
"Mama jangan bercanda dong"ucap Nadia.
"untuk apa Mama bercanda soal ini, dulu Mama terlalu sakit hati sehingga membohongi kamu, karena Mama juga tidak mau kamu merasakan kecewa seperti Mama, tapi ternyata Mama salah paham Nad"ucap Mama Nadia.
"jelasin ke Nadia Ma"pinta Nadia.
Bu Jasmine menceritakan kisah masa lalu nya hingga ia bertemu lagi dengan Dokter Herman di rumah sakit, dan akhirnya Dokter Herman tau Nadia adalah anak nya sehingga memutuskan untuk menolong Nadia.
Nadia menangis di pelukan Bu Jasmine setelah mendengar semua penjelasan dari Mama nya itu.
"kenapa sih Ma Mama baru ngomong sekarang ke Nadia,pantes aja Nadia ngerasa dekat sama Dokter Herman sejak pertama kali ketemu,ternyata dia adalah Papa Nadia"ucap Nadia.
"maafin Mama Nad"ucap Bu Jasmine.
"Ma, Nadia mau liat Papa. Kita ke rs ya"ajak Nadia.
"iya, tapi kita ajak Rio ya. Sebentar lagi Rio sudah pulang kerja"ucap Bu Jasmine.
"iya Ma, biar Nadia kenalin papa sekalian ke Rio"ucap Nadia.
"iya sayang"jawab Mama Nadia.
"makasih ya Ma udah kasih tau ke Nadia soal ini"ucap Nadia.
"ia Nad, tapi kamu tidak marah kan sama Mama...?"tanya Mama Nadia.
"jujur Nadia agak sedikit kecewa Ma setelah tau ini, tapi Nadia bisa ngerti dengar penjelasan Mama, dan Nadia beruntung karena ternyata Nadia masih punya Papa, Nadia mau lihat Papa sembuh Ma"ucap Nadia.
"iya sayang, kita sama-sama rawat dan jaga Papa kamu ya agar cepat sembuh"ucap Mama Nadia.
"iya Ma"jawab Nadia.
...
"halo Kayla cayang, duh ciannya yang lagi cakit"ucap Nadia kepada Kayla.
"iya Aunty, Kayla lagi kurang sehat"jawab Sarah.
"Tapi Udah di bawa ke rs kan kemaren Sar...?"tanya Ara.
"udah, ini udah mendingan lah"jawab Sarah.
"syukurlah"ucap Ara.
"makasih ya Ra, Leo kalian udah sempatin ke sini jenguk Kayla"ucap Sarah.
"iya Sar sama-sama, santai aja lagi. Apa lagi Ara nih paling sibuk dengar Kayla sakit mau jengukin"terang Leo.
"hm.. kalau Ara sih emang Yo, solidaritas nya tunggi banget"ungkap Sarah.
"iya dong, apa lagi sama orang-orang terdekat aku, kayak Kayla kan ponaan aunty satu-satu nya"ungkap Ara sembari mencubit kecil pipi Kayla.
__ADS_1
Sarah dan Leo tersenyum mendengar ungkapan Ara.
"eh ada tamu"ucap Bryan saat masuk ke dalam rumah.
"baru pulang Bro...?"tanya Leo.
"iya biasa lah lagi banyak kerjaan jadi agak telat pulangnya"jawab Bryan.
"oh.. kirain jalan dulu sama cewek 1 lagi"ucap Leo.
"sialan loe, gue itu setia sama Sarah"ucap Bryan.
"bercanda kali Bry"ucap Leo.
"kalian lanjutin dulu ya ngobrolnya, gue mau mandi dulu"ucap Bryan.
"oke bro"jawab Leo.
"sayang kamu nih apa-apaan sih"ucap Ara.
"aku kan cuma bercanda sayang, kamu gak marah kan Sar..?ungkap Leo dan bertanya.
"gak lah, aku juga tau kamu cuma isengin Bryan, jadi nyantai aja kali Yo"jawab Sarah.
"tuh kan sayang, Sarah aja gak papa kok"ucap Leo.
"iya.. iya.. "jawab Ara.
...
"kenapa harus bilang makasih sih, aku seneng banget malah bisa berguna buat kamu, kamu mau ajakin aku, minta aku antar"ucap Rio.
"sayang kenapa kamu ngomong gitu sih, emang kapan aku bilang kamu itu gak berguna...?"tanya Nadia.
"iya kamu gak pernah ngomong sih, tapi setiap kamu melakukan sesuatu tanpa aku, aku merasa gak berguna aja buat kamu"jawab Rio.
"bukan gitu, tapi kan aku juga gak bisa terus-terusan tergantung sama kamu, nyusahin kamu terus, kamu juga kan punya kegiatan sayang, kamu sibuk"ucap Nadia.
"tapi aku mau kamu tergantung sama aku terus sesibuk apa pun aku, aku pasti akan usahakan selalu ada saat kamu butuh"ucap Rio.
"iya sayang, makasih ya"ucap Nadia.
"sama-sama sayang"jawab Rio lalu memeluk Nadia.
"Nadia, Rio sekarang kalian bisa masuk"ucap Bu Jasmine saat keluar dari ruang IGD.
"iya Ma"jawab Nadia.
"iya Tante"jawab Rio.
Nadia dan Rio bersama masuk ke dalam ruang IGD untuk melihat kondisi Dokter Herman.
__ADS_1
"Pa, Nadia dateng liat Papa, Nadia udah tau semua nya. Papa bangun ya, Nadia pengen Papa tau kalau Nadia sayang sama Papa"ucap Nadia menangis sembari memegang tangan Dokter Herman.
Rio tercengang mendengar ucapan Nadia, akan tetapi di satu sisi dia juga berusaha memenangkan hati sang pujaan hati nya itu.
"Pa bangun ya Nadia mohon, kita hadapin ini semua sama-sama.Nadia senang karena akhirnya Nadia tau kalau Papa Nadia masih ada, tapi Nadia juga sedih Pa karena di saat ini Nadia ngeliat Papa terbaring gak berdaya"ucap Nadia lagi dan terus meneteskan air mata hingga terjatuh membasahi tangan Dokter Herman.
Rio yang penasaran akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"sayang, maksud kamu Papa apa...?"tanya Rio.
"sayang sebenarnya aku ajak kamu ke sini karena mau kasih tau kamu juga soal ini, aku juga baru tau hari ini dari Mama.Ceritanya panjang, tapi yang jelas aku mau kenalin ke kamu kalau Dokter Herman ini adalah Papa kandung aku"terang Nadia.
"bukannya kamu bilang Papa kamu udah gak ada..?"tanya Rio.
"iya Mama menyembunyikan ini dari aku karena ada kesalah pahaman di antara mereka di masa lalu"jawab Nadia.
"oh.. syukurlah akhirnya kamu bisa ketemu sama Papa kandung kamu"ucap Rio.
"iya, doain Papa aku cepat sadar dan cepat pulih ya sayang"ucap Nadia.
"iya sayang"jawab Rio tersenyum.
...
"makasih ya Leo udah anterin aku pulang"ucap Ara.
"what's...? kamu panggil aku apa..?"tanya Leo.
"Leo, emang nama kamu Leo kan"jawab Ara.
"oh..sekarang gitu ya, oke lah. Sama-sama Ara"ucap Leo jutek.
"idih laki-laki ngambek, iya deh makasih ya sayang"ucap Ara lalu mencium pipi Leo.
"gak mau tau masih ngambek pokoknya"ucap Leo.
Lalu Ara mencium bibir Leo.
"udah gak ngambek kan..?"tanya Ara.
Leo tersenyum lalu menarik tengkuk Ara, Leo mencium bibir Ara dan mendapat balasan manis dari Ara, mereka saling memejamkan mata dan terbuai dalam asmara.
tit.. tit.. bunyi suara klakson mobil dan sorotan lampu mobil dari arah depan menyadarkan Ara dan Leo dari buaian asmara.
"siapa sih ganggu aja"gumam Leo.
"Papi"jawab Ara.
"hah, gawat"ucap Leo.
Ara dan Leo keluar dari mobil dan menyapa Pak Jackson.
__ADS_1
***