
"Ada perlu apa ya Mbak datang kesini....?" tanya Ara.
"Ara gak usah panggil aku Mbak ya, panggil Nadia aja" ucap Nadia.
"oh iya Nadia, ada apa...?" tanya Ara lagi.
"lagi buru-buru ya...? bisa ngomong bentar gak...? " tanya Nadia.
"mau ke rumah sakit sih, tapi masih bisa kok ngomong bentar" jawab Ara.
Ara dan Nadia masuk ke dalam rumah Ara.
"mau ngomong apa...? " tanya Ara.
"jadi gini, aku mau tanya sama kamu apa Rio pernah cerita kalau dulu dia punya pacar yang gak di restui sama keluarga nya...?" tanya Nadia.
"oh iya aku ingat, nama nya Nadia kan...? itu kamu....? kamu juga sekretaris nya Rio kan...?" tanya Ara pula.
"hmm iya aku Nadia mantan Rio,selama kalian pura-pura pacaran Rio selalu beralasan jalan sama kamu untuk ketemu sama aku ,tapi sayang nya kita belum pernah ketemu " ucap Nadia.
"iya sih,terus maksud kamu apa nemuin aku sekarang ini..?" tanya Ara.
"aku udah tahu masalah kalian Ra, kamu udah gak mau lagi kan sama Rio.Kamu nolak untuk bertunangan kembali sama Rio. Aku masih sayang banget sama Rio, tapi sepertinya nya Rio udah benar-benar lupain aku dan memilih kamu Ra ,aku mohon bantuin aku buat dapetin hati Rio lagi" pinta Nadia.
"gila ni cewek, sayang pokok nya aku gak mau kamu terlibat urusan percintaan mereka,aku gak mau kamu dekat sama Rio apa pun itu alasan nya" ucap Leo.
Ara memberikan kode untuk diam kepada Leo.
"aku gak tau apa yang harus aku perbuat agar kalian bisa bersama lagi, tapi aku akan coba ngomong sama Rio" ucap Ara.
"makasih ya Ra" ucap Nadia.
"iya sama-sama“ jawab Ara.
Leo hanya terdiam mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ara.
"oh ya aku ikut ya ke rumah sakit ,mau jenguk Mami kamu" kata Nadia.
"kok kamu tau Mami aku yang sakit ? " tanya Ara.
"iya aku tau dari Tante Risa" jawab Nadia.
"oh ya udah yuk" ajak Ara.
...
Setibanya di rumah sakit , di sana ada Bu Risa dan juga Pak Haris, sementara Rio dan keluarga nya sudah pulang.
"loh Ara, Nadia, kok bisa bareng....? " tanya Bu Risa.
__ADS_1
"iya tadi Nadia ketemu Ara gak sengaja, Nadia abis jenguk temen yang di rawat di sini juga Tante" jawab Nadia beralasan.
"Bu Maria, ini keponakan saya Nadia.Kemarin mereka kenalan waktu Nadia main ke rumah saya" ucap Bu Risa.
"Hai Tante, gimana keadaan nya...? " tanya Nadia.
"hai Nadia, udah mulai membaik sayang.Makasih ya udah mau jenguk Tante" ucap Mami Ara.
"iya sama-sama Tante" jawab Nadia.
Setelah itu pun mereka berbincang-bincang dengan sangat seru.
...
"Rio aku mau bicara sama kamu bisa.... ?" Rio membaca pesan watshap dari Ara dengan sangat bahagia.
"tentu saja bisa" jawab Rio membalas pesan tersebut.
Lalu Ara pun pergi ke resto dekat dengan Rumah sakit untuk bertemu dengan Rio.
Rio sangat bersemangat dan tidak sabar untuk bertemu dengan Ara, ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"Hai Ra, tumben ngajak ketemu ada apa...?" tanya Rio.
"Hai... iya ada yang mau aku bicarain"jawab Ara.
"gak penting juga buat kamu dan gak ada urusan nya sama kamu" jawab Ara.
"iya deh iya, sekarang coba jelasin ada apa " ucap Rio.
" aku tau Nadia masih sayang banget sama kamu ,dia sampai rela jadi sekretaris kamu. Kamu hargain dong dia" ucap Ara.
"kenapa tiba-tiba jadi bahas dia, pasti Nadia ada nemuin kamu kan...? "tanya Rio.
" bukan urusan kamu, yang jelas aku mau kamu balikan lagi sama Nadia" Jawab Ara.
"gak semudah itu Ra, aku sama dia udah end, udah gak ada rasa lagi untuk di bangun. Sekarang orang yang aku sayang, yang aku Cinta ada di depan mata aku, kamu Ra, cuma kamu" jelas Rio.
"aku kan udah bilang sama kamu kita gak akan bisa sama-sama lagi,coba deh kamu buka hati lagi buat Nadia.Dulu kamu juga Cinta banget kan sama dia" jelas Ara pula.
"kenapa..? karena Leo...? aku akan nungguin kamu sampai kamu sadar kalau sampai kapanpun makhluk dari dua dunia yang berbeda tidak akan pernah bersatu ,dan pada akhir nya kamu akan memilih aku yang jelas selalu ada buat kamu, dan pantas menjadi pendamping hidup kamu" ucap Rio penuh harapan.
"terserah kamu " ucap Ara kesal dan beranjak meninggalkan Rio.
"Ara..."panggil Rio.
Ara tetap berjalan dan tidak menggubris Rio sama sekali.
Ara kembali ke ruang rawat inap Mami nya, di sana ada Leo yang sedang menunggu diri nya. sedangkan Mami Ara sedang istirahat dan Papi nya keluar sebentar ada keperluan mendadak.
__ADS_1
"sayang, kenapa wajah kamu seperti nya kesal banget.... ? " tanya Leo.
"gimana aku gak kesal sayang, Rio itu bukan nya ikutin mau aku tapi malah nyatain perasaan Cinta nya buat aku" jelas Ara berbisik.
"udah ah biar aja. Yang penting kamu kan gak respon dan gak kasih Rio harapan lagi" ucap Leo.
"iya gak lah. aku kan dah punya kamu"jelas Ara.
"ngemil dulu gih ,biar mood kamu balik lagi" perintah Leo.
"tapi gak ada coklat" ucap Ara.
"ngemil yang lain aja dong sayang" ucap Leo.
"gak mau ,mau nya cuma coklat" rengek Ara.
"sayang kamu tau gak sih, selain ngemil coklat ada ngemil yang bikin kamu sangat bahagia, aku juga suka ngemil ini" ucap Leo lagi.
"oh ya emang sejak kapan kamu suka ngemil, hantu bisa ngemil juga ya...?" tanya Ara.
"bisa dong sayang" jawab Leo.
"ngemil apa coba... ?"tanya ara penasaran.
"aku ngemilikin kamu dan kamu ngemilikin aku, hahaha" jawab Leo tertawa.
"hahaha bisa aja kamu " Ara tertawa bahagia.
"gitu dong ketawa jangan jutek-jutek " ucap Leo.
"sayang.... kamu ketawa sama siapa...?" tanya Mami Ara.
Ara dan Leo terdiam saat mendengar suara Mami nya itu, Ara menaruh ponsel nya di telinga dan pura-pura sedang menelpon.
"entar sambung lagi ya, bye..... " kata Ara berpura-pura menelpon.
"Mami ,maaf ya ketawa Ara kekencangan jadi buat Mami bangun, itu tadi nelpon temen Kantor mi cerita nya lucu banget" jelas Ara berbohong.
"oh.. gak kok sayang bukan karena suara kamu, Mami haus " ucap Mami.
"iya Mi, Ara ambilin ya " tawar Ara dan mengambil minuman untuk Mami nya tersebut.
"makasih ya sayang" ucap Mami.
"sama-sama Mi" jawab Ara.
"huft..... untung aja gak ketauan" gumam Ara dalam hati dan bernafas lega.
***
__ADS_1