
Rasanya seperti berada di belahan dunia paling ujung dengan langit yang mendung dan dataran bersalju putih. Erangan seorang pria yang mencapai puncak hasratnya melingkupi pendengarannya. Rabaan tangan berotot yang sangat ia rindukan serasa terus menelusup ke punggungnya atau ke perutnya. Setiap selesai berhubungan, pria itu selalu mengelus lembut punggungnya atau perutnya sampai rasa sakit yang menjalar di sisa sisa pergulatan mereka hilang.
"Sudah membaik Viena? Terimakasih sayang! Cup!" Begitulah Bisik pria itu masih memeluk dari belakang dan mengecup pundaknya.
Air matanya kembali terjatuh. Dia duduk di pinggir jendela meratapi kesedihannya setiap hari dan malam. Bintang di langit malam sana begitu terang sampai merasuki seluruh ruangan kamarnya yang meremang karna hanya ada lampu meja kecil. Namun nyatanya, hatinya tetap semu dan gelap. Cahaya yang sering menyinarinya setiap hari kini sudah tiada. Cahaya yang meneranginya setiap suasana hujan sudah hilang tersapu angin.
Dia kembali menangis. Dadanya sesak dan tak bernyawa. Dia merenggut dadanya, mencengkramnya keras sampai terasa luka dan sakit. Dia tersedu menangis hingga matanya perih, dia menuju ke tempat tidur. Merebahkan diri dan berdoa dengan deraian air mata. Dia hanya ingin keluar dari semua trauma dan kesepian ini. Jika pagi itu datang dia akan menyambutnya dengan senyum. Namun ketika pagi menjelang nyatanya pagi itu terasa pudar berganti siang yang panas, sore yang dingin dan malam yang kelam.
Ketika tengah malam selalu terdengar jeritan tangis menyayat hati setiap anggota keluarganya. Terkadang ayah nya atau kakaknya yang menghampiri. Sesekali juga ibunya atau aunty nya.
"Aaahhh arngggg arggngg!!!" teriak Viena kala itu.
"Viena Viena, aku disini nak, tenang Viena!!!" Kata ayahnya yang segera bangun dan menghampiri Viena. Dia mengusap lengan Viena sampai anaknya itu kembali tenang.
Dan lagi terdengar rintihan tangisan itu kesokan malamnya, membangunkan kakaknya yang baru saja tertidur. Dia lalu menghampiri kamar adiknya dan menyalakan lampu utama. Tampak Viena menangis dengan duduknya terlipat di atas tempat tidur dan menunduk.
"Viena.. its oke .. !!" Kata Egnor mengelus punggung adiknya sambil mengucek matanya.
Ketika sinar matahari nampak, Viena masih terjaga. Egnor tidak akan membiarkan ini. Viena harus menjalanin hidupnya. Dia juga harus keluar dari lingkaran gelap ini sehingga dapat mengaplikasikan apa yang telah ia pelajari di perguruan tingginya. Egnor dan keluarga lainnya tidak mengharapkan Viena melanjutkan pendidikannya. Egnor hanya ingin Viena memiliki aktifitas yang membuatnya bangkit dan melupakan segala kepahitannya.
Viena terbangun dan agak terkejut ketika Egnor ada di sampingnya. Duduk menunggunya dengan tangan terlipat di depan dadanya.
"Bagaimana mimpimu?" Tanya Egnor tersenyum hangat.
Viena menggeleng.
"Hari ini kita akan ke psikiater. Mungkin Dokter Paulina bisa membantumu. Kau akan terlepas dari belenggu ini Viena. Kau harus menjalani hari harimu seperti biasa. Tidak usah memikirkan jodoh atau pasangan hidupmu. Sekarang yang terpenting kau bisa keluar dari zona menyakitkan ini dan menciptakan zona yang membuatmu nyaman dan tenang. Bagaimana?" Kata Egnor sudah memegang tangan Viena memberi pengertian sambil menepuk nepuk punggung tangannya itu.
Viena menatap lekat lekat kakanya. Dia kembali meneteskan air matanya dan mengangguk lalu memeluk kakaknya.
"Terimakasih kak." Ucap Viena. Egnor tersenyum mengangguk dan mengelus punggung adiknya.
Dan setiap hari, Egnor selalu mengantar Viena menemui dan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Syaraf dan Kejiwaan, Dokter Paulina. Di sana Paulina sungguh bersahabat dengan Viena. Setiap hari, ketika datang, Viena selalu disuguhkan lagu lagu yang menenangkan terlebih dahulu. Terkadang disela dengan lagu rohani membuat pikiran dan hati Viena terasa lega dan nyaman. Selanjutnya Paulina akan menceritakan kisah kisah yang menginspirasi. Awalnya Viena tidak menanggapi karna dia selalu mengaitkan kisah yang diceritakan Paulina ke dalam kisah percintaannya dengan Dion. Dan terkadang Viena pun histeris jika Paulina menceritakan tentang kisah cinta yang romantis. Semua yang Paulina lakukan untuk membuat Viena berpikir kalau setiap orang memiliki nasib nya yang berbeda. Tidak bisa sama. Nasib dan takdir yang sudah terjadi dalam diri kita adalah rencana Tuhan yang paling indah.
"Viena, aku hanya ingin mengatakan padamu, jika hari ini tidak indah, besok pasti akan jauh lebih indah. Karna apa? Setiap hari Tuhan telah menciptakan kegiatan kegiatan yang kita lakukan dengan sangat bermakna tanpa kita sadari. Di luar sana, bukan hanya kau yang tidak perawan, banyak bahkan lebih buruk darimu. Seperti wanita bayaran atau pelacur? Memang menurutmu mereka ingin? Tidak! Itu semua nasib dan takdir mereka. Dirimu ini masih jauh lebih berharga ketimbang mereka, jadi kau harus benar benar melupakan Dion. Kau harus merelakannya. Kau harus membebaskan dia kemana pun dia berada. Sesekali kau boleh mengingatnya namun biarlah dia hanya menjadi kenangan terindah mu saja jika kau menyayanginya. Satu nilai plus darimu ketika kau membiarkan dia pergi dan tidak memaksanya meskipun batinmu tidak menerimanya sampai kau mengalami gangguan seperti ini. Tapi pada dasarnya kau bisa keluar dari semua ini. Aku menyatakan kau sudah sembuh Viena. Sekarang, kau harus berkarya. Tunjukan pada dunia bahwa Viena Gloria Jovanca memiliki karisma yang berbeda. Jadi, jika ada seorang pria yang mencintaimu atau bahkan Dion Prime mu kembali padamu, mereka tidak akan memusingkan keperawananmu karna karismamu yang luar biasa yang telah mengalahkan keburukanmu. Bagaimana? Apakah kata kata ku bisa memotivasimu? Aku latihan tadi malam, hahaha!!!"
__ADS_1
Begitulah kata kata terakhir dokter Paulina yang masih bergurau pada kunjungan terakhir Viena. Terhitung selama 6 bulan, Viena menjalani rutinitas bersama Dokter Paulina. Pernah satu kali Viena mendapatkan tindakan terapi stimulasi saraf otak, dimana Sebuah terapi medis yang digunakan untuk mengobati depresi parah. Terapi ini melibatkan penggunaan arus listrik yang mengarah ke otak dan penggunaan gelombang magnetik. Paulina terpaksa melalukannya karna waktu itu itu selama dua hari berturut turut Viena datang dengan terus menangis tanpa henti. Setiap apa yang dikatakan Paulina, dia menangis, sampai Theres yang waktu itu mengantarnya ikut menemani. Paulina merasa ada sistem syaraf Viena yang sudah mati atau seperti sulit terangsang sangkin dia benar benar terlampau kecewa.
Namun, setelah serangkaian proses dan tangisan yang terus menderai setiap malam terlewati sepanjang tahun itu, Viena telah bangkit. Memang sekarang Viena jauh lebih pendiam ketimbang dari sebelumnya. Dia menjadi sangat tidak peduli dengan keadaan sekitarnya kecuali dengan keluarganya. Viena menjadi wanita berdarah dingin. Tidak pernah menanggapi respon Pria yang menaruh hati padanya. Dia menjadi wanita yang cantik, seksi namun misterius. Sepulang bekerja dia pergi berolahraga melakukan gym atau senam lalu dilanjutkan sauna. Setelah itu dia langsung pulang. Makan malam dan mendekam di kamarnya. Dia mengerjakan tugas kantornya.
(Foto Viena yang diambil rekan kerjanya ketika di Honolulu.)
................................
Viena berhasil menduduki staf account executive di sebuah perusahaan iklan ternama di Honolulu. Selang beberapa bulan atas keberhasilannya memuaskan pelanggan, Viena diangkat menjadi account director (senior account executive). Viena memang sangat jeli mengerti kebutuhan pelanggan. Viena dengan seksama memberikan pelayanan terbaik sebagaimana job desk dari seseorang yang sangat memperhatikan keinginan klien. Bagaimana memberikan pelayanan terbaik untuk kliennya. Viena selalu bertanggung jawab atas setiap bawahannya sampai CEO tempatnya bekerja menaksirkan jika Viena membentuk perusahaan iklannya sendiri, dia akan menjadi sukses. Sang CEO mengatakan hal ini pada Egnor. Egnor menjadi merasa Viena pasti bisa melakukannya.
Selang dua tahun ia bekerja, akhirnya dengan tekad dan dukungan dari ayah dan ibunya juga aunty dan kakaknya serta para rekan kerjanya, Viena membangun perusahaan iklannya sendiri. CEO tempat ia bekerja memang sangat menyarankan Viena membentuknya di Legacy. Karna perkembangan usaha Legacy sedang melonjak dan sangat membutuhkan perusahaan iklan sebagai bahan promosi mereka.
"Mengapa harus di Legacy? Aku mau di kota ini saja Tuan Hansen!" Kata Viena ketus dan sedikit dingin.
Dia menjadi mengingat kembali Dion, mantan kekasihnya yang sudah menjadi kelabu dan tak tampak di hatinya. Belum saja nama Dion yang terucap, tapi hanya satu nama kota itu saja sudah membawanya kembali ke masa masa indah itu.
"Begini Viena, kau sendiri melihat bagaimana jaya nya perushaan iklanku dan beberapa partner kita disini. Para pelanggan itu sudah menanamkan asas kepercayaan, jadi mereka agak enggan mencoba hal hal baru jika sudah nyaman. Kau mengerti maksudku kan? Jadi, lebih baik kau membangunnya di Legacy. Perusahaan iklan di Legacy masih minim karna perindustrian, pembangunan lebih meraja lela. Ayolah, jangan takut! Keahlianmu di bidang periklanan ini sungguh memukau! Aku bisa membantumu untuk para klien kita di Legacy agar datang ke tempatmu! Aku akan merekomendasikannya." Jawab Hans penuh semangat karna melihat keberhasilan di mata dan tekad Viena.
"Fokuskan dirimu pada karir, hanya itu! dan berserahlah pada Tuhan niscaya kau akan mendapatkan berkat melimpah di sana!" Tutur Paulina. Viena menerimanya.
Viena kembali membicarakan pada ayah dan ibunya juga aunty dan Egnor. Egnor sangat sangat setuju. Semata mata Egnor ingin dunia melihat bahwa adiknya juga bisa menjadi orang penting, terpandang dan sukses.
Akhirnya, atas persetujuan semua orang orang terpenting Viena, Viena membangun sebuah perusahaan advertising bernama JOVANCY ADV.
Dengan mata ber api api dan tanpa terpaan angin, Viena menerobos dunia bisnis di Legacy. Dia menutupi semua data dirinya. Viena benar benar menjadi CEO yang minim akan informasi kepribadiannya. Hanya namanya yang tertera dengan bangganya dia menyampaikan ketika forum jumpa pers atau wawancara:
(Foto Viena dengan wajah tampak samping yang diambil candid oleh fotografer ketika pemotretan model iklan di Legacy)
...........................................................
"Aku, Viena Gloria Jovanca. Aku tidak takut dengan siapapun dan tidak peduli mau sampai kapan kalian menggali tentang diriku. Yang ada dipikiranku sekarang menjadi seorang yang hebat yang tidak bisa diremehkan oleh siapapun!"
__ADS_1
Kata Viena yang selalu terngiang akan pengasingan dirinya. Akan pelecehan yang telah ia alami dan atas hinaan seorang yang tidak mau ia dendamkan karna dirinya bukan apa apa. Namun, sekarang setelah 4 tahun kemudian, foto dirinya selalu dicari cari oleh khalayak karna kemisteriusannya. Viena menjadi seorang CEO yang misterius tapi dapat merambah naik ke atas ke pusat bisnis Legacy.
...
...
...
...
...
gapapa dingin mba, tapi kamu coooollll 😎😎
God Bless you mba 😇😇
.
next part 35
the beginning of dion 😍😍
.
jika diijinkan jadi ranking di 20 besar, berikanlah poin kalian pada MANTAN TERINDAH 😁😁
kasih vote ya di depan profil novel 😍😍
.
jangan lupa LIKE KOMEN yang banyaaak buat smangatin akuu .. kasih rate juga bintang kejora 5 hehe di depan profile novel jugaa 😘😘
.
thanks for read and i love youu somuchhh 😍😍
__ADS_1
see you 💕💕