
Ia memcoba dekat kepada mama untuk mengatakan sesuatu yang sudah ia pikirkan tadi malam secara berlebihan sampai membuat kepalanya terasa sakit. "Ada satu hal yang aku omongin sama mama sesuatu hal yang serius ini ada kaitannya sama Bayu mah, tapi sebelumnya aku pengen ngomong sesuatu dulu sama mama sebagai anak dan orang tua." Tak biasanya Tiffany seperti ini ia menatap dan menyuruhnya menepuk sofa yang ada disampingnya seakan-akan menyuruh kita untuk duduk di samping.
"Mah aku minta maaf ya mah kalau misalkan ada salah sama ini sama mama." Ucapnya yang menatap mama dengan saksama. Ia kalau misalkan apa yang ia lakukan selama ini terkesan membangkang yang tak terkesan baik sebagai seorang anak kepada orang tuanya.
"Kenapa tiba-tiba sekarang minta maaf ke mama? Kenapa kamu baru sekarang minta maaf ya kenapa nggak dari dulu-dulu?" Tanya mama menatap kedua mata Tiffany. Ia hanya bisa diam membungkam seakan-akan dia bingung apa yang harus ia lakukan kepada mama karena semakin ia membangkang semakin ia tidak mendapatkan sesuatu kebahagiaan di dalam kehidupannya karena telapak kaki ibu itu adalah surganya.
"Ya aku pengen aja jadi anak yang berbakti sama mama maka dari itu aku minta maaf ya mah ini beneran tulus dari hati aku supaya mama bisa maafin aku dan menjadi anak yang lebih baik lagi yang taat sama mama dan papa di rumah." Sebagai orang tua tidak akan pernah mungkin untuk tidak memaafkan anaknya pasti ia akan selalu memaafkan anaknya sebesar apapun kesalahannya dan seorang ibu akan berbuat apapun agar anaknya bahagia dan ternyata terbukti sekarang Tiffany meminta maaf kepadanya walaupun sudah terlanjur sakit hati. Mereka berpelukan satu sama lain dikarenakan Tiffany tidak mau kehilangan momen berharga bersama mama.
"Kalau kamu ingin berbakti kepada mama ya udah kamu dekat sama Bayu?" Benar dugaan Tiffany kalau misalkan dia disuruh dekat dengan Bayu. Kenapa singkat itu sih Mama mengatakan kenapa mama menyuruh dirinya dekat dengan Bayu padahal ia sama sekali sudah beberapa kali menolak kenapa mama tetapi mama kekeh dengan prinsipnya.
"Gimana apakah kamu mau menikah dengan Bayu? Ya nggak usah menikah dalam waktu dekat aja kamu terima dia dulu jalanin dulu dengan dia supaya dia bisa nyaman dan yakin dengan apa yang ada di diri kamu untuk berubah untuk dia apakah kami mau?"
__ADS_1
Tiffany sempat berpikir panjang dengan ucapannya, mama menawarkan ini apa beneran untuk demi kebaikannya ke depan.
"Mah, aku enggak bisa terima Bayu secepat mungkin aku butuh waktu deh aku pengen buka hati buat dia. Tapi kasih aku kesempatan untuk bisa bareng sama dia nanti emang bener-bener kita sejalan." Mama dan tersenyum dengan jawaban Tiffany yang sudah menuruti dari keinginannya.
"Ya udah kalau gitu kamu bahagia banget pastinya nanti sama Bayu karena dia emang cowok yang tepat buat kamu." Mungkin entah itu adalah suruhan mama secara sengaja atau tidak tiba-tiba Bayu datang. Sorot mata mereka berdua tajam sekali kenapa bisa datang di waktu yang tepat.
"Loh kok kalian melihat in aku kaya hantu gitu sih tegang banget ngelihatnya emang ada apa?" Ia dipersilahkan duduk oleh mama disamping Tiffany.
"Jadi aku pengen membuka hati buat kamu apakah kamu bersedia?" Karna untuk percayanya bagiku meminta uang kepada Tiffany mengulangi apa yang ia ucapkan. Ia menarik napas sejenak dan mendapatkan lebih dekat dari yang tadi kepada Tiffany menatap kedua mata Tiffany dengan tatapannya begitu tajam.
"Aku nggak salah denger nih dengerin kamu ngucap kayak gitu kamu yakin bakal yang deket sama aku ya bukannya berarti aku nggak bersyukur karena kamu udah mau tapi beneran kamu udah mau buka hatinya buat aku? Jujur aku senang banget ya dengernya tapi kalau boleh tahu apa alasan kamu buat membuka hati kamu buat aku? Kamu udah yakin kalau misalkan aku orang yang tepat buat kamu soalnya kan ya seperti yang kita tahu secara blak-blakan kamu emang gak suka sama aku kan bilangnya dan nggak mau dijodohkan sama aku nah aku mau nanya apa alasan kamu kayak gini yang tiba-tiba berubah gitu aja?" Dengan rentetan pertanyaan yang dilontarkan oleh Bayu kepada Tiffany karena ia belum yakin dengan ucapan Tiffany barusan.
__ADS_1
"Ya aku serius dengan apa yang aku ucapkan aku mau memulai bareng sama kamu menjalani hubungan. Dan jangan tuntut aku untuk bisa bahagiain kamu ya aku pengen mencobanya dan kasih aku kesempatan kamu mau kan?" Dengan nada suara yang lemah lembut sekali mama dan Bayu tersenyum dengan jawaban Tiffany karena emang ini yang mereka harapkan dan emang ini yang mereka inginkan ternyata waktunya telah tiba.
"Iya aku janji nggak akan pernah nuntut kamu untuk mau sama aku tapi aku udah senang banget dengar kamu ngomong kayak gini itu tandanya kamu sudah mau berubah untuk aku akhirnya penjajakan aku dari dulu berbuah hasil yang manis makasih banyak ya aku janji nggak akan pernah kecewain kamu sampai kapanpun." Ia menaikkan kelingking kanannya mengikatkan janji kepada Tiffany kalau misalkan apa yang ia ucapkan itu bukan sesuatu hal yang bercanda tapi yang ia ucapkan itu adalah sesuatu hal yang lebih cantik hanya yakin kedepannya apa ya ucapannya benar tidak bercanda.
Tak berapa lama minuman pun datang Bayu disuruh untuk meminum minuman yang sudah dihidangkan oleh ART yang ada di rumah Tiffany. "Besok kamu mau nggak temenin aku ke kondangan soalnya temen aku nikah ya bukan temen yang sepantaran sih beda 4 sampai 5 tahunan. Mau?"
Tiffany mengangguk mau dengar ucapan dari Bayu. Di lubuk hati yang paling dalam Bayu sangat bahagia banget bisa berangkat bareng dengan Tiffany. "Ya udah nanti aku jemput kamu dandan yang cantik. Tapi kamu udah cantik sih dari dulu hahaha." Candanya agar tidak terlalu tegang-tegang amat.
"Hahaha bisa aja." Ketawanya khas banget.
"Sumpah aku sama sekali nggak nyangka kalau misalkan kamu beneran mau sama aku makasih banyak ya aku nggak nyangka kamu terima aku." Senyumnya kepada Tiffany.
__ADS_1