
"ya udah Ra kalau gitu tanggung jawab kamu cukup sampai di sini aja ya, Rolan udah baik-baik aja dan aku yang akan antar Rolan pulang"ucap Arka yang tidak ingin melihat Leo semakin cemburu, entah kenapa Arka merasa bahwa Rolan punya maksud lain yang akan mengganggu hubungan Ara dan Leo.
"nah benar tu kata Arka , ayo sayang kita pulang"ucap Leo dan mengajak Ara pulang.
"ah sialan nih Arka"gumam Leo dalam hati.
"oke, Rolan maaf ya sekali lagi, kalau nanti ada apa-apa sama kamu dan masih berhubungan sama kondisi kamu saat ini langsung kabarin aku ya, aku pasti akan tanggung jawab sampai kamu benar-benar sembuh total"ucap Ara.
"iya Ra pasti aku akan langsung kabarin kamu, gak perlu minta maaf"ucap Rolan.
"gak bakalan kenapa-napa lagi sayang, cuma luka kecil doang, manja banget jadi laki-laki"sindir Leo.
Rolan hanya terdiam menahan emosinya di depan Ara.
"iya Ra, lagian kalau kenapa-napa ada aku kok"sambung Arka.
"ya udah kalau gitu kita pulang aja yuk sekarang"ajak Ara.
Arka mengantar Rolan, sementara Leo mengantar Ara pulang ke rumahnya dan berbeda jalur dengan mobil Arka.
"sayang aku gak suka ya kamu akrab gitu sama mantan kamu"ucap Leo saat dalam perjalanan.
"kamu cemburu...?"tanya Ara.
"jelas lah sayang"jawab Leo.
"kamu tenang aja, aku gak ada maksud apa-apa kok ,cuma sebatas tanggung jawab. Kalau kemarin gak ada Rolan gimana coba keadaan aku sekarang"jelas Ara.
"tapi aku ngerasa ini semua itu ada yang ganjal"ucap Leo.
"kamu mau bilang ini semua akal-akalan Rolan gitu, dia yang udah ngerencanain ini semua, udah lah sayang jangan mikir yang aneh-aneh"ucap Ara.
"aku yakin Rolan itu punya maksud lain sama kamu"ucap Leo.
"sayang udah ya gak usah berpikir negatif terus"pinta Ara.
Sementara itu Arka dan Rolan juga sedang berbincang-bincang dalam perjalanan pulang.
"gue tau ya loe jadiin ini semua kesempatan buat dekatin Ara lagi"ungkap Arka.
"dan loe ada di pihak Leo untuk menjauhi gue dari Ara iya kan...?"tebak Rolan.
"gue cuma gak mau loe ngerusak hubungan mereka"terang Arka.
__ADS_1
"gak usah ikut campur deh loe"ucap Rolan.
"gue akan selalu ikut campur kalau itu menyangkut kebahagiaan Ara"ucap Arka yang membuat Rolan bingung dan juga marah.
...
Bryan menghampiri Sarah di kamar yang tampak murung memikirkan sesuatu.
"Ma ada apa...?"tanya Bryan.
"cuma lagi kepikiran Cinta aja sayang"jawab Sarah.
"kenapa dengan Cinta...?"tanya Bryan penasaran.
"tadi dia telpon aku, katanya orang tua Beni sama sekali gak merestui hubungan mereka, aku benar-benar jadi kasian banget deh sama Cinta,usia kandungannya udah makin besar, untungnya badan Cinta kecil jadi perutnya juga belum terlalu buncit, tapi mau sampai kapan Cinta sembunyiin kehamilannya. Gak sedikit juga orang yang curiga bahwa Cinta hamil, terutama teman-teman di kantor yang setiap hari bareng Cinta"terang Sarah.
"sayang, aku tau kamu peduli banget sama Cinta, aku juga merasa kasian banget sama Cinta.Seharusnya dari awal Rolan itu bertanggung jawab jadi gak akan seperti sekarang ini situasinya"ucap Bryan.
"iya sayang, aku cuma takut Cinta gak kuat terus dia nekat ngelakuin hal yang macam-macam"ucap Sarah khawatir.
"hust... kamu jangan ngomong gitu lah sayang, Cinta gak mungkin ngelakuin hal bodoh"ucap Bryan lalu memeluk Sarah untuk menenangkan hati istrinya itu.
"iya mudah-mudahan aja ya Beni juga selalu ada buat menguatkan hati Cinta"ucap Sarah.
"iya sayang"jawab Bryan.
"kamu duluan aja sayang,aku masih ada kerjaan dikit"jawab Bryan.
"ya udah tapi kalau udah siap langsung tidur ya"perintah Sarah
"iya sayang"jawab Bryan.
Lalu Sarah merebahkan tubuhnya di atas kasur,padahal masih jam setengah 9 malam,akan tetapi semenjak di rumah Sarah merasa lebih cepat lelah di bandingkan saat ia bekerja di kantor, untuk itu Sarah terkadang selalu tidur duluan dari pada Bryan.
"good night sayang"ucap Bryan.
Bryan memberikan kecupan hangat di kening dan bibir Sarah. Sarah tersenyum lalu memejamkan matanya.
...
"pokoknya aku mau Minggu depan kita nikah"ucap Beni saat bertemu Cinta di sebuah taman.
"Minggu depan,kamu udah gila ya"ucap Cinta.
__ADS_1
"iya aku memang udah gila karena aku mencintai kamu, aku mau kita cepat-cepat menikah"ungkap Bryan.
"gimana sama orang tua kamu...?"tanya Cinta.
"aku gak peduli, kita akan tetap menikah walau tanpa restu mereka"jawab Beni.
"gak bisa gitu lah Ben"bantah Cinta.
"terus mau sampai kapan...? sampai orang tua aku ngerestuin, keburu anak kamu udah lahir, sayang please aku cuma mau bertanggung jawab atas kamu dan anak kamu, kamu gak mau kan anak kamu lahir tanpa Ayah.Aku ini laki-laki,aku juga gak hidup dari harta orang tua kok,jadi aku gak peduli mereka mau merestui atau gak,kamu mau kan nikah sama aku"ucap Beni memohon.
"tapi Minggu depan apa gak keburu-buru, bulan depan aja ya, biar aku bisa ngomong dulu ke orang tua aku,kita juga belum ada persiapan apa-apa "ucap Cinta.
"ya udah kalau gitu, makasih ya sayang"ucap Beni lalu menarik Cinta kedalam pelukannya, Cinta membalas memeluk Beni dengan erat serta menyandarkan kepalanya di bahu Beni.
"aku yang harusnya makasih sama kamu"ucap Cinta.
Beni menarik kepala Cinta hingga wajah Cinta begitu dekat berhadapan dengan wajahnya, tanpa basa basi langsung saja Beni mengecup bibir Cinta, Cinta memejamkan mata menikmati dan membalas ciuman dari Beni ,semakin lama ciuman itu semakin dalam, Cinta melingkarkan tangannya di leher Beni, Beni menarik tengkuk Cinta lebih dalam, semakin ganas memainkan lidahnya hingga terkadang terdengar ******* pelan dari mereka berdua.
Beberapa menit kemudian mereka menyudahi ciuman itu lalu kembali berpelukan, untungnya di taman itu sepi karena biasanya selalu ramai jika hari libur saja, sehingga tidak ada yang melihat mereka berdua memadu kasih.
"kita pulang yuk Ben"ajak Cinta.
"yuk"jawab Beni menyetujuinya lalu memegang erat tangan dan menggandeng Cinta menuju ke mobil seakan takut kekasihnya itu akan di culik seperti anak kecil.
Kruk.. kruk... terdengar suara dari perut Cinta.
Beni tersenyum dan mengelus perut Cinta.
"kamu dan anak kita lapar ya sayang…?"tanya Beni.
Cinta hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"ya udah kita makan dulu ya sebelum pulang"ajak Beni.
"iya sayang"jawab Cinta.
"kamu mau makan apa...?"tanya Beni lagi.
"lagi pengen makan yang kuah-kuah aja"jawab Cinta.
"gimana kalau hotpot...? "usul Beni.
"mau..... "jawab Cinta secepat kilat.
__ADS_1
***