Mantan Terindah

Mantan Terindah
MTS2 - ALLEGRA & MORGAN PART 5 EKSTRA END


__ADS_3

Hanya ingin menjadi sesuatu yang berguna yang dapat menyinari seluruh hari harinya. Sesungguhnya, hatinya hanya ingin menetapkan yang terbaik bagi hidupnya. Hatinya telah letih mencari kesana kemari. Dia berharap akan selamanya. Allegra dan Morgan. Sama sama memiliki masa lalu yang kelam dan berusaha mencari sesosok untuk menjadi masa depannya. Bagaimana akhirnya hubungan mereka?


...



Morganino Andez


cast : Song Wei Long


----------------------------------


Morgan tinggal di apartemen Xelino. Xelino yang menawarkannya karena Xelino pun terkadang tidak pulang. Dia sibuk dengan pekerjaan lainnya. Morgan tidak mau terlalu banyak bertanya karena Xelino tidak ada tanda tanda ingin bercerita padanya.


Hari ini sudah merupakan hari kelima Morgan tinggal di Springfield. Pagi harinya dia menjemput Allegra untuk pergi ke kampus lalu setelah itu dia pergi ke pusat penelitian makanan dan minuman untuk memastikan kadar terbaik untuk memproduksi minumannya. Siang hari nya Morgan kembali ke kampus Allegra dan menemani Allegra makan siang. Kalau Allegra sudah tidak ada kelas, Morgan mengajaknya berjalan jalan ke beberapa taman bunga atau plaza di pusat kota Springfield. Springfield benar benar kota yang cukup asri dan hijau. Setiap jalan pasti terlihat pepohonan. Seperti hari ini, Morgan dan Allegra berjalan jalan di bawah rindangnya pepohonan sambil menikmati minuman.


"Bagaimana penelitian minumanmu, Morgan?" Tanya Allegra sedikit menoleh ke arah Morgan.


"Semakin baik, jika kandungan yang kusuguhkan sudah sesuai dan cocok, barulah aku akan memasukan rasa buah buahan atau aroma bunga dari perusahaan agrobisnis Xelino," kata Morgan tersenyum tipis juga memandang Allegra.


"Kak Xelino tidak menemanimu," tanya Allegra lagi.


"Lusa kemarin menemani, tapi hari ini tidak. Katanya dia harus mengantar majikannya ke Nederland sampai besok sore," kata Morgan.


"Nederland?"


"Ya, kau tahu sesuatu?"


"Tidak sih, tapi pasti dia pasti mengantar pacarnya," kata Allegra.


"Pacarnya adalah majikannya?" Selidik Morgan.


"Tidak tahu! Kak Xelino pelit, kalau curhat setengah setengah. Mungkin saja hatinya juga setengah setengah, makanya pekerjaannya setengah setengah," gumam Allegra sedikit mengerutkan wajahnya tapi malah membuat Morgan gemas.


"Haha, kau lucu sekali Allegra," saut Morgan langsung merangkul Allegra. Allegra cukup terkejut tapi juga senang.


"Kalau hatiku tidak akan setengah setengah, Allegra," kata Morgan lagi.


"Hem, kau yakin? Buktinya kau mau tahu ada apa dengan mantanmu," sindir Allegra mengerutkan bibirnya.


"Jangan membahasnya lagi, aku hanya ingin membahasa tentang hubungan kita, bisa?" Pinta Morgan menatap lekat Allegra.


"Sepertinya aku belum berminat!" Decak Allegra melepaskan tangan Morgan dan kembali berjalan dengan cepat. Morgan tersenyum dan mengejarnya.


"Tapi aku sangat berminat dengan dirimu, my Alle," kata Morgan merengkuh kembali pinggang Allegra untuk berjalan berdampingan lebih dekat lagi. Allegra tidak bisa menolak. Mereka pun menyusuri jalan jalan itu menuju ke mobil Morgan.


Hari sudah sangat sore dan sebentar lagi akan malam. Morgan mengantar Allegra pulang bahkan menemaninya sampai menaiki apartemen.


"Hem, karna Kak Xelino tidak ada, kau boleh makan malam di sini," kata Allegra sambil membuka pintu apartemennya.


"Tidur malam boleh?" Tanya Morgan kembali memegang pinggang Allegra dan mendorongnya masuk ke dalam apartemen. Morgan juga sekalian menutup pintu apartemennya. Dia lalu menghimpit Allegra berhadapan dengannya. Mereka saling berpandangan.


"Kau mau apa, Morgan, kau jangan macam macam ya!" Sungut Allegra berusaha melepaskan dirinya.


"Aku hanya ingin memandang wajahmu dengan seksama," kata Morgan kini membelai pipi Allegra. Dia senang sekali dengan pipi mulus Allegra.


"Jangan gombal! Sudah awas, aku mau memasak makan malam!" Allegra sedikit meronta.


Tetapi Morgan tidak mengindahkan kata kata Allegra, dia malah mendekatkan wajahnya dan mencium Allegra. Rasanya Allegra sudah terbiasa karena hampir setiap hari ketika Morgan mengantarnya pulang, Morgan selalu mengecup bibirnya walau sesaat.


Allegra tak bisa berkelit. Dia mengelus lengan Morgan dan menikmati bibir pria itu. Mereka bercumbu dan tanpa sadar kini Allegra telah mengalungkan tangannya pada leher Morgan. Tak berapa lama Morgan menarik dirinya.


"Allegra, besok aku harus kembali ke Legacy," kata Morgan kemudian. Seketika hati Allegra sedikit meringis. Mengapa rasanya sangat cepat? Dia masih ingin bersama Morgan dan semua kata kata manisnya. Allegra masih belum menetapkan hatinya.


"Apa kau bersedih?" Tanya Morgan memastikan hati Allegra.


"Tidak! Kau kembali saja, kalau bisa jangan kembali kesini lagi, karna kau selalu menciumku di saat saat tak terduga!" Dengus Allegra berdalih.


"Kau tidak menginginkan diriku?" Tanya Morgan seketika hatinya bersedih. Apa Allegra benar tidak menyukainya?


"Aku hanya takut kau masih mencintai mantanmu," gumam Allegra menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Hem, rasanya kau memang tidak menyukaiku ya?" Selidik Morgan mendongakan kepala Allegra.


"Entahlah, sudahlah ayo kita makan dulu," kata Allegra lalu berhasil melepaskan Morgan. Allegra segera membuat makan malam.


Morgan terus memperhatikan Allegra. Entahlah apalagi yang harus ia lakukan. Allegra lebih sulit dari yang ia pikirkan.


Ketika makan malam, mereka berdua diam saja tetapi pandangan Morgan tak henti hentinya ke arah Allegra. Ketika sudah selesai makan, Morgan kembali menarik tubuh Allegra yang hendak menuju ke wastafel. Morgan kembali memeluknya.


"Allegra, apa sebenarnya kekuranganku?" Tanya Morgan.


"Kau terlalu tampan, aku takut!"


"Sudah lima hari, apa tidak ada rasa sedikitpun untukku?"


"Tidak tahu!"


"Baiklah, aku tidak akan memaksa, besok aku kembali ke Legacy. Mungkin aku akan datang lagi dan kuharap kau sudah menyukaiku," tutur Morgan berserah dengan waktu nanti.


Allegra terdiam. Morgan lalu melepas pelukannya dan pergi dari apartemen Allegra. Dia kembali ke apartemen Xelino. Allegra masih sangat takut berhubungan. Apalagi Morgan seorang direktur perusahaannya keluarganya. Selain itu Morgan sangat tampan dan berkharisma. Allegra akhirnya terdiam merenungi sesuatu. Hatinya mencintai Morgan tetapi banyak ketakutan dan keraguan kalau hal ini tidak akan berjalan dengan baik.


Akhirnya Allegra tetap memutuskan tidak peduli. Kalau mereka berjodoh, Tuhan pasti menunjukan jalannya.


Keesokan paginya seseorang mengetuk pintu apartemennya. Allegra lama sekali bangun karena semalam dia memikirkan Morgan. Hatinya benar benar kalut. Xelino yang datang dengan membawa sebuah minuman kaleng.


"Kenapa kau kesini sepagi ini?


"Masih bertanya! Lihat nama minuman ini!" Xelino menunjukan sebuah minuman kaleng dengan kemasan berwarna putih dan terdapat bunga mawar putih. Di tengahnya bertuliskan :


My Alle


Limited edition


For your breath, heart and love ..


"Allegra! Dia bekerja keras satu Minggu ini menciptakan minuman yang hanya diproduksi 50 kaleng! Dia berhasil memadukan sebuah teh yang sangat menenangkan dengan aroma mawar. Coba saja kau rasakan! Bukan hanya itu, minuman ini berhasil uji klinis memiliki khasiat untuk meringankan stres dan frustasi. Nyonya Jennifer, ibunya Carolyn sudah mengakuinya. Kau tahu beliau kan? Dan lihat benar benar di bawah sini!" Xelino menunjukan tulisan yang kecil di daerah sisi bawah kaleng.


"Special dedicate for my alle yerika, my woman, not girl! Ini untukmu tapi katanya kau menolak cintanya! Kemarin aku tidak ke Nederland, dia berbohong agar bisa menginap di apartemenmu jika kau menerimanya. Namun ... Sudahlah begitulah wanita hanya bisa meremehkan jika sudah dikejar kejar! Oleh sebab itu, aku masih belum menjadikan Carolyn kekasihku! Kalian semua sombong!" Decak Xelino menjadi kesal. Xelino juga sudah mendukung maksud dari Morgan tapi adik sepupunya malah membuatnya tidak enak.


"Kalau kau mencintai dia, sekarang belum terlambat mengejarnya! Kalau sekarang baru benar kau menyusulnya untuk setidaknya meminta maaf karena kau sudah menolaknya dan berterimakasi atas minuman ini!" Kata Xelino memberitahu hal yang benar pada sepupunya dan Allegra sudah menghambur ke kamar mandi.


"Aku mandi dulu!"


"Jangan lama lama!"


"5 menit saja!"


Allegra dan Xelino menuju ke bandara. Morgan terbang tepat pukul 10 pagi. Dengan bantuan Xelino, Allegra bisa memasuki ke dalam bandara dan menemui penumpang. Allegra mencari cari di tempat menunggu tujuan Legacy. Akhirnya dia membaca ruang VIP Legacy. Allegra yakin Morgan ada di sana dan benar saja, Morgan salah satu penumpang dengan tiga penumpang lainnya. Morgan sedang mendengarkan musik dan memegang minuman itu. Dia juga memejamkan matanya menikmati lagu pada ponselnya. Allegra tersenyum dan langsung menghampiri Morgan. Morgan masih belum menyadarinya.


Allegra lalu meraih minuman yang dipegang Morgan sehingga Morgan tersadar dan membuka matanya. Dia sangat terkejut melihat siapa yang ada di sampingnya.


"Ini minumanku, mengapa kau memegangnya?" Kata Allegra meraih minuman itu dan menegaknya.


"Allegra?"


"Alle!" Koreksi Allegra dan meminum minuman kaleng itu.


"Ya, Alle, sedang apa kau di sini?" Tanya Morgan masih tidak percaya Allegra menyusulnya.


"Untuk menjadi your Alle," jawab Allegra tersenyum sumringah.


"Apa?" Morgan cukup bingung.


"Your Alle! Masa kau tidak mengerti!" jelas Allegra lagi.


"Kau ini kenapa? Aku tanya serius, kau sedang apa di sini? Kau ingin ikut denganku ke Legacy?" kata Morgan benar benar memandang Allegra dengan seksama.


"Setelah ujian akhir semester aku akan ke sana, menemui kekasihku, my Morgan," ujar Allegra kini mengusap wajah Morgan.


"Allegra? Apa yang kau katakan? Kekasih apa?" Morgan memastikan. hatinya sedikit bergetar dan sebenarnya mengerti apa yang dimaksud Allegra tapi sangat sayang melewatkan kata kata manis yang mungkin akan Allegra katakan.


"I want to be your alle, your breath, your heart and your love my Special man!" bisik Allegra pelan dan dengan nada yang tulus.

__ADS_1


Morgan tersenyum. Ini pasti ulah Xelino. Xelino pasti yang memberitahunya. Kalau begini, semua tidak menjadi sia sia. Akhirnya Allegra menerima dirinya. Morgan lalu memeluk Allegra masuk dalam pelukannya.


"Aku mencintaimu, Morgan! Jangan kecewakan aku dan aku harap kau tidak mencari mantanmu seperti yang kusuruh waktu itu! Bisa kan?" kata Allegra lagi masih dalam dekapan pria yang sudah menjadi kekasihnya ini.


Morgan mengangguk dan merasakan aroma tubuh wanita yang kini menjadi kekasihnya.


"Tidak akan, untuk apa aku mencari dia kalau aku sudah mempunyai wanita yang luar biasa seperti mu. Yang cantik dan sangat penuh kekuatan! Jaga dirimu sayang! Aku akan menghubungimu ketika sampai," kata Morgan lalu menarik dirinya.


"Kalau ada waktu senggang, aku pasti akan menemuimu, kau tenang saja dan aku menunggu dirimu ke Legacy. Oke?" tambah Morgan lagi mencubit kecil pipi Allegra.


"Iya, kau juga tenang saja. Sampaikan salamku pada mommy mu semoga kita cepat bertemu," balas Allegra.


Dan terdengarlah pemanggilan penumpang pesawat tujuan ke Legacy. Para penumpang lainnya sudah keluar dari ruangan. Hanya Morgan yang belum. Dia lalu menggiring Allegra untuk berdiri. Morgan meraih wajah Allegra dan mencium bibir Allegra. Kali ini, Allegra langsung membalasnya dan agak sedikit bergairah.


"Aku pulang ya, aku akan segera menghubungimu, sampaikan juga salamku untuk Tuan Atkinson, Jessie dan terlebih lagi Mommymu. Aku harap tidak ada pertengkaran lagi. Dan ucapkan terimakasih pada Xelino," kata Morgan sebelum ia menaiki pesawat.



Allegra Yerika Atkinson


cast : Lee Chae-ryeongΒ 


--------------------------------------


Allegra mengangguk tersenyum. Mereka pun keluar dari ruangan. Morgan mengecup kening Allegra dan menuju ke pesawatnya. Allegra terus melambaikan tangannya pada Morgan yang masih sesekali berbalik melihat kekasihnya. Morgan pun kembali ke Legacy.


Baru saja satu Minggu kemudian, Morgan malah kembali lagi ke Springfield dengan alasan yang sama bekerja sama dengan Xelino padahal dia sungguh merindukan Allegra. Morgan pun tidak menginap di apartemen Xelino lagi tetapi di apartemen Allegra.


...


Tamat!!


Eh ..


Bersambung deng haha ..


Masih ada nanti kisahnya nyempil nyempil di Zefanya ya karna Morgan akan menggunakan jasa periklanan Jovancy Advertising untuk perusahaan minumannya ..


Ada apakah di sana?


...


Pesan dalam cerita Allegra dan Morgan apa ya? Ada yang tahu?


Hehe mungkin kita tidak bisa menjadi orang yang dibutuhkan tetapi percayalah, jika kita bisa menjadi orang yang membantu atau menyelamatkan orang lain, kita akan menjadi lebih berharga. Seperti Morgan yang hanya ingin membantu Allegra keluar dari penderitaan akan kasih sayang yang tidak adil dari ibunya tetapi di sanalah Morgan akan menjadi bagian penting bagi Allegra.


Ahhh apa sih vii? Ya intinya gitu dah Morgan dan Allegra jadian bukan karna saling kenal pdkt tapi ada sebuah kejadian yang membuat mereka bersama 😁


...


Next Yeay kita ke MANTAN TERINDAH SEASON 2 BAGIAN KETIGA YAA, kisahnya : ZEFANYA & EZEKHIEL ..


what's wrong beb? hehe


Stay tune gaes 😁


.


bsk aku bincang bincang bentar ya skalian mau ngumumin pemberi vote terbanyak PER-PERIODE yaa karena yang keselurahan masih ke data yang pemberi vote jaman bahela hehe 😁


dan juga pemberi komentar terbaik 😁


.


Pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❀❀

__ADS_1


__ADS_2