Mantan Terindah

Mantan Terindah
85. Memulai Perjodohan


__ADS_3

"Kak gue boleh nanya sesuatu nggak sama lo kak?" Ini adalah trik Rival untuk mendekatkan Roy dengan Cerry.


"Soal apa? Boleh kok." Ia menatap ke arah depan, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.


"Soal lo dan Cerry?" Rival memelankan suaranya.


Entah kenapa beberapa hari ini Rival selalu saja menyinggung nama Cerry di depan Roy. Padahal sama sekali tidak menanyakan tentang Cerry tapi entah kenapa Rival selalu saja menanyakan sosok Cerry. "Lo mau jodohin gue sama Cerry? Oh jadi gue nggak sebegitu lakunya jadi lo cariin dulu?"


"Bukan kayak gitu kak maksud gue gue pengen lo deket sama dia soalnya dia tuh jomblo!" Rival mencium pipi kanan Roy dengan refleks.


"Ya udah deh kalau gitu. Santai aja." Rival hanya diam namun sebentar lagi ia akan bertemu Franda dan mereka akan jalan.


***


"Lah kenapa sih motor gue? Kok tiba-tiba aja berat."


Ia menghentikan langkahnya dan melihat keadaan kedua ban depan dan belakang. Ketika di cek di bagian depan ternyata tak ada masalah sama sekali dan ternyata ban belakang bocor. Rival membawa untuk menambalnya ke depan kebetulan juga ada tukang tambal ban. Ia mengecek jam tangannya yang ada di sebelah kiri yang berdetak lebih kencang. "Bang kira-kira kalau menambal ban bakalan lama gak waktunya?"


"Gak kok, paling cuma dua puluh menit bakalan selesai."


"Ya udah deh kalau kayak gitu. Tolong tambalin ya bang." Tukang tambal ban pun langsung saja menambal ban belakang motor Rival. Ketika ia ingin memberi tahu Franda ternyata ponselnya tiba-tiba mati karna lupa untuk di cas.


"Kenapa gue bisa jadi gini, apes banget jadi orang." Dalam hati.


---


Akhirnya mereka pun janjian antara Rival dan Franda rencananya mereka hari ini akan ke suatu tempat untuk membuat rencana agar Roy dan Cerry bisa deket bahkan bisa ke pacaran. Seperti kita tahu dahulu ketika mereka masih SMA Roy terkenal menyukai sosok Franda. Maka dari itu pernah ada sedikit perdebatan diantara Rival dan kakaknya namun berjalannya waktu mereka pun akhirnya berdamai dengan keadaan dan waktu berproses juga. "Aku udah nanya sama kak Roy terus reaksinya kayak biasa aja lalu dia bingung?"


"Cerry juga nanyain aku dan dia juga kayak kebingungan gitu!" Sahut Franda menjawab keluh kesah dari Rival.

__ADS_1


"Terus apa yang harus kita lakukan supaya mereka bisa bareng gitu? Soalnya aku tuh pengen banget kalau misalnya kak Roy sama Cerry!" Unggah Franda yang mengungkapkan hal ini.


"Gimana ya? Aku juga bingung nih. Eh tapi kak Roy itu paling suka yang namanya di kasih buku, terserah deh buku apaan."


"Oh ya udah kalau gitu ke toko buku aja yuk buat beli bukunya. Ayo buruan sekarang!" Tak perlu lama-lama Rival pun langsung saja menyuruh Franda untuk menaik ke atas motornya untuk mereka berangkat ke toko buku karena setelah ini mereka akan kerumah Cerry untuk memberikan hasil dari apa yang mereka beli nanti di toko buku.


"Maaf ya aku tadi telat jemput soalnya ban motor aku bocor jadi harus di tambal terlebih dahulu."


"Iya gak papa kok, tapi aku juga sempat bingung sih kenapa kamu telat banget jemputnya!"


"Oh ya udah deh kalau gitu yuk naik motor aku."


***


"Yang ini kira-kira kak Roy suka nggak ya?"


"Kalau menurut aku sih ini terlalu berat banget pembahasan yang kita cari yang agak ringan dan yuk yang kayak menyindir itu."


Di bagian rak buku sebelah kanan, buku-buku yang terpanjang di sini adalah mengenai tentang hubungannya dan istilah itu membahas tentang kisah cerita percintaan. Nah cocok sekali untuk mereka berdua seakan-akan kode gitu secara gak langsung. Franda mengambil beberapa buku sebagai referensi yang akan dipilih nanti. "Aku udah dapatin ini nih."


"Aku udah juga dapat ini kok. Loh kok tentang percintaan gitu? Karena nggak suka tentang percintaan?"


"Ya gimana ini kan buat kode antara Cerry sama kak Roy. Jadi maksud aku itu seolah-olah Cerry kasihin itu buat kode biar kakak itu peka sama bukti yang dia kasih gitu loh maksudnya."


"Oh gitu ya kenapa aku nggak kepikiran ya?"


"Kamu mah orangnya dingin jadi enggak kepikiran kayak gini deh beli. Coba lihat kenapa kamu kasih buku pendidikan kayak gini agak boring kan kak Roy jauh lebih pintar daripada---"


"Dari pada siapa? Kamu ngeledek Cerry ya kalau dia itu nggak---"

__ADS_1


"Udah enggak usah dilanjutin lagi aku tahu kok maksud apa yang kamu bilang nanti. Jadi kita bayar aja." Mereka pun membawa ke kasir untuk dibayar dan pilihan mereka kepada buku yang dipilih oleh Franda akhirnya.


***


Mereka sudah sampai di rumah Cerry, lantas membuat pemilik rumah terkejut sekali dengan kedatangan mereka yang tidak memberi kabar terlebih dahulu. "Kok kalian bisa ada di sini sih kenapa nggak kasih kabar duluan?" Franda hanya menyeringai dengan pertanyaan Cerry. Dia memberikan langsung buku yang sudah dibelikan tadi ketika di toko buku kepada Cerry lantas membuatnya bingung. "Lah bukannya gue baru aja ulang tahun kemarin kenapa dikasih kado lagi?" Franda menyuruhnya untuk duduk terlebih dahulu agar ia bisa menjelaskan kenapa ia memberikan buku ini kepadanya.


"Kak Roy suka banget yang namanya buku nah maka dari itu gue pengen kasih ini ke kak Roy tapi jangan bilang kalau misalkan buku ini dari gue sama Rival. Soalnya bakalan percuma jadi saya kenakan buku ini dari lo ya? Paham kan maksud gue kayak gimana?" Cerry masih belum paham. Ia pun menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu karena ia akan membuatkan minum untuk tamunya kali ini.


Cerry pun ke dapur untuk membuatkan minum untuk mereka berdua. "Apaan sih, kok perasaan gue jadi gak tenang kayak gini?" Batinnya dalam hati.


Di ruang tamu,


"Semoga aja Cerry mau ya kasih ini nanti ke kak Roy!"


"Iya semoga aja ya. Semoga rencana kita berhasil untuk membuat Cerry dan kak Roy!"


Akhirnya minuman pun dihidangkan di atas meja Cerry mempersilahkan mereka berdua untuk makan dan minum hidangan dari dirinya. "Gue coba dulu ya kalau misalkan kak Roy mau ambil hadiah dari gue, kalian tu ada-ada aja deh ulahnya malah buruk-buruk in gue di depan kak Roy."


"Besok kita susun rencana buat kasih ini ke kak Roy pokoknya kita temenin lo deh buat ketemu dan bikin semuanya berhasil. Gue sebagai adiknya mendukung banget buat hubungan lo sama kak Roy. Lo kan sahabatnya pacar gue."


"Iya deh gue tahu kalian bentar lagi nikah kan?"


"Kata siapa kita tuh masih panjang perjalanan. Ya tapi doain aja kalau misalkan emang bener jodoh." Cerry ngambil buku yang dipilihkan oleh mereka berdua namun setelah ia melihat judul tersebut ia terkejut sama sekali.


"Loh kenapa jadi buku tentang percintaan? Ya ampun gue dikata-katain kak Roy nantinya kalau misalkan ngasih ini bakalan diketawain gue nggak mau ah!"


"Kasih aja dulu ntar masalah malu belakangan. Lo tahu sendiri kan kalau misalkan kak Roy itu nggak pernah yang namanya menolak pemberian orang lain?"


"Iya gue tahu tapi kan masa enggak kayak gini juga kali kasihnya?" Cerry suruhan dari mereka berdua karena menuruti ini terlalu berlebihan dan mungkin kak Roy bakalan ilfeel.

__ADS_1


"Udah terima aja dicoba dulu kali aja kak Roy seneng." Ucapnya yang meyakinkan Cerry.


__ADS_2