Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab-285


__ADS_3

Bu Amara dan bu Maria pun setengah berlari menghampiri Ara yang berdiri di depan pintu ruang ICU.


"Ada apa Sayang?" Tanya Bu Maria.


"Leo Mi, Leo gerakin tangannya tadi," kata Ara.


"Apa? Kamu serius Sayang?" Tanya bu Amara, ia langsung saja menerobos masuk ke dalam untuk melihat anaknya.


"Iya Tante tadi Ara ngerasain sendiri dan melihat sendiri Leo gerakin tangannya," jawab Ara.


"Ya udah biar Mami panggil Dokter dulu ya," kata bu Maria.


"Iya Mi," jawab Ara.


Sementara bu Amara dan Ara menunggu di dalam ruang ICU. Tidak lama kemudian, bu Maria datang bersama dengan Dokter dan Suster yang baru saja dipanggilnya


"Mohon maaf, bisa kalian keluar dulu sebentar! Biar saya periksa dulu kondisi pasien," ucap Dokter.


"Tapi Dok, saya mau di sini aja," kata Ara.


"Mbak, mohon kerjasamanya," ucap Suster.


"Tapi Suster, saya mau memastikan keadaan calon suami saya," kata Ara.


"Sayang, kamu nggak boleh kayak gitu. Kita nurut aja ya, biar Dokter cepat memastikan keadaan Leo," kata bu Maria.


"Iya Ara, kita keluar dulu ya," ajak bu Amara. Lalu Ara pun keluar bersama dengan ibu dan calon mertuanya itu.


Sedangkan Dokter langsung saja menangani Leo dan memeriksa kondisi Leo saat ini.


"Periksa kondisi tekanan darahnya Sus," kata Dokter, lalu suster pun mengikuti perintah Dokter tersebut.


"Ternyata benar pasien tadi sempat sadar, berarti ini kemajuan pesat Sus, kita harus langsung kabarkan langsung kepada keluarganya," kata Dokter.


Tidak lama kemudian, Dokter dan Suster pun keluar dari ruang ICU dan menghampiri keluarga Leo.


"Dokter, bagaimana keadaan Leo?" Tanya mereka hampir secara bersamaan.


"Alhamdulillah, keadaan Mas Leo ada kemajuan. benar yang dikatakan Mbak Ara tadi bahwa Mas Leo memang sempat sadar. Sebaiknya memang selalu sering-sering diajak untuk berbicara agar dia merespon dan cepat sadar," kata Dokter.


"Syukurlah," ucap bu Amara. Ara dan bu Maria pun tak hentinya mengucap kata syukur. Mereka sangat senang mendengar akan hal itu.


"Saya permisi dulu ya Bu, Mbak," Ucap Dokter.


"Iya Dokter, terimakasih banyak ya," ucap bu Maria mewakili.

__ADS_1


...


"Bagaimana Om? Apa ada perkembangan soal kasus Leo?" Tanya Rio kepada Pak Ardi.


Rio sengaja mendatangi perusahaan Pak Ardi untuk mencari informasi, karena ia dan sahabatnya berniat akan membantu mencari tahu siapa dalang di balik pengeroyokan Leo malam itu.


"Belum bisa dipastikan, tetapi sudah ada yang dicurigai dan sedang diselidiki," jawab Pak Ardi.


"Siapa Om?" Tanya Rio. Lalu Pak Ardi menceritakannya kepada Rio, Rio pun mendengarkan secara seksama.


Setelah mendapat informasi dari pak Ardi, Rio segera pergi meninggalkan perusahaan itu dan juga berniat akan menceritakan langsung kepada para sahabatnya tentang apa yang Pak Ardi sampaikan tadi.


Orang yang pertama kali akan Rio hubungi adalah Arka, Rio segera merogoh ponsel di kantong celana dan segera menghubungi Arka.


"Halo," ucap Arka dari seberang telepon.


"Ka, lo lagi dimana? Sibuk nggak?" Tanya Rio.


"Enggak, emang ada apa Yo? Lo jadi ke perusahaannya Om Ardi?" Tanya Arka balik.


"Jadi lah, gue baru aja dari sana, nih sekarang gue lagi dalam perjalanan mau balik ke kantor," jawab Rio.


"Oh … terus lo dapat informasi apa dari Om Ardi?" Tanya Arka lagi.


"Polisi masih menyelidiki orang yang dicurigainya dan lo mau tau siapa orang yang dicurigai itu?" kata Rio.


"Tama," jawab Rio.


"Gue udah duga, ini semua pasti perbuatan dia. Tapi yang gue nggak tau apa maksud Tama sampai melakukan ini semua ke Leo," kata Arka yang masih saja terus bertanya-tanya.


"Ka, tadi Om Ardi sih ada cerita sama gue soal pemutusan sahamnya di Perusahaan Jaya Group," kata Rio.


"Pemutusan saham?" Tanya Arka mengulangi ucapan Rio tadi.


"Iya, bahkan bukan hanya perusahaan pak Ardi tapi perusahaan pak Jackson papinya Ara juga menarik saham mereka di Perusahaan Jaya Group milik keluarga Tama," terang Rio.


"Oh ya? Memang masalahnya apa?" Tanya Arka.


"Katanya sih semenjak Tama yang memimpin Perusahaan Jaya Group, dia banyak melakukan kecurangan-kecurangan dan satu lagi karena ini semua atas permintaan Ara, Ara ingin kasih Tama pelajaran karena udah bikin perusahaan lo jatuh kemarin," kata Rio.


Arka terkejut mendengar akan hal itu, ternyata Leo dan Ara melakukan ini semua demi dirinya, pantas saja waktu itu para investor tiba-tiba mengembalikan saham ke perusahaannya. Lantas dari mana Ara dan Leo tahu? Apa mungkin Sherin yang memberitahu ini semua kepada mereka? Arka menjadi merasa bersalah, Tama melakukan ini semua kepada Leo hanya karena Leo yang membela dirinya.


"Halo Ka, lo masih di situ?" Tanya Rio.


"Iya masih," jawab Arka.

__ADS_1


"Menurut lo, mungkin nggak sih kalau ini semua berkaitan?" Tanya Rio.


"Ya, menurut gue kayak gitu. Kita harus cari tau detailnya masalah ini," kata Arka.


"Iya Ka, lo tenang aja, gue pasti bakalan bantu kok sampai masalah ini tuntas," kata Rio.


"Iya Yo, makasih ya," ucap Arka.


"Kenapa juga lo jadi makasih sama gue, kita kan memang udah sepakat mau ngebantuin Ara dan Leo," kata Rio.


"Iya, ya udah lo lanjutin aja deh perjalanan lo, gue juga masih ada kerjaan," kata Arka.


"Iya Ka," kata Rio.


Lalu panggilan telepon berakhir.


"Apa benar kalau Tama melakukan ini semua sama Leo gara-gara Leo dan Ara memutuskan kerjasamanya dengan perusahaan Jaya Group demi membela aku? Aku harus ketemu sama Ara sekarang dan menanyakan tentang ini semua," gumam Arka, lalu ia pun bergegas ke rumah sakit untuk menemui Ara.


...


Setibanya di rumah sakit...


"Ara gimana keadaan Leo …?" Tanya Arka.


"Tadi malam Leo udah sempat gerakin tangannya, tapi dia belum mampu buat membuka matanya Ar, Dokter bilang aku harus sering-sering ngajakin dia ngobrol supaya dia merespon dan cepat bangun," jawab Ara.


"Mudah-mudahan Leo cepat sadar ya Ra," ucap Arka.


"Iya Ka, aamiin. Oh ya, kamu ngapain siang-siang ke sini? Emangnya nggak kerja?" Tanya Ara.


"Lagi nggak banyak kerjaan Ra, lagian tadi habis makan siang di luar," jawab Arka berbohong.


"Oh gitu," ucap Ara.


"Iya Ra, oh ya Ra kamu sendirian ya? Tante Amara dan Tante Maria mana?" Tanya Arka.


"Mereka baru aja pulang jam 10.00 tadi, nanti sore atau malam baru datang lagi," jawab Ara.


Arka manggut-manggut, "Sebenarnya aku ke sini juga ada yang mau aku tanyain sama kamu."


"Mau nanya apa Ka?" Tanya Ara.


"Apa benar perusahaan Papi kamu dan perusahaannya Papi Leo mencabut saham dari perusahaan keluarganya Tama?" Tanya Arka.


Ara terkejut mendengar pertanyaan Arka, bagaimana Arka bisa tahu tentang ini semua?

__ADS_1


...****************...


__ADS_2