
"Kenapa lo malah senyam-senyum gak jelas begitu kenapa?"
"Gue pengen nyuruh lo nembak Cerry!" Kedua mata Roy langsung saja terbelalak.
"Hah nembak Cerry? Gak salah lo? Ya ampun bener-bener ya lo!"
"Ya kalau misalkan lo udah mulai suka sama Cerry yaudah tembak aja ntar kalau misalkan diambil orang kaya gimana kan lo sendiri yang nyesel!" Rival menyuruh Roy untuk menembak Cerry. Roy hanya bisa diam saja dengan suruhan tersebut seakan-akan ia bingung apa yang harus ia lakukan untuk bisa meyakinkan perasaannya tentang hal ini.
"Ya emang lo yakin kalau misalkan Cerry nggak punya pacar?"
Rival tersenyum simpul dengan ucapan dari Roy ia pun langsung saya berinisiatif untuk menghubungi Franda untuk menanyakan apakah sahabat itu sudah punya pacar atau belum. Roy tampak panik kenapa tiba-tiba Rival malah ingin menghubungi Franda dan bertanya tentang Cerry. "Heh lo ngapain malah telepon dia ya ampun gue kan nanya sama lo kenapa lo malah aduh------" Rival mengisi ni kakaknya tersebut padahal ia sama sekali tak menghubungi peranda juga cuma sekedar iseng-iseng doang tapi ternyata reaksi dari Roy begitu panik banget.
"Kok muka lo kayak panik gitu sih kak emang ada apa sebenarnya?"
"Ya habisnya lo main telepon aja ya gue panik lah gua kan nanya doang sama lo!" Sahutnya yang menggaruk kepalanya tak terasa gatal sama sekali.
"Ya kalau misalkan nggak terjadi apa-apa nggak mungkin panik kayak ini kali kak!"
"Ya bukan masalah panik Rival tapi lo kenapa tiba-tiba mau nelpon? Itu yang bikin gue panik cuma itu doang kok!"
__ADS_1
"Ah masa sih? Masa cuma itu doang beneran gue telepon nih padahal tadi gue sama sekali nggak ada nelpon cuman isengin lo doang hahaha." Jailnya yang membuat Roy melempar bantal yang ada dihadapannya kepada Rival.
"Liat aja ya! Mentang-mentang udah punya pacar makanya kayak gitu ngisengin kakaknya mulu dasar lo lihat aja pembalasannya gue nanti!"
***
Ia hanya bisa melihat dari kejauhan ia bingung harus apa yang ia lakukan karena dia harus apalagi yang harus ditunggu. "Kok kak Roy kayak ngeliatin gue kayak gitu sih emang ada yang salah sama gue?" Batin Cerry yang rasa Roy tampak beda sekali.
"Kok gue jadi gugup banget sih kalau ngeliatin dia apa gara-gara ucapan Rival kemarin ya?" Roy kepikiran dengan ucapan dari Rival kemarin yang tiba-tiba malah membuatnya semakin banyak pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenaknya.
"Hei kenapa sih kok kayak tegang banget emang ada apa hari ini kan nggak ada kelas juga jadi santai aja kali!" Franda yang mengajaknya untuk pergi dari tempat tersebut.
"Iya sih gue juga ngerasain hal yang sama kenapa tiba-tiba dia itu kayak beda gitu ya apa perasaan gue aja kak kalau berubah kaya mulai deketin gue gitu ya gue enggak maksud untuk ke gr-an juga tapi gue ngerasa kalau misalkan dia itu udah mulai cewek caper caper gitu sama gue udah mau video call dan mudah mulai chattingan gitu sama gue!" Menndengar hal itu Franda langsung terbelalak dengan apa yang ia dengar sekarang.
"Oh ya? Ya ampun itu tandanya kalau sudah mulai suka sama lo ya udah kalau misalkan dia udah mengirimkan kode kalau ya udah lo terima aja lo ladenin dia supaya dia bisa suka lebih sama lo jangan lo cuekin." Suruh Franda kepada ceri yang tampak ragu dan bingung apakah ini adalah hal yang serius atau bukan. Ia pun membayangkan kalau misalkan ini benar-benar terjadi.
"***Kamu mau kan jadi pacar aku aku tuh sayang banget sama kamu." Sebuah bunga diberikan kepada dirinya tercium harum dan masih segar sekali sepertinya baru saja dibeli. Cerry tak henti-hentinya terharu sekali ketika Roy memberikan ia bunga, harumnya sangat begitu sangat menyengat. Ia merasa kalau misalkan orang yang ada dihadapannya ini adalah orang yang ia harapkan selama ini.
"Ya ampun ini beneran buat aku, aku nggak nyangka banget lo makasih banyak ya kak." Ia mengangguk dan mengacak-acak puncak kepala Cerry dengan begitu gemas sekali hingga ia membuatnya sangat terharu dan sangat bangga.
__ADS_1
"Loh apa alasan kakak buat kasih ini ke aku? Ini bagus banget kak sumpah Bagus banget aku sama sekali nggak nyangka loh karaoke kasih ini ke aku!" Tak henti-hentinya ia mengucapkan terima kasih.
"Iya aku kasih ini karena aku ya pengen kasih aja ke kamu emang gak boleh aku kasih ke kamu soalnya buat wanita cantik ke kamu nggak ada salahnya kan untuk dapet ini?" Cerry benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi ia langsung saja memeluk bunga tersebut dan ketika ingin memeluk siapa yang memberi tiba-tiba saja***.
"Hei lo kenapa kok senyum-senyum gak jelas kayak gitu aja lo kaya lagi mimpi ya?" Franda membangunkan lamunan dari Cerry ternyata ini adalah sebuah mimpi sebuah khayalan yang tidak kenyataan.
"Bunga gue mana? Kok enggak ada sih bunganya sama sekali nggak ada lo ambil punya gue ya?"
"Bunga apaan? Gak ada bunga sama sekali nggak ada lo halu ya?" Franda sama sekali tak memegang bunga. Namun ia masih yakin kalau misalkan masih ada bunga sangat jelas sekali dalam pikirannya.
"Gak ada bunga sama sekali nggak ada lo mimpi atau halu!"
"Oh gitu ya ternyata gue cuma lo doang ya ampun gue pikir gue beneran dapat bunga dari kak Roy!" Ia langsung saja menutup mulutnya seakan-akan ia keceplosan dengan apa yang ada di bayangannya tadi yang malah membuat Franda tertawa dengan kepolosan dari temannya itu.
"Hahaha oh ternyata lo haluin kak Roy oke deh kalau gitu. Oke baiklah semoga aja ya kak Roy cepet-cepet buat nembak lo biar lo nggak halu lagi!" Dengan cepat Cerry cubit pinggang dari Franda.
"AW sakit tau!"
"Habisnya lo bikin gue kesel sih gimana sih lo!"
__ADS_1