
"kalau gitu Ara balik ke ruang kerja Ara dulu ya Om" pamit Ara.
"Iya Ra, laporan bulan ini harus siap hari ini ya Ra,kamu gak lupa kan...?" tanya Pak Haris.
"gak dong, hari ini pasti siap" jawab Ara.
"Bagus, Om percaya sama kamu"ucap Pak Haris.
"iya Om, Ara permisi ya" pamit Ara keluar dari ruangan Direktur dan menuju ruangan nya.
"sayang" panggil Leo saat Ara masuk ke ruang kerja nya.
"sayang kamu bikin kaget aja deh ,udah kayak jelangkung aja datang gak di jemput pulang gak di antar"ucap Ara yang terkejut.
"aku memang hantu,tapi aku bukan jelangkung sayang"bantah Leo.
"jadi sekarang kamu udah ngaku kalau kamu itu hantu...?"tanya Ara.
"iya memang hantu kan,hantu tampan"jawab Leo tersenyum.
"tau ah,aku mau siapin laporan yang harus di serahin ke Om Haris hari ini .Jadi kamu jangan gangguin aku dulu ya" pinta Ara.
"iya deh,aku duduk situ ya tungguin kamu"ucap Leo menunjuk sebuah kursi di depan Ara.
"iya terserah sayang" jawab Ara.
Lalu Leo pun duduk,sedangkan Ara fokus menyelesaikan pekerjaan nya.
...
"Dokter gimana kondisi anak saya sekarang ,apa masih ada harapan untuk anak saya sadar Dok, saya gak sanggup harus melihat anak saya seperti ini terus" tanya Bu Amara kepada Dokter yang memeriksa kondisi anak nya yang terbaring koma di rumah.
"Buk ,ini juga termasuk keajaiban. selain anak Ibu, saya juga pernah menangani pasien yang koma selama 5 tahun dan akhirnya sadar" ungkap Dokter.
"jadi apa saya harus menunggu dua tahun lagi untuk melihat anak saya sadar Dok, bagaimana kalau umur saya dan Suami saya tidak sampai dua tahun lagi...? "tanya Bu Amara.
"sabar Buk ,saya tidak mengatakan bahwa anak Ibu akan sadar dua tahun lagi.Anak Ibu baik-baik aja" ucap Dokter.
"Lalu kenapa dia belum sadar Dok...?" teriak Bu Amara dan menangis histeris.
"Mami ada apa Mi...?"tanya Pak Ardi Suami Bu Amara yang baru saja pulang.
"Papi, Mami gak sanggup liat anak kita terus terbaring seperti ini" ucap Bu Amara memeluk suami nya.
"Maaf Pak ,Buk, saya permisi ke rumah sakit dulu" pamit Dokter.
"baik, terima kasih Dok" ucap Pak Ardi.
"Mami, gak boleh gitu lagi ya.Ingat kondisi Mami juga gak sehat Mi, kalau Mami stress kesehatan Mami akan terganggu, Papi gak mau itu terjadi sayang. Mami harus kuat demi anak kita" ucap Pak Ardi.
Bu Amara yang dari tadi menangis, tiba-tiba merasa nafas nya sesak lalu pingsan.
__ADS_1
"Mami...Mami kenapa Mi, Bik... Bik Ani tolong Bik " teriak Pak Ardi panik dan memanggil pembantu nya.
Bik Ani datang dan segera membantu Pak Ardi membawa Bu Amara ke rumah sakit.
Di saat yang bersamaan, saat itu juga Ara di temani oleh Leo yang baru saja pulang kerja langsung bergegas ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari Sarah bahwa Nadia demam tinggi dan di rawat di Rumah sakit yang sama dengan Bu Amara.
Saat tiba di rumah sakit Ara dan Leo melihat Bu Amara yang sedang di bawa menuju IGD.
"Tante Amara...? "gumam Ara.
Leo melihat Bu Amara dan juga Pak Ardi merasakan sesuatu yang ia lupa apa itu. Semakin mencoba mengingat Leo merasa kepala nya sakit.
"akh.... " teriak Leo kesakitan dan memegang kepala.
Ara menghentikan langkah dan tidak jadi menghampiri Bu Amara. Ia fokus terhadap Leo terlebih dahulu.
"sayang, apa yang terjadi...? "tanya Ara.
Leo tidak menjawab Ara tiba-tiba menghilang dari hadapan Ara.
"Leo kamu kemana..."gumam Ara panik.
"Ara.... "panggil Sarah.
Ara menoleh dan melihat ke arah Sarah.
"Ara kamu kenapa panik..? "tanya Sarah.
"kamu gak bisa bohong sama aku Ra"ucap Sarah .
"Nadia dimana...?"tanya Ara mengalihkan pertanyaan dari Sarah.
"yuk ke ruang Nadia" ajak Sarah.
Ara dan Sarah pun pergi ke ruangan Nadia di rawat.
"Nadia, kok bisa sampai seperti ini sih...? "tanya Ara saat bertemu Nadia.
"hmmmm kurang istirahat aja, terus kebanyakan minum es kata Dokter"jelas Nadia.
"ya Ampun kayak anak kecil aja deh" ucap Ara.
"hehehe" ucap Nadia nyengir.
"tapi udah mendingan kan..? "tanya Ara lagi.
"udah kok, tadi nya 39 sampai aku steps tau gak, sekarang udah 38" jawab Nadia.
"hufttt syukur lah"ucap Ara.
"makasih ya Ra, Sar kalian udah mau kesini temuin aku dan jagain aku" ucap Nadia.
__ADS_1
"ngomong apaan sih...? "tanya Sarah.
"iya kayak ngomong sama siapa aja"ucap Ara.
"tapi bay the way aku boleh pamit keluar gak, ada urusan. Ara kamu bisa kan jagain Nadia dulu. Aku sekalian mau pulang, besok pasti aku datang lagi" pinta Sarah.
"kamu tu apaan sih, ya bisa lah.Bila perlu aku nginap di sini jagain Nadia, kamu kan udah dari siang jagain Nadia, jadi pulang gih istirahat" ucap Ara.
"maaf ya karena orang tua aku di luar negeri, aku jadi nyusahin kalian. Tapi Ara gak harus nginap kok, besok kan kamu kerja" ucap Nadia pula.
"gak papa kok Nad" jawab Ara.
" ya udah aku pamit ya " ucap Sarah memeluk Nadia lalu memeluk Ara.
"Hati-hati ya Sar, bye. .."ucap Ara dan Nadia.
"bye... "jawab Sarah.
...
ting.. tung... ting.. tung... (suara bel rumah Rio)
Rio bergegas membuka pintu.
"Sarah"gumam Rio terkejut.
"hai Rio ,udah lama ya gak ketemu" ucap sarah.
"silahkan masuk"ucap Rio .
Sarah masuk dan duduk di ruang depan rumah Rio.
"ada apa, kamu tahu rumah aku dari mana.. ?"tanya Rio.
"gak penting aku tahu rumah kamu dari mana, yang penting itu tujuan aku datang kesini" jawab Sarah.
"ya ,lalu apa tujuan kamu ke rumah aku...?"tanya Rio lagi.
"aku tahu kamu masih sayang kan sama Nadia, kamu ngelakuin ini semua buat buktiin ke orang-orang kalau kamu bisa sukses sendiri tanpa mengandalkan orang lain. Kamu berbeda sama orang tua kamu yang menghalalkan segala cara untuk bisnis" ungkap Sarah.
"Stop ngebahas soal aku apa lagi orang tua aku, langsung ke inti nya aja"pinta Rio.
"Nadia sakit, sekarang di rawat di rumah sakit dan di jagain sama Ara" jelas Sarah.
"sakit.....?sakit apa ...?"tanya Rio.
"iya sakit, langsung ke rumah sakit Medica ruang Vip nomor 2 ,kamu bisa lihat dan tanya sendiri"ucap Sarah dan beranjak dari tempat duduk.
Rio hanya terdiam, Sarah berjalan dan keluar dari rumah Rio.
***
__ADS_1