mereka pun semakin membuat suasana menjadi drama dan sedih tapi sedih bahagia yang mereka rasakan. Bahagia itu sederhana dan membuat indah bersama orang yang hebat.
"Kalau begitu kita langsung pamit aja ya. Tante dan Cerry, kayaknya nyokap udah marah kalau terlalu lama dan aku gak mau khawatir."
Mereka mengantarkan ke depan pintu, dan menunggu Franda dan Rival masuk ke dalam mobil. "Hati-hati ya kalian, semoga selamat sampai tujuan."
"Iya, semoga suka sama hadiahnya."
"Ah iya makasih banyak Cer, Val." Cerry melambaikan tangan kepada mereka berdua.
20 menit kemudian..
Akhirnya selesai juga bikin kejutan untuk Cerry, Franda pun langsung saja keluar dari mobil Rival karna sesuai janji dengan mama. Rival pun juga langsung pulang ke rumah tanpa singgah terlebih dahulu. "Ya udah kalau gitu aku pulang dulu yah."
"Iya hati-hati dan jangan lupa berdo'a, entar kabarin aku kalau sudah sampai."
Rival mengangguk.
Mobil Rival semakin jauh dan meninggalkan rumah Franda. Walau mereka hanya sebentar, tapi ini sudah malam dan sudah dini hari. Ia tetap harus berhati-hati untuk pulang ke rumah.
Ternyata mama masih di sofa tak kunjung pergi, ia tertidur dan ketika melihat Franda ia langsung terbangun dengan mata merah.
"Assalamu'alaikum."
"Waa'laikumsalam. Sudah kasih kejutannya?"
"Sudah mah tadi. Berhasil." Senyum Franda dan wajah yang antusias sekali walau ini sudah malam.
"Rival mana?" Ia sambil menguap.
"Dia udah pulang." Sahut singkat Franda.
__ADS_1
"Ya udah kita tidur yuk. Mama udah ngantuk nih." Mama lebih dahulu berjalan ke kamarnya.