Mantan Terindah

Mantan Terindah
21. Loh


__ADS_3

Setelah ia melihat acara masak di tv Tiffany langsung menarik baju Roy yang sedang asik memotong rumput di pekarangan rumah yang sudah meninggi. "Buruan kita ke supermarket gue liat enak banget kuenya, gue pasti bisa kok."


"Ya udah sana gue lagi sibuk." Dengan keras kepalanya Tiffany ia langsung saja menaruh gunting rumput Roy ia taruh disamping pohon, ia langsung menarik Roy dengan memberikan sebuah gantungan kunci yang sudah ia ambil dengan sengaja diatas meja menariknya masuk kedalam mobil.


"Bawa gue ke supermarket."


"Aduh apaan sih. Lo nih ya aneh banget bisa sendirian deket pula tau gak."


"Gue lihat kuenya enak banget tau gak sih kak, duh tukang kebun sekolah juga bisa. Bayarin gue ya." Ia langsung saja turun dari dalam mobil dengan santainya sedangkan tangan Roy yang masih kotor karna ia belum sempat cuci tangan karna terburu-buru ditarik oleh Tiffany hanya dengan menemaninya membeli bahan kue di supermarket.


"Astaga? Kak gue gak bawa uang nih gimana dong. Gue ngutang ya please?" Tiffany yang panik terlalu terburu-buru untuk mengajak Roy untuk membeli bahan ke supermarket.


"Loh gimana dong? Gue juga gak bawa dompet nih? Brabe dong?" Sahutnya yang juga panik setelah mengecek uang di saku belakangnya apalagi antrian yang sudah menunggu dibelakang. Roy sedikit  berbisik dan mereka berdua memundurkan diri kebelakang agar tidak terlalu malu.


"Maaf mba kayaknya yang lain aja dulu, soalnya masih ada yang lupa." Dengan wajah yang sudah malu sekali ditambah beberapa orang antrian dibelakang menatap sambil berbisik dan menganggap mereka berdua tidak bisa bayar.


"Lo gimana sih? Gak bawa uang segala jadi malu kan gue." Kesal Roy memang ini adalah hal yang sangat menjatuhkan harkat dan martabat. Agak lebay juga sih.


Seorang perempuan mendorong pintu supermarket yang tertutup terlihat dari luar ia begitu sederhana memakai pakaian yang simple dia hanya sendiri.


"Franda?" Pandangan Roy tertuju kearah perempuan yang baru saja masuk kedalam supermarket namun dia tidak melihat kehadiran Roy disana.


"Siapa? Lo kenal?"


"Eeemmm." Namun bukannya menjawab Roy langsung saja menyapa Franda yang ingin mengambil mie instan beraneka rasa.


"Eh, kak Roy? Kakak ngapain disini belanja?"


"Iya nih lagi be--lanja." Dengan santainya Tiffany mendekat kearah Roy sontak membuat Franda terkejut sekali dengan sosok yang belum ia lihat sebelumnya. Ia menyangka kalau Tiffany mungkin pacar Roy karna yang ia tau kalau Roy tidak pernah terlihat dengan seorang cewek mungkin dari sana Franda menyimpulkan hal itu.


"Em, kamu bawa uang lebih gak? Soalnya aku sama kakak aku lupa bawa uang."


"Oh. A---da kok." Walaupun sebenarnya Franda hanya membawa uang lima puluh ribu saja.


"Apaan sih lo, enggak usah fran. Gak usah bikin malu aja. Lo mau beli apa?"

__ADS_1


"Loh kak, gimana kalau kita balikin semuanya? Kan kita malu juga kan?" Ia hanya bisa memberi kode kepada Tiffany agar tidak terus mengoceh sedangkan Franda bingung dengan kedua orang yang ada didepannya.


"Jadi gimana?"


"Eee, ya udah boleh deh. Tapi pinjam dulu kali ya entar besok gue bayar hehe."


"Oh ya udah tapi jangan terlalu banyak ya soalnya bawa uangnya dikit aja hehe." Mereka berdua mengangguk saja sambil tersenyum geli mengikuti Franda yang membeli belanjaan yang tertunda tadi.


"Kenapa sih gengsi segala." Bisik Tiffany di telinga Roy.


"Udah deh gak usah berisik." Dari pada Tiffany terus merecokkin dan bikin telinga panas. Roy maju dan melihat Franda berbelanja sambil menanyakan apa yang ia beli.


"Beli apaan fran?"


"Beli mie instan sama makanan ringan."


"Oh gitu ya. Sendirian?" Franda hanya tersenyum dan mengangguk. Roy menatap Franda tampak berbeda dan membuat Tiffany malah senyum-senyum sendiri.


Didalam pikirannya, ada apa ini?


"Ya udah langsung bayar aja disana." Rog mengangguk canggung mengikuti Franda yang lebih dulu didepannya. Setelah bayar di kasir Franda memutuskan untuk menolak ajakkan mereka yang jngin mengantarkannya karna jarak rumahnya yang tidak terlalu jauh.


"Beneran nih gak mau diantar? Padahal panas lo fran?"


"Enggak kok kak Roy, kalau gitu aku duluan ya."


"Fran, entar gue bayar ya besok. Hati-hati." Teriaknya yang hanya anggukan saja sebagai jawaban Franda.


...•••...


Roy keluar lebih dulu dari dalam mobil melihat kelakuan Tiffany yang semakin menjadi hampir saja jantungnya copot ketika Tiffany dengan lancang kalau Roy adalah cowok dingin yang susah buat dapatin cewek. "Cie senyum mulu, siapa sih dia? Kok kayaknya tatapan lo beda gitu? Kecengan lo ya?" Tiffany tidak hentinya menggoda kembarannya satu itu yang dari tadi selalu tertanggap malu-malu walaupun Roy sudah menghindar. Roy fokus dengan dua belanjaan yang langsung ia taruh diatas meja dapur.


"Udah ah, gak usah bahas dia mulu, lo yang suruh gue masak nih?"


"Lah, lo sendiri yang malu-malu gitu. Pake gugup plus gagap segala hahaha kan gue jadi curiga."

__ADS_1


"Lo mau gue bongkap kalau lo pacaran sama------"


"Sama siapa?" Rival datang dengan tiba-tiba membuat dua orang cowok yang mengapit antara Rival dan Roy.


"Lo tau gak sih val kalau misalnya kak Roy baru ketemu sama kecengannya. Dan dia malu banget dan satu hal lagi yang bikin gue gak lepas ketawa dia gagap gitu didepan cewek tadi hahaha." Tiffany tidak berhenti pula memegangi perutnya karna saking gelinya sedangkan Roy tidak merasa nyaman diposisi ini sambil mengambil gelas yang sedikit berisi air langsung ia teguk begitu saja dengan ekspresi yang mencengangkan.


"Hahahaha, lo kenapa?"


"Kok airnya asin gini?" Ia mengecutkan wajahnya memberikan bekas air yang masih tersisa kedepan wajah Tiffany.


"Ih jorok lo ah, ini kan bekas kemarin belum dicuci kali aja cecaknya ngompol dari atas."


"Ih lo yang jorok hahaha. Masa aja cicak pipis dari atas."


"Eh, emang kak Roy ada kecengan di sekolah atau di kelas gitu val?" Bisik Tiffany yang membuat Roy penasaran.


"Em siapa?" Lirik Rival kearah Roy.


"Apa lo liat gue? Lo percaya sama Tiffa?"


"Gue juga gak tau sih tif, tapi gue pernah liat sama Bunga kalau gak salah. Bener gak sih kak?"


"Bunga? Hahahaha sahabat gue itu dia juga udah deket sama cowok, cowok itu temen gue juga."


"Lo cemburu?"


"Hahaha cemburu? Ngaco lo! Wleeee.."


"Tapi tadi gue sama kak Roy ketemu sama temen sekolah kak Roy, tau gak lo kak Roy kayak canggung gitu gue yakin kalau kak Roy suka. Hahaha kak Roy gue kasih tau ya." Senyum licik Tiffany membuat Roy ketakutan ia langsung saja mengancam Tiffany dengan jurus terjitunya.


"Lo gak bakalan gue ajarin masak lagi."


"Emang siapa?" Tanya Rival yang penasaran.


"Sorry gue gak bisa kasih tau kak Roy udah ancam gue. Entar aja kali val haha." Tepuk Tiffany di bahu Rival. Karna dirinya gak kepo-kepo banget ia pun mengangguk paham dan menaikkan alisnya keatas.

__ADS_1


__ADS_2