
"sayang, kamu tau kan kalau aku cemburu, aku sayang banget sama kamu dan gak mau kehilangan kamu"ucap Leo sembari memegang tangan Ara.
Ara menatap Leo dengan penuh haru bahagia,dalam hati Ara merasa bersalah karena telah membuat tunangan sebaik Leo khawatir karena ia telah memikirkan pria lain dengan alasan apa pun.
"iya sayang, aku tau kok.Aku juga sayang banget sama kamu.Maafin aku ya udah buat kamu khawatir dan cemburu, aku janji gak akan mikir masa lalu itu lagi"ucap Ara.
"makasih ya sayang"ucap Leo tersenyum.
"iya sama-sama sayang"balas Ara tersenyum juga.
"sebenarnya aku gak ngelarang kok kalau kalau mau berteman sama cowok, kamu juga berteman kan sama Rio, Bryan meskipun aku tau mereka mantan-mantan kamu, bahkan kamu juga dekat sama Arka, aku gak boleh egois,tapi aku minta kamu jangan terlalu dekat ya, masa lalu kamu ya biar jadi masa lalu, karena masa sekarang dan masa depan kamu cuma sama aku"ucap Leo.
"iya, aku janji. Aku tau kok batasannya, kamu percaya kan sama aku...?"tanya Ara.
"percaya sayang, oh ya weekend ini aku ada perjalanan dinas ke Bandung, kamu mau ikut gak....?"tanya Leo.
"kamu seriusan ngajak aku...?"tanya Ara tidak percaya.
"serius lah sayang,aku ada meeting Sabtu pagi, tapi kita ke sana nya Jum'at sore,jadi masih ada waktu kan untuk kita sekalian liburan,aku mau menikmati indahnya pemandangan dan segarnya udara di kebun teh di pagi hari sama kamu"terang Leo.
"mau.. aku mau sayang"jawab Ara bersemangat.
"ya udah sekarang kita makan dulu ya, besok sore kita ke Bandung"ucap Leo.
"oke sayang"jawab Ara riang.
"seneng banget tunangan aku di ajak liburan"ucap Leo.
"iya senang dong, meskipun urusan kerja tapi kamu gak lupa ajak aku sekalian liburan"ungkap Ara.
Leo tersenyum lalu mengelus rambut Ara karena gemas terhadap calon istrinya itu.
...
"gimana keadaan Kayla sayang...?"tanya Bryan.
"udah baikan kok sayang, besok juga aku udah bisa masuk kerja"jawab Sarah.
"syukur lah anak Papa udah sehat, tapi apa gak nanggung, besok kan udah hari Jum'at dan lusa weekend,kenapa gak sekalian hari Senin aja Ma masuk kerja nya"usul Bryan.
"ya gak bisa gitu dong Pa, itu nama nya di kasih hati minta jantung,aku gak enak sama Bos jadi nya, gak apa kok sayang, udah 3 hari aku gak masuk kerja, aku juga masih punya tanggungan di kantor.Lagian gimana kalau tiba-tiba besok Cinta gak masuk lagi kayak tadi,Bos pasti bakalan marah besar"ucap Sarah.
"oh iya juga ya sayang,lagian gak lama lagi juga kamu udah gak kerja lagi"ucap Bryan.
"nah itu kamu tau Pa,kan kamu tau sebelum risent aku harus bisa siapin satu proyek lagi,aku juga harus cek tu gimana kerjaan Cinta selama aku gak kerja kan"ucap Sarah.
__ADS_1
"iya Ma, oh iya sayang kayak nya aku bakalan minta pindah lagi deh ke kantor cabang yang kemaren"ucap Bryan.
"loh emang kenapa sayang...?"tanya Sarah.
"males aja kalau kamu udah risent, aku bakalan kerja bareng terus sama Cinta itu"jawab Bryan.
"ya gak boleh gitu dong nama nya kerjaan, yang penting kamu harus tetap profesional"ucap Sarah.
"iya kalau masalah profesional itu pasti lah"ucap Bryan.
"ya udah kalau gitu jalanin aja ya"ucap Sarah.
Bryan mengangguk.
"ya udah yuk tidur udah malam, besok aku harus bangun lebih pagi seperti biasa"ajak Sarah.
"iya sayang, good night"ucap Bryan lalu mengecup bibir dan kening Sarah.
"good night"balas Sarah lalu memejamkan mata nya.
...
Beni tiba di apartemen pukul 10 malam, saat itu ia melihat ada seorang wanita yang menunggunya di depan pintu.
Beni menghampiri wanita itu yang ternyata adalah Cinta.
"Beni.... "rengek Cinta.
Bukan menjawab pertanyaan Beni, Cinta malah langsung menangis memeluk Beni.
"ya udah masuk dulu deh"ajak Beni.
Cinta mengikuti Beni masuk ke apartemen mewah yang baru Beni beli sebulan yang lalu.
"nih minum"perintah Beni sembari memberikan air mineral.
"makasih Ben"ucap Cinta.
"kamu ada apa ke sini..?"tanya Beni.
"a.. aku mau cerita sama kamu Ben"jawab Cinta.
"soal apa..?"tanya Beni lagi.
"aku di perkosa Ben"jawab Cinta lirih.
__ADS_1
"hah apa kamu bilang, di perkosa...?"tanya Beni terkejut.
"iya Ben"jawab Cinta menangis.
"gimana ceritanya, terus kenapa bukannya lapor ke kantor polisi malah datang ke sini...?"tanya Beni.
"aku gak bisa lapor polisi, karena ini juga kesalahan aku"ungkap Cinta.
"Cinta,kamu tenang dulu, tarik nafas, terus ceritain sama aku"pinta Beni.
Cinta mulai menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada Beni, Cinta juga tak berhenti menangis, meskipun Beni kesal terhadap Cinta, akan tetapi dalam hatinya juga merasa iba karena bagaimana pun Cinta merupakan wanita yang pernah ia cintai.
"Cinta kamu tenang ya, kamu udah makan...?"tanya Beni.
Cinta menggelengkan kepala dan memegang perutnya yang terasa lapar, Sejak kejadian malam itu Cinta tidak berselera untuk makan, bahkan ia juga belum ada pulang ke rumah, hanya berkendara mobil yang tidak jelas tujuannya hingga ia memutuskan untuk pergi ke apartemen Beni.
"ya udah kamu ganti baju dulu ya, pakai piyama aku gak apa kan, kamu bersih-bersih terus ganti baju ya, aku masakin kamu makan malam dulu"ucap Beni.
Beni mengantar Cinta ke kamarnya, memberikan piyama, lalu meninggalkannya sendiri di kamar,sementara itu sambil menunggu Cinta, Beni ke dapur memasak makanan untuk Cinta.Meskipun seorang pria, karena kehidupannya yang terbiasa sendiri Beni bisa melalukan semua pekerjaan rumah termasuk memasak.
Tidak lama kemudian Cinta keluar dari kamar menghampiri Beni, di meja makan telah tersedia makanan untuk Cinta santap.
"maaf ya agak kebesaran piyama nya"ucap Beni saat melihat Cinta.
"gak papa kok Ben"jawab Cinta.
"ya udah sini duduk makan"ucap Beni mempersilahkan.
"makasih ya Ben"ucap Cinta.
"iya sama-sama,malam ini kamu tidur di sini aja ya, kamu di kamar biar aku di sofa"ucap Beni.
"tapi Ben... "bantah Cinta.
"udah gak usah bantah"ucap Beni.
"iya Ben"ucap Cinta tertunduk.
"ya udah kamu makan aja dulu ya, aku mau mandi"ucap Beni.
"kamu gak makan...?"tanya Cinta.
"aku udah makan tadi"jawab Beni.
Lalu Beni bergegas ke kamar nya, sementara Cinta makan dengan lahapnya karena kelaparan.
__ADS_1
***