Pria Tampan Dari Dunia Lain

Pria Tampan Dari Dunia Lain
Bab_59


__ADS_3

"Rio....... "teriak Nadia histeris.


Orang di sekitar yang melihat kejadian itu pun datang menghampiri Rio termasuk security rumah Nadia dan juga Supir nya yang kala itu juga mendengar ada kecelakaan di luar. Sementara Mama Nadia tidak mendengar nya karena sudah tidur pulas.


"Rio bangun.... aku mohon... "teriak Nadia menangis dan memeluk Rio.


"Nadia.. maafin aku ya udah banyak salah sama kamu, semoga kamu bahagia ya tanpa aku"ucap Rio terbata-bata.


"Rio, kamu ngomong apa sih. Jangan tinggalin aku Rio"ucap Nadia.


Rio hanya tersenyum lalu ia pun pingsan.


"Rio, Rio...... bangun Rio"teriak Nadia histeris.


"Pak bantu saya bawa Rio ke rumah sakit"pinta Ara kepada supir nya .


"baik Non"jawab pak Supir dan segera menuju rumah Nadia mau mengambil mobil.


"pakai mobil Rio aja Pak, udah gak keburu kalau mesti ambil mobil lagi"ucap Nadia.


"oh ia Non maaf"ucap Pak Supir.


Pak Supir dan security mengangkat tubuh Rio ke dalam mobil dan di baringkan di pangkuan Nadia.


"Rio yang sabar ya, kamu harus kuat demi aku"gumam Nadia yang terus menangis.


"Pak lebih cepetan lagi ya"pinta Ara kepada supir nya.


"iya Non"jawab Supir dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Sesampai nya di rumah sakit, sambil menunggu keadaan Rio yang sedang di tangani di ruang IGD, Nadia pergi ke toilet untuk membersihkan tangan dan baju nya yang berlumuran darah Rio.


Setelah itu Nadia menelpon Ara dan Sarah untuk memberitahu apa yang telah terjadi dengan Rio.


"apa....? kok bisa sih Nad, yang tenang ya, aku akan segera ke sana"ucap Sarah setelah mendengar kabar dari Nadia.


"Nadia, tapi kamu gak kenapa-napa kan...? yang sabar ya, aku otw sekarang"ucap Ara pula saat mendengar kabar dari Nadia.


...


"Mam aku keluar dulu ya"pamit Ara kepada Mami nya.


"lho kamu kan belum selesai makan, memang siapa yang nelpon...? "tanya Mami Ara.


"itu Nadia Mi, dia lagi di rumah sakit sekarang"jawab Ara.


"di rumah sakit, memang Nadia kenapa..? "tanya Mami Ara lagi.

__ADS_1


"Nadia gak papa Mi, Rio yang kecelakaan "jawab Ara.


"apa Rio...?Mami ikut ya sayang"ucap Mami Ara.


"gak usah Mam, besok aja ya kalau mami mau jenguk. Ingat kesehatan Mami, ini udah malam. Entar langsung Ara kabarin kok"ucap Ara.


"ya sudah kalau gitu, hati-hati ya sayang"ucap Mami lagi.


"ya Mi,bye..... "Kata Ara dan langsung pergi ke rumah sakit.


Sementara itu Sarah masih bersiap-siap karena anak nya baru saja tidur dan bisa untuk di tinggal.


"Sus, maaf ya malam saya titip Kayla dulu. Saya gak lama kok entar langsung pulang"ucap Sarah.


"iya Buk, gak papa kok kan sudah kerjaan saya Buk"jawab Suster.


"iya makasih ya Sus, saya jalan dulu"pamit Sarah.


"hati-hati ya buk"ucap Suster.


"iya Sus"jawab Sarah dan pergi ke rumah sakit.


Ara yang duluan tiba di rumah sakit langsung buru-buru menghampiri Nadia di depan ruang IGD.


"Nadia"panggil Ara.


"udah ya jangan nangis, kamu yang tenang terus ceritain sama aku ada apa....?"tanya Ara.


"Iya Ra, Rio tadi kecelakaan abis kita ketemuan Ra"jawab Nadia dan menceritakan semua nya.


Lalu Dokter yang menangani Rio keluar dari ruang IGD.


"Dok gimana keadaan Rio...? "tanya Nadia.


"apa kalian keluarga pasien...? di mana orang tua nya..? "tanya Dokter pula.


"orang tua nya jauh Pak,besok baru bisa ke sini"jawab Nadia.


"ada apa Dok...? "kasih tau aja ke kita"pinta Ara.


"jadi begini, saudara Rio mengalami pendarahan yang sangat hebat di kepala nya,dan akibat benturan yang sangat menyebabkan beliau harus segera di operasi serta membutuhkan banyak darah"jelas darah.


"apa.... "ucap Nadia syok dan menangis.


"sabar Nadia"pinta Ara dan menenangkan Nadia.


"sebaik nya kalian segera hubungi orang tua nya karena ini sangat penting. Sekarang saudara Rio sedang koma dan butuh transfusi darah secepat nya, akan tetapi stok darah A+ hanya ada 2 kantong, sedangkan beliau butuh sekitar 4 kantong"ungkap Dokter.

__ADS_1


"ambil darah saya aja Dok, darah saya sama dengan Rio"pinta Ara.


"Ara.. "gumam Nadia.


"gak papa Nad demi kamu juga kan"ucap Ara.


"makasih ya Ra"ucap Nadia.


Ara mengangguk.


"baik lah kalau begitu anda ikut saya untuk periksa dan apabila cocok bisa langsung di lakukan transfusi darah"ucap Dokter kepada Ara.


"baik Dok"jawab Ara yang mengikuti Dokter.


Sementara itu Nadia dan Sarah yang baru saja tiba hanya bisa memandangi Rio dari Jendela karena pasien belum boleh untuk di jenguk.


...


"jadi apa rencana kamu selanjut nya Bryan...? "tanya Ibu Bryan.


"aku akan terus berusaha untuk mengambil hati Sarah lagi Buk. Aku mau dekat sama Kayla terus Buk"jawab Bryan .


"lalu perasaan kamu ke Sarah sekarang ini bagaimana Bryan..? "tanya Ibu Bryan lagi.


"aku masih cinta sama Sarah Buk. aku sadar Buk kalau aku udah nyakitin Sarah selama ini. Aku mau berubah jadi suami dan papa yang baik untuk Sarah dan Kayla Buk. Aku mau berikan tanggung jawab yang selama ini gak pernah aku berikan sama mereka berdua"jelas Bryan.


"kamu semangat ya nak, Ibu selalu mendukung yang terbaik buat kamu.Maafin Ibu ya, kamu bisa seperti ini karena Ibu yang dulu menjodohkan kamu dengan Sarah padahal kamu sangat mencintai Ara waktu itu,ini semua salah Ibu yang membuat hidup Sarah juga hancur. Ibu akan bantu kamu buat bersatu lagi dengan keluarga kecil kamu Nak"ucap Ibu Bryan bersedih.


"Ibu jangan ngomong gitu lagi ya, ini semua bukan salah ibu kok. Aku yang udah salah Buk "ucap Bryan pula.


"ini salah Ibu, Bryan"ucap Ibu Bryan kekeh.


"Gak Buk, maaf kalau dulu aku udah salahin Ibu tapi aku menyesal Buk. Justru sekarang aku berterima kasih sama Ibu udah nikahin aku sama wanita sebaik dan sekuat Sarah dan sekarang aku juga di kasih Tuhan Putri yang cantik Buk"ungkap Bryan lalu memeluk Ibu nya.


"iya sayang, Ibu senang kalau kamu sekarang benar-benar mau berubah. Kamu hubungi Sarah ya, kita ajak dia ketemu dan bicarakan hal ini"perintah Ibu Bryan.


"harus sekarang juga Buk...? "tanya Bryan.


"iya dong Bryan, jadi kamu mau nunda sampai kapan lagi..? "tanya Ibu Bryan balik.


"seperti nya Ibu yang lebih semangat dari aku ni"ucap Bryan.


"Bryan.. "gumam Ibu Bryan.


"iya Buk iya"jawab Bryan tersenyum dan segera menghubungi Sarah.


***

__ADS_1


__ADS_2