
"Gue boleh nanya sesuatu sama lo nggak? Tapi jangan ketawain gue ya gue ngomongnya serius Rival!"
"Ya udah boleh mau ngomong apa ya udah nanya aja gue siap dengerin lo sebagai adik yang baik!"
Roy menarik nafas sejenak ia ingin Rival mendengarkan dengan sesama. Setelah menarik napas sejenak lalu ia ingin mengatakan kalau misalkan dirinya ingin menembak Cerry. "Gue pengen kalau misalkan Cerry jadi pacar gue!"
"Hah? Beneran? Jangan bohong!" Rival sama sekali belum percaya dengan ucapan dari Roy atau kakaknya.
"Gue serius emang lo lihat muka gue nggak serius ini? Jangan sepele in ucapan gue, gue serius!"
"Ya udah kalau misalkan mau pengen nembak nembak aja langsung ngomong sama dia kalau misalkan lo suka sama dia!" Sahut Rival yang begitu simpel sekali mengatakan hal ini kepada kakaknya.
"Iya teruslah harus bantuin gue dong buat menyatakan cinta sama dia gue kan belum pernah menyatakan cinta se extreme ini sebelum-sebelumnya sih gue biasa-biasa aja tapi hari ini tuh kayak beda banget itu bantuin gue dong!" Rival baru saja ingat kalau misalkan Cerry itu adalah sahabat dari Franda pacarnya sendiri ia meminta bantuan Franda untuk bisa membantu nanti.
"Oke hari ini lo bakalan menyatakan cinta kepada Cerry."
"Aduh kenapa gue deg-degan banget sih padahal gue sudah pernah menyatakan cinta sebelumnya sama cewek kenapa gue jadi deg-degan ini ya!" Batinnya dalam hati.
__ADS_1
***
Roy dihadapkan oleh Cerry yang ada di hadapannya. "Ini sebenarnya ada apaan sih kok kaya pegang begini?"
"Kakak gue mau ngomong sama lo gue harap lho bisa dengerin dengan saksama ya! Ya udah kak ayo ngomong buruan ntar orang-orang pada bingung!" Rival yang mendorong bahu dari Roy.
Roy menarik napas sejenak untuk mengatakan hal ini kepada orang yang ada di hadapannya. Franda deg-degan banget melihat adegan seperti drama ia memegang jantung yang begitu berdegup lebih kencang dari sebelum-sebelumnya sedangkan Cerry dia bingung banget apa yang sebenarnya akan terjadi ke depan.
"Kak katanya mau ngomong sesuatu emang mau ngomong apa sih sebenarnya kak? Pentingkah?"
"Jadi sebenarnya gue pengen ngomong sesuatu penting banget sama lo gue harap lo ngedengerin dengan baik ya!" Ia mengangguk dan ketegangan pun dimulai.
"Ya ampun aku tegang banget ngelihat mereka berdua semoga aja mereka beneran jadi ya!" Bisik Franda kepada Rival.
"Jadi kakak nembak aku? Dan aku nggak salah dengar kan kalau misalkan kakak suka sama?"
Roy mengangguk ucapan dari Cerry. "Apa alasan kakak suka sama aku perasaan dari dulu dari waktu SMA kakak nggak pernah sama sekali suka sama aku kakak kan sukanya sama Franda sorry ya Rival gue emang beneran ngomong ini karena fakta. Sebenarnya maksud kakak apa sih aku sama sekali nggak ngerti? Kan seperti yang aku tahu selama ini kakak kan suka sama Franda walaupun Franda udah punya pacar ya itu adiknya kakak sendiri.
__ADS_1
"Namanya perasaan kan kapanpun dan dimanapun bisa berubah seiring berjalannya waktu dengan kenyamanan kita sama seseorang nah di sini gue ngerasa nyaman kalau misalkan gue deket sama lo ya emang gue akuin kalau misalkan dulu itu gue suka sama Franda tapi kan gue suka sama Franda dikarenakan itu dulu bukan sekarang. Dan sekarang gue sukanya sama lo emang nggak boleh gue suka sama lo? Ya kalau di kelas balik dari dulu gue nggak tertarik sama lo tapi akhir-akhir ini dia udah mulai tertarik sama lo karena mungkin setelah kita jalan bareng dan setelah kita cerita-cerita bahkan ngobrol-ngobrol ternyata kita nyambung. Apakah lo juga merasakan hal yang sama seperti apa yang gue rasain?"
Rival menambahkan ucapan ini kepada Cerry. Ia tahu sekali kalau misalkan Cerry terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Roy. Sama sekali terkejut, tapi dia yakin kalau misalkan Cerry juga merasakan hal yang sama seperti di rasakan. Franda pun memegang pundak sahabatnya meyakinkan kalau misalkan Roy itu bukan tipe orang yang macam-macam dan neko-neko. Ia mengatakan hal ini bukan semena-mena membela Roy sebagai kakak dari pacarnya tapi melainkan kalau misalkan apa yang dilakukan oleh Roy ini memang benar.
"Ya udah terima aja jadi pacarnya kak Roy dia beneran sayang kok sama lo! Buktinya aja dia jadi ketua osis kan dulu waktu SMA? Bukannya kau bilang sendiri kalau misalkan lo tuh suka sama kak Roy dari dulu kan? Ya bagus dong kalau misalkan kak Roy menyatakan cinta sama lo itu tandanya cinta lo tidak bertepuk sebelah tangan walaupun dengan penantian yang panjang." Ia hanya diam saja ia bingung harus menjawab apa.
"Gue bingung banget. Gue beneran kaget banget kalau misalkan kak Roy nyatain perasaannya ke gue? Kak Roy beneran suka sama aku? Perasaan ini kayaknya nggak mungkin banget kalau misalkan kakak suka sama aku!"
Roy tersenyum miring. "Ya gue serius kok gue nggak bercanda dan gue juga udah memikirkan ini dari lama setelah gue tahu kalau misalkan lo suka sama gue tiba-tiba aja perasaan gue kayak ngerasa ya udah gitu jalanin bukan berarti Lo pelampiasan tapi karena emang beneran gue suka sama lo Cerry. Ya walaupun cinta ini itu datangnya terlambat dari dulu tapi dengan adanya keterlambatan mungkin bisa kita ngejalanin bareng-bareng berdua kan? Intinya adalah lo mau nggak jadi pacar gue?"
Deg! Rasa apakah ini jantung yang berdegup lebih kencang. "Ya udah terima aja kakak gue itu emang bener-bener baik dan dia nggak neko-neko kok orangnya nggak kayak gue yang banyak mau!" Rival sangat meyakinkan Cerry kalo misalkan kakak ini benar-benar berbeda jauh dengan karakternya yang sedikit agak nakal.
Dalam hitungan detik akhirnya Cerry mengangguk. "Ya udah aku terima. Aku terima kalau misalkan kak Roy jadi pacar aku!" Roy seakan sujud syukur dengan ucapan dari Cerry.
Ia langsung saja memeluk Cerry karena mereka sudah resmi jadian di depan Rival dan Franda.
"Ya ampun kalian jadian ya ampun nggak nyangka banget sama sekali semoga aja kita nikahnya bisa barengan ya!"
__ADS_1
"Hei baru juga jadian udah ngomong nikah aja!" Mereka pun sama-sama tertawa satu sama lain dengan kekocakan hari ini.