
"sayang aku lagi di jalan mau ke rumah kamu sekarang, please tunggu aku ya"isi pesan wathsap dari Ara.
Leo tersenyum membaca pesan dari Ara, lalu ia bergegas mandi dan berpakaian rapi.
"oke Leo kasih Ara kesempatan buat jelasin"gumam Leo.
Tidak lama kemudian Ara tiba di rumah Leo dan di susul oleh Arka.
ting.. tung... suara bel rumah Leo.
"sayang..."panggil Leo saat ia membuka pintu.
Akan tetapi wajah Leo yang tadi nya bahagia berubah menjadi marah karena melihat Arka ada di samping Ara.
"ngapain coba Ara bawa selingkuhan nya ke rumah aku"gumam Leo dalam hati.
"sayang.. ? apa dia ini pacar nya Ara, terus mau ngapain Ara bawa aku ke sini"gumam Arka dalam hati.
"sayang, aku datang ke sini sama cowok yang kamu liat di Rs kemaren, kita akan jelasin semua nya ke kamu, kamu hanya salah paham"terang Ara.
"Ara ini ada apa...?"tanya Arka.
"Arka kita sahabatan dari jaman sekolah kan,hingga pada suatu hari kamu pindah dan kita baru ketemu lagi sekarang-sekarang ini"ucap Ara.
"iya emang benar, terus...?"tanya Arka.
"tolong dong bantu jelasin ke Leo, Leo ini pacar aku. Dia salah paham saat melihat kita d Rs"pinta Ara sambil menunjuk Leo.
"alah palingan kalian juga udah sekongkol kan, mana ada sih maling ngaku"ucap Leo.
"tapi aku bukan maling"ucap Ara.
"Bro loe dengar dulu, yang di bilang Ara itu benar.Kemaren Ara cuma nganterin Gue ke Rs karena di rumah gak ada siapa-siapa"jelas Arka.
"heh atas dasar apa gue harus percaya sama omongan Loe"bentak Arka.
"selow aja bro, paling gak loe percaya lah sama Ara"ucap Arka.
"loe diam"bentak Leo menunjuk Arka.
"stop....... kalian ini apa-apaan sih, Arka kita kesini mau jelasin ke Leo bukan malah berantem kayak gini"ucap Ara.
"Ra, kok bisa sih kamu kenal sama cowok bar-bar kayak gini, kalau aku tau kamu ajak aku keluar cuma buat ini, pasti aku akan nolak"ucap Arka lalu pergi meninggalkan Ara.
__ADS_1
"Arka tunggu" teriak Ara.
"susul sana selingkuhan nya"ucap Leo.
Ara menatap Leo dengan wajah penuh amarah.
"terserah kamu mau ngomong apa,aku udah berusaha untuk jelasin semua nya ke kamu, mau percaya apa gak itu urusan kamu"ucap Ara lalu berlari keluar mengejar Arka.
Arka memberhentikan taxi yang lewat di depan rumah Leo, sementara Ara mengikuti Arka dengan mobil nya.
"gak nyangka Ara lebih memilih mengejar selingkuhan nya"gumam Leo kecewa.
...
"Papi kamu pulang saja istirahat, Mami di sini ada suster dan Dokter yang jagain, Mami yakin Papi lelah sekali kan"ucap Bu Amara.
"sayang, Papi tunggu Dika datang dulu ya baru pulang"ucap Pak Ardi.
"Pi,Papi sama Dika itu kecapean jaga Mami. Apa lagi Dika yang belum 100% sembuh, eh sekarang malah harus jagain Mami"ucap Bu Amara lagi.
"Mami sudah lah jangan bicara yang macam-macam lagi, sudah tugas kita kan buat jaga kamu, Dika juga sudah di jalan kok mau ke rumah sakit"ungkap Pak Ardi.
"morning..."sapa Bu Maria saat masuk ke ruang rawat inap Bu Amara.
" Pak Ardi, sehat..?"sapa Bu Maria dan bertanya.
"iya Buk saya sehat"jawab Pak Ardi.
"Maria, morning"jawab Bu Amara.
"bagaimana keadaan kamu Ra...?"tanya Bu Maria.
"ya seperti ini lah Mar, kamu sendirian..?"jawab Bu Amara dan bertanya balik.
"iya Ra, biasa lah suami suka ada meeting dadakan meski weekend, apa lagi Ara biasa anak muda"jawab Bu Maria.
"maaf Bu Maria, saya boleh titip Amara sebentar, saya mau ke toilet"ucap Pak Ardi.
"ya ampun Pi berarti dari tadi di tahan ya mau ke toilet"ucap Bu Amara.
"baru saja kebelet Mi"ungkap Pak Ardi.
"oke Pak silahkan"jawab Bu Maria menyetujui.
__ADS_1
"terima kasih Buk"ucap Pak Ardi dan bergegas ke toilet.
"Mar kamu tahu tidak,aku bosan karena lagi-lagi masuk Rs,i'm very boring Mar"ungkap Bu Amara.
"yang sabar dong Ra, kalau kamu tidak mau berada di sini ya kamu harus sembuh"ucap Bu Maria.
"aku juga tidak mau seperti ini terus Mar, tapi sudah takdir aku kan"terang Bu Amara.
"ya sudah kalau begitu jalanin saja ya, aku yakin kamu bisa lewatin ini semua"ucap Bu Maria.
"makasih ya Mar"ucap Bu Amara.
"iya sama-sama"jawab Bu Maria lalu memeluk Bu Amara.
...
"Arka, stop Arka"panggil Ara.
"Ra kenapa kamu lebih memilih ngejar aku sampai ke rumah dari pada menjelaskan sama pacar kamu yang bar-bar itu...?"tanya Arka.
"what bar-bar...? kalau aku tau tanggapan kamu juga kayak gini, aku juga gak akan mau ngejar kamu sampai ke rumah kamu"ucap Ara.
"terus mau ngapain, aku gak abis pikir deh Ra apa yang ada di pikirin kamu sampai kamu ngebelain cowok kayak gitu, kayak gak ada cowok lain aja"ucap Arka.
"stop, kamu gak tau apa-apa soal Leo,Leo itu baik kok orang nya,kamu aja yang belum kenal sama Leo"ucap Ara.
"oh Leo nama nya,terus apa sikap dia ke kamu tadi baik"ucap Arka.
"Arka,aku ngajak kamu ke sana buat ngejelasin kesalah pahaman antara aku dan kamu, dan aku ngejar kamu ke sini juga buat jelasin kalau aku gak ada maksud buat manfaatin kamu atau apa, please lah kamu itu sahabat aku masak kamu gak bisa sih percaya dan dukung aku.Kenapa malah jadi nambah gini sih masalah nya"ungkap Ara.
"Ara, aku selalu dukung kamu kok dari dulu. Aku juga mau bantuin kamu buat jelasin ke cowok kamu ,tapi liat kan gimana sikap dia ke kamu, aku gak terima Ra"ungkap Arka sambil memegang Kedua pundak Ara.
Ara menundukkan kepala nya dan mulai meneteskan air mata.
"Ara,kamu nangis...? Ara kamu gak perlu nangisin cowok kayak gitu, kalau dia sayang sama kamu, harus nya dia percaya sama kamu"ucap Arka.
Ara tidak menanggapi ucapan Arka, ia hanya menangis semakin menjadi-jadi.
"kenapa makin nangis sih, stop Ara.Sayang air mata kamu di keluarin hanya buat cowok yang gak tau gimana menghargai wanita"ucap Arka.
Arka menghapus Air mata Ara dan memeluknya.
"awas aja loe Loe, gue akan buat perhitungan karena loe udah berani nyakitin cewek yang gue sayang"gumam Arka dalam hati.
__ADS_1
***