
"Dengan adanya kita perduli dengan lingkungan dan cara merawatnya maka kita sudah membantu bumi kita yang sudah tidak terawat lagi. Apalagi sekarang-sekarang ini yang sudah menjadi salah satu pemicu rusaknya lingkungan adalah ulah dari manusia itu sendiri, ditambah manusia yang lebih memanfaatkan ketimbang merawatnya. Jadi disini saya inginkan dari lingkungan adalah selain kita memanfaatkan apa yang tersedia oleh alam kita harus merawatnya juga dan lagian kita harus membudidayakan untuk kita sendiri karna berkat lingkungan yang subur dan bersih maka efek yang dirasakan akan lebih baik dan satu hal lagi lingkungan juga memberikan pengaruh yang sangat besar buat kita." Dengan lugas Rival mempresentasikan apa yang sudah mereka kerjakan. Mereka terpelongo dengan apa yang Rival presentasikan ternyata seorang Rival yang dikenal cowok badboy dan sering dipanggil di BK ia bisa seperti ini membuat yang lain kagum dan tidak percaya kalau ini benar Rival.
Bu guru pun tersenyum dengan persentasi Rival yang begitu bagus ditambah ia memberikan gambaran yang ada didepan atau sering disebut dengan ilustrasi lingkungan yang baik dan yang tidak.
"Oke cukup sekian dari saya terima kasih." Ucap Rival. Persentasi berjalan lancar dan kini giliran kelompok lain untuk mempresentasikan kelompok mereka. Albert salah satu sahabat Rival sekaligus sepupu kandung dan yang selama ini dikenal sebagi kutu buku pun hari ini mempresentasikan hasil tugas kelompoknya selaku ketua kelompok.
"Oke, saya dari kelompok 2 saya ingin mengangkat dari tema "Membaca" karna menurut saya membaca merupakan salah ilmu yang baik untuk menambah wawasan kita apalagi kita yang berstatus pelajar ditambah juga akhir-akhir ini minat membaca sangat kurang sekali dengan adanya media sosial yang semakin banyak kita harus lebih memilih dan memilah dan mempergunakan dengan baik dan bijak. Di zaman yang serba ada ini kita harus bisa memanfaatkan media sosial dengan baik contohnya mencari sesuatu yang bermanfaat, mempergunakan untuk lebih mudah berkomunikasi dan menyebarkan info, berita atau hal yang baik. Dengan adanya membaca seperti topik diawal saya ingin generasi jauh lebih baik dari generasi sebelumnya semoga kita lebih berminat kembali mengembalikan yang mulai perlahan ditinggalkan. Saya ucapkan salah dan khilaf mohon untuk dimanfaatkan terima kasih." Semua bertepuk tangan kepada Albert yang selalu mengeluarkan kata-kata yang membuat mereka terpana. Selain itu Albert sosok yang dewasa dan sosok yang pintar jadi bukan hal luar biasa sekali yang belum diketahui oleh mereka.
Dan mempresentasikan sampai kelompok akhir. Disana mereka mendapatkan hal yang baru bisa bertukar pendapat satu lain dan membuka pikiran mereka yang luas untuk menjadi lebih baik. Bu guru mengamati dan memberikan penilaian tertulis untuk mereka semua yang sebagian mempresentasikan tugas mereka.
...•••...
"Mau pesen apa nih? Fran, lo mau pesen apa?"
"Apa aja deh kak."
"Biar gue yang pesenin ya." Sambar Rudy yang doyan makan itu. Dengan bobot yang sudah obesitas masih saja tidak jera di bilang gendut atau apa ia malah makan dengan sesukanya.
"Bert gue gak nyangka sama sekali lo tadi keren. Gue yakin bim, rud kalau Albert lagi yang dapat nilai A."
"Tau nih Albert suka gitu, kali-kali bagi-bagi lah nilai mu tong tong."
"Fran, Franda. Kok diam aja? Lo sakit?" Sedangkan Roy melihat Franda hanya diam dan mengaduk-ngaduk makanan yang ada dihadapannya sedangkan Rival memandanginya dengan tatapan yang tajam.
"Duh gimana nih kalau misalnya gue jawab gue kenapa pasti Rival bakalan marah dan nilai gue yang jadi taruhannya." Gumamnya yang bingung.
"Kak Roy, mulai sekarang kak Roy jangan deket-deket aku lagi ya." Dengan gemetar Franda mengatakan hal ini.
"Loh kenapa? Emang gue ada salah?" Rival tersenyum licik dengan ucapan Franda yang akhirnya mengikuti kemauannya.
"Enggak sih kak. Tapi kan aku----"
__ADS_1
"Aku gak enak aja sama dia. Dia sahabat aku kak." Lanjut Franda.
"Siapa maksud lo?" Roy masih belum mengerti dengan ucapan Franda.
Sedangkan Albert, Rudy dan Bima hanya bisa saling menatap satu sama lain dengan ketiga peran utama ini. Apa ini gara-gara ancaman Rival waktu di belakang sekolah? Tapi itu sudah lama.
"Ini bukan lo val, lo pasti menyangka kalau ini lo. Tapi ini Cerry yang gue gak sangka yang ternyata menyukai kak Roy dan gue baru tau sekarang setelah dia cerita panjang lebar ditambah juga yang gue tau Cerry menyukai lo. Tapi gue dan hati gue belum siap buat ngomongin kalau Cerry suka sama kak Roy." Franda begitu lantangnya berbicara dalam hati. Ya dalam hati, ia tidak mampu untuk mengatakan hal ini kepada orang-orang yang ada didepan.
"Oh gue tau pasti karna kaki lo yang belum sembuh kan?" Rival malah menyimpulkan kejadian itu.
Franda menarik napas dengan berat.
"Bukan."
Fashback On
Di kantin...
"Lo kenapa cer kok gugup gitu?"
"Oh cerita apaan?"
"Gue suk---- suka sama kak Roy. Gue lihat kak Roy juga suka sama gue."
"Lah bagus dong. Rencananya lo mau deket sama kak Roy?"
"Pengen banget Fran, lo bantuin gue buat deket sama kak Roy ya? Rencananya besok gue pengen kasih dia sesuatu tapi apa ya?"
Franda diam dan bingung juga.
"Eee mungkin makanan atau jaket ya?"
__ADS_1
"Makanan atau buku aja cer. Kak Roy suka baca soalnya."
"Em, ya udah deh."
Flashback Off
"Trus?"
"Bukan apa-apa." Karna Franda merasa keberadaannya tidak nyaman ia memutuskan untuk berdiri dan permisi untuk meninggalkan mereka yang masih asik memakan pesanan mereka. Roy bingung dan ia sontak berdiri dan ingin berbicara dengan Franda.
"Fran."
"Udah kak biar gue yang ngomong sama si cewek cupu. Gue duluan ya." Rival menepuk bahu Roy.
Franda mempercepat langkahnya, hatinya tidak enak hati ketika Cerry menceritakan perasaannya ia tidak mau nantinya salah paham.
Rival menarik tangan Franda dengan cepat "Lo kenapa sih? Baperan banget?"
"Gue pengen balik. Bisa lepasin tangan gue?" Suruh Franda. Perlahan Rival melepaskan tangan Franda yang ia genggam. Rival menatap kedua mata Franda dengan bingung.
"Kok lo nyuruh kakak gue buat jauhin lo? Maksud lo apa?"
"Loh bukannya lo yang nyuruh gue buat jauhin kan?"
Rival diam dan mengingat kembali ucapannya itu. "Trus?"
"Mak---sud lo bilang kalau misalnya gak mau nyakitin seseorang itu siapa?"
"Gue? Lo gak mau nyakitin hati gue?" Lanjutnya yang malah membingungkan Franda. Kenapa Rival malah bertanya tentang perasaannya.
Mungkin tanya jawab ini sudah tidak penting lagi, ia melanjutkan langkahnya pergi. Rival tidak mengejarnya kembali membiarkan Franda pergi lalu ia kembali ke tempat makan tadi.
__ADS_1
"Gimana?"
"Dia pergi. Ah mungkin lagi masalah cewek. Biasa PMS kan." Roy mengangguk paham dengan ucapan Rival.